Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TEKNO

ANALISIS NERACA AIR SUNGAI MOAYAT DI TITIK BENDUNG MOAYAT Mokoginta, Rendy; Sumarauw, Jeffry S. F.; Tanudjaja, Lambertus
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Moayat adalah salah satu bangunan air yang terdapat di Kotamobagu, menyuplai kebutuhan air 2.255 Ha sawah fungsional di daerah irigasi Moayat dan 336 Ha sawah fungsional di Daerah Irigasi Pawak. Di kedua daerah ini masih terdapat lahan potensial yang masih bisa dikembangkan untuk lahan fungsional sawah sehingga perlu adanya pethitungan analisis neraca air di bendung Moayat. Analisis Ketersediaan air dihitung menggunakan NRECA, hasil kalibrasi dihitung dengan menggunakan Nash-Sutcliffe Coefficient dan mendapatkan nilai E sebesar 0.136. Parameter-parameter dari hasil kalibrasi digunakan untuk menghitung ketersediaan air. Ketersediaan air yang dihitung meliputi: Ketersediaan air tahun 2036 di mana dianggap terjadi penurunan debit sebesar 2% setiap tahun sejak 2016 dan ketersediaan air tahun 2036 dengan anggapan tidak terjadi penurunan debit. Analisis kebutuhan air dihitung kebutuhan air baku untuk kecamatan Modayag Barat serta kebutuhan air Daerah Irigasi Moayat, Pawak dan Lombiawan. Perhitungan kebutuhan air irgasi dihitung dengan membuat sistem pola tanam di mana dilakukan 3 musim tanam dalam satu tahun dan seluruh petak tersier dialiri sekaligus dengan sistem pengairan secara terus menerus. Hitungan untuk kebutuhan air irigasi juga dilakukan anggapan yang meliputi: kebutuhan air irgasi untuk lahan fungsional dan kebutuhan air irigasi di mana terjadi perubahan fungsi lahan potensial menjadi lahan fungsional sehingga luas lahan fungsional bertambah. Masing-masing anggapan ditambahkan dengan jumlah kebutuhan air baku sehingga didapatkan total kebutuhan air. Dari anggapan yang ada dibuat 4 alternatif untuk neraca air agar bisa dilihat kondisi ketersediaan dan kebutuhan air di titik bendung Moayat. Dari keempat alternatif yang ada semuanya mendapatkan nilai neraca air defisit, hanya di bulan bulan persiapan lahan irigasi didapat nilai surplus. Solusi untuk mengatasi kurangnya kebutuhan air di titik bendung Moayat adalah dengan Pengelolaan DAS, penerapan pola tanam serta tidak dialih-fungsikan lahan potensial menjadi lahan fungsional.
Analisis Debit Banjir Di Sungai Tondano Berdasarkan Simulasi Curah Hujan Rencana Tommy, .; Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tondano merupakan sungai ketiga terpanjang di Propinsi Sulawesi Utara. Memiliki panjang 39,9 km, dengan luas DAS  544,75 km2. Sungai  Tondano  adalah salah satu sungai yang berpotensi banjir. Salah satu penyebab terjadi banjir yaitu intensitas curah hujan dengan durasi yang panjang. Mengingat intensitas curah hujan merupakan faktor alam yang tak dapat dihindari, maka diperlukan suatu analisis debit banjir berdasarkan simulasi data curah hujan yang ada. Penentuan debit banjir ini menggunakan metode rasional yang kemudian dibuat suatu simulasi curah hujan rencana. Berdasarkan simulasi curah hujan rencana ini kemudian kombinasikan periode ulang tertentu tiap-tiap stasiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh besaran debit banjir rencana dengan beberapa kombinasi periode ulang yang disesuaikan dengan pola hujan di DAS Tondano. Untuk menghitung debit banjir di Sungai Tondano digunakan data hujan harian maksimum selama 20 tahun dari 6 stasiun yaitu, Stasiun Rumengkor, Stasiun Kaleosan, Stasiun Sawangan, Stasiun Noongan, Stasiun Paleloan, dan Stasiun Molompar dengan periode pencatatan tahun 1995 s/d 2014 dan menggunakan peta topografi skala 1:200.000. Berdasarkan kombinasi yang ada diperoleh total 30 kombinasi debit rencana, dengan 22 alternatif berbeda. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari data pola curah hujan yang ada (Tahun 2010-2014) memberikan kombinasi terbesar pada tanggal 15 Januari tahun 2014, dengan perolehan debit rencana terbesar adalah 783,62891 m3/det (alternatif 20). Kata kunci : sungai Tondano, debit banjir, curah hujan