Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENATALAKSANAAN ASUHAN PADA IBU POSTPARTUM BLUES DI KLINIK MANDA MEDAN Elvalini Warnelis Sinaga; Risa Tantry Gultom; Eva Nirwana Hutabarat
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i1.1614

Abstract

Postpartum blues Approximately 70-80% of post-partum mothers experience mood or feeling disorders, in general this condition is still considered normal, is felt from 2-3 days after giving birth and normally disappears after 2 weeks postpartum. This study provides comprehensive midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL, neonates and family planning using a midwifery management approach to Ny. “D” with the case of the ASI Dam. Care in this study with observation and evaluation. The subject of this care is Mrs. “D” with POSTPARTUM BLUES at Manda Clinic. This research activity is about the handling of POSTPARTUM BLUES in postpartum mothers. The study conducted observations and evaluations of mothers on a regular basis. Observations and evaluations were carried out not only assessing but knowing and assessing the conditions and support for mothers. Husbands and parents are also needed to support mothers. This research was conducted at the Manda Clinic.Factors that cause the appearance of signs and symptoms of the postpartum blues. The results showed that age and parity were not always the triggering factors for postpartum blues symptoms, the causes of postpartum blues were worrying about the baby, maternal fatigue factor, comments from people around about the mother, husband's support and presence, adaptation to the baby's presence.
Determinants of Basic Immunization Uptake at the Medan Labuhan Community Health Center in 2025 Eva Nirwana Natalia Hutabarat; Nurpaisa Nurpaisa
COVID-19 : Journal of Health, Medical Records and Pharmacy Vol. 3 No. 01 (2025): COVID-19 : Journal of Health, Medical Records and Pharmacy
Publisher : CV. Devitara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze factors influencing the completeness of basic immunization among infants aged 0–12 months at Puskesmas Medan Labuhan in 2025. A quantitative cross-sectional design was applied involving 44 mothers selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires and verified with immunization records. Variables included maternal knowledge, family support, social environment, and immunization completeness. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. The results showed that maternal knowledge (p = 0.003; OR = 15.0), family support (p = 0.012; OR = 10.5), and social environment (p = 0.021; OR = 5.0) were significantly associated with immunization completeness. Strengthening education and community-based interventions is essential to improve immunization coverage.
Peningkatan Pengetahuan Perimenopause Menuju Menopause Sehat di Gang Nusa Indah Bilal Eva Nirwana Hutabarat; Elvalini Warnelis Sinaga; Suci Ramadani; Indah Purnama Sari; Putri Nauli Tampubolon; Yulia Rizky Panjaitan; Dian Aini Ramadhani
Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM) Vol. 2 No. 1 (2026): Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM)
Publisher : Yayasan Inspira Brighter You Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan fase alami pada wanita yang dapat menimbulkan perubahan fisik dan psikologis. Kurangnya pengetahuan tentang perimenopause dapat menurunkan kesiapan wanita dalam menghadapi menopause. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita perimenopause mengenai persiapan menuju menopause yang sehat di Gang Nusa Indah, Jalan Bilal, Medan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan media PowerPoint. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Peserta berjumlah 11 orang, mayoritas berusia 45–50 tahun dan tidak bekerja. Hasil menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang baik (72,7%). Setelah penyuluhan, jumlah peserta dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 81,8%. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang persiapan menghadapi menopause secara sehat sehingga dapat membantu kesiapan fisik dan psikologis wanita dalam menghadapi masa menopause.
Mengenal Perubahan Tubuh dan Psikologis Menopause pada Ibu Premenopause di Bilal Bima Eva Nirwana Hutabarat; Elvalini Warnelis Sinaga; Yindri Wahyuni Hutagalung; Marsha Herlambang; Nujula Khoiria Harahap; Tri Wanda Maharani; Noni Arisa
Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM) Vol. 2 No. 1 (2026): Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM)
Publisher : Yayasan Inspira Brighter You Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan proses alami yang dialami wanita akibat penurunan hormon reproduksi yang dapat menimbulkan perubahan fisik dan psikologis. Kurangnya pengetahuan ibu premenopause mengenai perubahan tersebut dapat memengaruhi kesiapan dalam menghadapi menopause. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu premenopause tentang persiapan menuju masa menopause yang sehat di Jalan Bilal Gang Bima. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dan ceramah interaktif kepada 20 peserta usia premenopause. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 40% menjadi 85%, sedangkan pengetahuan kurang menurun dari 60% menjadi 15%. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu premenopause mengenai perubahan menopause dan upaya menjaga kesehatan sehingga lebih siap menghadapi masa menopause secara sehat.