Budidaya jeruk merupakan salah satu aktivitas pertanian penting di Banyuwangi, namun petani masih menghadapi persoalan degradasi lahan, rendahnya kesuburan tanah, dan keterbatasan pemahaman mengenai pembenah tanah organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani jeruk tentang identifikasi kesuburan tanah, pentingnya pengecekan pH tanah, dan implementasi pembenah tanah organik untuk revitalisasi lahan budidaya jeruk. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif pada 28 Oktober 2023 di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Program ini diikuti oleh 18 petani jeruk, sedangkan data evaluasi diperoleh dari 16 responden melalui kuesioner. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan revitalisasi lahan terdegradasi, diskusi tentang pembenah tanah organik, dan evaluasi deskriptif melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pelatihan, 75% petani memahami pentingnya cek pH tanah dan mampu membedakan lahan subur dengan lahan kurang subur, 69% memahami perbedaan kerusakan tanaman akibat penyakit dan akibat rendahnya kesuburan tanah, serta 88% memahami pembenah tanah organik dan manfaatnya bagi tanah dan tanaman. Diskusi juga menunjukkan kebutuhan petani terhadap pendampingan lanjutan dalam identifikasi kesuburan lahan, perbaikan lahan budidaya, dan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pembenah tanah organik dapat menjadi strategi awal untuk memperkuat kapasitas petani dalam revitalisasi lahan jeruk secara berkelanjutan
Copyrights © 2026