Fathurrahman Fathurrahman
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMBINASI JENIS BIBIT DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus oncophillus) Fathurrahman Fathurrahman; Putri Istianingrum; Ni’mawati Sakinah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v6i1.3788

Abstract

Porang is a tuber plant that has the opportunity to be developed in Indonesia. Efforts have been made to increase the production potential of porang, including through nurseries. The purpose of this study was to determine the effect of tuber origin and concentration of gibberellin growth regulators on porang growth. The research was conducted in Wonosobo Village, Srono District, Banyuwangi Regency from August to November 2020. This study used a Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely the origin of the seeds and the concentration of gibberellin growth regulators with three replications. Factors of seed origin consisted of tubers (B1) and air bulbs (B2) while ZPT gibberellin concentration factors were 1 ml/l (A1), 2 ml/l (A2), 3 ml/l (A3), 4 ml/l ( A4) and 5 ml/l (A5), resulting in 10 treatment combinations. Observational variables include shoot height and number of leaves. On the seedling origin factor, the B2 treatment was the highest in terms of the observed parameters of shoot height and number of leaves. In the ZPT gibberellin concentration factor, it was shown that factor A1 was the highest in the observed variable of shoot height 20 dap (days after planting), while in the variable number of leaves 50 dap, factors A4 and A5 had the highest number of leaves. The interaction of seed origin and gibberellin concentrations showed that factor B1A4 had the highest shoot height at 20 dap observations, while B1A5 had the highest number of leaves at 40 and 50 dap observations.
Respon Pemangkasan Pucuk Daun Berdasar Umur Tanaman Terhadap Produktivitas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Fathurrahman Fathurrahman
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.7700

Abstract

Pemangkasan pucuk daun mendorong pertumbuhan tunas lateral, dengan tumbuhnya tunas lateral akan menambah percabangan pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) yang meningkatkan jumlah bunga dan bakal polong per tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk daun terhadap hasil produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dan tujuh ulangan. Perlakuan pemangkasan pucuk daun tanaman umur 15 hari setelah tanam (P3) menunjukkan hasil presentase berbeda sangat nyata terhadap parameter pengamatan jumlah polong, jumlah biji dan berat total biji. Perlakuan pemangkasan 15 hst (P3) memiliki jumlah polong dengan rerata 26,89 buah, jumlah biji dengan rerata 191,41 biji, berat total biji dengan rerata 11,60 g. Perlakuan pemangkasan pucuk 15 hst (P3) memiliki hasil presentase berbeda nyata terhadap parameter pengamatan berat kering polong dengan rerata 15,45 g.
Edukasi dan Pelatihan Implementasi Pembenah Tanah Organik untuk Revitalisasi Lahan Budidaya Jeruk di Banyuwangi Ahmad Hadi; Khoirul Bariyyah; Fathurrahman Fathurrahman; Putri Istianingrum; Ni’mawati Sakinah
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v3i1.768

Abstract

Budidaya jeruk merupakan salah satu aktivitas pertanian penting di Banyuwangi, namun petani masih menghadapi persoalan degradasi lahan, rendahnya kesuburan tanah, dan keterbatasan pemahaman mengenai pembenah tanah organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani jeruk tentang identifikasi kesuburan tanah, pentingnya pengecekan pH tanah, dan implementasi pembenah tanah organik untuk revitalisasi lahan budidaya jeruk. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif pada 28 Oktober 2023 di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Program ini diikuti oleh 18 petani jeruk, sedangkan data evaluasi diperoleh dari 16 responden melalui kuesioner. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan revitalisasi lahan terdegradasi, diskusi tentang pembenah tanah organik, dan evaluasi deskriptif melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pelatihan, 75% petani memahami pentingnya cek pH tanah dan mampu membedakan lahan subur dengan lahan kurang subur, 69% memahami perbedaan kerusakan tanaman akibat penyakit dan akibat rendahnya kesuburan tanah, serta 88% memahami pembenah tanah organik dan manfaatnya bagi tanah dan tanaman. Diskusi juga menunjukkan kebutuhan petani terhadap pendampingan lanjutan dalam identifikasi kesuburan lahan, perbaikan lahan budidaya, dan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pembenah tanah organik dapat menjadi strategi awal untuk memperkuat kapasitas petani dalam revitalisasi lahan jeruk secara berkelanjutan