Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH GENERASI BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN KRISAN (Chrysanthemum) VARIETAS RHINO Istianingrum, Putri; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.216 KB) | DOI: 10.21776/25

Abstract

Krisan (Chrysanthemum) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas (Golden Flower). Pada budidaya krisan untuk bunga potong, kualitas benih sangat mempengaruhi hasil pembungaannya. Banyak kasus menunjukkan bahwa kualitas tanaman induk yang buruk berkaitan dengan rendahnya kualitas stek yang dihasilkan. Dalam produksi bunga, biasanya benih yang dipakai adalah benih sebar (generasi keempat). Akan tetapi dikalangan petani tidak mengetahui generasi ke berapa benih yang digunakan untuk ditanam dan diproduksi menjadi bunga potong, sehingga jika benih yang digunakan yaitu benih generasi tua maka kualitas bunga potong menjadi menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh generasi benih terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan (Chrysanthemum). Bahan yang digunakan adalah benih krisan G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 yang telah berakar serta varietas krisan yang digunakan yaitu varietas dengan tipe spray (tipe dengan satu tangkai terdiri dari beberapa bunga) yaitu Rhino. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan beberapa generasi benih krisan memberikan pengaruh tidak nyata pada seluruh komponen pertumbuhan tanaman dan  produksi bunga. Benih G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 merupakan bahan tanam yang dapat digunakan untuk produksi bunga potong karena memiliki hasil pertumbuhan yang seragam.
KERAGAMAN DAN HERITABILITAS SEMBILAN GENOTIP TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA BUDIDAYA ORGANIK Putri Istianingrum; Damanhuri .
Jurnal Agroekoteknologi Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/j.agrtek.v8i2.1480

Abstract

In breeding activities, the testing of new varieties for a particular environmentneeds germplasm with high variability and genetic information, including thevalue of heritability estimates. The research was aimed to know the variability and estimate heritability value on 9 genotypes of tomato on organic farming. The research was conducted at Torongrejo village, Junrejo subdistrict, Batu, East Java at the altitude of ± 700 m above sea level. The research used the Randomized Completely Block Design with three replications and 9 genotypes of F5 generation as treatment. Selection was done in organic breeding that specified in applying organic pesticide and fertilizer without any synthetic chemicals. Data of the observation was analyzed to find out the analysis of variance (anova), coefficient of genotypic and phenotypic variances and heritability. The results showed that the number of pieces of good character, the number of total fruit, fruit weight was good, ugly fruit weight, fruit weight and the total weight per piece had high values for the coefficient of genotypic and phenotypic variability. Result of the heritability calculation on characters number of good fruit, good fruit weight and weight per fruit had low values.Keywords: Tomatoes, Genotypic and phenotypic variability, Heritability,Organic farming
Kajian Kombinasi Perlakuan Zat Pengatur Tumbuh TDZ dan Benzil Adenin Terhadap Perkembangan Kalus Durian Merah Khoirul Bariyyah; Putri Istianingrum
Jurnal Agroekoteknologi Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v13i1.12161

Abstract

Red durian plants have the potential to be developed because they have high economic value. Red durian plants are propagated conventionally in two ways, namely through seeds and shoot grafts. Propagation using shoot graft creates a new problem for red durian farmers, namely a decrease in fruit production on the parent plant due to large amounts of scion. One alternative to the propagation of red durian seeds without damaging the parent plant can be done by using tissue culture techniques. The explants used in this study was durian callus. The callus was grown on B5 media treated with a plant growth regulator combination in the form of TDZ consisting of six treatments, namely 0, 0.4, 0.8, 1.2, 1.6 ppm and BA consisting of five treatment, namely 0, 0.3, 0.6, 0.9, 1.2 ppm. This research was conducted to determine the best dose of combination treatment of tidiazuron (TDZ) with BA in the formation of shoots from red durian callus through tissue culture. The results showed that at the age of 6 months after culture, red durian callus had a color change from yellow to green in the TDZ treatment 1.6 ppm + BA 1.2 ppm.
PENERAPAN GMP DI UNIT PERKEBUNAN KAKAO PTPN XII KENDENG LEMBU BANYUWANGI Putri Istianingrum; Yusmia Widiastuti; Khairul Barriyah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 2, No 1: Juni 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v2i1.194

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan  yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional. Untuk kesuksesan jangka panjang, perlu memperhatikan tiga hal pokok yang sangat  mempengaruhi tingkat keberhasilan produk di pasaran, yaitu harga, ketersediaan, dan mutu.. Untuk mewujudkan sistem mutu dan keamanan pangan, salah satunya adalah dengan Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend produksi kakao yang dihasilkan selama tahun 2006 – 2016 , penerapan GMP dan GMP prioritas di PTPN XII Kendeng Lembu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisa kuantitatif. Untuk pengambilan data dilakukan dengan metode survey dan observasi ditunjang dengan data sekunder yang didapat dari instansi terkait. Analisa yang dilakukan adalah dengan Trend dan Forecasting, Penentuan level pelaksanaan GMP, dan Analysis Hierarchy  Process. Berdasarkan analisa yang dilakukan, trend kakao edel dirumuskan sebagai Y = 255,028 – 20,750 X, sementara trend kakao bulk dirumuskan Y = -94,910 +  47,357 X. Tingkat pelaksanaan GMP di PTPN XII Kendeng Lembu Banyuwangi secara keseluruhan adalah sebesar 65,95% yang artinya adalah tingkat penerapan komponen dan sub komponen GMP di PTPN XII Kendeng Lembu tergolong agak tinggi. Untuk AHP ada 36,51% sub komponen yang berada dalam kondisi yang kurang optimal sehingga harus ditingkatkan dan diperbaiki Kata kunci : Trend, Good Manufacturing Practice, Kakao
KOMBINASI JENIS BIBIT DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus oncophillus) Fathurrahman Fathurrahman; Putri Istianingrum; Ni’mawati Sakinah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v6i1.3788

Abstract

Porang is a tuber plant that has the opportunity to be developed in Indonesia. Efforts have been made to increase the production potential of porang, including through nurseries. The purpose of this study was to determine the effect of tuber origin and concentration of gibberellin growth regulators on porang growth. The research was conducted in Wonosobo Village, Srono District, Banyuwangi Regency from August to November 2020. This study used a Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely the origin of the seeds and the concentration of gibberellin growth regulators with three replications. Factors of seed origin consisted of tubers (B1) and air bulbs (B2) while ZPT gibberellin concentration factors were 1 ml/l (A1), 2 ml/l (A2), 3 ml/l (A3), 4 ml/l ( A4) and 5 ml/l (A5), resulting in 10 treatment combinations. Observational variables include shoot height and number of leaves. On the seedling origin factor, the B2 treatment was the highest in terms of the observed parameters of shoot height and number of leaves. In the ZPT gibberellin concentration factor, it was shown that factor A1 was the highest in the observed variable of shoot height 20 dap (days after planting), while in the variable number of leaves 50 dap, factors A4 and A5 had the highest number of leaves. The interaction of seed origin and gibberellin concentrations showed that factor B1A4 had the highest shoot height at 20 dap observations, while B1A5 had the highest number of leaves at 40 and 50 dap observations.
TEKNOLOGI FARM MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG BUDIDAYA PERTANIAN BERKELANJUTAN Khoirul Bariyyah; Ahmad Hadi; Ni’mawati Sakinah; Putri Istianingrum; Annastia Loh Jayanti; Kanthi Pangestuning Prapti; Shinta Hiflina Yuniari; Moh. Fahrurrozi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i1.8337

Abstract

FMS technology is a digital platform designed to collect environmental information on plant growth, microclimate monitoring and automation of fertilization and irrigation of cultivated plants. The FMS application has 4 main functions, namely land digitization, soil nutrient condition monitoring system (agrooscane), climate monitoring system (agrooclimate), monitoring and automation of fertilization and irrigation (agroomation). This study aims to determine the effectiveness of using agroscan, agroclimate, and agroomation tools on cultivated land in Kumendung Village, Muncar District, Banyuwangi Regency. This research method uses the experimental method. The results of the study, namely the FMS agroscan technology, are effectively used to recommend improving soil pH, adding N, P, and K fertilizer inputs according to the needs of cultivated plant commodities. FMS agroclimate technology, effective for monitoring microclimate (temperature, humidity, rainfall, irradiation duration, and wind speed). The data displayed in the FMS agrooclimate can be used for consideration in determining crop timing, using varieties resistant to pests and diseases that develop in cultivation environments, crop rotation, fertilizing and irrigation times. FMS Agroomation technology is effectively used for setting fertilization and irrigation schedules.
Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura “Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan” Desa Genteng Kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Putri Istianingrum Istianingrum; Ahmad Hadi Hadi; Khoirul Bariyyah Bariyyah
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i1.245

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang optimalisasi penggunaan lahan pekarangan di sekitar Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, meningkatkan pemahaman kader PKK dan ibu rumah tangga mengenai pentingnya pekarangan dari segi sosial, ekonomi, dan ekologi, melatih kader PKK dan ibu rumah tangga dalam manajemen intensif pekarangan dan analisis ekonomi hasil usaha, dan mengajarkan teknik budidaya sayuran dan buah yang efisien dan ramah lingkungan. Kegiatan ini melibatkan ceramah dan praktik langsung di lapangan, dengan peserta terdiri dari 31 anggota tim PKK desa. Hasilnya mencakup peningkatan pengetahuan peserta tentang pengoptimalan penggunaan lahan pekarangan, kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya pekarangan dari segi sosial, ekonomi, dan ekologi, serta dimulainya manajemen intensif pekarangan, analisis ekonomi usaha, dan penerapan teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan.
PENGARUH GENERASI BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN KRISAN (Chrysanthemum) VARIETAS RHINO Istianingrum, Putri; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan (Chrysanthemum) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas (Golden Flower). Pada budidaya krisan untuk bunga potong, kualitas benih sangat mempengaruhi hasil pembungaannya. Banyak kasus menunjukkan bahwa kualitas tanaman induk yang buruk berkaitan dengan rendahnya kualitas stek yang dihasilkan. Dalam produksi bunga, biasanya benih yang dipakai adalah benih sebar (generasi keempat). Akan tetapi dikalangan petani tidak mengetahui generasi ke berapa benih yang digunakan untuk ditanam dan diproduksi menjadi bunga potong, sehingga jika benih yang digunakan yaitu benih generasi tua maka kualitas bunga potong menjadi menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh generasi benih terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan (Chrysanthemum). Bahan yang digunakan adalah benih krisan G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 yang telah berakar serta varietas krisan yang digunakan yaitu varietas dengan tipe spray (tipe dengan satu tangkai terdiri dari beberapa bunga) yaitu Rhino. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan beberapa generasi benih krisan memberikan pengaruh tidak nyata pada seluruh komponen pertumbuhan tanaman dan  produksi bunga. Benih G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 merupakan bahan tanam yang dapat digunakan untuk produksi bunga potong karena memiliki hasil pertumbuhan yang seragam.
Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura “Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan” Desa Genteng Kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Istianingrum, Putri Istianingrum; Hadi, Ahmad Hadi; Bariyyah, Khoirul Bariyyah
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat (IPM)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/ipm.v1i1.245

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang optimalisasi penggunaan lahan pekarangan di sekitar Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, meningkatkan pemahaman kader PKK dan ibu rumah tangga mengenai pentingnya pekarangan dari segi sosial, ekonomi, dan ekologi, melatih kader PKK dan ibu rumah tangga dalam manajemen intensif pekarangan dan analisis ekonomi hasil usaha, dan mengajarkan teknik budidaya sayuran dan buah yang efisien dan ramah lingkungan. Kegiatan ini melibatkan ceramah dan praktik langsung di lapangan, dengan peserta terdiri dari 31 anggota tim PKK desa. Hasilnya mencakup peningkatan pengetahuan peserta tentang pengoptimalan penggunaan lahan pekarangan, kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya pekarangan dari segi sosial, ekonomi, dan ekologi, serta dimulainya manajemen intensif pekarangan, analisis ekonomi usaha, dan penerapan teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan.
The Effect of Gamma Radiation (60Co) on the Germination of Chili Pepper (Capsicum frutescens L.) Bariyyah, Khoirul; Istianingrum, Putri; Rosyidi, Muhammad Abdul
Journal of Agriculture Vol. 4 No. 03 (2025): Research Articles, November 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v4i03.7204

Abstract

This study aimed to investigate the effect of various doses of gamma radiation (60Co) on the germination of Prentul chili pepper.  This research was conducted at the experimental field or greenhouse of the University of 17 August 1945, Banyuwangi, from August to September 2025. This study employed an RCBD with a single factor, namely the dose of ??Co gamma radiation. The treatment consisted of 11 radiation dose levels: 0 Gy (control), 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350, 400, 450, and 500 Gy. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) to determine the effect of radiation dose on each parameter. If significant differences were found, further analysis was conducted using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. Co-60 gamma radiation significantly affected the viability, mortality, germination rate (MGT), and early growth of prentul cayenne pepper seedlings. Low to moderate doses (50–200 Gy) reduced viability, whereas moderate doses (250–400 Gy) had a stimulatory effect similar to the control. The highest mortality occurred at a dose of 200 Gy, which is close to the LD??, thus potentially generating genetic diversity. At high doses (>400 Gy), MGT increased sharply, and seedling growth was severely inhibited by physiological damage. Thus, the dose range of 200–300 Gy can be considered the optimum dose for mutation induction in prentul cayenne pepper.