Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

SUPLEMENTASI VITAMIN A PADA ANAK DIARE USIA 12– 59 BULAN Susilowati, Latifah; Hutasoit, Masta
Journal of Holistic Nursing Science Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.429 KB) | DOI: 10.31603/nursing.v7i1.2977

Abstract

Diarrhea is the leading cause of infant mortality in Indonesia. Data from the Bantul District Health Office showed that the diarrhea morbidity rate in 2015 was 4.57 per 1000 population. World Health Organization launched program to reduce morbidity and mortality due to pneumonia and diarrhea by recommending supplementation of vitamin A as an effort to maintain health since baby was born. The purpose of this study was to determine the correlation of vitamin A supplementation with the incidence of diarrhea in children aged 12 - 59 months in Kasihan 1 Public Health Center. This study was used case control design with a retrospective approach. The number of control and case group were 44 children of each. Researcher collected data of children aged 12 - 59 months who suffered diarrhea last 6 months then conducted a home visit to ask about the history of vitamin A supplementation in children. There was no statistically significant correlation between vitamin A supplementation and the incidence of diarrhea in children aged 12 - 59 months. Health workers especially nurses need to increase public awareness of vitamin A supplementation to children under five years old as a form of support for government program to prevent diarrhea.
FUNGSI KOGNITIF MENENTUKAN KUALITAS HIDUP LANSIA Susilowati, Latifah; Istianah, Umi
Jurnal Media Ilmu Kesehatan Vol 1 No 2 (2012): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.895 KB)

Abstract

Introduction: Elderly will experience the aging process that affects the change in physical condition,function, psychosocial aspects, and social roles. One of functional changes in the elderly is a change incognitive function. Decreased cognitive function is one of the factors that can affect the lives of the elderly, especially the quality of their lives. The objective of this study was to determine the relationship between cognitive function and quality of life in elderly in the Hamlet of Gamping Kidul. This study provides information and an ove rview of cognitively impaired elderly in various levels and their quality oflife. Methods: This study was an observational research with a cross sectional design. The number of samples was 107 elderly people who fit the criteria of inclusion and exclusion. Measurement of cognitive function used an instrument of MMSE (Mini Mental State Examination) and measurement of quality of life used the instrument of CBS (Cornell Brown Scale). Statistical test used Spearman Rho correlation test. Results: Based on the results of the study, 94 respondents (87.9%) had no cognitive impairment, 11 respondents (10.3%) had mild cognitive impairment, and 2 respondents (1.8%) had severe cognitiveimpairment. Spearman Rho correlation test results showed a p value of 0.000 (p<0.05). Significan cevalues showed a significant correlation between cognitive functionand quality of life. Conclusion: There was a significant relationship between cognitive function and quality of life of elderly people in the Hamlet of Gamping Kidul, Sleman, Yogyakarta. It is suggested that appropriate activities should be held to maintain cognitive function in the elderly. Keywords: Elderly, cognitive function, quality of life
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANTARA PEMBELAJARAN KBK DAN PEMBELAJARAN KBI DI STIKES JENDERAL ACHMAD YANIYOGYAKARTA Iskandar, Rahayu; Susilowati, Latifah; Permatahati, Diah
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 4 No 3 (2015): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.074 KB)

Abstract

Background: Curriculum applied in Indonesia had some changes and perfections, one of them was the change of Content-Based Curriculum or KBI (Kurikulum Berbasis Isi). This curriculum was changed to Competence-Based Curriculum or KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). KBIis an operational curriculum arrangged, developed and conducted in every education unit that has been ready and able to apply the curriculum, while KBK is a group of plans and managements including the competence and the result of study that should be achieved by the student, scoring system, teaching learning activity and empowerement of the resources. The change of applying curriculum in Indonesia aimed to able the student to work well in national and even international scope. Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta had some changes of curriculum from KBI to KBK that applied for students in the academic year of 2014/2015. Whereas, KBI is applied for student in the academic year of 2011/2012 and 2012/2013. KBK impementation affected the students GPA (Grade Point Average). Objective: To study the difference of the students learning achievement who used KBK and KBI in their curriculum in Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Method: This research was Cross Sectional. The number of the sample were 145 respondents of the nursing students that consisted of students in semester 2, 4, 6, and 8. To analyze the data, the researcher used univariat analysis and bivariat analysis that used t-test independent with p < 0.05 of significance level. Result: There was a significance difference of students’ GPA who applied KBK and KBI (p= .000). The average students’ GPA who used KBIsystem was higher 0.4 than the students who applied KBK system. Conclusion: The difference of applying curriculum in Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta affected the differences in GPA. The student who used KBI system obtained higher average than the students who applied KBK system. Keywords: KBK (Competence-Based Curriculum),KBI (Content-Based Curriculum), students learning achievement.
Pencegahan Stunting Pada Balita Selama Masa Pandemi Covid-19 Melalui Edukasi Audiovisual Susilowati, Latifah; Trisetiyaningsih, Yanita; Nursanti, Ida
Community Empowerment Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.79 KB) | DOI: 10.31603/ce.4500

Abstract

Kejadian balita pendek atau yang biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Balita stunting akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Angka prevalensi kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi balita sangat pendek dan pendek usia 0-59 bulan di Indonesia sebesar 9,8% dan 19,8%. Pada tahun 2019 prevalensi balita di Kota Yogyakarta mencapai 20%. Posyandu Kunir V merupakan salah satu posyandu yang terletak di Kota Yogyakarta, maka perlu adanya tindakan untuk mencegah agar stunting pada balita tidak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam melakukan pencegahan stunting pada balita. Kegiatan ini dibagi dalam 3 tahap yaitu tahap persiapan yang dilakukan dengan melakukan pendataan dan pengkajian terhadap masalah, pemberian penyuluhan kepada orang tua, serta post-test dan tahap akhir berupa pembuatan laporan, evaluasi dan tindak lanjut kegiatan ini. Pengabdian masyarakat diikuti oleh ibu dengan balita sebanyak 19 orang. Pengabdi memberikan edukasi kepada orang tua menggunakan media audiovisual yaitu menggunakan video yang menjelaskan tindakan pencegahan stunting pada balita selama masa pandemi Covid-19. Hasil evaluasi tingkat pengetahuan orang tua tentang pencegahan stunting menunjukkan bahwa sebesar 84,2 % ibu memiliki pengetahuan baik dan 15,8 % memiliki pengetahuan cukup, tidak ada yang berpengetahuan kurang. Edukasi tentang pencegahan stunting dapat meningkatkan pengetahuan orang tua sehingga hal tersebut dapat menjadi dasar bagi orang tua untuk melakukan tindakan agar anaknya dapat terhindar dari stunting dan memiliki perkembangan serta pertumbuhan yang maksimal.
Penurunan Stres Ibu Pada Saat Masa Pandemi Covid 19 Di Posyandu Kunir V Wirobrajan Melalui Terapi Relaksasi Hipnosis 5 Jari dan Musik Hidayati, Rizqi Wahyu Hidayati; Nirmalasari, Novita; Susilowati, Latifah
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 1 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.697 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i1.582

Abstract

Stres di masa pandemi merupakan ketakutan dan kecemasan tentang kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi. Seseorang yang mengalami stress akan timbul gejala seperti perubahan pola tidur, pola makan, dan kesulitan konsentrasi. Faktor penyebab stres pada ibu antara lain adanya double burden yang terdiri pengasuhan anak, ibu rumah tangga, dan ibu bekerja. Sehingga manajemen stres dibutuhkan untuk mengurangi stres tersebut. Manajemen yang digunakan yaitu hypnosis lima jari dan terapi musik. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan level stres ibu selama masa pandemi. Pengabdian ini menggunakan metode pengajaran langsung dengan dibantu video terapi pada ibu. Sebelum dan sesudah kegiatan nilai stres ibu diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS). Rata-rata itu mengalami stres sedang baik sebelum dan sesudah terapi. Selain itu, nilai p value juga menunjukkan 0, 802 (p > 0,05). Hal ini berarti bahwa terapi relaksasi yang dilakukan tidak memberikan penurunan secara bermakna. Maka, perlu dilakukan kegiatan tindak lanjut untuk mengatasi masalah tersebut.
Gangguan Psikologis pada Pasien Diabetes Melitus Di Masa Pandemi Covid-19 Dusun Kanoman, Pleret, Bantul Hidayati, Rizqi Wahyu; Susilowati, Latifah; Nirmalasari, Novita
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.062 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.632

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai masalah psikologis, terutama pada pasien dengan penyakit komorbid, salah satunya yaitu diabetes melitus. Hal ini terbukti bahwa sebanyak 65% orang mengalamai masalah tersebut, antara lain depresi, cemas, gangguan tidur, hingga sindrom pasca trauma. Namun, hingga saat ini, gangguan psikologis tersebut masih dianggap sebelah mata. Hal ini juga terjadi di Dusun Kanoman, Pleret, Bantul. Sehingga pengabdian ini bertujuan untuk memeriksa status psikologis masyarakat yang menderita Diabetes Melitus di masa pandemic Covid. Kegiatan pengabdian meliputi pemeriksaan psikologis dengan menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress 21 Scale (DASS 21) dan konsultasi. Kuesioner ini memeriksa depresi, cemas, dan stress yang dialami penderita diabetes melitus. Kemudian, hasil dianalisis menggunakan SPSS 25. Berdasarkan hasil diketahui bahwa 20% penderita mengalami depresi sedang, 13,3% mengalami cemas sedang, dan 6,7% mengalami stress ringan. Setelah pemeriksaan, peserta diarahkan ke meja konsultasi. Di meja tersebut, peserta diajarkan cara-cara untuk manajemen relaksasi seperti nafas dalam dengan disertai afirmasi positif, spiritual relaxation techniques, dan terapi musik. KATA KUNCI: Gangguan Psikologis; Covid-19; Diabetes Melitus ABSTRACT The Covid-19 pandemic caused various psychological problems, especially in patients with comorbid diseases, such as diabetes mellitus. It was proven that as much as 65% of people who experience these problems, including depression, anxiety, sleep disorders, and post-traumatic syndrome. However, until now, this psychological disorder is not still considered. This also happened in Kanoman, Pleret, Bantul. So that this service aimed to examine the psychological status of people suffering from Diabetes Mellitus during the Covid pandemic. Service activities include psychological examinations using the Depression, Anxiety, and Stress 21 Scale (DASS 21) questionnaire and consultation. This questionnaire examines depression, anxiety, and stress experienced by people with diabetes mellitus. Then, the results were analysed using SPSS 25. Based on the results, it was found that 20% of patients had got moderate depression, 13.3% moderate anxiety, and 6.7% mild stress. After the examination, participants were directed to the consultation table. At the table, participants had mental health promotion about relaxation management techniques such as deep breathing accompanied by positive affirmations, spiritual relaxation techniques, and music therapy.
Pemberian Stimulasi Pertumbuhan dan perkembangan oleh Ibu Berhubungan Dengan Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun Devi Nurhayati; Latifah Susilowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk106

Abstract

Children entering the age of 1-3 years of development stage whose behavior starts to be influenced by the external environment and family environment that must provide good stimulation for children. Mother's behavior about stimulation is assessed as a basic need to hone child development and improve her abilities. The purpose of this study was determined the correlation between maternal behavior about growth and development stimulation with the development of children aged 1-3 years in Depok, Sleman, Yogyakarta. This study was used descriptive analytic method with cross sectional approach. 79 mothers and children taken by purposive sampling technique. Researchers collected data on respondents when mothers and children came to the posyandu. Respondents who were not present at the posyandu, the researchers collected data through home visits. The mother filled out a questionnaire about the mother's behavior in giving stimulation of child growth and development first, then the researcher conducted development using Denver II. The data collected was analyzed using the Spearman test. The most of mothers had good behavior in the stimulation of child growth and development that is 65 respondents (82.2%), and most of the children in the normal category are 58 respondents (73.4%). Based on Spearman's test the p value = 0.016 so that there is a relationship between maternal behavior about growth and development stimulation with child development, and the value of the closeness of a weak relationship is 0.269. There is a correlation between maternal behavior regarding growth and development stimulation with the development of children aged 1-3 years. Keywords: mother behavior; stimulation; growth and development; children aged 1-3 years ABSTRAK Orang tua terutama ibu harus memberikan stimulasi yang baik bagi anak. Perilaku ibu tentang stimulasi merupakan kebutuhan dasar untuk mengasah perkembangan anak dan meningkatkan kemampuannya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemberian stimulasi pertumbuhan dan perkembangan dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun di Depok, Sleman. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 ibu dan anak diambil dengan teknik purposive sampling. Peneliti melakukan pengambilan data pada responden saat ibu dan anak datang ke posyandu. Bagi calon responden yang tidak hadir pada saat posyandu maka peneliti melakukan pengambilan data melalui kunjungan rumah. Ibu mengisi kuesioner tentang perilaku ibu dalam pemberian stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak terlebih dahulu selanjutnya peneliti melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan pada anak menggunakan Denver II. Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Sebagian besar Ibu memiliki perilaku baik dalam stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu 65 responden (82,3%) dan sebagian besar anak perkembangannya dalam kategori normal yaitu sebanyak 58 responden (73,4%). Berdasarkan uji Spearman hasil nilai p=0,016 sehingga ada hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian stimulasi pertumbuhan dan perkembangan dengan perkembangan anak, dan nilai keeratan hubungan lemah yaitu 0,269. Ada hubungan antara perilaku ibu tentang stimulasi pertumbuhan dan perkembangan dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun. Kata kunci: perilaku ibu; stimulasi; pertumbuhan dan perkembangan; anak usia 1-3 tahun
PENGARUH TERAPI HYPNOFIVESIC TERHADAP DEPRESI, CEMAS, DAN STRES MAHASISWA DALAM MENJALANI PROSES BELAJAR MENGAJAR DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Rizqi Wahyu Hidayati; Latifah Susilowati; Khristina Dias Utami
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36053/mesencephalon.v7i1.253

Abstract

Proses belajar mengajar secara daring (dalam jaringan) atau online memilikikekurangan yaitu beberapa orang merasa tidak nyaman, adanya kemungkinan muncul perilaku frustasi, kecemasan dan kebingungan. Oleh karena itu penting untuk menurunkan gejala kecemasan, stres, dan depesi agar mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran daring dengan baik. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan manajemen relaksasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hypnofivesic terhadap cemas, stres, dan depresi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy experimental pre post test. Penelitian dilakukan 3 sesi dengan masing-masing sesi dilaksanakan 15 menit. Responden yang digunakan berjumlah 34 orang, kriteria inklusi antara lain: usia 19 – 40 tahun; memiliki telepon seluler dengan fitur video; memiliki media social atau komunikasi untuk mengirimkan video. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu memiliki gangguan mental lain, sedang melakukan skripsi, menjalani Ners. Penelitian ini ingin mengetahui nilai stres, cemas, dan depresi, sehingga kuesioner menggunakan DASS 21. DASS 21 tersebut memiliki 21 item. Hasil penelitian yaitu mayoritas responden adalah perempuan (94,1%). Terapi ini efektif untuk menurunkan stress (p = 0,00), cemas (0,006), dan depresi (p 0,002) pada mahasiswa. Oleh karena itu, terapi ini efektif untuk menurunkan stress, cemas, dan depresi pada mahasiswa dengan pembelajaran online. Sehingga terapi ini dapat diimplementasikan oleh mahasiswa secara mandiri untuk mengurangi stress, cemas, dan depresi.
PENDAMPINGAN REMAJA DI PIK-R SMA NEGERI 3 BANTUL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SEKS BEBAS Latifah Susilowati; Yanita Trisetiyaningsih; Dwi Yati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pada masa remaja terjadi berbagai macam perubahan yang cukup signifikan baik secara fisik, biologis, mental dan emosional serta psikososial. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi perubahan tersebut dapat menimbulkan berbagai perilaku seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, Penyakit Menular Seksual (PMS), kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, seks bebas. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang seks pra nikah pada remaja agar terhindar dari seks bebas. Remaja memperoleh informasi tersebut salah satunya melalui Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-R) Tujuan: Melalui kegiatan pendampingan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang seks pra nikah sehingga mencegah seks bebas di kalangan remaja. Metode: Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah remaja siswa kelas X di SMA Negeri 3 Bantul. Kegiatan diawali dengan pretest tentang pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pra nikah. Selanjutnya diskusi peserta dalam kelompok kecil kemudian dilanjutkan pemberian materi menggunakan metode ceramah. Diakhir peserta dievaluasi melalui posttest. Hasil: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks pranikah pada remaja terhadap pengetahuan dan sikap remaja di PIK-R SMA 3 Bantul. Kesimpulan: Pendampingan remaja di PIK-R melalui pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah sehingga remaja dapat terhindar dari seks bebas.
Penurunan Stres Ibu Pada Saat Masa Pandemi Covid 19 Di Posyandu Kunir V Wirobrajan Melalui Terapi Relaksasi Hipnosis 5 Jari dan Musik Novita Nirmalasari; Latifah Susilowati; Rizqi Wahyu Hidayati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 1 (2021): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v3i1.582

Abstract

Stres di masa pandemi merupakan ketakutan dan kecemasan tentang kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi. Seseorang yang mengalami stress akan timbul gejala seperti perubahan pola tidur, pola makan, dan kesulitan konsentrasi. Faktor penyebab stres pada ibu antara lain adanya double burden yang terdiri pengasuhan anak, ibu rumah tangga, dan ibu bekerja. Sehingga manajemen stres dibutuhkan untuk mengurangi stres tersebut. Manajemen yang digunakan yaitu hypnosis lima jari dan terapi musik. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan level stres ibu selama masa pandemi. Pengabdian ini menggunakan metode pengajaran langsung dengan dibantu video terapi pada ibu. Sebelum dan sesudah kegiatan nilai stres ibu diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS). Rata-rata itu mengalami stres sedang baik sebelum dan sesudah terapi. Selain itu, nilai p value juga menunjukkan 0, 802 (p > 0,05). Hal ini berarti bahwa terapi relaksasi yang dilakukan tidak memberikan penurunan secara bermakna. Maka, perlu dilakukan kegiatan tindak lanjut untuk mengatasi masalah tersebut.