Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ASESMEN, PERKUATAN DAN PERBAIKAN BANGUNAN NON-ENGINEERED PERUMAHAN MEKAR MELATI KELURAHAN LUBUK MINTURUN KOTA PADANG PASCAGEMPA 2009 Imani, Rafki I; Anita, Sofia; Laurency, Sonya Ostha; Rozi, Fakhru
Construction and Material Journal Vol 2, No 1 (2020): CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL VOL. 2 NO. 1 MARET 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe West Sumatra Earthquake on September 30, 2009, which also hit Padang City, caused most of the buildings to be severely and slightly damaged. This paper discusses the types of damage, repairs and reinforcement of residential houses in Mekar Melati Housing, Lubuk Minturun Sub-District, Padang City, West Sumatra. Data were collected using direct survey and assessment on both houses that have been severely damaged or slightly damaged. After the 2009 earthquake, the residential houses in the Mekar Melati housing complex in Lubuk Minturun, generally suffered severe damage and slight damage. The reason is that the building there is included in the category of very simple houses. Building materials used without slof, let alone walls that only use hollowbrick material, of which if the material is not plastered it will become brittle, resulting in the building easily collapsing.Keywords: Damage, earthquake, residential houses, repairs and reinforcement.AbstrakGempa Sumatera Barat pada 30 September 2009 yang turut melanda Kota Padang telah mengakibatkan sebagian besar bangunan mengalami rusak berat dan ringan. Makalah ini membahas jenis kerusakan, perbaikan dan perkuatan bangunan rumah warga di Perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang, Sumatera Barat. Pengambilan data dilakukan dengan survei dan asesmen secara langsung, baik rumah yang mengalami rusak berat maupun rusak ringan. Pascagempa 2009 bangunan rumah warga di perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun, umumnya banyak mengalami rusak berat dan juga rusak ringan. Penyebabnya adalah karena bangunan di sana termasuk kategori rumah yang sangat sederhana (RSS). Material bangunan yang digunakan tidak memakai slof, apalagi dinding yang hanya menggunakan  bahan hollowbrick, dimana bahan tersebut jika tidak diplaster maka akan menjadi rapuh sehingga mengakibatkan bangunan mudah runtuh.Kata kunci : Kerusakan, gempa bumi, perumahan, perbaikan dan perkuatan.
ASESMEN, PERKUATAN DAN PERBAIKAN BANGUNAN NON-ENGINEERED PERUMAHAN MEKAR MELATI KELURAHAN LUBUK MINTURUN KOTA PADANG PASCAGEMPA 2009 Rafki I Imani; Sofia Anita; Sonya Ostha Laurency; Fakhru Rozi
Construction and Material Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Construction and Material Journal Vol. 2 No. 1 Maret 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v2i1.2754

Abstract

The West Sumatra Earthquake on September 30, 2009, which also hit Padang City, caused most of the buildings to be severely and slightly damaged. This paper discusses the types of damage, repairs and reinforcement of residential houses in Mekar Melati Housing, Lubuk Minturun Sub-District, Padang City, West Sumatra. Data were collected using direct survey and assessment on both houses that have been severely damaged or slightly damaged. After the 2009 earthquake, the residential houses in the Mekar Melati housing complex in Lubuk Minturun, generally suffered severe damage and slight damage. The reason is that the building there is included in the category of very simple houses. Building materials used without slof, let alone walls that only use hollowbrick material, of which if the material is not plastered it will become brittle, resulting in the building easily collapsing. Keywords: Damage, Earthquake, Residential Houses, Repairs and Reinforcement.
Perkuatan, Perbaikan dan Mutu Bahan untuk Bangunan Sederhana di Perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang Pasca Gempa Sumatera Barat 2009 Rafki Imani; Sofia Anita; Sonya Ostha Laurency; Ariani Wulan Putri; Afif Okriwa; Fauzi Deca Putra; Fakhru Rozi; Romi Eka Putra
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 26 (2019) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jmi.v26i1.18

Abstract

Gempa Sumatera Barat pada 30 September 2009 yang turut melanda Kota Padang telah mengakibatkan sebagian besar bangunan mengalami rusak berat dan ringan. Makalah ini membahas jenis kerusakan, perbaikan dan perkuatan bangunan rumah warga di Perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang, Sumatera Barat. Pengambilan data dilakukan dengan survei dan asesmen secara langsung, baik rumah yang mengalami rusak berat maupun rusak ringan. Pascagempa 2009 bangunan rumah warga di perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun, umumnya banyak mengalami rusak berat dan juga rusak ringan. Penyebabnya adalah karena bangunan di sana termasuk kategori rumah yang sangat sederhana (RSS). Material bangunan yang digunakan tidak memakai slof, apalagi dinding yang hanya menggunakan bahan hollowbrick, dimana bahan tersebut jika tidak diplaster maka akan menjadi rapuh sehingga mengakibatkan bangunan mudah runtuh
Perkuatan, Perbaikan dan Mutu Bahan untuk Bangunan Sederhana di Perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang Pasca Gempa Sumatera Barat 2009 Rafki Imani; Sofia Anita; Sonya Ostha Laurency; Ariani Wulan Putri; Afif Okriwa; Fauzi Deca Putra; Fakhru Rozi; Romi Eka Putra
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 27 (2020) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jmi.v27i1.29

Abstract

Gempa Sumatera Barat pada 30 September 2009 yang turut melanda Kota Padang telah mengakibatkan sebagian besar bangunan mengalami rusak berat dan ringan. Makalah ini membahas jenis kerusakan, perbaikan dan perkuatan bangunan rumah warga di Perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang, Sumatera Barat. Pengambilan data dilakukan dengan survei dan asesmen secara langsung, baik rumah yang mengalami rusak berat maupun rusak ringan. Pascagempa 2009 bangunan rumah warga di perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun, umumnya banyak mengalami rusak berat dan juga rusak ringan. Penyebabnya adalah karena bangunan di sana termasuk kategori rumah yang sangat sederhana (RSS). Material bangunan yang digunakan tidak memakai slof, apalagi dinding yang hanya menggunakan bahan hollowbrick, dimana bahan tersebut jika tidak diplaster maka akan menjadi rapuh sehingga mengakibatkan bangunan mudah runtuh.
Penanganan Longsor Pada Ruas Jalan Padang – Painan (Sta. 50+950 - 51+035) di Kabupaten Pesisir Selatan dengan Dinding Penahan Tanah dan Fondasi Tiang Bor Laurency, Sonya Ostha; Andriani, Andriani; Hakam, Abdul; Istijono, Bambang
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 22 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.v22i1.1765

Abstract

High rainfall on steep slopes along the Padang – Painan city boundary road (Sta 50+950 – Sta 51+035) Pesisir Selatan Regency resulted in landslides and damage to retaining walls. This study aims to analyze slope stability, and retaining wall stability without and using bored pile foundations. The retaining wall used in this study is the Cantilever type. Slope stability analysis using the slices method was carried out by trial and error three times, the results showed a safety factor value (FS <1.25) which means the slope is unstable. The results of the slope improvement analysis using cantilever retaining wall without bored pile foundations showed that the structure was safe against overturning (FS = 3.9) and shear safety (FS = 2.3), but not safe against soil bearing capacity (FS = 1.5 <3). The addition of a single bored pile foundation to the retaining wall increased the bearing capacity to 3,443.43 kN but was unable to withstand the design load of 41,766.45 kN. Therefore, a pile group foundation with a maximum load capacity of 482,080.27 kN, and a permissible bearing capacity of 192,832 kN is used so that it can withstand the structural load. The estimated cost of geotechnical and structural work is Rp10,361,534,397.05 with an implementation time of 10 weeks. The results of this study provide technical recommendations for comprehensive slope and DPT repairs for similar conditions in the future.
Analisis Stabilitas Bronjong untuk Memperkuat Tebing Sungai Batang Kuranji, Kota Padang Defitri, Hilga; Mustika, Rezqya; Laurency, Sonya Ostha; Masril, Hasanah Fitriyah; Rahayu, Zelby; Andriani, Andriani
Bulletin of Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebing sungai rentan mengalami longsor akibat gerusan air sungai pada dinding tebing. Salah satu cara untuk memperkuat tebing sungai untuk mencegah gerusan atau erosi serta menjaga tanah tetap stabil terhadap daya dukung, guling dan geser yakni dengan menggunakan bronjong. Tujuan dari penelitian ini, menganalisis stabilitas lereng dengan metode Slice atau Fellinius dan metode Bishop serta merencanakan solusi perbaikan pada lereng tersebut dengan bronjong (gabion) arah luar dan bronjong arah dalam pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji. Berdasarkan analisis stabilitas lereng, diperoleh hasil nilai keamanan lereng, Safety Factor (FS) < 1, menandakan bahwa lereng di lokasi penelitian ini tidak stabil. Solusi perbaikan dengan menggunakan bronjong tanpa beban, direkomendasikan untuk menggunakan  bronjong tipe  1 dengan ketinggian 2,5 m dan lebar 3 m. Untuk kondisi dengan tambahan beban sebesar q = 17 kN/m2 direkomendasikan menggunakan gabion dengan ketinggian 2,5 m dan lebar 4 m. Nilai safety factor (FS) pada bearing capacity, overturning  dan sliding dinyatakan aman karena nilai FS rencana > FS izin. Riverbanks are susceptible to landslides due to river water erosion on the cliff walls. Water erosion causes erosion, resulting in erosion on the riverbanks. Soil erosion is very easy to occur and can result in landslides in the long term if the riverbanks are not strong enough. Therefore, one way to strengthen riverbanks to prevent erosion and maintain soil stability against bearing capacity, overturning, and sliding is by using gabions. The purpose of this study was to analyze slope stability using the Slice or Fellinius method and the Bishop method, and plan repair solutions for the slopes using external gabions and internal gabions in the Batang Kuranji River Basin (DAS). Based on the slope stability analysis, the slope safety value (FS) was obtained <1. This indicates that the slope at this research location is unstable because the FS value obtained is less than 1 (FS <1). The repair solution using unloaded gabions is recommended to use type 1 gabions with a height of 2.5 m and a width of 3 m. For gabion planning with a load of q = 17 kN/m2, it is recommended to use a gabion with a height of 2.5 m and a width of 4 m. The safety factor (FS) values ​​at bearing capacity , overturning, and sliding are declared safe because the planned safety factor value is > the permitted safety factor.