T. Jacob T. Jacob
Unknown Affiliation

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Bioanthropologi dan Kemiskinan T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 02 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.622 KB)

Abstract

Bioanthropologi atau anthropologi biologis (yang lebih kita kenal dengan nama anthropologi ragawi) menaruh mina[ pada variasi biologis populasi manusia dan sebab-musababnya. Pada urnumnya yang dipelajari adalah populasi yang sehat, tetapi, dengan sengaja atau tidak, telah dipelajari pula populasi-populasi dalam berbagai tingkat kesehatan, termasuk sisa-sisa populasi masa lampau; ditinjau dari sudut sekarang, tentu saja populasi yang sudah punah atau mati tidak memiliki kesehatan, tetapi waktu meninggalnya dulu, is juga berada dalam berbagai tingkat kesehatan.Kemiskinan adalah ketiadaan sesuatu di bawah tingkat tertentu, di bawah garis kemiskinan, terutama dari segi ekonomis, jadi tiadanya harta. Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin, mungkin dua pertiganya. Kemiskinan itu kita ketahui berpengaruh dalam aspek-aspek sosial, budaya dan biologis. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau persoalan kemiskinan ini menarik perhatian bioanthropologi pula; banyak penelitian bioanthropologi, sengaja atau tidak, menyelidiki populasi yang miskin.Sepintas ialu kemiskinan sekarang kelihatan ada hubungannya dengan geografi (negeri-negeri selatan, negeri-negeri tropis), ras (Negroid, Monggoloid) dan pedesaan (populasi rural). Kalau ditinjau lebih mendalam, hubunganhubungan itu ternyata lebih komplex. Dalam sejarah manusia kemiskinan pernah terdapat di mana-mana dan kiranya masih akan terdapat juga hingga masa depan yang jauh.
Applikasi System ABO, MN dan RH Dalam Sengketa Kebapaan T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 01 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.074 KB)

Abstract

kata kunci : golongan darah ABO - sengketa kebapaan
Organisasi Apparat Pendidikan Di Universitas T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 04 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.612 KB)

Abstract

key words: organisasi pendidikan di universitas
Peranan Biologi Manusia dalam Kebijakan Umum T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 03 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.208 KB)

Abstract

Semenjak manusia mulai ada di bumi (apakah 40.000, 100.000, 250.000, 2.000.000 atau 5.500.000 tahun yang lalu tergantung pada apa yang kita maksudkan dengan manusia), dia sudah berkenalan dengan tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia yang lain. Pengenalan ini, yang harus dilakukannya untuk bertahan hidup, mempengaruhi hidupnya dan mengatur makhluk hidup di sekitarnya untuk kepentingannya.Untuk hidupnya manusia dahuIu meramu tumbuh-tumbuhan dan berburu hewan bersama atau bersaing dengan manusia lain. Pada suatu masa ia menjinakkan hewan dan beternak, dan kemudian pada masa lain ia menjinakkan tumbuh-tumbuhan dan bercocok tanam. Apa yang diketahuinya tentang makhluk-makhluk lain makin Iama makin berta.mbah, karena makin banyak jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan yang dihadapinya, serta makin banyak pula manusia -clan kelompok manusia lain yang dijumpainya. Kelompoknya juga makin lama makin besar, sehingga membentuk desa
Evolusi Otak Primates T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.208 KB)

Abstract

Otak adalah rekaman evolusi yang terbaik, karena is merupakan alat pengintegrasi dalam tubuh hewan. Dari bentuk luar otak bcberapa struktur dan ciri-ciri mempunyai makna evolusioner, yang akan kita ringkaskan sebagai berikut:1. index prosencephalon. Ia memperlibatkan pertambahan yang tetap dan berangsur-angsur dari wauwau ke manusia, baik menurut isi maupun berat. Index tersebut menunjukkan derajat kernahiran tangan.2. index diametricus. Makin bertambah dari wauwau ke Pan karena merosotnya rhinencephalon, pembesaran daerah parietal dan kelambatan dalam perkembangan lobus frontalis. Kurangnya kecenderungan untuk brakykefalisasi pada gorilla dan manusia disebabkan oleh pembesaran lobus frontalis yang menyolok.3. sulci cerebri. Pola sulci semakin komplex dan jclas. Pada wauwau fissurasi yang terjelas terdapat di dacrah parietotemporal; pada mawas pola di daerah occipital dan frontal mulai bertambah rumit dan mencapai puncaknya pada manusia. Mulai dari mawas sulcus centralis lebih jelas dan sulcus lateralis cerebri lebih horizontal. Pada manusia sulcus ini hampir horizontal dan sulcus simiarum lenyap.4. lobi cerebri. Cerebrum makin lama makin lebih kuadrilobuler bentuknya dan pembesaran lobus frontalis semakin menyolok.5. pola konvolusi. Bertambah komplexitasnya karena bertambahnya sal-sal otak. Lobus frontalis mernpunyai pola terkaya pada manusia.6. concavitas orbitalis dan segi interorbital. Yang disebut pertama semakin kurang nyata, disebabkan oleh pembesaran hemispherium cerebri. Pada gorilla berkurangnya nyata sekali. Demikian pula halnya dengan segi interorbital yang kurang nyata pada Pan dan lenyap selurubnya pada manusia.7. concavitas cerebellaris dan pembesaran cerebellum. Concavitas cerebellaris, yang masih nyata pada Pongo dan Pan, mulai tak nyata pada gorilla dan hampir sama sekali lenyap pada manusia. Pada kera-kera anthropoid permukaan tentorial cerebellum mernperlihatkan kecenderungan untuk kehilangan cristanya dan vallecula menjadi lebih nyata, sedangkan verniis relatif menjadi Iebih kecil. Pada Homo sapiens permukaan tentorialnya. hampir datar, valleculanya makin dalam dan vermis inferiornya sangat tidak nyata.8. truncus cerebri. Pyramis, pons dan pedunculi cerebri mengalami pembesaran yang menyolok, terutama karena differensiasi tangan. Clava dan cuneus rnemperlihatkan pembesaran yang berangsur-angsur dan hubungan yang berubah; clava mengecil dibandingkan dengan cuneus.9. perkembangan indera. Kita saksikan mengccilnya rhinencephalon dan colliculi mesencephalon, serta pembesaran cortex cerebri, berturutturut akibat mundurnya indera pembau serta pemindahan funksi penglihatan dan pendengaran ke tingkat yang lebih tinggi.
Evolusi Otak Primates T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 01 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.285 KB)

Abstract

Di seluruh ordo Primates kita lihat berbagai perubahan evolusioner dalam perilaku hewan itu yang mengandung makna yang penting. Pcnyesuaian diri tcrhadap kehidupan arboreal menghasilkan perkembangan ekor prchensil ataujdan perubahan adaptif tangan dan kaki serta alat-alat indera pelihat. Perubahan ke kehidupan terrestrial membutuhkan penyesuaian kembali mata dan pengaturan keseimbangan. Yang teramat penting adalah sikap orthograd dengan akibat-akibatriya yang bersegi banyak. Pembebasan anggota muka dan Ienyapnya ekor meninggalkan bekas-bekas pula pada struktur otak.Tidaklah cukup hanya menyelidiki bentuk luar otak saja dalam mempelajari evolusi. Tidak dapat dihindari kesimpulan bahwa segala adaptasi progressif yang sudah disebutkan itu melontarkan bayangannya pula pada struktur dalamnya. Tilncy (1928:993) rnalahan menyatakan bahwa «ciri-ciri permukaan sering memperdaya» dan bahwa «organisasi intern otak yang haliis bahkan dapat membantah kesimpulan yang didasarkan atas pendaahan pada permukaanKehidupan arboreal mengakibatkan terkorbankannya indera pembau dan peluasan indera pelihat. Maka kita lihatlah pengecilan rhincncephalon dan perkembangan lobus occipitalis, bertambah panjangnya decussatio oculomotorii, bertambah kecilnya arti colliculus superior dan membcsarnya nucleus olivaris. Akibat_yang tidak kurang pentingnya pula adalah prehensilitas dan differensiasi anggota tubuh yang diperlukan dalam kehidupan di pohon. Syarat-syarat ini tercermin dalam pembesaran pyramis, oliva inferior, nuclei sensorii dorsales, nuclei vestibulares, nuclei pontes, nuclei cerebellar-es dan hubungan interokular, serta merosotnya colliculi mesencephalon. Penglihatan stereoskopis_meinberi dasar yang baru dan lebih luas bagi kemahiran tangan, dan gerakan-gerakan trampil yang komplek in.i sclanjutnya membutuhkan - pusat-pusat. pengaturan dan - koordinasi yang lebih balk. Kinesthesis yang progressif tak dapat dielakkan dan hal ini kemudian memberi dasar-dasar baru pula bagi neokinesis. Dengan demikian kita berhadapan dengan reaksi rantai evolusi dan aneka warna faktor yang mengambil bagian dalam proses tersebut terjalin dengan rumit dalam suatu jaringan yang harmonis.
Peranan Universitas Gadjah Mada Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 6, No 04 (1974)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.563 KB)

Abstract

Keyword : Peran UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan
Retrospek Dan Prospek Penelitian Anthropologi Ragawi Dan Biologi Manusis Di Indonesia. T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 6, No 02 (1974)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.21 KB)

Abstract

Keyword : Penelitian Anthropologi Ragawi