Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Jahe Emprit Instan Dengan Variasi Waktu Blanching dan Penambahan Ekstrak Serai: Instant Ginger Emprit With Variation of Blanching Time and Lemongrass Extract Addition Gesta Andika Laura; Dwiyati Pujimulyani; Siti Tamaroh
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3777

Abstract

Rimpang jahe (Zingiber officinale var amarum) mengandung senyawa antioksidan seperti fenol, dan flavonoid dan minyak atsiri dapat mencegah penyakit degenerative dan antimikroba. Tujuan penelitian yaitu menghasilkan minuman jahe emprit instan dengan penambahan ekstrak serai dan lama waktu blanching terpilih yang disukai dan mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor yaitu penambahan ekstrak serai (10, 20 ml) dan lama waktu blanching (0, 5, 10 menit). Minuman Jahe emprit instan kemudian dianalisis fisik dan tingkat kesukaan. Data penelitian diuji statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat signifikasi 5%. Sampel terpilih dianalisis sifat kimia yaitu kadar air, aktivitas antioksidan, dan fenol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak serai dan lama waktu blanching berpengaruh nyata terhadap warna dan uji kesukaan minuman jahe emprit instan. Minuman jahe emprit instan terpilih yaitu dengan penambahan ekstrak serai 20 ml dan lama waktu blanching 10 menit memiliki nilai kadar air 0,86% bb, aktivitas antioksidan 18,06% RSA, dan fenol total 6,47 mg EAG/g bk.
Pengaruh Variasi Jenis Ubi Jalar dan Lama Waktu Pengukusan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Pasta Apriyanti, Armi; Tamaroh, Siti; Slamet, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4542

Abstract

Pasta ubi jalar merupakan produk olahan setengah jadi yang dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka produk pangan, misalnya kue-kue. Perlakuan pengolahan pada pembuatan pasta dapat menurunkan kandungan gizi pada ubi jalar terutama kandungan antioksidan dan beta karoten. Proses pengukusan dapat mengoptimalkan kandungan beta karoten dan antioksidan pada bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengukusan dan lamanya terhadap kadar beta karoten dan aktivitas antioksidan pada ubi jalar yang diolah berbentuk pasta. Pembuatan pasta ubi jalar pada penelitian ini digunakan ubi jalar putih, cilembu dan oranye. Proses pengukusan dilakukan dengan waktu 15, 30 dan 45 menit. Pasta ubi jalar yang dihasilkan dilakukan pengujian fisik meliputi warna dan tekstur, pengujian kimia yaitu penentuan beta karoten dan aktivitas antioksidan. Uji kesukaan terhadap pasta yangdihasilkan dengan uji hedonik meliputi uji warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil uji yang diperoleh dilakukan uji SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila terdapat beda nyata pada masing- masing perlakuan dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menujukan bahwa variasi jenis dan lama waktu Pengukusan mempengaruhi sifat fisik, kimia serta tigkat kesukaan panelis. perlakuan terbaik terdapat pada ubi jalar dengan kadar β-karoten dan aktivitas antioksidan yang tinggi diperoleh pada ubi jalar oranye dengan lama waktu pengukusan 15 menit dengan total β-karoten 0,25 mg/100 g dan aktivitas atioksidan 14,42 % RSA, pasta ubi jalar yang disukai ialah pasta yang dihasilkan dari ubi jalar cilembu dengan lama waktu pengukusan 15 menit. Pasta ubi jalar dengan warna L* 43,63, a* 0,92 dan, b* 13,8, Tekstur.2,95 F. max.N kadar air 25,39% kadar abu 0,49% bk, β-karoten 0,09 mg/100 gram dan aktivitas antioksidan 14,42% RSA.
Pemberdayaan Masyarakat di Kulon Progo melalui Inovasi Pengolahan Pangan Berbasis Teknologi Tepat Guna Sari, Yuli; Siti Tamaroh
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.2975

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Dusun Tompak, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo melalui inovasi pengolahan kakao berbasis teknologi tepat guna. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam produk menjadi nilai tambah. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan dan pratik langsung pembuatan produk olahan berupa cookies cokelat kacang, bolu pisang coklat dan cookies cokelat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan kakao, serta meningkatnya minat masyarakat untuk mengembangkan produk. Penerapan teknologi tepat guna terbukti sesuai dengan kondisi masyarakat dan berpotensi mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan.
SIFAT FISIK, KIMIA, DAN TINGKAT KESUKAAN MI KERING YANG DISUBSTITUSI TEPUNG UWI UNGU (Discorea alata L.) Andini, Ainun Noor; Tamaroh, Siti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 15, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jthp.v15i2.52137

Abstract

Purple yam (Dioscorea alata L.) is a type of tuber that has the potential as a source of carbohydrates, and there are antioxidant compounds in the form of anthocyanins and phenolic compounds. The manufacture of dried noodles substituted with purple yam flour is expected to increase the utilization of purple yam and reduce the use of wheat flour as the main ingredient for making noodles. The addition of Carboxy Methyl Cellulose aims to improve the physical properties of dried noodles. In this study, the manufacture of dried noodles was carried out by treating the raw material with a ratio of wheat flour: purple yam flour 80:20, 70:30, 60:40 and CMC 0.25, 0.50, 0.75 g/100 g. The resulting dried noodles were tested for water content, ash content, protein content, anthocyanin content, total phenolic content, antioxidant activity, color, texture, cooking loss and preference test. The data obtained were then carried out with a one-way ANOVA statistical test and if there was a significant difference, it was continued with the DMRT test at a 5% confidence level. The results of this study indicate that the manufacture of dried noodles can be made with a ratio of wheat flour: purple yam flour ratio of 70:30, so as to reduce the use of wheat flour.In the manufacture of dried noodles with substitution 30 parts of purple yam flour used CMC 0.50 g/100 g. The characteristics of the best dry noodles produced in this study were as follows : water content 10.24% wb, protein content 12.19% db, ash content 3.97% db, anthocyanins content 4.93 mg/100 g db, total phenolic content 19.48 g GAE/ 100 g db, antioxidant activity 3.14%, color L= 29.53, a*=6.80, b*=7.58, cooking loss = 8.52% and overall preference level cooked dried noodle = 3.80 (preferred).