Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS FENOMENA FLYPAPER EFFECT PADA KINERJA KEUANGAN KOTA BENGKULU Septriani Septriani; Armelly Armelly; Retno A Ekaputri; Esti Pasaribu
AKUNTABILITAS Vol 14, No 1 (2020): AKUNTABILITAS
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/ja.v14i1.10718

Abstract

The purpose of this research is to know the possibility of flypaper effect on Financial Performance of Bengkulu City by knowing the influence of locally-generated revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU) to Bengkulu City. This reaseach used the time series data about the Budget Realization Report (LRA) of Bengkulu City and the Financial Statistics of Bengkulu Province which provided by the Central Bureau of Statistics of Bengkulu Province. Data analysis tool used is multiple regression analysis.The empirical results of this research shows that the first, PAD has influential positive and significant to regional expenditure against the Bengkulu City, DAU has influential positive and significant regional expenditure against the Bengkulu City. The second, flypaper effect phenomenon is not occurring on financial performance of the Bengkulu City, it is seen of the value of the coefficients PAD greater than the value of the coefficients general allocation fund (DAU) and the result is significant on ? = 0.05.
ANALISIS KETIMPANGAN PRODUKTIVITAS DAN DUALISME KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI BENGKULU Armelly Armelly; Novi Tri Putri; Retno Agustina Ekaputri; Lela Rospida
Convergence: The Journal of Economic Development Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergence-jep.v2i2.13869

Abstract

The purpose of this study is to analyze labor productivity inequality and labor dualism in Bengkulu Province. The method used is descriptive analysis, equipped with class typology and elasticity of employment. We are using employment data from BPS publications. The results show that by dividing business fields into 17 sectors in 2018 and 2019, labor productivity inequality is awfully unequal, which is indicated by a very high standard deviation rate. Meanwhile, labor dualism is led by informal workers by a percentage of over 60%. More workers with primary education are absorbed in the informal sector, whereas educated workers are mostly taken in the formal sector. The highest coefficient of labor absorption elasticity for legal workers occurred in 2016 (3.14) and for informal workers in 2015 (1.73).Keywords: labor dualism, labor productivity
TINJAUAN KAUSALITAS INDIKATOR MAKROEKONOMI DI PROVINSI BENGKULU Barika Barika; Armelly Armelly; Benardin Benardin
Convergence: The Journal of Economic Development Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergence-jep.v2i2.12536

Abstract

The aims of this research are to determine the statistical causality between poverty, education level, economic growth, investment and income inequality in Bengkulu province. To analyze how the influence of education level, economic growth, investment and income inequality on poverty in Bengkulu province. This research are use granger causality test method and Panel Multiple regression. The result shows the variables have causal relations are income inequality with economic growth, income inequality with investment. Panel data regression results show that education, economic growth, and investment variables significantly influence poverty in Bengkulu province. Keywords :  Granger Causality1, Education2, Economic Growth3, Invesment 4, Poverty 5
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Keterampilan Membuat Hantaran dan Seserahan Pernikahan di Kelurahan Pasar Bengkulu Septriani Septriani; Armelly Armelly; Muhammad Rusdi; Esti Pasaribu
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.469

Abstract

Mayoritas penduduk Kelurahan Pasar Bengkulu masih banyak yang menganggur, padahal sebagian besar penduduk berusia produktif. Sementara itu, jika dilihat dari rasio laki-laki dan perempuan, sebagian besar penduduk Keluarahan Pasar Bengkulu adalah perempuan. Penduduk yang menganggur tersebut mayoritas berasal dari golongan perempuan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya agar perempuan-perempuan yang ada di Kelurahan Pasar Bengkulu ini bisa membantu untuk meningkatkan perekonomian keluarganya. Apalagi kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan penduduk, akhir-akhir ini mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena banyak aktivitas perekonomian yang terkena dampak covid 19, sehingga tidak sedikit juga masyarakat yang dirumahkan. Adapun salah upaya yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang bagi kaum perempuan guna meningkatkan perekonomian keluarga yaitu dengan cara melakukan aktivitas-aktivitas produktif, seperti membuka jasa pembuatan hantaran dan seserahan pernikahan. Penyediaan jasa pembuatan seserahan dan hantaran pernikahan ini memang sangat dibutuhkan, hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang ingin menikah dan menggunakan jasa ini. Oleh karena itu, Pada pengabdian ini akan diberikan pelatihan membuat hantaran dan seserahan bagi ibu-ibu PKK di Kelurahan Pasar Bengkulu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penuluhan dan praktek pembuatan desain hantaran pernikahan.
Upaya Penguatan Ekonomi Penyandang Disabilitas Melalui Literasi Keuangan Mikro Inklusif di Bengkulu Ririn Nopiah; Armelly Armelly
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7469

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia seringkali mengalami hambatan mobilitas dan aksesibilitas. Salah satu bentuk hambatan aksesibilitas kelompok tersebut yaitu akses permodalan (keuangan) guna meningkatkan taraf ekonomi melalui kegiatan wirausaha mandiri. Terbentuknya koperasi merupakan salah satu upaya solutif dalam penyediaan jasa akses keuangan pada kelompok penyandang disabilitas Kota Bengkulu. Hal ini disebabkan kesadaran internal kelompok penyandang disabilitas yang masih minim terhadap koperasi dan pengetahuan serta keterampilan tata kelola koperasi. Salah satu cara yang dilakukan yaitu pemberian edukasi tentang koperasi yang sesuai dan tepat untuk penyandang disabilitas. Kegiatan dilaksanakan Juni 2022 dengan metode penyuluhan melalui sosialisasi dan diskusi interaktif dalam memahami materi yang disampaikan dan diterapkan dalam kegiatan koperasi difabel Kota Bengkulu. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan dan penguatan keahlian dalam mengelola koperasi difabel Kota Bengkulu. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta dan pengurus koperasi mendapat peningkatan pengetahuan tata kelola koperasi yang sesuai dan tepat untuk diterapkan kepada anggota penyandang disabilitas Kota Bengkulu.People with disabilities in Indonesia often experience barriers to mobility and accessibility. One of the obstacles to the accessibility of these groups is access to capital (financial) to improve the economic level through independent entrepreneurial activities. The formation of cooperatives is one of the solution efforts in providing financial access services for groups of people with disabilities in Bengkulu City. This is due to the lack of internal awareness of groups of persons with disabilities regarding cooperatives and the knowledge and skills of cooperative governance. One way to do this is by providing education about appropriate and appropriate cooperatives for persons with disabilities. The activity will be carried out in June 2022 with the counseling method through socialization and interactive discussions to understand the material presented and applied in the activities of the disabled cooperative in the City of Bengkulu. This activity aims to provide knowledge and strengthen skills in managing disabled cooperatives in Bengkulu City. The results of this activity show that the participants and management of the cooperative received an increase in cooperative governance knowledge that was appropriate and appropriate to be applied to members with disabilities in the City of Bengkulu.
The Impact of Labor, Investment, and Human Development Index on Economic Growth: A Study of East Kalimantan Province Febrian Alexander Nababan; Armelly Armelly
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v12i1.5061

Abstract

This study aims to examine the factors affecting the economic growth of East Kalimantan province from 2017 – 2021.The analysis method used is regression panel data with dependent variables of economic growth and independent variables, namely labor, human development index, and investment with the best model is using Fixed effect mode (FEM).The results revealed that the human development and labor index obtained a significant positive value with a coefficient value which is also positive for economic growth which can be concluded to provide an increase in the amount of GDP, investment in economic growth has a significant effect and the value of the coefficient obtained is negative.
Integrasi Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pelatihan Payet Berbasis Industri Kreatif Bagi Perempuan Penerima Program Keluarga Harapan Septriani Septriani; Armelly Armelly; Muhammad Rusdi; Novi Tri Putri
Madaniya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1835

Abstract

Kemiskinan struktural masih menjadi tantangan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Program Keluarga Harapan (PKH) telah memberikan kontribusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga miskin, namun sebagian penerima manfaat masih menghadapi keterbatasan dalam akses terhadap keterampilan produktif, peluang usaha, dan sumber pendapatan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan penerima manfaat PKH melalui pemberdayaan berbasis industri kreatif dengan pelatihan pembuatan payet sebagai strategi penguatan kemandirian ekonomi rumah tangga di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni–September 2025 melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan, identifikasi kebutuhan masyarakat, penyuluhan pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan pembuatan payet, praktik produksi, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis learning by doing yang mengombinasikan penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta penguatan wawasan kewirausahaan dan pemasaran digital. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang terdiri dari perempuan penerima PKH dan unsur masyarakat pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kemandirian ekonomi, peluang usaha berbasis rumah tangga, serta potensi ekonomi kreatif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan dan mengalami peningkatan keterampilan dalam menghasilkan produk payet sederhana. Sekitar 83% peserta mampu membuat produk secara mandiri setelah mengikuti pelatihan serta mulai memahami peluang pengembangan dan pemasaran produk. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri, motivasi kewirausahaan, dan kesadaran peserta untuk memanfaatkan keterampilan sebagai sumber pendapatan alternatif. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa integrasi perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan kreatif dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung transformasi penerima PKH dari penerima bantuan sosial menuju pelaku ekonomi produktif. Model pemberdayaan ini memperkuat human capital, social capital, dan kapasitas ekonomi perempuan, sehingga berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Determinants of job waiting period for economics graduates: An integration of human resource management and the Islamic perspective of silaturahmi (networking) Siti Hardiyanti; Armelly Armelly
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 4 (2026): April 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i4.1467

Abstract

This study analyzes the determinants of job waiting periods among bachelor graduates of the Faculty of Economics and Business at the University of Bengkulu, integrating human resource management and the Islamic concept of silaturahmi (networking). Primary data were collected from 40 respondents through structured questionnaires and in-depth interviews. A descriptive analysis using cross-tabulation and Likert scale measurements was applied to examine the influence of wages, age, and networking on graduates’ job search duration. The results indicate that networking, representing silaturahmi, is the most influential factor in shortening the waiting period, with 17.5% of graduates having six to eight professional contacts. Wage expectations also affect the duration, as some graduates prefer to wait for higher compensation (15% received IDR 1,000,000–1,490,000), while age has a comparatively smaller impact, with most graduates securing employment at 22 years old (25%). These findings highlight the importance of strengthening social ties and professional networks to enhance graduate employability and facilitate smoother transitions into the labor market. This study uniquely integrates human resource management principles with the Islamic concept of silaturahmi, offering new insights into strategies for enhancing graduate employability.