Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Komunikasi Terapeutik pada Perawat melalui Video Pembelajaran Komunikasi Terapeutik Hendra Priyatnanto; Yunita Dwi Anggreini
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17783

Abstract

ABSTRACT Communication is a crucial aspect of healthcare delivery, particularly in nursing. In nursing, communication between nurses and patients to support the healing process is known as therapeutic communication. Through effective therapeutic communication, nurses can help patients adapt to their condition, alleviate physical and psychological problems, and explain the treatment process, thus accelerating the healing process. However, the therapeutic communication skills of nurses in providing care are often not optimal, which affects the success of the treatment. One way to improve these skills is through the use of video-based learning. As a medium that integrates audio and visual elements, video-based learning provides explanations and steps for implementing therapeutic communication, making it easier to understand and remember. This study aims to evaluate the effect of video-based learning on improving therapeutic communication skills in nurses. It employs a quasi-experimental design with a pretest-posttest nonequivalent control group. The study population consisted of nurses at RSU X Pontianak, with samples selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Paired t-test. Based on the analysis, the p-value was 0.000, indicating that video-based learning has a significant impact on therapeutic communication skills. This study demonstrates that video-based learning on therapeutic communication can effectively enhance the therapeutic communication skills of nurses. Keywords: Skills, Therapeutic Communication, Nurses, Video-Based Learning, Educational Videos  ABSTRAK Komunikasi merupakan aspek penting dalam pemberian layanan kesehatan, khususnya dalam proses keperawatan. Dalam keperawatan, komunikasi antara perawat dan pasien yang bertujuan untuk mendukung proses penyembuhan dikenal sebagai komunikasi terapeutik. Melalui komunikasi terapeutik yang efektif, perawat dapat membantu pasien beradaptasi dengan kondisinya, mengurangi masalah baik fisik maupun psikologis, serta memberikan penjelasan mengenai proses pengobatan yang akan dilakukan, sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat. Namun, keterampilan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan asuhan keperawatan seringkali belum optimal, yang berdampak pada keberhasilan perawatan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan ini adalah melalui penggunaan video pembelajaran dimana video pembelajaran, sebagai media yang memadukan unsur audio dan visual, memuat penjelasan serta langkah-langkah dalam melakukan komunikasi terapeutik, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh video pembelajaran terhadap peningkatan keterampilan komunikasi terapeutik pada perawat. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah perawat di RSU X Pontianak, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired t-test. Berdasarkan hasil analisis dengan nilai p-value 0,000 yang artinya terdapat pengaruh video pembelajaran terhadap keterampilan komunikasi terapeutik. Penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran tentang komunikasi terapeutik yang diberikan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik pada perawat. Kata Kunci: Keterampilan, Komunikasi Terapeutik, Perawat, Video Based Learning, Video Pembelajaran
Hubungan Perilaku Caring Perawat dalam Konteks Islam dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Yarsi Pontianak Fajar Yousriatin; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Diena Juliana; Dewin Safitri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10054

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is one indicator of the success of hospital services. Patient satisfaction, especially those who are Muslim is influenced by several factors including Islamic caring behavior shown by nurses. This study aims to determine the relationship between caring behavior of nurses in the islami context and patient satisfaction. The research method used a cross-sectional study. The research was conducted at YARSI General Hospital (RSU) with a total of 88 patients as respondens. Data collection used research instruments consisting of an Islamic behavior questionnaire to measure caring behavior in an Islamic context, and a RATER questionnaire (Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, Responsiveness) to measure patient satisfaction. The result of statistical test with Spearman-rank correlation showed that there was a positive relationship between nurse caring behavior in the Islamic context and patient satisfaction with a significance value of 0.0005 (p value 0.05). The better the nurse’s caring behavior in the Islamic context, the patient’s satisfaction will increase Keywords: Caring behavior, Nurse, Islam, Patient’s satisfaction  ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan di rumah sakit. Kepuasan pasien terutama yang beragama islam dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perilaku caring yang ditunjukkan oleh perawat dengan memperhatikan nilai-nilai islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien. Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak dengan jumlah responden sebanyak 88 pasien. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner perilaku islami untuk mengukur perilaku caring dalam konteks islam, dan kuesioner RATER (Reliability, Assurance, Tangible, Emphaty, Responsiveness) untuk mengukur kepuasan pasien. Hasil uji statistik dengan korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,005 (p 0,05).Semakin baik perilaku caring perawat dalam konteks islam maka kepuasan pasien akan semakin meningkat. Kata Kunci: Perilaku Caring, Perawat, Islam, Kepuasan Pasien
Determinants of Relapse Among Schizophrenia Patients in West Kalimantan: A Cross-sectional Study Wahyu Kirana; Dewin Safitri; Yunita Dwi Anggreini
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 3 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i3.26541

Abstract

Relapse can affect functional impairment, rehospitalization, readmission, and long-term disability among schizophrenia patients. Although several factors, such as medication adherence, internalized stigma, and family support, are recognized as determining factors, there is still limited evidence from the Indonesian context, especially in West Kalimantan. This study aimed to evaluate the factors associated with relapse among schizophrenia patients. A quantitative, cross-sectional design was conducted at a mental hospital in West Kalimantan. A total of 63 patients and their families participated in this study, selected using a consecutive sampling technique. The MMAS-8, ISMI-9, and family support questionnaires were used to collect the data; patients completed the MMAS-8 and ISMI-9 questionnaires directly, whereas their&#8194;families completed the family support questionnaire using a Google Form. The patients' medical reports were used to identify the relapse rate. Data were analyzed using Fisher's exact test and multivariate logistic regression.? Fisher's exact test showed that medication adherence was significantly associated with relapse (p = 0.02, p < 0.05), while internalized stigma and family support were not associated (p = 0.21; p = 0.12, p > 0.05). Medication adherence was the strongest factor associated with relapse, with an Adjusted Odds Ratio (AOR) of 2.091. This finding suggests that schizophrenia patients with a low level of medication adherence were over two times more likely to experience a lifetime relapse compared to those with a higher level of medication adherence?Keywords: ?Family Support, Internalized Stigma, Medication Adherence, Relapse, Schizophrenia
OPTIMALISASI PENCEGAHAN STROKE MELALUI SKRINING SKOR RISIKO STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR SERASAN PONTIANAK Dewin Safitri; Nurpratiwi Nurpratiwi; Lintang Sari; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan skor risiko stroke merupakan Tindakan pencegahan efektif yang secara signifikan dapat mengurangi kejadian dan dampak stroke dengan mengidentifikasi individu berisiko tinggi sejak dini serta memungkinkan intervensi tepat waktu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mencegah kejadian stroke dengan cara mengidentifikasi kelompok risiko tinggi stroke melalui skrining skor risiko stroke. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tanggal 11 Juli 2025 di Posyandu Mawar RW 3 yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Hasil skrining didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, usia < 60 tahun, mayoritas menderita hipertensi, frekuensi nadi teratur, tidak menderita diabetes melitus dan hiperkolesterol, bukan perokok, kadang-kadang berolahraga, indeks massa tubuh ideal dan tidak mempunyai riwayat keluarga dengan stroke. Dari hasil tersebut, faktor-faktor yang paling signifikan adalah faktor yang dapat dimodifikasi. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, 13 partisipan (65%) termasuk dalam kategori risiko rendah dan 7 partisipan (35%) kategori risiko tinggi. Partisipan yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi memerlukan manajemen diri yang baik sehingga pencegahan kejadian stroke dapat dilakukan.
Peningkatan Pengetahuan Perawat tentang Keselamatan Pasien di Fasilitas Layanan Kesehatan Berbasis Video Pembelajaran: Pengabdian Kepada Masyarakat: Penelitian Yunita Dwi Anggreini; Wahyu Kirana; Hendra Priyatnanto; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5532

Abstract

Kesalahan penggunaan obat tidak hanya terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga di rumah saat pasien atau pengasuh menyiapkan atau mengonsumsi obat. Prevalensi kesalahan pengobatan di rumah yang berakibat fatal berkisar antara 2–33%. Oleh karena itu, perawat memerlukan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai standar patient safety, baik di rumah maupun di fasilitas kesehatan. Pengetahuan tersebut dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan dengan media audiovisual. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien di fasilitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal) berbasis kebutuhan masyarakat, dengan sasaran petugas kesehatan di Puskesmas yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 dan diikuti oleh 30 peserta. Sebelum kegiatan, peserta mengisi kuesioner pretest tentang keselamatan pasien, kemudian mengikuti pembelajaran melalui video dan diskusi selama 30–45 menit, serta dilanjutkan dengan posttest. Data pengetahuan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pembelajaran, sebagian besar peserta (80%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan video efektif meningkatkan pengetahuan peserta tentang keselamatan pasien.
Pemberdayaan Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Kekambuhan Penderita Skizofrenia: Pengabdian Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5140

Abstract

Schizophrenia is a mental health problem with a high relapse rate, influenced in part by the family's ability to care for the patient. Families, as primary caregivers, play a crucial role in preventing relapse in schizophrenia patients. This community service activity aims to empower families in efforts to prevent relapse in schizophrenia patients. The method used was educational counseling and mentoring through interactive discussions with 20 families accompanying schizophrenia patients undergoing outpatient treatment at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital. The activity was carried out on November 17, 2025, using leaflets containing information about schizophrenia, signs and factors of relapse, and the role of families in patient care. Evaluation was carried out through observation and discussion. The results of the activity showed an increase in family understanding regarding relapse prevention, medication adherence, and increased family confidence in carrying out their role as caregivers.
Efektivitas Model Psikoedukasi Terhadap Peningkatan Dukungan Keluarga Pada Pasien Skizofrenia: Studi Kuasi Eksperimental Wahyu Kirana; Dewin Safitri; Yunita Dwi Anggreini
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25120

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a chronic psychotic disorder with a high risk of relapse, in which family support plays a crucial protective role. This study aimed to evaluate the effectiveness of a structured psychoeducation model in increasing family support as a relapse prevention measure in schizophrenia patients. The study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach without a control group. A total of 30 families of outpatients with schizophrenia at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital were selected using a purposive sampling technique. The intervention consisted of a systematically developed psychoeducation model focusing on strengthening emotional, informational, instrumental, and reward support. Family support was measured using a questionnaire with proven validity and reliability with a Cronbach's Alpha of 0.935. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-rank test. The study showed a significant increase in family support after the intervention (p-value 0.05). These findings indicate that a structured psychoeducational model is effective in increasing family support as a relapse prevention measure in patients with schizophrenia. Keywords: Family Support, Psychoeducational Model, Schizophrenia.  ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikotik kronis dengan risiko kekambuhan yang tinggi, di mana dukungan keluarga berperan sebagai faktor protektif penting.   Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model psikoedukasi terstruktur dalam meningkatkan dukungan keluarga sebagai upaya pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia.Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test without control group. Sebanyak 30 keluarga pasien skizofrenia rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa model psikoedukasi yang dikembangkan secara sistematis dengan fokus pada penguatan dukungan emosional, informasional, instrumental dan penghargaan. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha = 0,935. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dukungan keluarga yang signifikan setelah intervensi (p value  0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model psikoedukasi terstruktur efektif meningkatkan dukungan keluarga sebagai upaya pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Model Psikoedukasi, Skizofrenia.
Hubungan Antara Resiliensi Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Lansia Penderita Diabetes Melitus Di RSUD Sambas Dian Hana Lestari; Florensa Florensa; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.320

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan signifikan kasus diabetes melitus pada lansia di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan angka 9.564 kasus diabetes melitus pada tahun 2022, angka ini terus naik dari tahun 2019. Seiring dengan pertumbuhan populasi lansia secara global dan nasional. Seiring bertambahnya usia, lansia semakin rentan terhadap penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Diabetes melitus memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup lansia, baik fisik maupun mental karena pengobatan dan perawatan jangka panjang. Hasil awal menunjukkan bahwa banyak lansia dengan diabetes merasa menjadi beban bagi keluarga dan mengalami kesulitan finansial akibat penyakit ini. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui apakah resiliensi keluarga berhubungan dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui apakah ada hubungan antara resiliensi keluarga dengan kualitas hidup pasien lansia yang menderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif menggunakan cross-sectional study. Sampel berjumlah 82 dengan teknik time limited sampling & accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FRAS dan DQOL yang sudah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, analisis data bivariat menggunakan uji Gamma Hasil: P Value resiliensi keluarga dan kualitas hidup sebesar 0.001 yang artinya nilai p < 0,005 dengan korelasi koefisien sebesar 1,000. Kesimpulan: Ada hubungan antara resiliensi keluarga dengan kualitas hidup pasien lansia penderita diabetes melitus dengan tingkat hubungan rendah.
Pengaruh NurseTheraCom Berbasis Microlearning terhadap Keterampilan Komunikasi Terapeutik Mahasiswa Keperawatan Hendra Priyatnanto; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.355

Abstract

Background: Therapeutic communication is a mandatory skill for nurses. This study examines the microlearning method "NurseTheraCom," a web platform containing materials, quizzes, and videos designed to improve the competency of nursing students. Objective: This study aims to examine the effect of the NurseTheraCom micro-learning method on improving students' knowledge and therapeutic communication skills. Method: This research is a quasi-experimental study with a pretest and posttest nonequivalent control group design. The respondents in this study were nursing students from STIKes YARSI Pontianak, selected using purposive sampling technique. The inclusion criteria for respondents are active nursing students at STIKes YARSI Pontianak who have already taken the nursing communication course. A total of 60 nursing students participated in a microlearning intervention, with skills assessed thru questionnaires before and after the intervention and analyzed using a paired t-test. Results: There was a significant increase in knowledge (high category from 23.3% to 81.67%) and skills (high category from 15.0% to 78.33%). The average skill score increased from 20.00 to 32.67 (p=0.002). Conclusion: The NurseTheraCom microlearning method is effective in improving nursing students' knowledge and therapeutic communication skills, potentially serving as a tool for continuous training to enhance service quality.
Intervensi Storytelling untuk Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah Lintang Sari; Dewin Safitri; Florensa; Wahyu Kirana; Fajar Yousriatin; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.440

Abstract

Latar Belakang:Rawat inap atau hospitalisasi seringkali menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan terutama pada anak usia prasekolah. Hospitalisasi dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis yang berpotensi menghambat proses pengobatan anak di rumah sakit. Reaksi yang paling umum ditunjukkan oleh anak yang menjalani pengobatan adalah menangis, berteriak dan tidak kooperatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi storytelling terhadap stres sebagai dampak hospitalisasi yang dialami oleh anak usia prasekolah. Metode:Desain pre-experiment one group pre-test post-test digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 30 anak yang dirawat di ruang anak RSU Yarsi Pontianak terlibat sebagai responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria inklusi yang ditetapkan antara lain: anak yang dirawat pertama kali di rumah sakit, rentang usia tiga sampai enam tahun, didampingi oleh orangtua, mendapat persetujuan dari orangtua. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner stres hospitalisasi. Uji Wilcoxon signed-rank digunakan untuk analisis bivariat karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai median sebelum diberikan intervensi sebesar 43,50 dan setelah intervensi sebesar 32,00 dengan nilai signifikansi p<0,001.Kesimpulan: Intervensi storytelling efektif mengurangi dampak hospitalisasi anak usia prasekolah.