Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sustainable Architectural Design in Indonesia: Responding the Current Environmental Challenges Tanuwidjaja, Gunawan; Leonardo, Lo
RUAS Vol. 9 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2011.009.02.5

Abstract

The impacts of environmental destructions were felt in Indonesia. The irregular weather patterns, extreme temperatures, as well as floods affected many vulnerable areas in the Country oftentimes. Great numbers of environmental as well as man-related disasters were recorded such as: 12 earthquakes & tsunamis (in 2009), 8 volcanic eruptions (in 2008), 631 floods & landslides (in 2009), and 340 typhoons (in 2009). In total 416 lives were killed and 7,444 houses damaged. And the increasing numbers of environmental disasters was observed. Further, poverty and weal legal enforcement caused deforestation and severe biodiversity loss. All these challenges required real solution with Indonesian Sustainable Architectural Design Framework, not only the “green rating”. And the objective of the research was to find Framework of Sustainable Architectural Design Strategy in Indonesia responding to social economic conditions and addressing these environmental challenges. The framework was urgently needed by Building Construction Sector especially by Indonesian Institute of Architects (IAI). And lastly, it should be sustained with the active participation of all stakeholdersKeywords: Indonesian Sustainable Architectural Design, Environmental Challenges in Indonesia
Evaluasi Kualitas Ruang Fasilitas Untuk Pasien Jantung Di Surabaya Berbasis Persepsi Pengguna Tanuwidjaja, Gunawan; Wonoseputro, Christine; Budihardja, Sastra
RUAS Vol. 12 No. 2 (2014)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.02.1

Abstract

Rumah Sakit harus didesain dengan baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan paripurna. Desain Rumah Sakit harus juga lebih ramah terhadap pasien Rumah Sakit sesuai standar mutu pelayanannya. Penyebab terbanyak penyakit jantung (cardiovasculer desease) ialah atherosclerosis dan/atau darah tinggi (hypertension). Berbagai faktor yang mempengaruhi ialah usia perubahan fisiologi dan morfologi fungsi kardiovaskuler. Fasilitas Penanganan Jantung penting untuk diteliti kualitas ruang dan dampaknya pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai kualitas ruang Rumah Sakit Jantung (ukuran ruang dan warna). Metode dokumentasi yang dipilih ialah menggunakan Metode Visual Research oleh Sanoff (1991) dan analisis terhadap denah yang ada. Kemudian dilakukan wawancara pada keluarga pasien untuk mengetahui persepsi mereka. Hasilnya diharapkan dapat memberi masukan bagi panduan desain fasilitas Penanganan Jantung yang sesuai dengan sosial budaya Indonesia.Kata kunci: jantung, kualitas ruang, ukuran ruang, warna, visual research,
Persepsi Mahasiswa Terhadap Atmosfer Tempat Makan Yang Menggugah Selera Terhadap Makanan Tradisional Tanuwidjaja, Gunawan; Sulendra, IGN; Natalia, Maria; Kusuma, Claudia B
RUAS Vol. 13 No. 2 (2015)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.4

Abstract

Makanan tradisional merupakan sesuatu yang penting untuk karena dikonsumsi beberapa generasi, sesuai dengan selera masyarakat lokal dan dari bahan-bahan makanan lokal. Di sisi lain, makanan tradisional saat ini dipandang kurang menarik dibandingkan dengan makanan – makanan modern seperi fast food, maupun juga makanan asing seperti makanan Eropa, makanan Jepang dll. Karena itu, sangat diperlukan sebuah riset tentang persepsi mahasiswa terhadap atmosfer (suasana) tempat makan tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif mengenai dengan metode dokumentasi Visual Research oleh Sanoff (1991). Kemudian divalidasi dengan penyebaran kuesioner kepada para mahasiswa sesuai dengan parameter dari Kotler, (1973), Turley & Milliman, (2000) serta Ariffin, dkk. (2011). Evaluasi kualitatif terhadap enam belas (16) restoran dan depot. Dan ditemukan tiga (3) tipologi yaitu: Restoran makanan tradisional yang bergaya arsitektur modern, Restoran makanan tradisional yang bergaya arsitektur tradisional, Depot makanan tradisional dengan atmosfer biasa. Dari ketiga perbandingan tipologi tempat makan yang menjual makanan tradisional di atas, didapati bahwa desain tempat makan yang menarik bagi mahasiswa UK Petra ialah restoran yang bergaya arsitektur modern, memiliki tingkat kebersihan yang baik, warna ruangan yang hangat dan pencahayaan yang hangat. Sehingga desain modern pada restoran ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mempertahankan citra positif ini pada makanan bahkan budaya tradisional. Hal ini pada akhirnya akan melestarikan kebhinekaan ruang arsitektur nusantara.Kata kunci: atmosfer, makanan tradisional, arsitektur modern, warna, pencahayaan
Persepsi Mahasiswa terhadap Warna Dinding Depan Kelas pada Tes Mengingat Tanuwidjaja, Gunawan; Elsiana, Feny; Yusani, Juniar; Haryogo, Maria Marsha; Khosuma, Christovel; Wijaya, Nerissa Arviana; Eunice W, Aurellia; Sistha, Larasasti
RUAS Vol. 14 No. 1 (2016)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.1

Abstract

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan yang ditangkap mereka dan memberikan makna/arti bagi lingkungan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar (Chan, 1996) yaitu aspek visual, akustik, estetika dan lingkungan termal. Studi terhadap warna biru (blue) memberi efek menenangkan (soothing effect) didapati pada orang–orang yang sedang melihat badan air yang besar atau langit terbuka, sementara oranye (orange) memberikan rangsangan (Kopacz, 2004). Pada percobaan ini, dilakukan intervensi warna biru dan oranye yang diterapkan hanya seluas 12 m2 di bagian depan ruangan dengan produk Nippon Paint. Jenis cat yang dipilih ialah Biru (Arctic Blue) dan Oranye (Sun Fresh), dan lampu Philips Cool White. Dari riset, mahasiswa pada saat mengerjakan psikotes tidak terlalu merasa dampak dari dinding di bagian depan ruangan. Kemungkinan hal ini, disebabkan karena mahasiswa hanya sesekali melihat ke depan selama tes. Disarankan warna biru dan oranye ini dapat diterapkan pada bagian langit–langit serta meja agar lebih mempengaruhi (biru terhadap ketenangan dan oranye terhadap semangat). Kata kunci: warna dinding, menenangkan, menyemangati
Butaro Hospital, a Sustainable Hospital with Participatory Design and Construction Process Tanuwidjaja, Gunawan; Yih-Jing Huang, Ellen; Sutanto, Ilena Hadi; Tobias, Antonius Archie; Ce Siong, Chen; Bahtiar, Jesslyn; Wirawan, Yohanes Richo
RUAS Vol. 14 No. 1 (2016)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.5

Abstract

Healthcare facilities are very important for sustainable rural regions in developing countries. The Republic of Rwanda, in central east Africa, suffered massive social conflict in 1994 between the Hutu and Tutsi. Furthermore the health problem happened in Burera District because of lack of a proper district hospital. Therefore, in January 2011, the Rwandan Ministry of Health and Partners in Health (PIH) opened the 140-bed Butaro Hospital in the Burera District of Rwanda. The paper-based research was conducted based on hospital’s architecture of Hatmoko, et.al. (2010). Analysis was made with based on the secondary data of Butaro Hospital. Lastly, primary data gathering would be conducted if the funding allowed. The Butaro Hospital was an affordable solution for healthcare problems in rural regions of the developing countries, especially the infectious diseases (such as: HIV, malaria, tuberculosis, nose-ear-and-throat disease). Sustainable innovative solutions for minimum infection were implemented such as: external corridors, large-radius-low-speed fans (with diameters of 24 feet), high-louvered windows, germicidal UV lights, and non-permeable-continuous flooring. The construction of the hospital also would reduce the impact of political crisis in 1994. The project created 4,000 jobs for local craftsmen and local residents. They were initially trained for manual excavation, construction, and project management, before involving in the hospital construction. Therefore, the Butaro Hospital supported the smart regions of Burera area.Keywords: Sustainable and affordable hospital, participatory design, local material