Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Program Penyuluhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petani Bawang Merah saat Pemberian Pestisida di Desa Tegalglagah Sahuri Sahuri; Sarah Arasy Sahna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 20 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 20 Nomor 03 Tahun 2021
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v20i3.1445

Abstract

Masalah kesehatan yang sering dijumpai pada petani bawang merah adalah penggunaan pestisida yang sangat berisiko sehingga dapat berdampak buruk terutama bagi kesehatan dan keselamatan kerja petani bawang merah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan pestisida adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap petani bawang merah di Desa Tegalglagah dalam penggunaan APD saat melakukan pemberian pestisida. Subjek penelitian ini adalah 30 petani bawang merah yang bertugas menyemprotkan pestisida ke sawah Desa Tegalglagah, Kec. Bulakamba, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dimana desain penelitian kuantitatifnya menggunakan Quasi Eksperimen. Instrumen pengukuran yang digunakan berupa kuesioner berjumlah 30 pertanyaan. Pengukuran dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dengan pengukuran pertama pendahuluan sebelum perlakuan dilakukan (Pre test) dan pengukurankedua dilakukan setelah adanya intervensi (Post test). Intervensi dengan memberi informasi atau penyuluhan tentang pentingnya penggunaan APD saat pemberian pestisida. Berdasarkan hasil analisis bivariat yang telah dilakukan menggunakan uji wilcoxon didapatkan skor signifikansi 0,000 (< 0,05). Artinya terdapat perbedaan signifikan antara skor Pre Test dan Post Test. Maka dapat dikatakan bahwa penyuluhan yang dilakukan sudah efektif.
Analisis Kesesuaian Implementasi Pada Pekerjaan Instalasi Pipa Pada Proyek Pembangunan Data Center Jakarta -11 Di PT. X Tahun 2025 Sahuri Sahuri; Husen Binawan; Lulus Suci Hendrawati; Defi Arjuni; Edwina Rudyarti
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.891

Abstract

Lingkungan area kerja yang oftimal (Bersih) berpengaruh terhadap penguatan budaya kerja. Berdasarkan observasi dan verifikasi yang dilakukan, didapatkan informasi mengenai belum optimalnya penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) pada pekerjaan instalasi pipa HDPEdi proyek pembangunan Data Center Jakarta-11 oleh PT. X selaku subkontraktor bidang MEE. Meskipun perusahaan telah memiliki instruksi kerja terkait housekeeping, observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar prinsip tersebut belum dijalankan secara konsisten oleh para pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif komparatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap tujuh informan yang terdiri dari manajer proyek, petugas HSE, pengawas lapangan, mandor, dan dua pekerja. Data juga diperoleh melalui observasi langsung di lokasi kerja serta dokumentasi kebijakan internal perusahaan. Penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian dari prinsip 5R yang diterapkan secara menyeluruh. Prinsip Ringkas dan Resik belum menjadi kebiasaan kerja harian. Prinsip Rapi dan Rawat telah dijalankan sebagian, namun belum merata. Sementara prinsip Rajin belum terbentuk sebagai budaya kerja karena kurangnya pelatihan lanjutan dan pengawasan rutin.Implementasi prinsip 5R belum sepenuhnya sesuai dengan teori 5S (Kaizen) maupun instruksi kerja PT. X. Diperlukan penguatan budaya kerja dan integrasi prosedur 5R secara berkelanjutan agar keselamatan dan efisiensi kerja bdapat meningkat
Analis Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pekerjaan Produksi Girder Dengan Metode HIRADC di PT.X Tahun 2025 sahuri sahuri; Husen Husen; Defi Arjuni
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.977

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat pekerjaan atau saat melaksanakan pekerjaan di suatu perusahaan. Pada proses produksi girder di proyek konstruksi masih banyak ditemukan perilaku tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition). Salah satu pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko tinggi adalah pemasangan material precast (beton pracetak), yang berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti jatuh dari ketinggian, terbentur, dan terjepit. Untuk meminimalkan potensi bahaya dan risiko tersebut diperlukan penerapan manajemen risiko yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, serta pemantauan dan evaluasi. Sesuai persyaratan OHSAS 18001:2007, organisasi wajib menerapkan prosedur Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko (HIRARC). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada area workshop fabrikasi girder terdapat 41 potensi bahaya dan 73 risiko pada 17 tahapan kerja yang terbagi dalam tiga proses, yaitu persiapan fabrikasi, dan finishing. Bahaya yang teridentifikasi terdiri atas 17 bahaya mekanik, 9 bahaya fisik, 7 bahaya kimia, 4 bahaya ergonomi, 2 bahaya listrik, dan 1 bahaya biologi. Penilaian awal risiko menunjukkan 2 risiko kategori ekstrem, 21 risiko tinggi, 17 risiko sedang, dan 1 risiko rendah. Setelah diberikan rekomendasi pengendalian, tingkat sisa risiko menurun menjadi 13 risiko sedang dan 28 risiko rendah. Pengendalian dilakukan berdasarkan hierarki pengendalian risiko yang meliputi substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD).