Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FUNGSI PERS SEBAGAI PENYEBARAN INFORMASI DALAM PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA Syahriar, Irman
LEGALITAS : Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/lg.v4i2.4460

Abstract

This study aims to find interactions between the press and law enforcement, as well as the information function needs of the press for law enforcement. This type of research used in this research is descriptive research. Analysis of the data used is qualitative. The results showed that the press had a large role in law enforcement and the development of Indonesian national law. Interaction between the functions of the press and the principles of law enforcement stated above can be mutually supportive, but also can inhibit each other. According to Bagir Manan, there are at least three aspects of press relations with law enforcement. First; the press as an object of law enforcement or affected by law enforcement. Second; the press as a facilitator of law enforcement.Third; the press as a barrier to law enforcement.
PERANAN PUBLIC RELATION DALAM ORGANISASI Irman Syahriar
Journal of Law ( Jurnal Ilmu Hukum ) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.385 KB)

Abstract

Lahirnya public relation masih belum dibenahi dengan pasti dan masih banyak nieniMbL',..im1 kontroversi di antara para ahli. Glend dan Danny Grisworld (dalam Oemi Abdurrahman) mengemukakan bahwa pekerjaan public relation telah dilakukan oleh Cleopatra dengan segala kemegahan seorang Ratu menyambut Mark Antony ditepi sungai Nil. Transaksi jual beli barang terjadi di Jaman Neolithic, baik para penjual maupun Ratu Cleopatra berusaha mengadakan hubungan yang sifatnya dapat menyenangkan dan menguntungkan orang lain. Konon dari sinilah awal mula kegiatan public relation mulai tersentuh. Namun masih sulit untuk menentukan kapan pekerjaan public relation dilakukan secara terorganisir karena tidak ada dukungan pasti yang dapat menentukan kapan public relation seperti yang dipraktekkan sekarang ini..
Hak jawab dalam perspektif filsafat dan hukum pada uu pers no.40 tahun 1999 Syahriar, Irman; Khairunnisa, Khairunnisa; Hefni, Dina Paramitha
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243252

Abstract

Hak Jawab merupakan sebagai produk bagian isi  materil dari UU Pers harus dipandang hukum sangat erat hubunganya dengan keadilan. Bahkan ada orang yang berpandangan bahwa hukum harus digabungkan dengan keadilan, supaya sungguh- sungguh berarti sebagai hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sudut pandang filsafat atas hak jawab dan hak koreksi dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 serta pengaturan hak jawab dalam penafrisan hukum pada UU Pers No. 40 Tahun 1999. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian normative. Hak Jawab penting untuk keadilan dan hidup berdampingan secara etis. Pers harus menjadi kekuatan yang kuat yang terintegrasi dengan masyarakat dan tunduk pada hukum. Kebebasan pers adalah milik masyarakat dan harus melayani kepentingan publik, dengan mekanisme yang tersedia untuk mengoreksi kesalahan dan memberikan informasi yang akurat.
Keadilan Sosial di dalam Negara Hukum Indonesia Syahriar, Irman; Bazarah, Jamil; Khairunnisah, Khairunnisah
Journal of Knowledge and Collaboration Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Knowledge and Collaboration
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/wqx8hn76

Abstract

Keadilan sebenarnya ada dimana-mana, sebagaimana hukum-pun juga ada dimana-mana. Keadilan dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik keadilan sosial, ekonomi, politik dan sebagainya, akan tetapi semuanya memang mahal harganya. Hukum nasional (yang dalam bahasa akademik disebut hukum positif), tidak bisa menjadi penjamin terwujudnya keadilan itu  Keadilan, kemakmuran dan kebahagiaan, tidak akan jatuh dari langit, dan tidak akan hadir sebagai bagian kehidupan manusia tidak berusaha untuk mendapatkannya. Bahkan, terkadang manusia (baik secara individu maupun kelompok) telah berusaha secara maksimal dengan mendayagunakan akal pikirannya, akan tetapi keadilan, kemakmuran dan kebahagiaan tetap jauh juga dari kenyataan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Hukum dan kekuasaan dalam mewujudkan keadilan sosial masyarakat. Bagaimana hokum dan Keadilan Sosial Dalam UUD 1945. Mempergunakan metode yuridis normatif, dengan titikberat pada penulusuran studi pustaka, dengan cara menelaah (terutama) data sekunder yang berupa: bahan hukum primer, yiatu UUD NRI 1945 dan bahan hukum sekunder diperoleh melalui pengkajian hasil penelitian, seminar, buku-buku, jurnal ilmiah yang memuat doktrin dari para pakar. Proses analisis digunakan      metode analisis kualitatif.  
JURIDICAL REVIEW OF COPYRIGHT INFRINGEMENT IN BOOK CIRCULATION THROUGH E-COMMERCE PLATFORMS Hardiyanti, Vivi; Syahriar, Irman; Khairunnisah
Awang Long Law Review Vol. 7 No. 2 (2025): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v7i2.1510

Abstract

People often copy and duplicate literature since it has gotten ingrained in their minds and they don't consider the inadequacies of others. Individual copyright protection is almost nonexistent in Indonesia. Traditionally, everything created by the community is referred to as common property. The requirement for legal protection becomes apparent after the work's economic worth is established. The traditional perspective is that copyright's benefits outweigh its costs. The method used in this study relies on library resources, namely those that provide new or current scientific information or fresh perspectives on established facts or concepts. In this instance, these resources include books, journals, dissertations, theses, and other legal papers. Both primary and secondary legal sources are thoroughly used in this normative legal study. In Indonesia, copyright violations on e-commerce sites are still seen as ineffectual. Practice on the ground demonstrates that numerous copyright infringements, such as the selling of pirated books, are nevertheless widespread even though the UUHC provide a legal foundation for combating infringement. This is caused by a number of things, such as a lack of government control and e-commerce platforms' incapacity to efficiently monitor and eliminate material that violates copyright. The prior legislation was improved upon with the enactment of the UUHC (Copyright Act) of 2014. Better protection for artists and their works is undoubtedly the goal of this change. The need for more protection and legal clarity for authors, copyright holders, and owners of associated rights is heightened by the rapid advancements in science, technology, literature, and the arts. Indonesia is encouraged to further implement copyright and associated rights in its domestic legal system by its involvement in several international treaties, which enables its authors to compete globally. This is also part of the history of how UUHC 2014 came to be, superseding Act No. 19 of 2002 on Copyright.
Legal Protection of Users Wallet Electronic or E-Wallet Benhard Kurniawan P; Irman Syahriar; Sarikun
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 2 No. 2 (2023): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v2i2.700

Abstract

System payment through this online medium using electronic money as the payment tool. Drafts from electronic money This is payment in a modern way, that is, without There is physique the money or called with term cashless money. Then appear wallet electronic, or the current one known with the term e-wallet, that can be installed on a smartphone. Based on Bank Indonesia Regulation Article 1 Number 7 concerning Maintenance Processing Transaction Payment Number 18/40/PBI/2016, a container medium-based functional electronics can be equalized with place-saving electronic money as one of the methods of payment. Cannot be denied with existing payment through This e-wallet is very convenient in transactions, but it can also give rise to a new problem that can harm consumers as user e-wallet consequences lack of attention from perpetrator business e-wallet only important for getting profit. The writing method used in compiling papers This is method observation, that is, collecting data via purposeful observation to multiply references. Then method References, that is, use sources library, like books, articles, and so on. Constitution Protection: Consumers expected a capable law to give certainty to e-wallets. As a form of responsibility answer for losses that have been experienced by consumers, the perpetrator of business e-wallets has an obligation to give change, make a loss, and provide equal compensation for losses received by consumers. There is an accountability answer. This as form effort for grow return impact positive consumer to use e-wallet in do transaction electronic.
FUNGSI PERS SEBAGAI PENYEBARAN INFORMASI DALAM PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA Syahriar, Irman
LEGALITAS : Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/lg.v4i2.4460

Abstract

This study aims to find interactions between the press and law enforcement, as well as the information function needs of the press for law enforcement. This type of research used in this research is descriptive research. Analysis of the data used is qualitative. The results showed that the press had a large role in law enforcement and the development of Indonesian national law. Interaction between the functions of the press and the principles of law enforcement stated above can be mutually supportive, but also can inhibit each other. According to Bagir Manan, there are at least three aspects of press relations with law enforcement. First; the press as an object of law enforcement or affected by law enforcement. Second; the press as a facilitator of law enforcement.Third; the press as a barrier to law enforcement.
Hak jawab dalam perspektif filsafat dan hukum pada uu pers no.40 tahun 1999 Syahriar, Irman; Khairunnisa, Khairunnisa; Hefni, Dina Paramitha
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243252

Abstract

Hak Jawab merupakan sebagai produk bagian isi  materil dari UU Pers harus dipandang hukum sangat erat hubunganya dengan keadilan. Bahkan ada orang yang berpandangan bahwa hukum harus digabungkan dengan keadilan, supaya sungguh- sungguh berarti sebagai hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sudut pandang filsafat atas hak jawab dan hak koreksi dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 serta pengaturan hak jawab dalam penafrisan hukum pada UU Pers No. 40 Tahun 1999. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian normative. Hak Jawab penting untuk keadilan dan hidup berdampingan secara etis. Pers harus menjadi kekuatan yang kuat yang terintegrasi dengan masyarakat dan tunduk pada hukum. Kebebasan pers adalah milik masyarakat dan harus melayani kepentingan publik, dengan mekanisme yang tersedia untuk mengoreksi kesalahan dan memberikan informasi yang akurat.
Pengaturan Hukum Citizen Journalism dalam Praktek Pemberitaanya Syahriar, Irman; Bazarah, Jamil; Khairunnisah, Khairunnisah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i11.16998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan persepsi terhadap Citizen Journalism sebagai bagian dari ranah jurnalisme profesional serta menilai implikasinya terhadap standar jurnalistik dan perlindungan hukum bagi pelaku Citizen Journalism. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, wawancara mendalam dengan ahli media, dan analisis isi dari sumber-sumber online serta media cetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai status Citizen Journalism dalam ranah jurnalisme. Sebagian ahli berpendapat bahwa Citizen Journalism belum memenuhi standar jurnalisme profesional, mengingat minimnya penerapan kode etik jurnalistik dan standar verifikasi yang memadai. Namun, kelompok lain menganggap Citizen Journalism sebagai salah satu bentuk jurnalisme modern, karena memiliki elemen-elemen dasar jurnalistik, seperti pelaporan berita dan distribusi informasi menggunakan media digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa Citizen Journalism berperan dalam memberikan akses kepada masyarakat untuk menyuarakan opini mereka, namun menghadapi tantangan dalam hal perlindungan hukum. Pelaku Citizen Journalism tidak memperoleh perlindungan hukum yang setara dengan jurnalis profesional karena ketiadaan status formal sebagai profesi jurnalistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Citizen Journalism merupakan fenomena yang signifikan dalam era digital, tetapi masih memerlukan pengembangan standar profesional dan pengakuan hukum yang lebih jelas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya regulasi yang mengakomodasi peran Citizen Journalism tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalistik untuk memastikan kredibilitas dan perlindungan hukum yang layak bagi para pelakunya.
NORMATIVE STUDY OF THE RIGHT TO SPACE IN THE INSTALLATION OF DIGITAL INFRASTRUCTURE Putra, Igo Primantara Ari; Syahriar, Irman; Putri, Dina Paramitha Hefni; Khairunnisah
Awang Long Law Review Vol. 8 No. 1 (2025): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v8i1.1862

Abstract

This research is entitled Normative Study of the Right to Space in the Installation of Digital Infrastructure, which aims to analyze the legal and justice aspects in the use of space for the development of digital infrastructure in Indonesia. The development of digitalization demands the availability of legal and equitable space for the installation of towers, fiber optic networks, and other supporting devices. In a legal context, the right to space originally focused on physical development, but has now expanded to encompass the need for digital space as a vital public facility. The method used is doctrinal legal research with a statutory and conceptual approach, examining the suitability of legal norms governing the management of physical space as regulated in Spatial Planning Law Number 26 of 2007 and digital. The study results show that the regulation of spatial rights for digital infrastructure must guarantee the principles of legality, social justice, transparency, and public participation. The state plays a central role in regulating and ensuring equal access, data protection, and equitable distribution of digital benefits for all members of society. This research emphasizes the importance of adaptive and equitable digital legal transformation so that infrastructure development does not create disparities, but rather realizes inclusive, safe, and sustainable spatial planning in the era of technological transformation.