Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SMARTek

KINERJA DURABILITAS CAMPURAN BETON ASPAL DITINJAU DARI FAKTOR VARIASI SUHU PEMADATAN DAN LAMA PERENDAMAN Tahir, Anas; Setiawan, Arief
SMARTek Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.301 KB)

Abstract

Durabilitas campuran beton aspal mempunyai pengaruh terhadap kinerja dan umur layanan suatu jalan. Durabilitas yang tinggi memberikan indikasi bahwa jalan tersebut lebih awet dan mempunyai ketahanan dari pengaruh cuaca dan air.Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kinerja durabilitas campuran beton aspal dengan melakukan modifikasi rendaman Marshall dan variasi suhu pemadatan. Modifikasi rendaman Marshall yang dilakukan adalah 1, 2, 4, 6 dan 8 hari serta variasi suhu pemadatan dimulaidari 90oC, 100oC, 110oC, 120 oC dan 130oC. Untuk melihat kinerja durabilitas campuran beton aspal digunakan indikator Indeks Kekuatan Sisa (IKS), Indeks Penurunan Stabilitas, yaitu Indeks Durabilitas Pertama (IDP) dan Indeks Durabilitas Kedua (IDK). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Transportasi dan Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Tadulako.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa durabilitas campuran beton aspal masih memenuhi persyaratan bina marga yaitu nilai IKS lebih besar 75%. Durabilitas tertinggi dicapai pada suhu pemadatan 120 oC dengan lama rendaman satu hari. Nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) menurun dengan meningkatnya durasi rendaman. Indeks Durabilitas Pertama (IDP) umumnya mengalami kehilangan kekuatan, kecuali pada rendaman 4 hari mengalami peingkatan kekuatan. Indeks Penururnan Stabilitas tertinggi terjadi pada suhu pemadatan 120oC. Indeks Durabilitas Kedua (IDK) pada berbagai suhu pemadatan dan variasi rendaman umumnya mengalami kehilangan kekuatan kecuali pada variasi redaman 4 hari justru terjadi penambahan kekuatan sebesar 3.4% atau naik sekitar 56,57 Kg
Angkutan Massal Sebagai Alternatif Mengatasi Persoalan Kemacetan Lalu-lintas Kota Surabaya Tahir, Anas
SMARTek Vol 3, No 3 (2005)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.253 KB)

Abstract

Penggunaan angkutan pribadi yang cukup tinggi di kota Surabaya merupakan salah satu penyebab kemacetan utama lalu lintas. Jumlah angkutan pribadi yang beroperasi adalah  60,48% mobil pribadi, dan 22,35% sepeda motor serta mobil penumpang umum (MPU) sebesar 2,64%. Rasio perbandingan antara pemakaian angkutan umum (mobil angkutan penumpang umum/MPU dan bus besar) dan mobil angkutan pribadi adalah 1 : 27. Tujuan yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah untuk mengetahui peranan serta pemilihan jenis angkutan massal yang tepat dalam rangka usaha untuk menekan tingkat kemacetan lalu lintas di kota Surabaya. Jenis angkutan umum yang dominan beroperasi di Surabaya adalah Mobil Penumpang Umum (MPU) yaitu mikrolet dan sejenisnya dengan kapasitas  tempat duduk 10 –11 orang sebanyak 2,64% kemudian disusul oleh angkutan umum bus besar sebesar 0,36%. Beberapa alternatif angkutan massal yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan angkutan pribadi di dalam usaha menekan tingkat kemacetan lalu lintas antara lain penggunaan pengoperasian Kereta Api Komuter (sementara beroperasi), pembuatan Jalur Bus Khusus (Busway), Monorail.
KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL (AC-WC) DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI KADAR FILLER ABU TERBANG BATU BARA Tahir, Anas
SMARTek Vol 7, No 4 (2009)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.921 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba menggunakan bahan pengisi filler abu terbang batu bara yangdiharapkan menambah daya tahan lapis perkerasan beton aspal terhadap kerusakan yangdisebabkan oleh cuaca dan beban lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiseberapa besar nilai karakteristik Marshall pada campuran beton aspal dengan menggunakanfiller abu terbang batu bara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan suatupercobaan untuk mendapatkan hasil, dengan demikian akan terlihat pemanfaatan filler abuterbang batu bara pada konstruksi beton aspal dengan variasi kadar filler 4%, 5%, 6%, 7%, dan 8%terhadap total campuran Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan filler abu terbangbatu bara akan mempengaruhi karakteristik campuran beton aspal. Semakin banyak filler abuterbang batu bara yang digunakan, menyebabkan nilai stabilitas semakin meningkat. Padakadar filler abu terbang batu bara 4% nilai stabilitas yang didapatkan sebesar 1518.124 Kg, padasaat kadar filler abu terbang batu bara ditambahkan sampai pada kadar 8%, nilai stabilitasmeningkat menjadi 1640.499 Kg. Nilai fleksibilitas mengalami peningkatan seiring pertambahankadar filler abu terbang batu bara. Dengan peningkatan rata-rata sebesar 14,87% dari kadar fillerabu terbang batu bara 4 % sampai 8 % menunjukan bahwa campuran lebih bersifat kaku.Durabilitas campuran mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar filler abu terbangbatu bara. Pada saat campuran menggunakan variasi kadar filler abu terbang batu barasebesar 4 %, memiliki nilai durabilitas sebesar 91.433%, setelah divariasikan dengan kadar filler abuterbang batu bara sampai pada 8%, nilai durabilitas meningkat menjadi 95.703%, dengan rataratapeningkatan sebesar 2.02%