Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The effectiveness of jigsaw learning strategy to teach speaking Urip Widodo; Mugiyo Mugiyo
International Journal of Language Teaching and Education Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Issue 2, December 2021
Publisher : Universitas Jambi, Magister Program of English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijolte.v5i2.15849

Abstract

This research aims to know whether the jigsaw learning strategy is better than the audio-lingual method to teach speaking. This experimental research was carried out in the vocational school. The population was four classes (140 students) of eleventh grade A, B, C, D, and E. The samples were the eleventh grade A as the experimental group and B as the control group. Each group consists of 30 students. The experimental group was taught using the Jigsaw learning strategy, while the control group used the Audio-Lingual Method. The data collection technique was through the speaking test, and the data analysis technique was through descriptive statistics and inferential statistics. The data analysis shows that the mean score of the students who were taught by using the jigsaw learning strategy is 81,23, while the mean score of the students who were taught by using the audio-lingual method is 76,03. Moreover, the Fo (8,77) is higher than Ft (4,00) at the significance level of significance α= 0,05, which means the null hypotheses are rejected, and the alternative hypotheses are accepted. In conclusion, the jigsaw learning strategy is more effective than the audio-lingual method to teach speaking.
NYADRAN KALI DALAM PERSPEKTIF BUDDHISME (Studi Kasus Pada Masyarakat Umat Buddha di Desa Kalimanggis, Kaloran, Kabupaten Temanggung) Mugiyo Mugiyo
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 1 No 1 (2020): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v1i1.146

Abstract

Tradisi Nyadran Kali merupakan salah satu tradisi jawa ada Desa Kalimanggis. Masyarakat Desa Kalimanggis setiap tahun melaksanakan Nyadran Kali tersebut. Kepercayaan masyarakat pada tradisi Nyadran Kali sangat tinggi. Hal tersebut dikarenakan pada Nyadran Kali tersebut memiliki manfaat yang tinggi. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk memahami tradisi Jawa Nyadran Kali dalam perspektif Buddhisme pada masyarakat Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung dan seberapa besar nilai-nilai dari kegiatan Nyadran Kali tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kualitatif lapangan. Selanjutnya untuk pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara sebagai data yang utama. Hasil dari penelitian ini adalah Penghormatan leluhur pada tradisi ini sebagai ungkapan rasa terimakasih masyarakat Desa Kalimanggis. Selain itu hasil penelitian ini untuk mewujudkan gotong royong, untuk mewujudkan kerjasama dan kerja keras, memberi penghormatan, sebagai rasa bakti, perwujudan keyakinan, perwujudan bakti, dan pluralisme dalam masyarakat.
ANALISIS KEGIATAN PUJA BAKTI ANJANGSANA DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS DAN KERUKUNAN UMAT BUDDHA DI KECAMATAN GUNUNG WUNGKAL KABUPATEN PATI Mugiyo Mugiyo
Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL AGAMA BUDDHA DAN ILMU PENGETAHUAN
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/abip.v2i2.78

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis Puja Bakti Anjangsana Dalam Meningkatkan Religiusitas dan Kerukunan Umat Buddha Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekaan Kualitatif lapangan dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan observasi, wawancara ,dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada konsep Milles & Huberman. kesimpulan penelitian ini adalah (1) Puja bakti anjangsana merupakan kegiatan keagamaan dari rumah ke rumah secara bergilir (2) Terdapat nilai-nilai keyakinan, kebersaman, kemoralan, kasih sayang, rasa bakti, dan penghormatan.
Makna Ritual Pengambilan Tirta Untuk Penguatan Karakter Religius Umat Buddha Kabupaten Banyuwangi Mugiyo Mugiyo; Prihadi Dwi Hatmono
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 4: Al Qalam (Juli 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i4.1135

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui pelaksanaan Ritual Pengambilan Tirta di Kabupaten Banyuwangi, 2) Mengetahui makna Ritual Pengambilan Tirta Untuk Penguatan Karakter Religius Umat Buddha di Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling melibatkan individu sebagai subjek atau sampel penelitian kualitatif cenderung bersifat bias kaya informasi karena informasi (data) pada umumnya diperoleh dari orang-orang yang dapat diyakini memang mengetahui persoalan yang diteliti, yang dalam penelitian ini didapatkan dari juru kunci, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah 1) Ritual pengambilan tirta dilaksanakan dengan dipimpin tokoh agama. Pengambilan tujuh Sumber mata air yang diurutkan sesuai dengan pengambilan tirta dari selatan ke utara diantaranya,Situs Kawitan, Goa Istana, Sendang Sengege, Goa Selo Penangkep, Sungai Pleret, Kucur Mas (Petilasan Pejuang Dulu), Kuburan dowo. Dalam prosesi pengambilan tirta harus disiapkan sesaji tiap sumber mata air diberikan satu paket sesaji yang didalamnya terdapat pisang raja, buah, bunga, air bunga, pala, kunyit, empon-empon, kinangan serta pecok bakal atau cok bakal, 2) Tradisi pengambilan tirta memiliki makna yang penting bagi umat Buddha di Kabupaten Banyuwangi. Karakter religius yang terdapat dalam pelaksanaan ritual pengambilan tirta adalah meningkatkan keyakinan, semakin kuat rasa kekeluargaan dan persatuan, umat menjadi lebih damai, menjaga kerukunan, saling menghormati.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT BUDDHA MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MINUMAN JAHE KELOR PADA UMAT BUDDHA DI DESA TUNAHAN KECAMATAN KELING KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Dwi Maryani Rispatiningsih; Mugiyo; marjianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i11.1858

Abstract

Tanaman kelor dan jahe merupakan tanaman yang sangat potensi dapat tumbuh subur di desa Tunahan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Masyarakat daerah tersebut sebagian besar juga bermata pencaharian sebagai petani. Melalui usaha minuman herbal yang bahan bakunya jahe dan kelor sangat potensi untuk dikembangkan dan mudah dipasarkan. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara pelatihan memberikan keterampilan kepada umat buddha di desa Tunahan, Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Pelatihan ini menggunakan ahli dalam bidang masing-masing. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan umat bidang ekonomi, bagi umat beragama Buddha. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi bekal unutk memenuhi nutrisi keluarga dalam menjaga imun tubuh khususnya dan untuk masyarakat luas pada umumnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan pendampingan produksi dan pemasaran dari teh jahe kelor dapat meningkatkan perekonomian dari umat Buddha di Desa Tunahan
Pengaruh Religiusitas, Pemahaman Tentang Pubertas, Dan Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Remaja Dwiyono Putranto; Mugiyo Mugiyo; Novianti Novianti; Rahmad Setyoko
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i6.1638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas, pemahaman tentang pubertas, dan penggunaan media sosial terhadap perilaku seksual remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel terhadap 275 siswa SMA Negeri 1 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual dengan persamaan regresi Y = 0,954X – 55,28 dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,928. Pemahaman tentang pubertas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual dengan persamaan regresi Y = 0,741X – 32,690 dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,753. Penggunaan media sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku seksual dengan persamaan regresi Y = 88,648 – 1,144X dan koefisien determinan (R2) sebesar 0,758. Religiusitas, pemahaman tentang pubertas, dan penggunaan media sosial secara simultan berpengaruh terhadap perilaku seksual dengan persamaan regresi ganda Y = 0,664X1 + 0,140X2 – 0,242X3 – 29,207. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat religiusitas dan pemahaman tentang pubertas maka semakin baik perilaku seksual remaja, sedangkan jika penggunaan media sosial semakin tinggi maka perilaku seksual remaja akan semakin buruk. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan nilai-nilai religiusitas, edukasi tentang pubertas, dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial untuk mencegah perilaku seksual remaja yang beresiko.