Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PROSES REFORMASI KATALITIK A.S. Nasution; Oberlin Sidjabat; Abdul Haris; Morina Morina
Swara Patra Vol 1 No 2 (2011): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses separasi minyak bumi adalah proses pertama untuk pemisahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya. Proses ini meliputi proses distilasi atmosfer dan distilasi vakum, yang menghasilkan nafta, kerosin, distilat vakum dan residu (residu atmosferik dan residu vakum).Dalam rangka meningkatkan nilai tambah fraksi minyak bumi tersebut, maka dilakukan proses tahap kedua, yaitu: konversi, baik berupa proses termal maupun proses katalitik. Bensin mempunyai kisaran titik didih dari 40oC sampai 220oC yang mengandung grup hidrokarbon parafin, olefin, naftena, dan aromatik dengan variasi nilai angka oktananya cukup besar
Desain Interior Restoran Jepang dengan Sistem Self-Service yang Bernuansa Japanese Farmhouse Morina Morina; Astrid Kusumowidagdo; Stephanus Evert Indrawan
KREASI Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v1i2.195

Abstract

Perancangan desain interior Japanese BBQ Restaurant ini dilatar belakangi oleh perancangan bisnis dalam bidang kuliner, yaitu restoran Jepang yang bernama Kiyoku Japanese BBQ Restaurant yang berlokasi di Kuta, Bali. Restoran tersebut menjual masakan khas Jepang, yaitu yakiniku (masakan panggang) dan shabu-shabu (masakan rebus), dimana restoran menerapkan sistem ‘self-service with assistance’. Maksud dari sistem ‘selfservice with assistance’ adalah customer melayani diri sendiri dengan cara memilih bahan masakan yang diinginkan dan memasaknya sendiri pada meja makan yang telah disediakan,namun tetap mendapatkan pelayanan profesional dari pegawai. Oleh karena menggunakan sistem self-service, maka diperlukan perancangan furnitur dan sistem kebakaran yang baik dan sesuai dengan standar. Restoran menggunakan lahan yang memanjang ke belakang, dengan bangunan yang merupakan bekas rumah tinggal, sehingga diperlukan perancangan interior yang menyeluruh dan zoning area yang tepat untuk menghindari kesan melorong dan memanjang. Gaya desain yang diangkat adalah gaya Jepang, sesuai dengan jenis masakan yang dijual di restoran, sedangkan tema desain diangkat dari rumah petani (farmhouse) Jepang pada zaman Edo. Lahan bangunan restoran memiliki luas total sebesar kurang lebih 865,22 meter persegi dan memiliki sepuluh kebutuhan ruang utama yakni, area makan, area display, area kasir, area dapur, area kantor, area pegawai, area guide, area toilet, area penyimpanan, dan area akuarium.
CATALYTIC PYROLYSIS OF POLYPROPYLENE PLASTIC FROM MUNICIPAL SOLID WASTES INTO GASOLINE FRACTION COMPOUNDS USING THE MIXED NICKEL (Ni) AND CHROME (Cr) METALS AS THE CATALYST Morina Morina; Oberlin Sidjabat
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 37 No 3 (2014)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.37.3.634

Abstract

Plastic wastes which come from municipal solid wastes, have been identi􀂿 ed as the worldwideenvironmental problem in the last decades. Chemical recycling is one of the alternative methods to solvesuch problem. Inorder to obtai appropriate liquid fuels, polypropylene plastic waste was degraded thermallyand catalytically in the presence of natural zeolite incorporated with chromium (Cr) and nickel (Ni) metals.The reaction was conducted in a 􀂿 xed bed reactor in the temperature range of 400-500°C. The dependenciesof process temperature and effect of catalyst on yield of the fuel fractions were determined and comparedto commercial gasoline fractions. The current study shows that the major product of thermal degradation(pyrolysis) and catalytic degradation is liquid (gasoline) fraction and the highest products obtained attemperature 450°C is approximately 77.84%. The use of chromium and nickel metals on activated naturalzeolite as a bi-functional catalyst enhance the yield of liquid fractions and the acidity of the catalysts. The liquid product obtained in this process was analyzed using GC for its composition. Synthesized catalysts, activated natural zeolite and natural zeolite were characterized by means of nitrogen physisorption (BET), porosity, X-ray diffraction (XRD), and acidity. Based on the obtained results, the catalyst containing 6% of chromium and 4% of nickel on activated natural zeolite is a good catalyst for conversion of polypropylene plastic wastes to liquid (gasoline) fuels. Catalytic conversion using such catalysts may applicable as an alternative method for recycling plastic wastes to more valuable commodities such as fuel oils. 
Petrochemical Industries A.S Nasution; Abdul Haris; Morina Morina; Leni Herlina
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 33 No 2 (2010)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.33.2.818

Abstract

Petrochemical processes begin with relatively few basic raw materials, expand into a complex network of chemicals and converge into materials that serve specific functions as consumer products. Then raw material base for the petrochemical industry primarily depends upon the type of intermediates and final products required by industry and consumer. Almost all petrochemicals are derived from three sources: synthesis gas, olefin and aromatic. Production of those three petrochemical sources and the derivative chemicals are described briefly
Proses Polimerisasi Olefin dan Peranannya dalam Pembuatan Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; Morina Morina; Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.198

Abstract

F
Gas Bumi untuk Bahan Bakar Gas dan Bahan Baku Petrokimia A.S Nasution; Abdul Haris; Morina Morina; Leni Herlina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.691

Abstract

Gas bumi adalah suatu campuran gas hidrokarbon yang dipakai baik sebagai bahan bakar gasmaupun dapat dikonversi menjadi produk petrokimia, bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasarpelumas sintetik. Pemakaian gas bumi untuk bahan bakar gas, bahan baku untuk industri petrokimia,bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasar pelumas disajikan pada makalah ini.
Peranan Proses Katalitik dalam Pembuatan Bahan Bakar Minyak Ramah Lingkungan A.S Nasution; Olberin Sidjabat; Morina Morina; Herizal Herizal
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 39 No 3 (2005)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.39.3.740

Abstract

Dalam proses industrialisasi yang berwawasan lingkungan bahan bakar minyak haruslah memenuhi persyaratan ramah lingkungan yang kian meningkat ketat. Masalahnya, kualitas dan jumlah produksi minyak bumi cendrung menurun sedangkan kebutuhan dan persyaratan bahan bakar minyak (bensin dan so- lar) ramah lingkungan semangkin meningkat . Bahan bensin harus berangka oktana tinggi dengan pembatasan kadar hidrokarbon tak jenuh dan juga kadar sulfurnya. Persyaratan bahan bahan solar adalah antara lain berangka setana tinggi dan kadar hidrokarbon tak jenuh dan sulfur rendah. Pembatasan kadar hidrokarbon tersebut dan sulfur dapat menurunkan emisi gas buangnya (Tabel 1) 821 Pembuatan bahan bakar bensin dan solar ramah lingkungan tersebut memerlukan komponen- komponen bensin dan solar bermutu tinggi dengan bantuan proses-proses katalitik. PERTAMINA mengelola berbagai jenis minyak bumi sebesar 1063 MBCD pada 7 unit yang mengoperasikan 24 unit proses katalitik (Tabel 2). Produk kilang PERTAMINA meliputi bahan bakar (LPG, bensin avgas, avtur, kerosin dan solar), bahan dasar pelumas, bahan baku petrokimia (paraxylene, purified terphthalic acid (PTA), propylene) dan polypropylene 415) Pada umumnya proses-proses katalik tersebut adalah proses-proses yang cukup pelik dan rumit ditinjau baik dari segi fundamental/teori maupun dari segi operasionalnya. Pemahaman tingkah laku proses- proses katalik secara lebih terarah dan kontinu adalah salah satu usaha untuk meningkatkan unjuk kerja proses katalik tersebut. Unjuk kerja proses-proses katalik dan konfigurasi kilang minyak PERTAMINA untuk pembuatan bahan bakar bensin dan solar ramah lingkungan, karakteristik komponen bahan bakar dan komposisinya dalam pembuatan bahan bakar ramah lingkungan dan berbagai spesifikasinya serta partisipasi Puslitbangtek Migas "LEMIGAS" pada operasi dan pengembangan kilang minyak pertamina dan beberapa penelitian katalis/proses katalitik disajikan dalam makalah ini.