Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Komunikasi Terapeutik pada Perawat melalui Video Pembelajaran Komunikasi Terapeutik Hendra Priyatnanto; Yunita Dwi Anggreini
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17783

Abstract

ABSTRACT Communication is a crucial aspect of healthcare delivery, particularly in nursing. In nursing, communication between nurses and patients to support the healing process is known as therapeutic communication. Through effective therapeutic communication, nurses can help patients adapt to their condition, alleviate physical and psychological problems, and explain the treatment process, thus accelerating the healing process. However, the therapeutic communication skills of nurses in providing care are often not optimal, which affects the success of the treatment. One way to improve these skills is through the use of video-based learning. As a medium that integrates audio and visual elements, video-based learning provides explanations and steps for implementing therapeutic communication, making it easier to understand and remember. This study aims to evaluate the effect of video-based learning on improving therapeutic communication skills in nurses. It employs a quasi-experimental design with a pretest-posttest nonequivalent control group. The study population consisted of nurses at RSU X Pontianak, with samples selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Paired t-test. Based on the analysis, the p-value was 0.000, indicating that video-based learning has a significant impact on therapeutic communication skills. This study demonstrates that video-based learning on therapeutic communication can effectively enhance the therapeutic communication skills of nurses. Keywords: Skills, Therapeutic Communication, Nurses, Video-Based Learning, Educational Videos  ABSTRAK Komunikasi merupakan aspek penting dalam pemberian layanan kesehatan, khususnya dalam proses keperawatan. Dalam keperawatan, komunikasi antara perawat dan pasien yang bertujuan untuk mendukung proses penyembuhan dikenal sebagai komunikasi terapeutik. Melalui komunikasi terapeutik yang efektif, perawat dapat membantu pasien beradaptasi dengan kondisinya, mengurangi masalah baik fisik maupun psikologis, serta memberikan penjelasan mengenai proses pengobatan yang akan dilakukan, sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat. Namun, keterampilan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan asuhan keperawatan seringkali belum optimal, yang berdampak pada keberhasilan perawatan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan ini adalah melalui penggunaan video pembelajaran dimana video pembelajaran, sebagai media yang memadukan unsur audio dan visual, memuat penjelasan serta langkah-langkah dalam melakukan komunikasi terapeutik, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh video pembelajaran terhadap peningkatan keterampilan komunikasi terapeutik pada perawat. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah perawat di RSU X Pontianak, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired t-test. Berdasarkan hasil analisis dengan nilai p-value 0,000 yang artinya terdapat pengaruh video pembelajaran terhadap keterampilan komunikasi terapeutik. Penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran tentang komunikasi terapeutik yang diberikan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik pada perawat. Kata Kunci: Keterampilan, Komunikasi Terapeutik, Perawat, Video Based Learning, Video Pembelajaran
Hubungan Perilaku Caring Perawat dalam Konteks Islam dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Yarsi Pontianak Fajar Yousriatin; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Diena Juliana; Dewin Safitri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10054

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is one indicator of the success of hospital services. Patient satisfaction, especially those who are Muslim is influenced by several factors including Islamic caring behavior shown by nurses. This study aims to determine the relationship between caring behavior of nurses in the islami context and patient satisfaction. The research method used a cross-sectional study. The research was conducted at YARSI General Hospital (RSU) with a total of 88 patients as respondens. Data collection used research instruments consisting of an Islamic behavior questionnaire to measure caring behavior in an Islamic context, and a RATER questionnaire (Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, Responsiveness) to measure patient satisfaction. The result of statistical test with Spearman-rank correlation showed that there was a positive relationship between nurse caring behavior in the Islamic context and patient satisfaction with a significance value of 0.0005 (p value 0.05). The better the nurse’s caring behavior in the Islamic context, the patient’s satisfaction will increase Keywords: Caring behavior, Nurse, Islam, Patient’s satisfaction  ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan di rumah sakit. Kepuasan pasien terutama yang beragama islam dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perilaku caring yang ditunjukkan oleh perawat dengan memperhatikan nilai-nilai islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien. Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak dengan jumlah responden sebanyak 88 pasien. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner perilaku islami untuk mengukur perilaku caring dalam konteks islam, dan kuesioner RATER (Reliability, Assurance, Tangible, Emphaty, Responsiveness) untuk mengukur kepuasan pasien. Hasil uji statistik dengan korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,005 (p 0,05).Semakin baik perilaku caring perawat dalam konteks islam maka kepuasan pasien akan semakin meningkat. Kata Kunci: Perilaku Caring, Perawat, Islam, Kepuasan Pasien
Determinants of Relapse Among Schizophrenia Patients in West Kalimantan: A Cross-sectional Study Wahyu Kirana; Dewin Safitri; Yunita Dwi Anggreini
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 3 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i3.26541

Abstract

Relapse can affect functional impairment, rehospitalization, readmission, and long-term disability among schizophrenia patients. Although several factors, such as medication adherence, internalized stigma, and family support, are recognized as determining factors, there is still limited evidence from the Indonesian context, especially in West Kalimantan. This study aimed to evaluate the factors associated with relapse among schizophrenia patients. A quantitative, cross-sectional design was conducted at a mental hospital in West Kalimantan. A total of 63 patients and their families participated in this study, selected using a consecutive sampling technique. The MMAS-8, ISMI-9, and family support questionnaires were used to collect the data; patients completed the MMAS-8 and ISMI-9 questionnaires directly, whereas their&#8194;families completed the family support questionnaire using a Google Form. The patients' medical reports were used to identify the relapse rate. Data were analyzed using Fisher's exact test and multivariate logistic regression.? Fisher's exact test showed that medication adherence was significantly associated with relapse (p = 0.02, p < 0.05), while internalized stigma and family support were not associated (p = 0.21; p = 0.12, p > 0.05). Medication adherence was the strongest factor associated with relapse, with an Adjusted Odds Ratio (AOR) of 2.091. This finding suggests that schizophrenia patients with a low level of medication adherence were over two times more likely to experience a lifetime relapse compared to those with a higher level of medication adherence?Keywords: ?Family Support, Internalized Stigma, Medication Adherence, Relapse, Schizophrenia
OPTIMALISASI PENCEGAHAN STROKE MELALUI SKRINING SKOR RISIKO STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR SERASAN PONTIANAK Dewin Safitri; Nurpratiwi Nurpratiwi; Lintang Sari; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan skor risiko stroke merupakan Tindakan pencegahan efektif yang secara signifikan dapat mengurangi kejadian dan dampak stroke dengan mengidentifikasi individu berisiko tinggi sejak dini serta memungkinkan intervensi tepat waktu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mencegah kejadian stroke dengan cara mengidentifikasi kelompok risiko tinggi stroke melalui skrining skor risiko stroke. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tanggal 11 Juli 2025 di Posyandu Mawar RW 3 yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Hasil skrining didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, usia < 60 tahun, mayoritas menderita hipertensi, frekuensi nadi teratur, tidak menderita diabetes melitus dan hiperkolesterol, bukan perokok, kadang-kadang berolahraga, indeks massa tubuh ideal dan tidak mempunyai riwayat keluarga dengan stroke. Dari hasil tersebut, faktor-faktor yang paling signifikan adalah faktor yang dapat dimodifikasi. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, 13 partisipan (65%) termasuk dalam kategori risiko rendah dan 7 partisipan (35%) kategori risiko tinggi. Partisipan yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi memerlukan manajemen diri yang baik sehingga pencegahan kejadian stroke dapat dilakukan.