Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbedaan Usia Menarche Pasien Kanker Payudara dan Pasien Kanker Ovarium yang Menjalani Pengobatan di Rumah Sakit Wulandari, Eka Tri; Nuraeni, Reni; Maesaroh, Siti
Wellness And Healthy Magazine Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.471 KB) | DOI: 10.30604/j.whm.2019.8.001

Abstract

Cancer is a disorder of the female reproductive system, kinds of cancers that are often experienced by women are breast cancer, cervical cancer, colorectal cancer, and ovarian cancer. There were 21,290 incidents of ovarian cancer, 14,180 died and accounted for 2.4% of all cancer-induced mortality. The aim of this research is to know the difference of menarche age in patient with breast cancer and ovarian cancer. The type of this research is quantitative research and the research design used is comparative. The research subjects were female reproductive cancer patients with a population of 1206 female patients and using systematic random sampling which obtained a sample of 300 female reproductive cancers. The type of data used is secondary data taken from medical records. The data analysis uses Independent t test. The results showed that the average age of menarche in breast cancer patients is at menarche age of 11.15 years old (11 years 1 month 24 days old) and the average age of menarche in ovarian cancer patients is at menarche age of 11.39 years old (11 years 4 months 20 day old). The statistic test results showed that menarche age patients with breast cancer have p-value 0,001 and OR 4,917 and age menarche patients with ovarian cancer have p-value 0.007 and OR 2.27. Whereas the independent t-test analysis found p-value 0.145 which means there was no age difference between patients with breast and ovarian cancer.
Gambaran penggunaan herbal pelancar ASI (Galactagogues) di desa Wonosari Kabupaten Pringsewu Wulandari, Eka Tri; Wardani, Psiari Kusuma
Wellness And Healthy Magazine Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.022.82000108

Abstract

Gaya hidup kembali ke alam(back to nature)menjadi tren saat ini sehingga masyarakat kembali memanfaatkan berbagai bahan alam,termasuk pengobatan dengantumbuhan obat (herbal). Sebenarnya,sudah sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya menanggulangi berbagai masalah kesehatan, jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-obatan modern menyentuh masyarakat.Selain lebih ekonomis, efek samping ramuan herbal sangat kecil dan penggunaan obat herbal alami dengan formulasi yang tepat sangat penting dan tentunya lebih aman dan efektif (Hidayati, 2016). Mengetahui gambaran Herbal yang dikonsumsi ibumenyusui di Desa Wonosari  Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu tahun 2019. Penelitian ini dilaksanakandi Desa Wonosari  Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu tahun 2019. Jenis penelitian adalah study deskriptif dengan metode survey analitik. Subjek penelitian adalah ibu menyusui dengan populasi sebanyak 120 reponden dan sample penelitian menggunakan tehnik total sampling, dengan jumlah 120 responden. Tehnik pengumpulan data adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dengan menggunakan lembar ceklis. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mengkonsumsi daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI yaitu sebanyak 52 responden (43,4 persen), selanjutnya adalah konsumsi daun kelor yaitu sebanyak 38 responden (31,6 persen), kunyit dan asam  9 responden (7.5 persen), daun turi 3 responden (2.5 persen), sangrai jagung 4 responden (3.3 persen) ,bayam 5 responden (4.2 persen), dan daun kacang panjang 9 responden (7.5 persen), sedangkan buah pepaya, jantung pisang dan sari kacang hijau tidak dikonsumsi oleh responden untuk meningkatkan produksi ASI. Memanfaatkan kembali tumbuhan dan makanan disekitar yang dapat memperlancar ASI. Dan bagi penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan variabel yang berbeda sehingga diketahui bahan galaktogogue yang paling efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Abstract: Back to nature lifestyle has become a trend recently so that the community returned to use various natural materials, including treatment with medicinal plants (herbs). Actually, since ancient times Indonesian people have known and used medicinal plants as an effort to overcome various health problems, long before formal health services with modern medicines reached the community. The aim of this research is to know the descriptions of Herbs consumed by breastfeeding mothers in Wonosari, Gadingrejo, Pringsewu in 2019. This research was conducted in Wonosari, Gadingrejo, Pringsewu in 2019. This type of research is a descriptive study with analytical survey methods. The research subjects were nursing mothers with a population of 120 respondents and the research sample used a total sampling technique, with a total of 120 respondents. The data collection is primary data, namely the data obtained directly by using the checklist. The results of this research show that most of the respondents consumed katuk leaves (Sauropus androgynous) to increase milk production as many as 52 respondents (43.4 percent), then the consumption of Moringa leaves was 38 respondents (31.6 percent), consumption of turmeric and tamarind was 9 respondents (7,5 percent), consumption of Turi leaves (Sesbania grandiflora) was 3 respondents (2,5 percent), consumption of roasted corn 4 respondents (3.3 percent), consumption of spinach was 4 respondents (4.2 percent) and long bean leaves was  9 respondents (7.5 percent), while the papaya fruit, banana flowers, and green bean extract were not consumed by respondents to increase breastmilk production. The researcher suggests nursing mothers to benefit plants and food around them which can increase breastmilk production. For other researchers, they can do further research with different variables so that it is known which galactagogue materials are the most effective in increasing breastmilk production.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI LANJUTAN DIDESA SIDOHARJO PUSKESMAS PRINGSEWU Retnawati, Heni; Rohani, Siti; Nugerahaeni, Sucia Dwi; Wulandari, Eka Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v10i1.1311

Abstract

Abstrak : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Lanjutan Didesa Sidoharjo  Puskesmas Pringsewu. Cakupan imunisasi boster Pentavalen desa Sidoharjo pada tahun 2018 sebesar  60,7% dan cakupan imunisasi boster MR sebesar 67,1 % . Data pra survey  cakupan imunisasi boster pentavalen Desa Sidoharjo sebesar 72 % dan cakupan imunisasi boster MR sebesar 65 %. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan status kelengkapan imunisasi tersebut adalah status pendidikan ibu, pengetahuan ibu, dan status pekerjaan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan presentase tiap variabel status Pendidikan ibu, pengetahuan ibu dan pekerjaan ibu serta faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi lanjutan pentavalen di Posyandu Pekon Sidoharjo wilayah kerja Puskesmas Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 41 responden menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi dan presentase tingkat pendidikan ibu dengan tingkat pendidikan dasar 28 orang 54,9%, tingkat pendidikan menengah 16 orang 31,4% dan tingkat pendikan tinggi 7 orang 13,7 %. Ibu yang bekerja 21 orang 41,2% sedangkan ibu tidak bekerja 30 orang 58,8 %. Ibu dengan pengetahuan rendah terhadap imunisasi 29 orang 56,9% sedangkan ibu dengan tpengetahuan tinggi terhadap imunisasi 22 orang 43,1%. Variabel yang berhubungan dengan kelengkapan status imuniasi lanjutan yaitu pengetahuan ibu (p value 0,036), dan pekerjaan ibu (p value 0,000). Sementara variabel yang tidak berhubungan yaitu status pendidikan ibu (p value 0,112).
PERKEMBANGAN PENELITIAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Siti Rohani; Elsa Fitri Ana; Nila Qurniasih; Eka Tri Wulandari; Yuni Sulistiawati; Desi Kumalasari; Ade Tyas Mayasari; Iis Tri Utami
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu dan anak adalah kesehatan yang mencakup segala aspek untuk mempertahankan derajat kesehatan yang optimal secara komprehensif di setiap daur kehidupannya mulai dari pra konsepsi, konsepsi, hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, balita, pra sekolah, sekolah, remaja, dewasa hingga menopouse. (Depkes.go.id, 2012). Bidan adalah seorang perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan kebidanan baik di dalam maupun di luar Negeri yang diakui secara legal (WHO, 2014). Peran bidan dalam masyarakat adalah memberikan pelayanan prima dan komprehensif utamanya bagi kesehatan ibu dan anak. Bidan disebut juga sebagai penggerak pelayanan kesehatan dimasyarakat, hal ini sejalan dengan hasil survey kesehatan di indonesia yang menunjukkan bahwa hampir (88%) pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh bidan (SDKI 2012). Tahun 2019 terjadi penyebarann penyakit baru yaitu virus yang menginfeksi saliran pernafasan yang disebutv sebagai virus COVID -19. Dampak virus inilah yang menyebabkan banyak pelayanan kesehatan khususnya kebidanan menjadi terkendala dan banyak institusi pendidikan kesehatan yang menjalankan proses pembelajarannya dalam jaringan . Berdasarkan data dan latar belakang inilah perlunya pengenalan tentang perkembangan penelitian kesehatan ibu dan anak dalam masa pandemi covid 19. Acara pengabdian masyarakat ini dilakukan secara seminar dalam jaringan. Bahan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu materi seminar, laptop, link registrasi, link absensi dan evaluasi . Dari 6.000 peserta yang mengikuti acara seminar dalam jaringan (Webinar) semua merespon dan mengikutinya dengan baik. Bidan berperan besar dalam pengumpulan dan pelaopran informasi kesehatan ibu dan anak, sehingga diharapakan menjadi kontributor data terkait covid 19 terutama pada ibu dan anak.
HUBUNGAN PARITAS DAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM Weti Megasari; Eka Tri Wulandari; Yetty Dwi Fara
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i2.534

Abstract

Ruptur perineum menjadi salah satu penyebab terjadinya perdarahan jika tidak ditangani dengan baik serta risiko terjadinya infeksi pada luka jahitan. Hasil studi Puslitbang Kemenkes menyebutkan bahwa satu dari lima ibu bersalin mengalami ruptur perineum dan yang tidak ditangani dengan baik akan meninggal dunia dengan persentasi 21,74%. Hasil prasurvey di PMB Panca Sukmawati tahun 2019, angka kejadian ruptur perineum mencapai 48,33%. Beberapa faktor penyebab dari ruptur perineum adlah paritas dan berat badan bayi baru lahir sehingga tujuan penelitian untuk membuktikan ada tidaknya hubungan paritas dan berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di PMB Panca Sukmawati Kampung Tanjung Rejo tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin tahun 2020 dengan jumlah sampel populasi dan sebanyak 66 ibu. Jenis data sekunder dengan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar checlist. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan karakteristik ibu sebagian besar berumur 20-35 tahun (77,27%) dan jenis persalinan spontan (95,45%), kejadian ruptur perineum sebanyak (31,82%), paritas multipara sebanyak (69,70%) dan dengan berat < 3.500 gr sebanyak (86,36%). Ada hubungan antara paritas dengan kejadian ruptur perineum dengan p-value 0,017 dan OR= 4,400. Ada hubungan antara berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perineum dengan p-value sebesar 0,024 dan OR=5,600. Saran bagi bidan untuk mengajarkan ibu cara maneran yang benar serta mengikuti pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan ibu dalam melakukan pertolongan persalinan normal
HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP PARTISIPASI PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA SINAR BANTEN KECAMATAN BEKRI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2018 Eka Tri Wulandari; Puji Lestari
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.979 KB)

Abstract

Breast cancer ranks first in all cancers in women (40 incidence rate per 100,000 women), new cases found 30.5% with 21.5% annual deaths from all cancer cases in women in the world. Cervical cancer ranks second with a incidence rate of 17 per 100,000 women, a new case found 13.0% with a death rate of 10.3% per year from all cancer cases in women in the world. (Ministry of Health, 2015). The results of the pre-survey achievement in Sinar Banten Village which carried out the IVA test in 2017 were 37 people or only 35.5%. yearly target of 104 people, this is due to WUS's anxiety to go to a health facility. The purpose of this study was to determine the Anxiety Relationship Against Participation in Iva Examination in Fertile Age Women in Sinar Banten Village Bekri District, Lampung Tengah Regency in 2018. This type of research is quantitative research, with a case control design. Population is the overall research subject (Arikunto, 2006). The population in this study were all WUS who conducted IVA examinations in Sinar Banten Village in 2018 as many as 37 people. The sample in this study were 37 people as a case and 37 people as controls in this analysis used the chi squar formula statistical test. Relationship of anxiety towards Participation in Examination IVA The results of the statistical tests obtained p value 0.018 (p value <a: 0.05), which means that there is a statistically significant relationship between anxiety and participation in IVA examination. , there are 60 (81%) respondents who experience anxiety, while 14 (19%) respondents who do not experience anxiety, it is expected that the health center can improve human resources related to IVA services and bring access to the target so that the program achievement is in accordance with what has been set.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT DAN KOMPRES DAUN KOL UNTUK MENGURANGI NYERI PADA IBU DENGAN PEMBENGKAKAN PAYUDARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2020 HENI SURAIDA RAHAYU; Eka Tri Wulandari
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 3 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.28 KB)

Abstract

ASI yang tidak diberikan secara adekuat akan mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada payudara. Faktor utama atau penyebab dari terjadinya bendungan ASI di Indonesia adalah ibu lelah atau sakit sebanyak 2%, bayi sakit sebanyak 5%, bayi tidak disusui pada malam hari sebanyak 9%, posisi menyusu tidak baik sebanyak 10%, puting datar 24%, bayi menyusu tidak sering atau tidak lama sebanyak 47%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas kompres air hangat dan kompres daun kol untnk mengurangi nyeri pada ibu dengan pembengkakan payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Wana Kabupaten Lampung Timur tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah quasy exsperiment dengan rancangan two group with pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan pembengkakan payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Wana berjumlah 110 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 orang dan dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing 26 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan efektivitas kompres air hangat dan kompres daun kol untuk mengurangi nyeri pada ibu dengan pembengkakan payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Wana Kabupaten Lampung Timur tahun 2020 dengan P value 0,027. Saran diharapkan ibu dapat berperan aktif dalam mencegah dan mengatasi pembengkakan payudara menggunakan kompres daun kol ataupun kompres air hangat.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Ria Citra Wulan; Ani Kristianingsih; Sukarni; Eka Tri Wulandari
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.013 KB)

Abstract

Ketuban pecah dini yang merupakan masalah penting dalam obstetri dan merupakan penyebab terbesar persalinan prematur dengan berbagai akibatnya. Terjadinya ketuban pecah dini menimbulkan komplikasi yaitu persalinan prematur dan penekanan tali pusat, dengan adanya penekanan tali pusat dapat menyebabkan hipoksia pada janin sehingga dapat terjadi asfiksia pada bayi baru lahir. Data tahun 2019 jumlah kelahiran bayi sebanyak 1.321 bayi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek sebanyak 330 (24.9%) kelahiran dengan asfiksia dan 17 diantaranya meninggal dunia Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2019, Jenis penelitian kuantitatif rancangan penelitian case control. Populasi adalah Seluruh bayi lahir sebayak 1.321 data bayi. Jumlah sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 93 data kelahiran bayi. Perbandingan pengambilan sampel pada penelitian ini adalah 1:1. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adala lembar ceklis. Analisis data yang digunakan menggunakan uji chi square. Hasil analisis dan pengolahan data didapatkan ada hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung didapatkan p-value 0.025 (>0.05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendeteksi tanda bahaya kehamilan salah satunya ketuban pecah dini sehingga dapat segera memeriksakan diri agar tidak terjadi komplikasi akibat ketuban pecah dini yang terlalu lama. Meningkatkan wawasan dengan menganjurkan ibu untuk membaca buku KIA tentang tanda bahaya kehamilan.
HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DAN TINGGI BADAN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG SARI KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2021 Endang Trisnawati; Septika Yani Veronica; Maulia Isnaini; Eka Tri Wulandari
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i3.731

Abstract

Menurut World Health Organization diperkirakan terdapat 170 juta balita pendek pada tahun 2019, sebanyak 56% anak pendek hidup di Asia dan 36% di Afrika. Di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar persentase sangat pendek pada balita usia 0-23 bulan adalah 12,8%. Stunting atau balita pendek terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kemiskinan dan pola asuh tidak tepat. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dan tinggi badan ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan design analitik dan pendekatan case control. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2021- tanggal 31 Januari 2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 195. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan randoom sampling. Instrument menggunakan lembar checklist data diambil dari E-PPGBM. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak balita usia 12-59 bulan dengan p-value 0035 (<0,05), ada hubungan tinggi badan ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak balita usia 12-59 bulan dengan p-value 0017 (<0.05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi pengetahuan pada masyarakat terutama orang tua yang memiliki balita tentang stunting dan penyebab stunting pada balita. Puskesmas melakukan kerjasama dengan bidan desa guna melakukan screening pada bayi dan balita untuk menurunkan kejadjan stunting.
EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA LINN) PADA WUS DENGAN MASALAH PATOLOGIS KEPUTIHAN DI SUKADADI PUSKESMAS GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2017 Yanti Ekasari; Eka Tri Wulandari; Sukarni; Heni Anggraini
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.453 KB)

Abstract

Salah satu masalah dalam kesehatan reproduksi yang dialami remaja putri adalah keputihan. Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina yang tidak berupa darah yang menyebabkan keluhan subyektif pada penderita dan kadang disertai rasa gatal dan nyeri (Wiknjosastro, 2009). Diketahui efektifitas rebusan daun sirsak (Annona muricata linn) pada WUS dengan masalah patologis keputihan di Sukadadi Puskesmas Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran tahun 2018. Jenis penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan One – Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah wanita usia subur yang mengalami keputihan dengan populasi sebanyak sebanyak 32 WUS dan sampel penelitian menggunakan teknik sampling total sampling dengan jumlah 32 responden. Teknik pengumpulan data primer dengan cara observasi langsung dengan menggunakan alat ukur lembar checklist yang berisikan klasifikasi keputihan dan gelas takar. Anilisa data univariat menggunakan persentasi dan analisis bivariat uji uji t independent dengan alpa = 0,05. Distribusi frekuensi patologis keputihan sebelum pemberian rebusan daun sirsak (Annona muricata linn) sebanyak 32 wanita usia subur dengan keluhan keputihan keluar berlebihan sebanyak 27 (84,38%) dan patologis keputihan sesudah pemberian rebusan daun sirsak (Annona muricata linn) didapatkan yang mengalami keputihan patologi keluhan keputihan keluar berlebihan sebanyak 22 (68,75%). Hasil analisis bivariat dengan nilai p – value seberar 0,000 (α ≤ 0,05) dan nilai rata –rata efektifitas sebesar 1,78. Efektifitas rebusan daun sirsak (Annona muricata linn) pada WUS dengan masalah patologis keputihan, sehingga peneliti menyarankan kepada wanita usia subur yang mengalami masalah keputihan patologis dalam penggunaan rebusan daun sirsak sesuai dengan dosis dan takaran sehingga wanita usia subur dapat mengatasi masalah keputihan patologis tanpa menggunakan obat kimia.