Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS LAPORAN KEUANGAN ZAKAT BERDASARKAN PSAK NO.109 (STUDI KASUS PADA BAZNAS PROVINSI BANTEN TAHUN 2023) Mukhlishotul Jannah; Ahmad Farisyi Al-Hasyir; Shofy Zahratunniswah; Eka Rahayu
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v11i2.7775

Abstract

Penelitian ini menganalisis kualitas laporan keuangan zakat yang disusun oleh BAZNAS Provinsi Banten tahun 2023 berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109. Standar ini mencakup pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan untuk memastikan laporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Provinsi Banten telah mematuhi PSAK No. 109 dengan baik, mencakup laporan posisi keuangan, laporan perubahan dana, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Peningkatan penerimaan zakat dari tahun 2022 ke 2023 mencerminkan keberhasilan pengelolaan zakat, meskipun terdapat sedikit penurunan dalam penyaluran dana. Penelitian ini juga menemukan bahwa laporan keuangan BAZNAS memberikan informasi rinci mengenai saldo dana zakat, infaq/sedekah, dan dana Nonhalal, yang semuanya disusun berdasarkan konsep harga historis dan arus kas metode langsung. Kesimpulannya, kepatuhan BAZNAS terhadap PSAK No. 109 meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap pengelolaan zakat, sekaligus menjadi referensi penting untuk pengembangan sistem akuntansi zakat yang lebih baik.
IMPLEMENTASI AKAD MUDHARABAH PADA PRODUK ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA Icksan Andhika Darmawan; Nazwa Septiani; Deyna Putri; Mukhlishotul Jannah
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 11 No. 3 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v11i3.7879

Abstract

Ketika aktivitas ekonomi meningkat, risiko yang harus ditanggung oleh masyarakat meningkat. Dibutuhkan lembaga asuransi untuk meminimalkan hal ini. Dua jenis akad atau perjanjian yang digunakan dalam asuransi syariah adalah akad tabarru' dan akad tijarah (mudharabah). Dalam akad tabarru', underwriting memiliki surplus atau kekurangan. Pada asuransi syariah, menurut kontrak mudharabah, ada dua cara untuk mengelola dana: dengan unsur tabungan (saving) atau tanpa tabungan (non saving). Ada unsur tabungan atau tidak ada unsur tabungan yang terkait dengan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad mudharabah dilaksanakan, yang berarti bahwa peserta memberikan semua modalnya kepada pengelola untuk dikelola dengan prinsip syariah, sehingga keuntungan dibagi secara adil.
Analisis Akuntansi Istishna : Teori, Aplikasi, dan Pengaruh terhadap Laporan Keuangan Syariah Nurul Inayah; Faidatus Syiriah; Siti Zakia Khalidah Ma`ruf; Falda Nabila Fauziyah; Mukhlishotul Jannah
Ekonomi Keuangan Syariah dan Akuntansi Pajak Vol. 2 No. 1 (2025): Ekonomi Keuangan Syariah dan Akuntansi Pajak (EKSAP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/eksap.v2i1.745

Abstract

Istishna accounting holds a crucial position in Islamic financial practices as it ensures fairness, transparency, and compliance with Sharia principles in recognizing and measuring costs. Istishna, a unique contract for producing goods based on specific orders, emphasizes the prohibition of uncertainty (gharar) and speculation (maysir), aligning financial activities with ethical and moral values. This article delves into the theoretical foundations of istishna accounting, analyzes its implementation in Islamic financial institutions, and evaluates its impact on financial reporting standards. By integrating Sharia principles with modern financial systems, the study highlights how Islamic financial institutions can maintain accountability and integrity while fostering trust among stakeholders. Furthermore, the article discusses challenges such as adapting to dynamic regulatory changes and balancing business needs with Sharia compliance. This research offers practical recommendations to enhance the credibility and relevance of Islamic financial statements, ensuring their alignment with global economic demands while upholding ethical standards.
Manajemen Kas dalam Ekonomi Islam: Studi Kasus pada Bank Syariah di Indonesia Kharidatul Hasanah; Faidatus Syiriah; Siti Zakia Khalidah Ma`ruf; Falda Nabila Fauziyah; Mukhlishotul Jannah
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v2i2.1120

Abstract

Cash management is one of the most crucial aspects of financial management in a company, serving to maintain liquidity, optimize fund utilization, and ensure smooth operations. This study aims to analyze effective strategies and techniques in cash management to improve financial efficiency in a business entity. The method used is a literature review with a qualitative descriptive approach. The results show that proper cash management through cash flow planning, expenditure control, and the utilization of cash surpluses can help companies avoid liquidity issues and increase profitability. Therefore, efficient cash management is essential to support the long-term stability and growth of a company.
Perbandingan Metode IRR (Internal Rate of Return) dan Payback Period dalam Capital Budgeting pada PT. Pertamina (Persero) Hana Maulida; Ratu Mutiara Juliyanti; Siti Wiwiarsih; Siti Nurfadia; Bambang Nur Indrawan; Mukhlishotul Jannah
Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol. 2 No. 4 (2025): Juli: Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jiesa.v2i4.1202

Abstract

This study reviews the comparison between two popular methods in capital budgeting analysis, namely Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period (PP), applied in the investment decision-making process at PT Pertamina (Persero). As a state-owned company in the energy sector that runs various important projects, Pertamina needs to evaluate investment feasibility efficiently. IRR is used to assess the effectiveness of long-term investments by taking into account all cash flows as well as the time value of money, while PP emphasizes more on how quickly the initial capital can be returned. This article uses a literature study method with a descriptive-qualitative approach to explore the advantages and disadvantages of each method. The results of the discussion show that IRR provides a more precise picture of long-term investment returns, while PP is useful for identifying projects that quickly return capital. Nonetheless, the use of each method alone is not comprehensive enough. Therefore, it is recommended that Pertamina integrate IRR and PP with other approaches such as Net Present Value (NPV) and sensitivity analysis to support more comprehensive and strategic investment decisions.
Akuntansi Mudharabah pada Keuangan Syariah Indonesia: Menjembatani Teori, Praktik, dan Tantangan Implementasi Wilda Ningsih; Haidar Hafizh Alramdhani; Arif Maulana; Fajrin Ramadhani; Mukhlishotul Jannah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3397

Abstract

Meskipun aset perbankan syariah Indonesia mencapai Rp960,82 triliun pada Q1 2025, pembiayaan mudharabah hanya berkontribusi 6–8%, menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara prinsip fiqh muamalah serta PSAK 105 dengan praktik di bank syariah dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Kajian ini bertujuan menganalisis keselarasan teori antara fiqh dan PSAK 105, mengeksplorasi praktik empiris, mengidentifikasi tantangan implementasi utama, serta mengusulkan solusi untuk menghidupkan kembali mudharabah sebagai instrumen inti keuangan syariah yang inklusif. Tinjauan literatur sistematis dengan analisis tematik dan triangulasi sumber dilakukan dengan memanfaatkan jurnal akademik, laporan regulasi, dan literatur fiqh terbitan utamanya tahun 2018–2025. Prinsip fiqh dan PSAK 105 selaras secara fundamental pada profit-and-loss sharing (PLS), namun implementasi terhambat oleh deviasi kontrak, masalah agensi, biaya monitoring tinggi, keterbatasan kompetensi SDM, serta lambatnya adopsi teknologi digital seperti blockchain dan fintech syariah. Diperlukan pedoman regulasi terkoordinasi, peningkatan literasi digital, dan kolaborasi multistakeholder untuk menutup kesenjangan tersebut
Penerapan Akad Istishna Dalam Jual Beli Online Mohammad Bintang; Ruslan Ghofur; Tazkiyatun Nufus; Ismu Fikri Haikal; Irlan Maulana; Mukhlishotul Jannah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad istishna dalam transaksi jual beli online serta relevansinya dalam mencegah unsur gharar pada transaksi jual beli online. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi digital di beberapa marketplace Indonesia, penelitian ini mengkaji bagaimana prinsip dan mekanisme akad istishna diterapkan, terutama terkait kejelasan spesifikasi barang, waktu produksi, dan penetapan harga. Analisis juga menyoroti peran pemahaman pelaku usaha sebagai faktor penting dalam memastikan transaksi online sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad istishna telah diterapkan dalam praktik jual beli online, tetapi dalam masih terdapat beberapa unsur ketidakjelasan yang berpotensi menimbulkan gharar, terutama akibat kurang detailnya spesifikasi produk dan ketidakpastian proses produksi. Peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai konsep istishna menjadi solusi penting untuk mewujudkan transaksi online yang lebih transparan, aman, dan sesuai syariat
Analisis Kesesuaian Praktik Akuntansi Ijarah dengan PSAK 107 : Studi Kasus Lembaga Keuangan Syariah Mela Desiyanti; Fahman Daffa Haidar; Rusda Diana; M Faqhi Firdaus; Mukhlishotul Jannah
Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jiesa.v3i1.1944

Abstract

One type of contract that is very important for the operations of Islamic financial institutions, especially for benefit-based services such as multi-service financing and gold pawnbroking. However, in its application, several problems continue to arise. The most prominent is the incompatibility with Financial Accounting Standards (PSAK) 107 and other Islamic accounting standards in terms of recording and disclosing ijarah transactions. This condition can cause the financial statements of Islamic financial institutions to be less transparent and accountable. Therefore, this study aims to examine how ijarah contracts are used and to what extent the application of ijarah accounting helps Islamic financial institutions become more financially transparent. The research was conducted by reviewing relevant literature, including the provisions of the Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), PSAK 107, and the fatwa of the Indonesian Ulema Council's National Sharia Board (DSN-MUI). The study shows that the proper use of ijarah accounting, which includes the recognition of ujrah income, the recording of asset gains, and the consistent disclosure of costs, can increase information transparency and stakeholder confidence in financial reports.