Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan dan Realisasi Sistem Monitoring Pulsa Minimum dan Pemberitahuan Kerusakan Pada KWh Meter Prabayar Firmansyah Jaenaldi; Harlianto Tanudjaja; Suraidi Suraidi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 1 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.802 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i1.2825

Abstract

In this modern era, Electricity is the energy needed for human life. The dominant human needs for using electronics, lighting and running the machine make the electricity has an important thing. All of them makes electricity must be supplied so that the tools can work. Many of electronics used to make electricity credit on kWh meter prepaid will quickly run out. The impact of power loss that happens repeatedly because depletion of electricity credit makes electronics has short life, this is often happens because the user cannot monitor kWh meter prepaid. In this project, system can also monitor the status of electricity credit, abnormal incident and the estimated time of electricity credits running out. This system uses 3 photodiode sensors. It’s for detecting pulse status when the pulse is at a minimum condition of 10 kWh, detecting an abnormal incident in case of damage or problems and detection estimated pulse depletion time to find out how long the electrical electricity credit has run out. This system is designed to detect the change of kWh status from the indicator LED at kWh meter. The receive data will be processed to determine the condition of the remaining pulse or kWh meter state. The Controller of this system uses microcontroller which receive data from sensor. This system successfully displays data on LCD and LED indicator and can send data to user number via SMS when entering the minimum limit, while the pulse at 7, 4 and 1 kWh and gives the estimated timeout of deplection pulse. With this monitoring system created is expected to reduce anxiety about the depletion of electricity pulse when leaving the machine or electronic who always standby without supervision Listrik adalah energi yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia pada zaman modern ini. Kebutuhan manusia yang dominan dalam menggunakan elektronik, penerangan dan menjalankan mesin membuat listik mempunyai peranan penting. Kebutuhan tersebut membuat listrik harus tetap bisa tersuplai sehingga alat-alat tersebut dapat bekerja. Banyaknya alat elektronik yang digunakan membuat pulsa pada kWh meter prabayar akan cepat habis. Dampak dari matinya listrik akibat habisnya pulsa listrik secara terus menerus dapat membuat alat elektronik tersebut rentan rusak, hal ini sering terjadi akibat pengguna tidak bisa memonitoring kWh meter prabayar tersebut. Dalam perancangan ini, sistem dapat memonitoring status pulsa, peristiwa abnormal dan estimasi waktu habisnya pulsa. Sistem ini menggunakan 3 sensor photodiode yaitu untuk mendeteksi status pulsa apabila pulsa berada pada kondisi minimum yaitu 10 kWh, peristiwa abnormal apabila terjadi kerusakan atau masalah dan estimasi waktu habisnya pulsa untuk mengetahui berapa lama waktu habisnya pulsa listrik. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi Perubahan status LED indikator pada kWh meter. Pengendalian sistem dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler yang menerima data dari sensor. Data yang diterima akan diproses untuk menentukan kondisi dari sisa pulsa atau keadaan kWh meter. Sistem yang dibuat ini berhasil menampilkan data pada LCD dan LED indikator serta dapat mengirimkan data ke nomor pengguna melalui SMS pada saat kondisi memasuki batas minimun, saat sisa pulsa berada pada 7, 4 dan 1 kWh dan memberikan estimasi waktu habisnya pulsa. Sistem yang dibuat ini diharapkan dapat mengurangi rasa khawatir akibat matinya alat elektronik mesin dikarenakan pulsa habis saat ditinggalkan oleh pengguna.
Penggunaan Internet of Things (IoT) untuk Pemantauan dan Pengendalian Sistem Hidroponik Yodi Setiawan; Harlianto Tanudjaja; Sandra Octaviani
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.734 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i2.2994

Abstract

nternet of things (IoT) has been widely used in development of technology recently. IoT could be interpreted as communication between devices using internet. The advance of IoT technology can ease lot of works, including king control of hydroponic system, so plant treatment can be done anywhere and anytime. Hydroponic is the best solution to people in urban area, who lacks land for greening. Components required in the IoT are devices that have an IoT module, device(s) to connect to Internet such as router or modem, and a database where everythings collected. The purpose of this research is to utilize IoT technology to monitor and control the condition of plants on the hydroponics system remotely. Sensor results processing from end device microcontroller will be sent by XBee to the server microcontroller and displayed to ThingSpeak web server. An application is made for ThingSpeak-connected smartphones that able to monitor and control the system anytime and anywhere. The control will send a logic of one or zero to ThingSpeak and forwarded to the device.Internet of things (IoT) sedang marak digunakan dalam perkembangan teknologi saat ini. IoT dapat diartikan sebagai komunikasi antara satu perangkat dengan perangkat lain menggunakan internet. Kemajuan teknologi IoT ini dapat memudahkan berbagai macam pekerjaan, termasuk dalam pengendalian sistem hidroponik, sehingga perawatan tanaman dapat dilakukan dari jarak jauh dan setiap waktu. Hidroponik merupakan solusi terbaik untuk masyarakat di ibukota yang minim lahan untuk penghijauan. Komponen yang dibutuhkan dalam IoT antara lain perangkat yang mempunyai modul IoT, perangkat koneksi ke Internet seperti modem dan router, dan sebuah basis data tempat semuanya terkumpul. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan teknologi IoT untuk memantau dan mengendalikan kondisi tanaman pada sistem hidroponik dari jarak jauh. Pengolahan hasil sensor dari mikrokontroler end device akan dikirim melalui XBee ke mikrokontroler server dan ditampilkan ke web server ThingSpeak. Sebuah aplikasi dibuat untuk smartphone yang terkoneksi dengan ThingSpeak yang dapat memantau dan mengontrol sistem kapan saja dan di mana saja. Kontrol yang dilakukan akan mengirim logika satu atau nol ke ThingSpeak dan diteruskan ke perangkat yang digunakan
Sistem Penggambar Arsiran Bangun Datar Otomatis Berbasis Android Christopher Henry Priyono; Harlianto Tanudjaja; Yohanes Calvinus
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1 (2014): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.978 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v16i1.328

Abstract

Selain sistem operasi Windows pada komputer, Android merupakan sistem operasi yang banyak digunakan, terutama pada mobile devices. Salah satu keunggulan sistem operasi Android adalah sifatnya yang open source sehingga terbuka bagi pihak manapun yang ingin mengembangkannya. Berbagai jenis aplikasi telah banyak dibuat di atas Android platform, mulai dari entertainment, sport, finance, dan lain-lain. Meskipun demikian, penggunaan Android Devices di bidang otomasi masih dirasa kurang. Padahal cukup banyak proses yang dapat diotomatisasi dengan memanfaatkan Android, salah satunya adalah proses menggambar. Dalam tugas akhir ini dirancang suatu sistem otomasi dengan fungsi sebagai penggambar bangun datar otomatis. Gambar dibuat dengan pola arsiran yang menggunakan Android Device sebagai alat input sekaligus pengontrol proses secara wireless. Sistem ini juga menggunakan mikrokontroler sebagai alat pengendali pergerakan aktuator penggambar. Tujuan rancangan ini adalah memperkenalkan Android Device untuk mengontrol secara wireless proses penggambaran bangun datar dengan metode arsiran pada kertas berukuran A4. Modul yang dirancang meliputi program pada Android Device, program mikrokontroler, dan aktuator penggambar. Program mikrokontroler dibuat menggunakan CodeVisionAVR 2.03.4. Program Android dibuat menggunakan Eclipse IDE dengan Android plug-ins. Rancang bangun perangkat penggambar dibuat dengan ukuran 364 x 364 mm. Pengujian dilakukan dengan memberikan input gambar bangun datar melalui layar sentuh Android Device. Seluruh fitur-fitur user interactive pada program Android yang meliputi operasi move, rotate, scale, edit points, margin, add shape, next shape, previous shape, delete shape, pemilihan jenis bangun datar, generate garis arsir, dan kemiringan garis arsir berjalan dengan baik. Wireless progress monitoring system yang dibuat pada program Android berjalan dengan baik. Secara keseluruhan, sistem yang dirancang berhasil bekerja dengan baik. Program pada Android Device berhasil berinteraksi dengan user, mengirimkan perintah penggambaran garis arsir ke perangkat penggambar, dan memantau proses penggambaran serta menampilkannya kepada user. Perangkat penggambar berhasil menggambarkan garis-garis arsir yang membentuk bangun datar pada kertas dengan error terbesar 14%, yaitu pada penggambaran bangun lingkaran.
Sistem Pemantauan Inkubator Bayi Menggunakan Jaringan Wifi dan Berbasis Database Endah Setyaningsih; Tommy Tommy; Harlianto Tanudjaja
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 21, No 2 (2019): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.746 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v21i2.7186

Abstract

Baby incubator is very important to keep the newborn’s body temperature especially for premature babies. Premature babies is the babies that born less than 37 weeks and has less than 2500 grams body weight. Baby incubator is designed to have a lenght of 70 cm, a width of 40 cm, and a height of 60 cm. The system of baby incubator will automatically turn on or turn off the fan, heater or humidifier in accordance with the range of temperature and humidifier that has been set. The range of humidifier inside the baby incubator is 40% - 60%. The range of temperature can be set in a Graphical User Interface (GUI). At GUI, user can fill and show babies profile, babies activity, level of baby’s bilirubin, and the range of temperature. Those Datas are saved in a database’s tables. GUI can show the temperature and humidity of babies incubator in form of graph. Babies monitoring can be done by wireless. There is a monitoring device that can buzz if the baby is crying. This system has a database that can store incubator room temperature-humidity data, baby’s temperature, sound counters, biodata, activity, bilirubin and incubator temperature regulation. Can also provide information about the incubator's humidity and baby's temperature on the LCD and GUI and can save the record of the activities carried out by the baby, as well as keep a record of the baby's bilirubin value and turn on the lights automatically according to the bilirubin value inputABSTRAK:Inkubator bayi sangat berperan penting untuk menjaga suhu tubuh bayi baru lahir khususnya bagi bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang dari 37 minggu dan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Inkubator bayi yang dirancang memiliki ukuran ruang panjang 70 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Sistem dari inkubator bayi ini akan secara otomatis menyalakan atau mematikan kipas, heater atau humidifier sesuai dengan batas suhu dan kelembaban yang telah diatur. Batas kelembaban udara di dalam inkubator bayi adalah sebesar 40% sampai 60%. Batas suhu inkubator bayi diatur sesuai dengan umur dan berat badan bayi. Pengaturan batas suhu inkubator bayi dapat diatur pada sebuah Graphical User Interface (GUI). Pada GUI, pengguna dapat mengisi dan menampilkan biodata bayi, aktivitas bayi, tingkat bilirubin bayi dan batas suhu inkubator yang diinginkan. Data-data tersebut disimpan pada tabel-tabel yang berada pada sebuah basis data. GUI juga dapat menampilkan suhu dan kelembaban inkubator bayi dalam bentuk grafik. Pemantauan bayi dapat dilakukan secara wireless. Terdapat sebuah alat pemantau yang akan berbunyi apabila bayi menangis. Sistem ini memiliki database yang dapat menyimpan data suhu-kelembaban ruang inkubator, suhu tubuh, counter suara, biodata, aktivitas, bilirubin dan pengaturan temperatur inkubator. Juga dapat memberikan informasi mengenai suhu-kelembaban inkubator dan suhu tubuh bayi pada LCD dan GUI dan dapat menyimpan record aktivitas yang dilakukan bayi, serta menyimpan record nilai bilirubin bayi dan menyalakan lampu secara otomatis sesuai dengan nilai bilirubin yang di­-input.
Rancang Bangun Robot Line Follower Portable Sebagai Upaya Minimalisasi Sampah Elektronik di Ranah Robotika Nova Eka Budiyanta; Harlianto Tanudjaja; Melisa Mulyadi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.412 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i2.2991

Abstract

The accumulation of electronic waste is starting to be in the spotlight throughout the world. Apart from these problems robotics activities are increasingly developing throughout the world. Many robotics competitions are held as a forum for the creativity of a community so that inevitably the use of electronic components is increasing. The use of electronic components can be a trigger for the accumulation of electronic waste. This cannot be avoided because in the process of developing the robot it is possible for the electronic modules that be used in the experiment are have some problems so they have to replaced with new electronic modules . To minimize the accumulation of electronic waste can be done by making a portable electronic module so that several components can be installed and removed easily. Portability of a good electronic module can minimize component replacement if there is damage to the module. In this study discussed about the design of Robot Line Follower which can be assembled in a portable manner in which there are several modules that can be easily installed and removed. The sensor used in this robot is a photodiode, involving the Arduino Nano controller as a control center, L298N motor driver as a motor driver, and a 12V DC motor as an actuator. Not forgetting also the robot body is designed using acrylic to support and combine all line follower robot modules. The design of line follower robots is portable so that each module can be installed and removed easily.Penumpukan sampah elektronik mulai menjadi sorotan di seluruh dunia. Terlepas dari masalah tersebut kegiatan robotika semakin berkembang di seluruh dunia. Banyak kompetisi robotika yang diadakan sebagai wadah kreatifitas suatu komunitas sehingga mau tidak mau pemanfaatan komponen elektronika pun semakin meningkat. Pemanfaatan komponen elektronika dapat menjadi pemicu penumpukan sampah elektronik. Hal ini tidak dapat terhindarkan karena dalam proses pengembangan robot tidak jarang mengakibatkan modul elektronik yang digunakan mengalami kendala sehingga harus mengganti dengan modul elektronik yang baru. Untuk meminimalisasi penumpukan sampah elektronik dapat dilakukan dengan pembuatan modul elektronik yang portable sehingga beberapa komponen dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Portabilitas modul elektronik yang baik dapat meminimalisasi penggantian komponen jika terjadi kerusakan pada modul. Dalam penelitian ini dibahas tentang rancang bangun robot line follower yang dapat dirangkai secara portable yang didalamnya terdapat beberapa modul yang dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Sensor yang dipakai pada robot ini adalah photodiode, dengan melibatkan kontroler Arduino Nano sebagai pusat kendali, driver motor L298N sebagai driver motor, serta motor DC 12V sebagai aktuator. Tidak lupa juga body robot dirancang menggunakan akrilik untuk menopang dan menggabungkan seluruh modul robot line follower. Rancang bangun robot line follower secara portable berhasil direalisasikan sehingga masing – masing modul dapat dipasang dan dilepas dengan mudah.
PELATIHAN IMPLEMENTASI ATMABOT SEBAGAI ROBOT ASISTEN DOKTER DAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT ATMA JAYA Linda Wijayanti; Nova Eka Budiyanta; V. Budi Kartadinata; Widodo Widjaja Basuki; Harlianto Tanudjaja
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9436

Abstract

Since the Covid-19 outbreaks in Indonesia, the number of positive cases has continued to grow. Hospitals are at a very high risk of being the site of the spread of Covid-19, resulting in problems with the many cases of doctors and nurses who contracted Covid-19 from their patients. Therefore, a robot is needed to reduce direct contact between doctors and nurses with Covid-19 patients. The Faculty of Engineering, Unika Atma Jaya, in collaboration with Alumni of the Faculty of Engineering, has succeeded in making a robot to help doctors and nurses serve Covid-19 patients with mild and moderate symptoms, who are still able to carry out activities independently. The robot, named AtmaBot, was made to be handed over to the Atma Jaya Hospital. AtmaBot is equipped with a camera for video calls between doctors and nurses and patients, helping to reduce direct contact between doctors, nurses with patients. AtmaBot can also deliver food, drinks, medicine, and other equipment, controlled by remote control or laptop. The handover of AtmaBot has carried out at Campus 3 BSD, followed by training on its use. The training is carried out by using the lecture method and practicing how to operate the AtmaBot for doctors and nurses' representatives. The training participants are expected to become trainers for doctors and other nurses at Atma Jaya Hospital. With this training, AtmaBot is expected to help doctors and nurses in isolation rooms, reducing the risk of doctors and nurses being infected with Covid-19.ABSTRAK:Sejak kasus Covid-19 merebak di Indonesia, jumlah kasus positif masih terus bertambah setiap harinya. Hal ini membuat keprihatinan tersendiri, khususnya bagi dokter dan perawat di rumah sakit, yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pasien. Rumah sakit berisiko sangat tinggi menjadi tempat penyebaran Covid-19, sehingga timbul permasalahan banyaknya kasus dokter dan perawat yang tertular Covid-19 dari pasiennya. Oleh karena itu diperlukan sebuah robot agar kontak langsung antara dokter dan perawat dengan pasien Covid-19 dapat dikurangi. Fakultas Teknik Unika Atma Jaya bekerja sama dengan Alumni Fakultas Teknik telah berhasil membuat sebuah robot untuk membantu dokter dan perawat dalam melayani pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, yang masih dapat beraktivitas secara mandiri. Robot yang diberi nama AtmaBot ini dibuat untuk dihibahkan kepada Rumah Sakit Atma Jaya. AtmaBot dilengkapi kamera untuk video call antara dokter dan perawat dengan pasien, sehingga membantu mengurangi kontak langsung dokter dan perawat dengan pasien. AtmaBot juga dapat mengantarkan makanan, minuman, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya ke kamar isolasi, dengan dikendalikan oleh remote control maupun laptop. Serah terima AtmaBot dilakukan di Kampus 3 BSD, dilanjutkan dengan pelatihan untuk penggunaannya. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan mempraktikkan langsung cara mengoperasikan AtmaBot kepada perwakilan dokter dan perawat. Peserta pelatihan diharapkan menjadi trainer bagi dokter dan perawat lainnya di RS Atma Jaya. Dengan pelatihan ini diharapkan AtmaBot dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam membantu dokter dan perawat di kamar isolasi, sehingga mengurangi risiko dokter dan perawat terinfeksi Covid-19 dari pasiennya.
Pemodelan Sistem Penyewaan Sepeda berbasis Mikrokontroler Tomy Antonio; Harlianto Tanudjaja; Hugeng Hugeng
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 1 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.461 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v18i1.290

Abstract

Perancangan pemodelan sistem penyewaan sepeda berbasis mikrokontroler ini dibuat untuk pengadaan sistem perparkiran sepeda secara otomatis dimana pengaturan letak sepeda secara komputerisasi dan pembayarannya dilakukan dengan sistem pembacaan data RFID card. Pada perancangan alat ini digunakan mikrokontroler seri keluaran Atmel yaitu ATMEGA 8535. Penggunaan jenis mikrokontroler ini dianggap dapat memenuhi kebutuhan pemograman pada sistem yang dirancang yang akan menggunakan Basic Compiler serta Visual Basic, dimana program tersebut menggunakan bahasa basic. Pada perancangan,sistem dapat berjalan dengan baik sesuai dengan program yang dipakai serta RFID dapat melakukan pembacaan jarak maksimum 8cm.
SISTEM PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN PARAMETER LINGKUNGAN PERTUMBUHAN PADA TANAMAN HIDROPONIK William William; Hang Suharto; Harlianto Tanudjaja
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 2 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.186 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v18i2.305

Abstract

Lingkungan sebagai bagian dari kehidupan mahluk hidup memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang tanaman. Penelitian yang mempelajari tumbuh kembang tanaman terus berlangsung hingga saat ini, misalnya untuk memperoleh formulasi optimal bagi tumbuh kembang tanaman yang diterapkan pada tanaman hidroponik. Penelitian dilakukan dengan memantau, merekam dan memberikan suatu perlakuan bagi tanaman. Perancangan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, perekaman, dan pengendalian parameter lingkungan pertumbuhan secara otomatis, sehingga membantu penelitian mengenai tumbuh kembang tanaman. Sistem ini berkerja memantau dan mengendalikan parameter lingkungan pertumbuhan dengan sensor,  mikrokontroler, dan pengendali parameter sesuai batas yang ditentukan oleh pengguna dan merekam serta menampilkan data hasil pemantauan parameter yang telah dilakukan dengan grafik pada komputer. Berdasarkan pengujian, sistem berhasil memantau, merekam, dan mengendalikan parameter lingkungan selama sistem beroperasi.
Penerapan Algoritma Divide and Conquer pada Perancangan Sistem Identitas Penduduk Berbasis Fingerprint David Sinandar; Pono Budi Mardjoko; Harlianto Tanudjaja
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 1 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.222 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i1.310

Abstract

Identitas penduduk di Indonesia saat ini menggunakan bentuk fisik kartu yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bentuk fisik ini rentan terhadap kehilangan dan kerusakan yang dapat menimbulkan masalah bagi masyarakat dan pemerintah. Salah satu solusi masalah ini adalah dengan menggunakan sistem identifikasi berbasis sidik jari, menggunakan algoritma divide and conquer. Program utama diatur untuk selalu siap mendeteksi sidik jari. Setelah sidik jari dipindai menggunakan sensor sidik jari, sensor mengubah pola sidik jari tersebut kedalam bentuk teks sehingga dapat disimpan pada basis data. Pola teks tersebut digunakan oleh sensor untuk dibandingkan dengan pola teks sidik jari yang tersimpan dalam database. Apabila tidak ditemukan pola sidik jari yang sama, maka program akan meminta orang tersebut untuk mengisi identitas lengkap dan apabila ditemukan pola sidik jari yang sama, maka seluruh data identitas akan ditampilkan. Identitas yang sudah didaftarkan dapat diubah apabila ada perubahan identitas, dan dapat dicetak ke dalam bentuk fisik apabila diperlukan. Perancangan sistem ini menggunakan perangkat lunak Visual Basic 6.0 sebagai program utama dan menggunakan MySQL Workbench 6.0 sebagai pembangun basis data. Pengujian sistem ini melibatkan total 240 sampel sidik jari, dan dari hasil pengujian didapatkan waktu pencarian yang lebih rendah bila dibandingkan dengan metode sekuensial.
The development of healthcare mobile robot for helping medical personnel in dealing with COVID-19 patients Nova Eka Budiyanta; Linda Wijayanti; Widodo Widjaja Basuki; Harlianto Tanudjaja; V. Budi Kartadinata
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 22, No 3: June 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v22.i3.pp1379-1388

Abstract

Coronavirus disease (COVID-19) pandemic has succeeded in shaking the whole world. This situation requires medical personnel to work extraordinarily to treat COVID-19 patients with very high risk of transmission. For this reason, this study aimed to helping medical personnel handle COVID-19 patients through robotic technology. The development method in this study is proposed as a way to develop robots to serve patients in isolation rooms controlled at a distance away from other rooms. From technical testing, the movement of the robot with a load of 12.59 kg only experienced a speed slowdown which was not too significant, namely at 0.43s with an average percentage of slowdown of 8.96%. The accuracy of the proximity sensor testing is close to perfect with an accuracy percentage of 99.62%. The robot control distance was monitored and running well. Also, the increase in motor temperature is not too large, supported by measurement results of 32.13%. From non-technical testing, based on the test results of the feasibility test of all respondents with 25 indicators reached a feasibility level of 91.46%. In other words, healthcare mobile robots developed for helping medical personnel in dealing with COVID-19 patients are very feasible to be applied in hospitals.