Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Decoupage Untuk Meningkatkan Keterampilan Vokasional pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo Vivi Kurnia Herviani; Siti Mahmudah; Endang Pudjiastuti Sartinah; Siti Mashitoh; Eryana Fatimasari Retno Budiati; Diah Anggraeny
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2405

Abstract

Vocational Education for Children with Special Needs (CSN) in special schools continues to face challenges, including limited relevant skill development, a lack of adaptive vocational learning methods, and insufficient focus on fostering student independence. To address these issues, this community service program implemented decoupage training as an alternative vocational skill that is accessible and suitable for the learning characteristics of CSN at SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo as the program partner. The program employed a participatory and collaborative approach involving coordination with the partner school, development of step-by-step visual learning materials, technique demonstrations, hands-on practice, and intensive mentoring by the PKM team and supporting teachers. The training involved 15 junior and senior high school students. The results indicate direct improvements in participants’ fine motor skills, ability to follow procedural instructions, creativity, and self-confidence during the learning process. In addition, the program had an immediate institutional impact by strengthening teachers’ capacity to implement adaptive vocational instruction and by providing supporting resources for continued learning activities. Overall, the decoupage training contributed to the development of foundational vocational skills and supported the implementation of sustainable vocational education for CSN in the partner school.ABSTRAKPelaksanaan pendidikan vokasional bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain keterbatasan keterampilan yang relevan, minimnya metode pembelajaran vokasional yang adaptif, serta belum optimalnya kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada kemandirian peserta didik. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melaksanakan pelatihan teknik decoupage sebagai alternatif keterampilan vokasional yang mudah dipelajari dan sesuai dengan karakteristik belajar ABK di SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo sebagai mitra kegiatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui koordinasi dengan mitra, penyusunan materi visual step-by-step, demonstrasi teknik, praktik langsung, serta pendampingan intensif oleh tim PKM dan guru pendamping. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 15 peserta didik tingkat SMP dan SMA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik halus, kemampuan mengikuti instruksi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta dalam menghasilkan karya decoupage sederhana. Dampak kegiatan ini terlihat pada penguatan dasar keterampilan vokasional peserta serta peningkatan kapasitas sekolah mitra dalam menyelenggarakan pembelajaran vokasional yang adaptif dan berkelanjutan. Luaran kegiatan secara umum berupa dokumentasi dan publikasi kegiatan.
Efektivitas Aplikasi BASIA dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Fonologis Anak Disleksia Riski Prasetya Arbi; Vivi Kurnia Herviani; Muhammad Nurrohman Jauhari; Muchamad Irvan; Toni Yudha Pratama
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2393

Abstract

Dyslexia is a specific learning disorder characterized by phonological processing deficits that hinder children's ability to recognize letter sounds, blend, and decode words. This condition requires systematic and adaptive phonological intervention, particularly through the use of educational technology appropriate to the characteristics of dyslexic children. This study aims to test the effectiveness of using the BASIA application in improving the phonological reading skills of dyslexic children through a structured literacy and multisensory approach. The study used a mixed approach with a pretest–posttest design, involving ten dyslexic children as intervention participants. Quantitative data were obtained through phonological ability tests, while qualitative data were collected through observations and interviews to describe the participants' learning experiences while using the application. The results showed a significant increase in phonological reading skills after using the BASIA application, especially in aspects of phoneme accuracy, blending ability, and word decoding. In addition, participants showed increased motivation, focus, and learning engagement during the intervention process. These findings indicate that the BASIA application is effective as an adaptive and relevant digital-based phonological intervention medium to support reading learning in dyslexic children. This research provides a practical contribution to the development of inclusive learning media and strengthens the use of technology as a solution to support early literacy for dyslexic children in Indonesia.ABSTRAKDisleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang ditandai oleh defisit pemrosesan fonologis sehingga menghambat kemampuan anak dalam mengenali bunyi huruf, melakukan blending, dan decoding kata. Kondisi ini menuntut adanya intervensi fonologis yang sistematis dan adaptif, khususnya melalui pemanfaatan teknologi pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak disleksia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan Aplikasi BASIA dalam meningkatkan kemampuan membaca fonologis anak disleksia melalui pendekatan structured literacy dan multisensoris. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain pretest–posttest, melibatkan sepuluh anak disleksia sebagai peserta intervensi. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan fonologis, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk menggambarkan pengalaman belajar peserta selama menggunakan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca fonologis yang signifikan setelah penggunaan Aplikasi BASIA, terutama pada aspek akurasi fonem, kemampuan blending, dan decoding kata. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi, fokus, dan keterlibatan belajar selama proses intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa Aplikasi BASIA efektif sebagai media intervensi fonologis berbasis digital yang adaptif dan relevan untuk mendukung pembelajaran membaca anak disleksia. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan media pembelajaran inklusif serta memperkuat pemanfaatan teknologi sebagai solusi pendukung literasi awal anak disleksia di Indonesia.