Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi perbandingan perilaku lelah AISI 316L dengan menggunakan metode eksperimen dan simulasi Fakhriza Fakhriza; Syifaul Huzni; Murtadhahadi Murtadhahadi; Abubakar Dabet
Jurnal POLIMESIN Vol 19, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v19i2.2302

Abstract

Fatigue failure occurring at a material in the dynamic loads is very dangerous because it is happen without initial guidance, fatigue testing to predict the life of use need to be done. This study focused on AISI 316L stainless steel which is used in industries because it’s mechanical properties, weldability, corrosion resistance and good machining. Fatigue testing are based on ASTM E466 and E468 standard in laboratory’s environmental by using fatigue testing machine rotary bending type. The results of fatigue testing present in   S-N curve, it showed that the endurance limit of stress 277 MPa at 2870667 cycles. For comparison, from the simulasi carried out, the stress is 258 MPa at 2870667 cycles. In terms fatigue life, the material is categorized in the high cycles and fracture pattern is low stress
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT POLONG KACANG HIJAU SISTEM BANTINGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK 1 HP Muhammad Radiansyah; Murtadhahadi Murtadhahadi; Arskadius Arskadius
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i1.1742

Abstract

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Sebagai bahan makanan, kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan yang bergizi tinggi. Proses pengolahan kacang hijau menjadi makanan ringan selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama yang disebabkan oleh proses pengupasan kulit polong yang dilakukan secara manual sehingga diperlukan rancangan alat pengupas yang dapat mempercepat proses tersebut. Rancang bangun yang telah dilakukan meliputi penentuan diameter poros, putaran silinder pengupas, daya motor penggerak yang digunakan, diameter puli pada motor penggerak serta diameter puli yang digerakkan, dan panjang sabuk. Hasil rancang bangun mesin pengupas kulit polong kacang hijau dengan sistem bantingan diperoleh dimensi dan spesifikasi mesin dengan menggunakan diameter poros 19 mm, putaran silinder pengupas 380 rpm, daya motor 1 HP dengan putaran 1400, diameter puli pada motor penggerak 76 mm, diameter puli yang digerakkan 280 mm, panjang sabuk 1698 mm sehingga dapat dihasilkan mesin pengupas kulit polong kacang hijau dengan kapasitas 60 kg/jam.Kata kunci : kacang hijau, pengupas, kulit polong.
PENGARUH VARIASI BERAT FIBERGLASS DAN SERAT NANAS TERHADAP SIFAT MEKANIK Khairunnas Khairunnas; Murtadhahadi Murtadhahadi; Turmizi Turmizi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8940

Abstract

Penggunaan fiberglass memiliki beberapa keunggulan seperti ringan, memiliki struktur yang kuat, dan memadat setelah melewati proses kimiawi dengan menggunakan bahan resin dan katalis, sehingga memungkinkan zat cairnya menjangkau bagian dalam material yang akan ditutupi selama proses kimiawi. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas yaitu 6% serat nanas, 14% fiberglass, 80% resin, 10% serat nanas, 10% fiberglass, 80% resin dan 14% serat nanas, 6% fiberglass, 80% resin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dari hasil pengujian, nilai kekuatan tarik mengalami peningkatan dari setiap variasi serat nanas 6%, 10% dan 14% terhadap nilai kekuatan tarik secara berturut-turut ialah 3,78 Kgf/mm2, 4,44 Kgf/mm2 dan 5,57 Kgf/mm2, hal ini dikarenakan ikatan antara serat nanas dengan matriks sempurna. Dari hasil pengujian, nilai kekuatan bending mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya serat nanas hal ini dipengaruhi oleh void serta teradinya debounding (lepasnya ikatan antara serat dengan matriks).  Kata kunci: Fiberglass, resin, void, dan debounding