Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS RESIKO GEMPA BUMI WILAYAH LENGAN UTARA SULAWESI MENGGUNAKAN DATA HIPOSENTER RESOLUSI TINGGI SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA Pasau, Guntur; Tanauma, Adey
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLengan utara Sulawesi adalah salah satu bagian wilayah Indonesia yang mempuyai tingkat seimisitas sangat tinggi. Sumber gempa di wilayah ini berasal dari aktivitas beberapa lempeng tektonik seperti lempeng Indo-Australia, lempeng laut Filipina, subduksi Sulawesi Utara, tumbukan ganda laut Maluku di tambah dengan beberapa sesar-sesar aktiv lainnya. Untuk mengantisipasi bencana gempabumi di masa yang akan datang kita perlu melakukan antisipasi  atau mitigasi yang bersifat preventif, salah satunya adalah dengan cara memodelkan sumber-sumber gempa bumi. Analisis resiko gempa dengan menggunakan metode probabilistic seismic hazard analysis (PSHA) merupakan suatu metode yang digunakan dalam analisis bahaya resiko kegempaan. Metode ini berdasarkan pada definisi fungsi distribusi probabilitas yang memperhitungkan dan menggabungkan ketidakpastian dari skala kejadian gempa, lokasi, dan frekuensi kejadiannya untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai tingkat resiko suatu lokasi yang ditinjau dalam hal ini lengan utara Pulau Sulawesi. Data yang digunakan adalah data dengan kualitas terbaik yakni data hipocenter resolusi tinggi. Hasil analisis probabilistik seismik hazard menunjukkan bahwa percepatan puncak di batuan dasar lengan utara Sulawesi pada periode ulang 500 tahun berkisar 0,05-1,4g. Kurva hazard menunjukkan bahwa sumber gempa yang sangat berpengaruh di adalah sumber gempa sesar.Kata kunci : bencana, gempabumi, mitigasi, preventif, analisis bahaya kegempaan.  Abstract North arm of Sulawesi is one part of Indonesia that seismic activity very high level. Earthquake sources in this region comes from the activity of several tectonic plates such as the Indo-Australian plate, the Philippine sea plate, North Sulawesi subduction, double subduction in Mollucas sea added with some other active faults. In anticipation of the earthquake disaster in the future we need to anticipate or mitigate preventive, one of which is by way of modeling the sources of earthquake. The one of methods which is used to analyze the risk of seismic hazard is using probabilistic seismic hazard analysis (PSHA). This method are based on probability distribution function of uncertainty of the earthquakes scale, location, and frequency of occurrence to get a comprehensive insight of the level of hazard risk in north arm of Sulawesi Island. In this research, we used high resolution of seismic hypocenter data around north arm of Sulawesi. Probabilistic seismic hazard analysis indicates that the peak ground acceleration in the bedrock north arm of Sulawesi for return period of 500 years approximately 0,05-1,4g.The hazard curves show that the predominant source of earthquake comes from fault zone.Keywords:disaster, earthquake, mitigate, preventive, analyze,hazard,
Penerapan Metode Transesterifikasi Subkritis Mendekati Isokorik dalam Pembuatan Biodiesel Lametige, Jil Astriko; Sangian, Hanny Frans; Tanauma, Adey; Rombang, Joshua
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.27081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dengan bahan baku minyak kelapa dan minyak sawit dengan mencampurkan metanol sebagai pelarut dan KOH (kalium hidroksida) sebagai katalis. Proses transesterifikasi berarti mengambil molekul trigliserida atau asam lemak kompleks, menetralkan asam lemak bebas dengan menambahkan metil alkohol menjadi metil ester. Tahapan pertama yaitu membuat biodiesel dengan volume keseluruhan campuran bahan baku, pelarut dan katalis yaitu 575 ml dan 550 ml dengan tekanan maksimum 15 bar dan suhu maksimum 150oC selama satu jam. Tahapan berikutnya menghitung yield yang diperoleh dari biodiesel yang dihasilkan kemudian dilakukan uji Gas Chromatography Mass Spectrometry dan selanjutnya dilakukan uji parameter bahan bakar. Hasil menunjukkan biodiesel dari minyak kelapa memperoleh yield 98,82% lebih besar daripada minyak sawit yang hanya memperoleh yield 92,38%, dan ditemukan komposisi C terbesar pada biodiesel dari minyak kelapa dengan volume keseluruhan campuran bahan 575 ml yaitu C15H30O2 dengan luas area 27.10% sedangkan komposisi terbesar untuk biodiesel dengan volume keseluruhan campuran bahan 550 ml adalah C15H30O2 dengan luas area 24.04%. Untuk biodiesel dari minyak sawit komposisi C terbesar yang terbentuk pada volume keseluruhan campuran bahan 575 ml yaitu C19H36O2 dengan luas area 40.95% dan untuk volume keseluruhan campuran bahan 550 ml komposisi terbesar C19H36O2 dengan luas area 40.88%.This study aims to make biodiesel with raw materials of coconut oil and palm oil by mixing methanol as a solvent and KOH (kalium hydroxide) as a catalyst. The process of transesterification means taking triglyceride molecules or complex fatty acids, neutralizing free fatty acids by adding methyl alcohol to methyl esters. The first stage is making biodiesel with an overall volume of a mixture of raw materials, solvents and catalysts of 575 ml and 550 ml with a maximum pressure of 15 bar and a maximum temperature of 150oC for one hour. The next stage is calculating the yield obtained from the biodiesel produced then the Gas Chromatography Mass Spectrometry test and then to test the fuel parameters. The results show biodiesel from coconut oil yields 98.82% greater than palm oil which only yields 92.38% yield, and found the largest composition of C in biodiesel from coconut oil with a total volume of 575 ml mixture material, namely C15H30O2 with an area of 27.10% while the largest composition for biodiesel with an overall volume of a mixture of 550 ml material is C15H30O2 with an area of 24.04%. For biodiesel from composition C largest palm oil that is formed in the overall volume of the mixture of 575 ml, namely C19H36O2 with an area of 40.95% and for the overall volume of the mixture of 550 ml the largest composition of C19H36O2 with an area of 40.88%.
Keselamatan Dan Keamanan Laboratorium IPA Sangi, Meiske S.; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.18958

Abstract

Laboratorium adalah tempat untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang memerlukan dorongan budaya keselamatan dan keamanan, sehingga lingkungan itu menjadi tempat yang aman untuk mengajar, belajar, dan bekerja. Pengelolaan keselamatan dan keamanan laboratorium IPA merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna, oleh karena itu setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Staf guru dan murid SMA merupakan salah satu pengguna fasilitas laboratorium yang perlu memahami pengelolaan tentang keselamatan dan keamanan laboratorium.Saat mengelolah bahan laboratorium, tidak semua resiko bisa ditiadakan.Keselamatan dan keamanan laboratorim dapat ditingkatkan melalui penilaian resiko berdasarkan informasi dan pengelolaan resiko yang cermat.Bahan kimia ramah lingkungan merupakan falsafah perancangan produk dan proses yang mengurangi atau meniadakan penggunaan dan terciptanya bahan berbahayaThe laboratory is a place to conduct experiments as well as training that require the encouragement of safety and security culture, so that the environment becomes a safe place for teaching, learning, and working. The management of the safety and security in the science laboratory is a shared responsibility of both the manager and the user, therefore everyone involved must be aware and feel compelled to organize, maintain, and work for safety. Teacher staff and high school students are among the users of laboratory facilities who need to understand the management of laboratory safety and security. When managing laboratory materials, not all risks can be eliminated. The safety and security of the laboratory can be enhanced through risk-based risk information and risk assessment. Eco-friendly chemicals are the philosophy of designing products and processes that reduce or eliminate the use and creation of hazardous materials
Pola Variasi Reguler Medan Magnet Bumi Di Tondano Prasetyo, Teguh; Tanauma, Adey; ., As'ari
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3903

Abstract

Data variasi medan magnet bumi komponen horisontal diambil dari komputer akuisisi yang merekam data secara real time. Dibuat grafik data magnet bumi komponen horisontal versus waktu per hari. Dipilih grafik quite days dan dibandingkan dengan quiet days di Lerwick (Inggris). Dihitung nilai rata-rata dari Quiet days yang sama perbulan untuk dijadikan pola variasi reguler bulanan, sehingga dalam satu tahun dapat dibuat dua belas pola variasi reguler medan magnet bumi. Hasilnya menunjukkan bahwa variasi reguler medan magnet bumi polanya teratur, nilai variasi tertinggi berkisar 39308,3– 39409,5 nT pada kisaran waktu 02:39–03:38 Universal Time. Pola variasi reguler medan magnet bumi digunakan sebagai acuan untuk menganalisis variasi harian medan magnet bumi. Pada tahun 2011 tercatat badai besar geomagnet sebanyak 11 kali yang nilai variasinya berkisar 71–20 nT dengan nilai K indeks sama dengan lima.Data variation of the horizontal component of the earth's magnetic field was taken from the acquisition computer which records data in real time. Graphs describing the horizontal component data versus time were created daily. Graphs of quiet days were selected and compared with quiet days in Lerwick (England). Average value the same of quiet days were calculated in order to create monthly regular variation pattern, so that in one year there were twelve regular variation patterns of the earth 's magnetic field created. The results showed that the regular variations of the earth 's magnetic field is on a regular pattern, the value of the highest variation ranged 39308.3-39409.5 nT at around 2:39 to 3:38 Universal Time. Regular variation patterns of the earth 's magnetic field were used as references for analyzing the daily variation of the earth 's magnetic field. In 2011, the large geomagnetic storms were recorded 11 times, the value of the variation range 71–20 nT with the K index value equal to five.
Identifikasi Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger di Daerah Malalayang Sulawesi Utara Pasamba, Obed Salu; Tamuntuan, Gerald H.; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17797

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksplorasi geofisika menggunakan metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger untuk mengindentifikasi lapisan tanah yang diduga terkena intrusi air laut di daerah Malalayang Sulawesi Utara. Terdapat 5 lintasan pengukuran dan pada setiap lintasan mempunyai 112 dan 167 buah data. Data setiap lintasan diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV. Dugaan intrusi air laut terjadi di daerah Malalayang I Timur sejauh ≤ 300 meter dari garis pantai dengan kedalaman ≥ 10 meter di bawah permukaan tanah dan di daerah Malalayang II sejauh 310 meter dari garis pantai dengan kedalaman ≥ 20 meter di bawah permukaan tanah.Geophysical exploration has been conducted using Geoelectric method of Wenner – Schlumberger Configuration to identify the soil layers suspected of being exposed to seawater intrusion in Malalayang of North Sulawesi. There are 5 measurement lines and each line has 112 and 167 data. The data of each line is processed using RES2DINV software. Suspected seawater intrusion is located in the East Malalayang I area as far as ≤ 300 meters from the coastline with a depth of ≥ 10 meters under ground surface and in Malalayang II area as far as 310 meters from the coastline with a depth of ≥ 20 meters under ground surface.
Pemetaan Akuifer Air Tanah Di Sekitar Candi Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Sadjab, Bayu A.; ., As'ari; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.432

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memetakan keberadaan akuifer air tanah di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan resistivitas batuan bawah permukaan hasil eksplorasi geofisika dengan metode geolistrik tahanan jenis. Penelitian dilakukan terhadap 31 titik sounding yang terbagi menjadi 6 lintasan. Setiap lintasan dibuat model struktur lapisan tanah di bawah permukaan. Air tanah yang tersimpan dalam akuifer dapat dieksplorasi dengan studi geofisika menggunakan metode geolistrik. Hasil eksplorasi diolah menggunakan software IP2WIN,menghasilkan model perlapisan bawah permukaan Bumi berdasarkan nilai resistivitasnya (2D) yang kemudian dioalah dengan software Surfer 8 untuk menghasilkan gambar tiga dimensi. Berdasarkan model struktur lapisan tanah di bawah permukaan ini diperoleh: a) lapisan akuifer air tanah dangkal dengan kedalaman antara ( 1 – 5 meter ) yang tersebar di Kecamatan Prambanan : Desa Bugisan (titik sounding 7) Desa Taji (titik sounding 14, 15, 23, 24, dan 31). b) lapisan akuifer air tanah dalam dengan kedalaman ( 25 – 100 meter ) yang tersebar di Kecamatan Prambanan : Desa Bugisan (titik sounding 1, 2, 3, 4, dan 5), Desa Tlogo (titik sounding 12, 16, dan 25). Di Kecamatan Kalasan : Desa Taman Martani (titik sounding 8, 9, 10, 17, 18, 19, 20, 21, 26, 27, 28, 29, dan 30.
Investigasi Sebaran Lumpur Panas Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Dipol-Dipol di Desa Karumenga Sebagai Mitigasi Bencana Alam Mangensiga, Febrianti; As’ari, As’ari; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.27082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur bawah permukaan di area manifestasi lumpur panas di Desa Karumenga dan menginvestigasi sebaran lumpur panas. Akuisisi data dengan jumlah lintasan 4 yang masing-masing panjang lintasannya yaitu 240 m untuk lintasan 1 dan lintasan 3, 160 m pada lintasan 2, dan 480 m pada lintasan 4. Data lapangan diukur menggunakan resistivity and IP meter MAE-X612-EM menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi dipol-dipol. Data pengukuran kemudian diolah menggunakan Software Res2dinv. Hasil berupa model tampang lintang 2D bawah permukaan, lumpur panas diidentifikasi dengan nilai tahanan jenis 13,9 Ωm sampai 80 Ωm. Pada lintasan 1 lumpur panas terdapat di sepanjang lintasan dengan kedalaman bervariasi antara 0 sampai 32,5 m. Lintasan 2 lumpur panas terdapat di sepanjang lintasan dengan kedalaman bervariasi antara 0 sampai 24,5 m. Lintasan 3 lumpur panas terdapat di sepanjang lintasan dengan kedalaman bervariasi antara 0 sampai 33,5 m. Pada lintasan 4 lumpur panas tersebar disepanjang lintasan dengan kedalaman  32 m. Berdasarkan hasil analisis sebaran lumpur panas, diperoleh informasi tingkat kerawanan daerah penelitian dengan menggunakan Software Surfer 11.This study aims to map subsurface structures in the area of hot mud manifestations in Karumenga Village and investigate the distribution of hot mud. Data acquisition with the number of lines 4 with a length of 240 m for line 1 and line 3, 160 m for line 2, and 480 m for line 4. Field data were measured using a resistivity and IP meter MAE-X612-EM using the dipole-dipole configuration resistivity geoelectric method. The measurement. Data is processed using Res2dinv Software. The results are in the form of 2D subsurface models, hot mud identified with resistivity values of 13.9 to 80 Ωm. Line 1, the hot mud is present along the line with depths ranging from 0 to 32.5 m. Line 2, hot mud is appear along the line with depths varying from 0 to 24.5 m. Line 3, hot mud is located along the line with depths varying from 0 to 33.5 m. Line 4, hot mud is spread along the line with a depth of    ≤ 32 m. Based on the analysis of the hot mud distribution, it is obtained information on the level of vulnerability of the study area by using Surfer 11 Software.
Efek Perubahan Struktur Pati Singkong Yang Dilakukan Pretreatment Dengan Larutan Ion Dan Gelombang Mikro Terhadap Produksi Gula Aruan, Irfan; Sangian, Hanny F.; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.19244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perubahan struktur pati singkong terhadap produksi gula sebelum dan sesudah pretreatment gelombang mikro dan larutan ion. Pretreatment gelombang mikro dilakukan dengan meradiasikan gelombang elektromagnetik daya tertentu dengan tiga durasi yang berbedat pada substrat. Pretreatment larutan ion dilakukan dengan merendam substrat dalam larutan ion dengan dua konsentrasi garam selama empat hari dan kemudian dibandingkan dengan non-pretreatment. Substrat dikarakterisasi dengan XRD, FTIR dan SEM untuk menganalisis perubahan strukturnya. Produksi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal pati menjadi lebih amorf dan ikatan antar molekulnya semakin lemah setelah dilakukan pretreatment. Morfologi permukaan bahan menjadi lebih kasar setelah terpapar radiasi microwave. Disisi lain, jumlah fiber pada substrat semakin berkurang setetelah direndam dalam larutan ion. Ketika substrat dihidrolisis, kandungan gula yang didapatkan lebih tinggi daripada tanpa pretreatment.This research aims to analyze the correlation of the structural change on sugar production of cassava starch before and after microwave and ionic liquid pretreatments. A microwave pretreatment was carried out by radiating electromagnetic wave with fixed power with three different durations on the substrate. The ionic liquid pretreatment was conducted by soaking the substrate in to saline water with two salt concentrations for four days and the results were compared to non-pretreatment. Then, the substrates were measured by XRD, FTIR and SEM to analiyze the structural changes. The characterization result showed that the starch crystal structure became more amorphous and molecules bonds were weaker after pretreatment. The surface morphology was rougher after being radiated by microwave. On the other hand, the fiber contents of substrate decreased after soaked on ionic liquid. When substrate were hidrolized, the sugar obtained were higher than without pretreatment.
Investigasi Air Tanah di Daerah Sea Kabupaten Minahasa Dengan Menggunakan Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Dipol-Dipol Tanauma, Adey; Tangkuman, Herling Daud; Sangi, Mesike
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.26914

Abstract

Penyebaran air tanah yang tidak merata dipengaruhi oleh faktor-faktor jenis batuan, bentuk topografi permukaan, jenis vegetasi dan jumlah curah hujan suatu tempat. Eksplorasi geofisika metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi dipol-dipol digunakan untuk mengidentifikasi sebaran akuifer air tanah di desa Sea  Kabupaten Minahasa. Data diolah menggunakan software Res2Dinv dan menghasilkan peta model resistivitas bawah permukaan 2 dimensi yang menggambarkan keadaan lapisan tanah. Teridentifikasi sebaran akuifer air tanah permukaan dengan kedalaman ≤ 20 m di sepanjang lintasan pengukuran. Akuifer air tanah dalam diidentifikasi pada lintasan 1 dengan kedalaman sampai 30 m dan 60 m.  Akuifer air tanah dengan kedalaman< 60 m mempunyai potensi dijadikan sebagai sumber air tanahThe uneven distribution of ground water is influenced by factors such as rock type, surface topography, vegetation type and the amount of rainfall in a place. Geophysical exploration of the dipole-dipole configuration type of geoelectric resistivity method is used to identify the distribution of groundwater aquifers in Sea village, Minahasa District. The data is processed using Res2Dinv software and produces a 2-dimensional subsurface resistivity model map that describes the state of the soil layer. Distribution of surface ground aquifer with a depth of ≤ 20 m along the measurement line was identified. Deepwater aquifers were identified in l1ne 1 with depths up to 30 m and 60 m. Groundwater aquifers with a depth of <60 m have the potential to be used as ground water sources
Strategi Mitigasi Bencana Tsunami Di Desa Kema Satu Kabupaten Minahasa Utara Tanauma, Adey; Pasau, Guntur; Tamuntuan, Gerald
The Studies of Social Sciences Vol 3, No 2 (2021): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2021.3.2.37255

Abstract

AbstractKema Satu Village is one of the villages in North Minahasa Regency. The area is facing directly with the Molucca Sea which is the source of the highest intensity of earthquake in Indonesia. Based on the results of the survey and situation analysis, it is known that a group of people in this village do not understand things related to tsunami disaster risk reduction. Therefore, a community partnership program (Program Kemitraan Masyarakat) has been implemented in the form of socializing the tsunami disaster mitigation strategy in Kema Satu village. The methods that have been used are counseling and simulation. The discussion and evaluation conducted at the end of the activity revealed that the program implemented had increased the public's insight and knowledge about the earthquake and tsunami potential in the area. The participating communities have also understood the ways that need to be prepared or implemented in the context of tsunami disaster mitigation.Keywords: Mitigation; tsunami; earthquake AbstrakDesa Kema Satu adalah salah desa di Kabupaten Minahasa Utara dimana wilayahnya ke arah timur berhadapan langsung dengan Laut Maluku yang merupakan daerah sumber gempa bumi dengan intensitas tertinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil survey dan analisis situasi diketahui bahwa kelompok masyarakat di desa ini kurang memahami hal-hal terkait pengurangan resiko bencana tsunami. Oleh karena itu telah dilaksanakan program kemitraan masyarakat dalam bentuk sosialisasi strategi mitigasi bencana tsunami di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan simulasi sederhana. Dari diskusi dan evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan diketahui bahwa program yang dilaksanakan telah meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang gempa dan potensi tsunami di daerah tersebut, serta cara-cara yang perlu dipersiapkan ataupun dilaksanakan dalam rangka mitigasi bencana tsunami.Kata kunci: Mitigasi; tsunami; gempa