Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Factors Related with Nursing Spiritual Care Competence Supriyadi Supriyadi; Gani Apriningtyas Budiyati; Umi Kulsum; Jihan Tirta Yanti; Riskiyanti Riskiyanti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 4 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.687 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i4.671

Abstract

Humans are composed of various dimensions, namely physiological, psychological, sociocultural and spiritual. When sick, all these dimensions are affected. Therefore, nurses must be able to provide holistic nursing care. Holistic nursing care views the spiritual part of the service that must be fulfilled because meeting spiritual needs has the impact of accelerating the patient's healing process. Spiritual nursing care can be implemented if the nurse has spiritual care competence. Spiritual upbringing is influenced by various things including beliefs and values, skills, experience, personality characteristics, motivation, emotional issues, intellectual abilities and organizational culture. The purpose of the study was to determine the factors related to the competence of nurses' spiritual care. The research design used was descriptive correlation with cross sectional approach. The population in this study were clinical nurses in Bantul, Yogyakarta. The sampling technique used was purposive sampling, obtained a sample of 71 respondents. Data collected with spiritual care knowledge and motivation questionnaire, Daily Spiritual Experience Scale (DSES), spiritual care competen scale (SCCS) and than analyzed by Kendall’s Tau. The results of the study were that the majority of nurses had knowledge of high spiritual care 60 respondents (82%), high spirituality 43 respondents (59%), moderate motivation 39 respondents (54%) and moderate spiritual care competence 48 respondents (6%). The variable most related to spiritual care competence is the spirituality of nurses with a p-value of 0.000.
Penyuluhan Kesehatan dalam Rangka Pencegahan Covid 19 Sri Nur Hartiningsih; Pipin Nurhayati; Gani Apriningtyas Budiyati; Eka Oktavianto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1175

Abstract

Covid 19 merupakan wabah yang tersebar dan disebabkan oleh infeksi virus SARS-Cov-2. Gangguan Kesehatan yang ditimbulkan oleh Covid 19 ini mengakibatkan gangguan pernafasan. Upaya pencegahan penularan Covid 19 dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, salah satu cara peningkatan pengetahuan dengan penyuluhan/Pendidikan Kesehatan. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan sebagai upaya pencegahan penluaran Covid 19 di Dusun Mertosanan Wetan RT 10, Potorono, Banguntapan, Bantul. Kegiatan abdimas ini dilakukan secara online, sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan postes dan dilakukan postes dia kahir kegiatan Pendidikan Kesehatan. Setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan covid 19 terjadi peningkatan pengetahuan pada masyarakat di Dusun Mertosanan, sebelum dilakukan penyuluhan 15 orang (60%), 10 orang (40%) setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan Covid 19 meningkat semua responden dengan nilai kategori baik 25 orang (100%). Kegiatan abdimas yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan Covid 19.
Relationship between Knowledge and Preventive Behavior of Leptospirosis in Berbah District Sleman Regency Yogyakarta in 2021 Murwani, Arita; Ashar, Hadi; Apriningtyas Budiyati, Gani
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v10i3.33076

Abstract

Public Health is the resultant from an balance of individual, agent, and environment problems. Individual knowledge and the ability to adapt to the environment vary greatly. The individual awareness and sensibility towards surroundings will contribute to the public health status. Environmental factor in the raining season with high intensity of rainfall cause some risks such as flood. It can be a disaster and destroy the facilities in the area. This can be a transmission media, a new habitat of insects for certain disease, one of them is Leptospirosis. The condition after flood with low level of clean water facilities can make these bacteria live and reproduce, with warm temperatures, neutral pH of water, humidity and also high rainfall. Leptospirosis cases in Indonesia are sufficiently high which in 2019, there are 845 cases with mortality rate for 16.26%. Some factors may affect the number of the case. This research is aimed to know the factors related to the preventive behavior of leptospirosis. It was held in Public Health Center Berbah Yogyakarta. The method of research is quantitative research with design survey method, quasi experiment. The population is the clients visiting to Public Health Center Berbah, with the average number of clients coming are 200 clients/day. The sample is taken by accidental sampling to the clients with the number of daily visits (50 persons). The result shows, that of five analyzed factors, knowledge is the factor related to the preventive behavior of leptospirosis.
Edukasi kesehatan menggunakan media video dan booklet dapat meningkatkan praktik kader dalam penyuluhan pencegahan HIV/AIDS: Health education using video media and booklets can improve cadre practices in HIV/AIDS prevention counseling Sri Nur Hartiningsih; Andri Setyorini; Suryati; Gani Apriningtyas Budiyati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.464

Abstract

Latar Belakang: Pengidap HIV/AIDS dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. pemerintah telah menggalakkan program edukasi ke masyarakat untuk menekan penularan HIV/AIDS di masyarakat, hanya saja hasilnya belum optimal, sehingga peran kader kesehatan di masyarakat perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka penularan HIV/AIDS. Media edukasi perlu didikembangkan untuk mempermudah dalam memberikan edukasi ke masyarakat.   Tujuan: Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan praktik kader dalam memberikan penyuluhan di masyarakat tentang pencegahan HIV/AIDS. Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research),  peserta kegiatan ini adalah kader kesehatan Padukuhan Panjatan, Kulon Progo,  Yogyakarta, yang berjumlah 25 kader. Edukasi ini dilakukan  secara tatap muka yang bertempat di Aula Balai Desa Panjatan, dengan total kegiatan selama 3 jam, dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama, dilakukan edukasi dengan menggunakan media video, dan booklet serta metode ceramah, sesi ke 2 dilakukan praktik kader. Instrumen yang digunakan adalah ceklish praktik kader. Mitra pada kegiatan ini adalah Kader di Padukuhan Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. Hasil: Setelah dilakukan edukasi pencegahan HIV/AIDS dapat meningkatkan praktik kader dalam melakukan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dengan peningkatan skor praktik kader 47,03 dengan p value 0,000. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dengan menggunakan media video dan booklet dapat meningkatkan praktik kader dalam memberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS.  
Promosi kesehatan pada guru SLB PGRI Nanggulan sebagai upaya pencegahan merokok elektronik pada anak berkebutuhan khusus (ABK): Health promotion for teachers at PGRI Nanggulan Special School as an effort to prevent electronic cigarette use among children with special needs Gani Apriningtyas Budiyati; Ardhian Indra Darmawan; Niken Setyaningrum
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Perilaku merokok masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Hal yang mengkhawatirkan yaitu adanya persepsi bahwa rokok elektronik dinilai lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan penggunaan rokok elektronik adalah anak berkebutuhan khusus. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang bahaya rokok elektronik pada anak berkebutuhan khusus di SLB PGRI Nanggulan Metode: Pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode service learning yang dilakukan di SLB PGRI Nanggulan dengan total waktu 60 menit. Peserta pengabdian ini adalah guru SLB PGRI Nanggulan dengan jumlah peserta 11 guru. Kegiatan ini dilakukan dengan 2 sesi. Sesi 1 tahap persiapan tahap ke 2 melakukan penyuluhan, dengan metode penyuluhan interaktif, sebelum dilakukan pretes dan diakhiri postes yang menggunakan instrument kuesioner pengetahuan. Mitra pada kegiatan ini adalah SLB  PGRI Naggulan. Hasil: Setelah dilakukan promosi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dengan peningkatan skor pengetahuan rata-rata 30. Sebelum dilakukan penyuluhan, reata-rata nilai pengetahuan yaitu 70 dan setelah dilakukan penyuluhan mencapai rata-rata nilai 100. Simpulan: Adanya peningkatan pengetahuan guru SLB PGRI Nanggulan tentang bahaya rokok elektronik pada anak berkebutuhan khusus.
Hubungan Antara Status Merokok Elektronik Orangtua dengan Perilaku Merokok Elektronik Pada Remaja Budiyati, Gani Apriningtyas; Suryati, Suryati
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1367

Abstract

Latar belakang:  Perilaku merokok mengalami peningkatan terlebih di kalangan remaja. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku merokok elektronik ini, salah satunya yaitu status merokok orangtua. Orangtua sebagai lingkungan terdekat remaja berpotensi untuk menjadi contoh dalam berperilaku. Melihat kecenderungan remaja yang merokok elektronik dan trend rokok elektronik, perlu untuk mengetahui hubungan antara status merokok orangtua dengan perilaku merokok elektronik pada remaja Tujuan: Mengetahui hubungan antara status merokok elektronik orangtua dengan perilaku merokok elektronik pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 40 sampel yaitu remaja SMP. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Kuesioner yang digunakan menggunakan kuesioner status merokok orangtua dan kuesioner merokok elektronik remaja. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi menggunakan Chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas remaja bukan perokok elektronik (90,6%). Dari uji korelasi menunjukkan p value sebesar 0,082 (p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara status merokok elektronik orangtua dengan perilaku merokok elektronik pada remaja Kesimpulan: Dalam penelitian ini tidak ditunjukkan adanya hubungan antara status merokok elektronik orangtua dengan perilaku merokok elektronik pada remaja.
Hubungan karakteristik keluarga dengan perilaku merokok pada remaja: Description of family characteristics and smoking behavior in adolescent Gani Apriningtyas Budiyati; Eka Oktavianto
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.506

Abstract

Latar belakang: Perilaku merokok khususnya pada remaja merupakan perilaku berisiko. Namun yang perlu menjadi perhatian Adalah perilaku merokok turut distimulasi oleh perilaku orangtua. Orangtua sebagai lingkungan terdekat remaja seharusnya dapat menjadi benteng perlindungan dalam perilaku berisiko. Oleh karena hal tersebut perlu adanya kajian lebih lanjut tentang hubungan antara perilaku merokok orangtua dengan perilaku merokok remaja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan karakteristik orangtua dan perilaku merokok orangtua dengan perilaku merokok remaja. Metode: Penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada remaja SMP di Kota Yogayakarta. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 remaja. Sampel pada penelitian ini diambil dengan accidental sampling dan berjumlah 37 remaja. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik responden, kuesioner perilaku merokok orangtua dan kuesioner perilaku merokok remaja. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan karakteristik orangtua dan perilaku merokok orangtua dengan perilaku merokok remaja. Hasil: Penelitian menunjukkan hubungan pekerjaan ayah dengan perilaku merokok remaja dengan nilai p sebesar 0,414 (p>0,05), hubungan antara pekerjaan ibu dengan perilaku merokok remaja menunjukkan nilai p sebesar 0,512 (p>0,05) serta hubungan perilaku merokok orangtua dengan perilaku merokok pada remaja yang menunjukkan nilai p yaitu 0,414 (p>0,05).  Simpulan: Dari hasil tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, perilaku merokok orangtua dengan perilaku merokok pada remaja. Perilaku merokok pada remaja merupakan perilaku yang komplek dan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor selain karakteristik orangtua dan perilaku merokok orangtua.
Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua dengan Tingkat Kepercayan Diri Remaja Usman, Magfira Abdul Talib; Suryati, Suryati; Budiyati, Gani Apriningtyas
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1354

Abstract

Latar belakang: Kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang tua pada remaja dapat berdampak negatif. Orang tua yang berbicara kasar dapat membuat anak merasa tidak aman dan takut, hal tersebut merupakan musuh terbesar dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kekerasan verbal orang tua terhadap tingkat kepercayaan diri pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional yaitu penelitian yang menghubungkan antara dua variabel. Metode yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 11 IPA/IPS. Besar sampel ditentukan dengan Rumus Slovin didapatkan sejumlah 70 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Responden pada penelitian ini merupakan siswa yang tinggal bersama orangtua. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kekerasan verbal dan kuesioner kepercayaan diri pada remaja. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kekerasan verbal orang tua pada remaja berada kategori rendah dengan mayoritas sebanyak 65 orang (92,9%), sedangkan kepercayaan diri remaja termasuk dalam kategori tinggi dengan mayoritas sebanyak 36 orang (51,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan tingkat kepercayaan diri remaja di MAN 2 Yogyakarta.