Ngakan Putu Ngurah Nityasa
Prodi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PUSAT KEBUGARAN DAN HIBURAN KELUARGA DI KABUPATEN BADUNG Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Agus Wiryadhi Saidi; I Putu Edy Putra Ariawan
Jurnal Teknik Gradien Vol 10 No 1 (2018): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat kebugaran merupakan suatu tempat untuk melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan olah tubuh, latihan maupun olahraga yang bertujuan untuk mendapatkan kebugaran dan kondisi badan yang sehat secara fisik dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasa kelelahanyang berlebih. Rekreasi pada masa kini merupakan suatu kebutuhan penting bagi masyarakat, di tengah padatnya aktivitas untuk mengurangi tingkat stress sehingga dibutuhkan suatu tempat untuk menghibur diri. Hal tersebut mendasari perancangan Pusat Kebugaran dan Hiburan Keluarga di Kabupaten Badung yang bertujuan untuk mewadahi kegiatan yang berhubungan dengan olah tubuh, latihan maupun olahraga dan juga sebagai tempat untuk melakukan suatu kegiatan yang menyenangkan. Pengumpulan data penulis menggunakan beberapa metode seperti : metode observasi, metode wawancara, studi literatur dan studi banding. Penerapan konsep "energik dan rekreatif" pada tempat ini bertujuan agar dapat membantu civitas dalam menikmati semua fasilitas di tempat ini dengan baik dan maksimal. Penerapan tema Green Architecture yang diterapkan pada rancangan diantaranya terkait pencahayaan alami, penghawaan dan material yang digunakan seperti beton expose pada sebagian besar dinding bangunan ini dan tidak banyak menggunakan ornamen. Menggunakan warna yang membangkitkan semangat untuk berolahraga seperti warna merah, hijau dan biru dibeberapa bagian dinding dan lantai karpet. Hal tersebut merupakan dasar dalam penyusunan program antara lain : program fungsional, program ruang dan program site. Setelah proses penyusunan program hasil akhir dari proses tersebut berupa konsep perencanaan dan perancangan Pusat Kebugaran dan Hiburan Keluarga di Kabupaten Badung. Fasilitas yang diwadahi meliputi : Gym, studio, karaoke, movie box, restoran, konsultasi kebugaran, retail, ruang bermain anak, kolam renang, spa, sauna dan gedung serbaguna.
RESOR AGROWISATA DI PELAGA Ni Made Dwi Arini; Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Ketut Witarka Yudiata
Jurnal Teknik Gradien Vol 9 No 1 (2017): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resor Agrowisata di Pelaga merupakan suatu tempat rekreasi yang sekaligus mewadahi pengembangan sektor agrobisnis di Pelaga yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Pelaga. Resor ini memiliki fasilitas lengkap yang akan menunjang kegiatan agrowisata yang ditunjang dengan akomodasi wisata. Sesuai dengan konsep dasar yang diterapkan pada resor adalah rekreatif, edukatif, dan ekologis menyesuaikan dengan kebutuhan rekreasi alam di sektor agrobisnis. Fasilitas yang disediakan mencakup lahan agrowisata termasuk stand-stand pengolahan hasil pertaniannya, hotel dan villa, restoran, ruang serbaguna, outbond, camping ground, serta stand-stand cendramata yang memudahkan pengunjung untuk membeli oleh-oleh khas daerah. Tema rancangan yang dipilh adalah arsitektur neo venakular, karena berkaitan erat dengan faktor lokasi dan konsep dasar ekologis yang menekankan pelestarian alam. Resor Agrowisata di Pelaga berlokasi di Jalan Arjuna Banjar Bukian Desa Pelaga, Badung - Bali, direncanakan dengan luas lahan 5.85 ha. Konsep dasar perancangan tapak, yaitu ekologis mengacu pada tapak dengan tetap mempertimbangkan mempertahankan lahan perkebunan yang sudah ada sebagai lahan kerjasama yang akan dikembangkan sebagai agrowisata. Selain itu perencanaan tapak juga dipengaruhi oleh iklim, view, topografi, vegetasi, dan jaringan utilitas yang ada. Dari segi konsep dasar rekreatif dan edukatif pola dan hubungan ruangan di disain dengan dinamis dan informatif. Utilitas site memanfaatkan kontur site dengan memaksimalkan utilitas sistem gravitasi. Tema rancangan yang diterapkan adalah tema Noevernakular dengan menambilkan ciri-ciri arsitektur Bali, seperti bentuk atap, pemakaian batu alam dan bata ekspose, serta penggunaan material local lainnya.
ASHRAM MEDITASI KUNDALINI DI BADUNG I Ketut Suita; Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Ida Bagus Idedhyana
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia spiritual di Bali khususnya meditasi kundalini membawa perubahan dalam aspek–aspek kehidupan masyarakat, metode baru dalam pembangkitan kundalini secara singkat yang dikenal dengan metode inisiasi berdampak pada tingginya minat masyarakat untuk mempelajari dan mendalami kundalini melalui meditasi.Sampai saat ini, di Kabupaten Badung belum terdapat tempat atau wadah yang menampung minat masyarakat untuk mempelajari dan mendalami meditasi kundalini secara intensif yang bersifat pendidikan non formal berbasis spiritual.Dalam perancangan Ashram Meditasi Kundalini di Badung ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, studi literatur, wawancara maupun melalui media internet. Data-data yang telah diperoleh akan diproses melalui kompilasi, análisis, dan sintesis, dari proses tersebut dihasilkan spesifikasi umum dan spesifikasi khusus. Ashram Meditasi Kundalini di Badung merupakan tempat tinggal para guru dan murid yang mendalami kegiatan spiritual. Untuk belajar kegiatan spiritual diperlukan tempat yang layak dan memenuhi syarat ketenangan. Dalam perancangan ashram ini data yang dikumpulkan di lapangan kemudian dibandingkan dengan teori yang memiliki relevansi dengan studi pengadaan ashram. Hasil dari perbandingan ini kemudian memunculkan masalah yaitu kurangnya tempat yang representatif untuk proses pembelajaran meditasi dan pemberian informasi yang benar mengenai meditasi kundalini. Berdasarkan lokasi yang potensial mendekati atau memenuhi kriteria yang telah ditentukan maka lokasi terpilih berada di Jl. Rajawali, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung mengingat keberadaannya pada poros Bali, dekat dengan perkotaan dan mempertimbangkan aksesibilitas dan memiliki jarak capai merata dari tiap–tiap kabupaten di Bali Konsep dasar dalam perancangan ashram ini adalah edukatif spiritual, komunikatif, dan interaktif.Dari pendekatan konsep dasar maka ditentukan tema rancangan untuk pengadaan Ashram Meditasi Kundalini di Badung ini adalah arsitektur Neo Vernakular. Dalam hal ini mengacu terhadap konsep arsitektur tradisional Bali yang memiliki konsep dasar dalam menyusun tata ruangnya seperti orientasi kosmologi atau dikenal dengan Sanga Mandala, keseimbangan/kesesuaian kosmologi dengan istilah manik ring cecupu, hirarki ruang yang terdiri dari tri loka dan tri angga dan dimensi tradisional Bali yang didasarkan pada proporsi dan skala manusia. Konsep Perancangan dipilih pola massa jamak dengan komposisi cluster yang menyebar namun tetap mempertimbangkan kesatuan (unity) dan keseimbangan (balance). Pola sirkulasi linier diterapkan untuk memperkuat kegiatan yang terjadi secara berkelanjutan di dalam fasilitas tersebut dan sesuai dengan konsep dasar dan tema. Untuk mendapatkan tampilan bangunan yang sesuai dengan konsep dasar dan tema maka diterapkan bentuk arsitektur tradisional Bali dengan konsep tri angga yang diperkuat denga ragam hias dan menggunakan bahan-bahan lokal dari alam. Konsep struktur, dan konsep utilitas juga dibahas secara menyeluruh. Rangkaian dari seluruh proses inilah sebagai dasar dalam perancangan “Ashram Meditasi Kundalini di Badung”
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KHUSUS NARKOTIKA DI BALI Anak Agung Gede Putra Dananjaya; Agus Wiryadhi Saidi; Ngakan Putu Ngurah Nityasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 9 No 1 (2017): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika merupakan suatu tempat yang mewadahi kegiatan rehabilitasi, perawatan, pembinaan sikap dan moral, pelatihan dan keterampilan, reintegrasi hidup antara narapidana dengan masyarakat dengan kegiatan rehabilitasi terhadap narkotika khususnya, dilengkapi dengan fasilitas penunjang agar kegiatan yang diwadahi dapat berjalan dengan lancar, akan tetapi dalam kenyataanya Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika yang ada belum sepenuhnya memiliki fasilitas penunjang kegiatan yang ideal sehingga kegiatan yang berlangsung di dalamnya tidak berjalan dengan baik. Dalam pengadaan wadah ini terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, seperti bagaimana menciptakan lingkungan yang terbatas dengan keamanan yang tinggi tetapi tidak membuat narapidana menjadi terintimidasi dan tertekan, bagaimana menyusun dan merencanakan spesifikasi, tema, program dan konsep perancangan yang sesuai. Untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi, maka digunakan beberapa metode seperti metode kepustakaan, wawancara dan observasi dalam pengumpulan data, kemudian dianalisa sehingga dapat menciptakan suatu spesifikasi umum dan khusus dalam kaitannya dengan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika di Bali. Dari perpaduan standar perancangan, kajian terhadap proyek sejenis, terciptalah program ruang, program site, konsep dasar “Secure” dan “Rehabilitatif” serta perpaduan antara tema analogi “Air” dengan “Arsitektur Regional” dalam hubungannya dengan lokasi site dan perancangan bangunan yang diharapkan nantinya wadah ini memiliki fasilitas yang lengkap sehingga dapat menampung seluruh kegiatan yang diwadahi secara optimal.
LANDASAN KONSEPTUAL KAWASAN PERDAGANGAN DAN HOTEL DI KABUPATEN GIANYAR I Made Juniarta; Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Ketut Witarka Yudiata
Jurnal Teknik Gradien Vol 9 No 2 (2017): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang berpenduduk nomor lima terbesar di dunia, yang pertumbuhan ekonomi dan industrinya mengalami banyak kemajuan. sehinggapembangunan infrastrukturmenjadi kebutuhan utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut. Topik pembahasan yang diangkat disini adalah Industri dibidang pariwisata, mengingat pariwisata bukan cuma membutuhkan tempat untuk berekreasi tapi juga tempat untuk peristirahatan melepas lelah sehabis melakukan perjalananwisata seperti hotel dan tempat yang sejenis lainnya. Untuk menunjang hal tersebut di perlukan suatu wadah mixed use building yang representatif berupa kawasan perdagangan dan hotel yang akan menjadi salah satu penunjang pariwisata. Lokasi yang terpilih adalah di Kabupaten Gianyar tepatnya di Kecamatan Sukawati, desa Ketewel jalan by pass Ida Bagus Mantra yang dekat dengan Pantai Lembeng, yang mempunyai prospek bagus untukmengembangkan suatu kawasan mixed use building perdagangan dan hotel sebagai perputaran ekonomi, bisnis dan sarana untuk menunjang pariwisata di Kabupaten Gianyar dan sekitarnya. Luas lahan yang diperlukan adalah 26.700 m² dengan konsep dan tema bangunannya adalah post modern yang mempunyai konsepdasar komersial, rekreatif, asosiatif dan komunikatif. Sehinga dari hasil analisis tersebut melahirkan konsep perencanaan dan perancangan yang terdiri dari perencanaan site berupa entrance, zoning, sirkulasi tapak. Perancangan ruang dalam dan ruang luar serta konsep penampilan bangunan, konsep struktur serta utilitas di dalam bangunan kawasan mixed use building perdagangan dan hotel.
HEALTH RESORT DI KABUPATEN BADUNG I Putu Bayu Damara Diatmika; Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Made Mariada Rijasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 2 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v11i2.287

Abstract

Tuntutan akan pekerjaan yang cenderung meningkat dapat menimbulkan stres pada seseorang. Stres dapat mempengaruhi kehidupan secara sosial dan kesehatan. Di beberapa negara dikenal suatu tempat yang dapat membantu menghilangkan stres yang disebut Health Resort. Petang Badung merupakan salah satu daerah di Bali yang memiliki potensi untuk membangun health resort. Health Resort di Kabupaten Badung memiliki fasilitas perawatan kesehatan yang berbentuk resort dengan tipologi pelaku leisure, meliputi : existensial (spiritual), experiental (pengalaman), diversionary (pengalihan) dan recreational (rekreasi). Melalui fasilitas ini, pengunjung dapat beristirahat dari aktivitas sehari-hari dengan berelaksasi, merawat tubuh serta berekreasi. Kegiatan itu dapat memulihkan kesehatan dan mampu kembali beraktifitas dengan keadaan tubuh dan pikiran yang lebih segar. Konsep dasar yang digunakan untuk merancang Health Resort di Kabupaten Badung adalahrekreatif. Konsep ini diterapkan pada fasilitas rekreasi yang edukatif untuk penyegaran jasmani dan rohani sehingga dapat mencapai kondisi sehat yang menyeluruh. Penerapan konsep akan ditekankan pada desain fasad bangunan, tata massa bangunan dan penataan ruang luar dan ruang dalam. Konsep rekreatif diwujudkan dalam tampilan arsitektur Neo-Vernacular sebagai tema rancangan. Penerapan tema rancangan arsitektur Neo-Vernacular dengan arsitektur tradisional Bali, untuk mewujudkan arsitektural yang stylis memberikan pengalaman tradisional Bali sebagai unsur kontekstual namun tetap dalam kemasan modern.
PUSAT KULINER TRADISIONAL KHAS BALI DI KABUPATEN GIANYAR I Wayan Eka Darma Yuda; Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 1 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali menjadi sangat dikenal oleh dunia internasional karena keindahan alamnya, kesenian dan budayanya. Wisata kuliner tradisional khas Bali yang merupakan salah satu budaya lokalnya mempunyai peran penting karena makanan juga bisa menjadi pusat pengalaman wisatawan. Gianyar merupakan Kabupaten di Bali yang memiliki potensi untuk membangun pusat kuliner tradisional. Pusat Kuliner Tradisional Khas Bali di Kabupaten Gianyar memiliki fasilitas tempat makan yang menyediakan berbagai olahan tradisional khas Bali, selain itu fasilitas yang diwadahi meliputi : cooking class, gedung serbaguna, playground, panggung terbuka, drive thru dan kolam pancing. Melalui fasilitas yang diwadahi, pengunjung yang datang dapat menikmati berbagai olahan tradisional khas Bali dalam satu tempat sehingga tidak harus berpindah dari tempat satu ketempat lainnya untuk dapat menikmati olahan tradisional khas Bali. Konsep dasar yang digunakan untuk merancang Pusat Kuliner Tradisional Khas Bali di Kabupaten Gianyar adalah “Pelestarian, Edukatif dan Variatif” pada tempat ini bertujuan agar dapat membantu civitas dalam menikmati semua fasilitas di tempat ini dengan baik dan maksimal. Penerapan tema Neo-Vernakular yang diterapkan pada rancangan diantaranya terkait bentuk yang memadukan konsep tradisional dengan modern, material yang digunakan seperti batu bata, atap bubungan dan pemakaian atap miring. Menggunakan warna yang kuat dan kontras.