Winja Kumari
STAB Bodhi Dharma

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SARJANA PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SEBAGAI MISIONARI BUDDHIS (STUDI KASUS PADA LULUSAN PTKB DI PROVINSI SUMATERA UTARA) Winja Kumari
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) bertanggung jawab untuk menjaga, memperluas dan mempertahankan ajaran Buddha pada masyarakat. Masyarakat, khususnya masyarakat Buddhis saat ini mengalami kemerosotan moral yang ditandai dengan persoalan kenakalan remaja, narkoba, prostitusi, tidak hormat pada orang tua, serta tidak takut berbuat maupun akibat dari kesalahannya lagi. Vihara, cetiya maupun arama sebagai rumah ibadah pun tidak lagi berfungsi sebagai mestinya dikarenakan kurangnya minat umat untuk membina diri dan konflik yang terus berlangsung dari generasi ke generasi. Untuk menghadapi permasalahan ini, sangat dibutuhkan kepedulian dan bantuan lulusan PTKB yang lebih sibuk mengajar di sekolah untuk membina generasi muda Buddhis menjadi insan mandiri, cekatan, cerdas, terampil, serta beretika dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan Buddhis di rumah ibadah maupun organisasi Buddhis. Dalam hal ini, lulusan PTKB pun dapat bekerja sama dengan orang tua, pengurus rumah ibadah, pandita umat Buddha dan pemerintah setempat.
SARJANA PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SEBAGAI MISIONARI BUDDHIS (STUDI KASUS PADA LULUSAN PTKB DI PROVINSI SUMATERA UTARA) Winja Kumari
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) bertanggung jawab untuk menjaga, memperluas dan mempertahankan ajaran Buddha pada masyarakat. Masyarakat, khususnya masyarakat Buddhis saat ini mengalami kemerosotan moral yang ditandai dengan persoalan kenakalan remaja, narkoba, prostitusi, tidak hormat pada orang tua, serta tidak takut berbuat maupun akibat dari kesalahannya lagi. Vihara, cetiya maupun arama sebagai rumah ibadah pun tidak lagi berfungsi sebagai mestinya dikarenakan kurangnya minat umat untuk membina diri dan konflik yang terus berlangsung dari generasi ke generasi. Untuk menghadapi permasalahan ini, sangat dibutuhkan kepedulian dan bantuan lulusan PTKB yang lebih sibuk mengajar di sekolah untuk membina generasi muda Buddhis menjadi insan mandiri, cekatan, cerdas, terampil, serta beretika dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan Buddhis di rumah ibadah maupun organisasi Buddhis. Dalam hal ini, lulusan PTKB pun dapat bekerja sama dengan orang tua, pengurus rumah ibadah, pandita umat Buddha dan pemerintah setempat.
PERTAUTAN SIKAP YUDHISTIRA PADA LAKON WAHYU DARMA DENGAN AGAMA BUDDHA (SEBUAH ANALISIS HERMENEUTIKA) Eko Prasetyo; Kabri Kabri; Sukisno Sukisno; Winja Kumari
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek penelitan ini adalah pertunjukan wayang Lakon Wahyu Darma sajian Ki Manteb Soedarsono yang diunggah pada tanggal 25 Desember 2016 di channel youtube ANDHIKA MULTIMEDIA new. Lakon Wahyu Darma dipilih karena memiliki keunikan. Meskipun lakon ini bersumber dari wiracarita Mahabharata, sikap Yudhistira dalam lakon Wahyu Darma yang telah diolah oleh dalang memiliki pesan-pesan ajaran Buddha sehingga menarik untuk diungkap maknanya. Penelitian ini dipaparkan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Permasalah yang telah dirumuskan dalam penelitian ini akan dijawab dengan bantuan perangkat analisis hermeneutika Paul Ricoeur. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengungkapkan sikap dan tindakan tokoh Yudhistira dalam lakon Wahyu Darma; 2) mengungkapkan makna yang terkandung dalam sikap dan tindakan Yudhistira. Dapat disimpulkan bahwa sikap dan tindakan tokoh Yudhistira dalam lakon Wahyu Darma memiliki kemiripan tema dengan dengan Vyāghrī-Jātakam yang reliefnya terpahat di Borobudur yaitu digambarkan memiliki sifat seperti bodhisattva yang karena belas kasih tak terbatasnya, mempersembahkan tubuhnya sebagai makanan bagi induk harimau betina yang sedang mempertahankan hidup dan menolong Kijang yang berjuang menghidupi anak-anaknya dari ancaman Harimau kelaparan. Sikap dan tindakan Yudhistira yang kedua adalah memaafkan Duryudana serta membebaskannya meskipun sudah berulang kali Duryudana dan para Korawa berusaha membunuh dan membuat Pandhawa menderita. Sikap seperti ini memiliki sinergitas dengan pandangan Agama Buddha seperti yang terdapat pada penggalan syair Karaniya Metta Sutta yaitu memancarkan pikiran kasih sayang tanpa batas. Kasih sayangnya terhadap segenap isi alam semesta tanpa benci dan permusuhan bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya demi kebahagiaan anaknya yang tunggal.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF QUIZIZZ TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK SISWA KELAS VI DI MASA COVID-19 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI Lisniasari Lisniasari; Winja Kumari; Tommy Tommy
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena pergeseran cepat dari pembelajaran langsung ke pembelajaran online, masalah pembelajaran menjadi lebih umum di bidang pendidikan. Orang tua dan anak-anak bukan satu-satunya yang terkena dampak; guru juga harus dapat menawarkan pengajaran online menggunakan teknologi. Salah satu komponen utama pembelajaran daring selama pandemi adalah Quizizz interaktif. Lingkungan belajar berbasis gamifikasi dapat meningkatkan pengalaman belajar di kelas. Untuk menilai pentingnya dampak quizizz terhadap perkembangan psikomotorik siswa kelas VI SD Swasta Maitreyawira ditinjau dari skor keterampilan selama pandemi, penelitian ini dilakukan. Metodologi kuantitatif untuk pekerjaan ini adalah metodologi deskriptif kuantitatif. Distribusi kuesioner adalah salah satu cara untuk mengumpulkan data tentang variabel X, dan hasil pretest dan posttest adalah salah satu cara untuk mengumpulkan data tentang variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regresi dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh media pembelajaran interaktif Quizizz terhadap perkembangan psikomotorik siswa kelas VI. F hitung sebesar 12.666 dengan tingkat signifikansi 0,001 menurut uji f. instruksi utama Menggunakan temuan analisis t-test, pentingnya variabel konstanta dan ketergantungan diselidiki (perkembangan psikomotor). Ho diabaikan karena t hitung adalah 8,529 dengan Sig. 0,000 0,05 sesuai tabel koefisien di atas. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa perkembangan psikomotor siswa kelas enam sekolah dasar secara signifikan dipengaruhi oleh materi pembelajaran interaktif yang disediakan oleh Quizizz.
PERTAUTAN SIKAP YUDHISTIRA PADA LAKON WAHYU DARMA DENGAN AGAMA BUDDHA (SEBUAH ANALISIS HERMENEUTIKA) Eko Prasetyo; Kabri Kabri; Sukisno Sukisno; Winja Kumari
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek penelitan ini adalah pertunjukan wayang Lakon Wahyu Darma sajian Ki Manteb Soedarsono yang diunggah pada tanggal 25 Desember 2016 di channel youtube ANDHIKA MULTIMEDIA new. Lakon Wahyu Darma dipilih karena memiliki keunikan. Meskipun lakon ini bersumber dari wiracarita Mahabharata, sikap Yudhistira dalam lakon Wahyu Darma yang telah diolah oleh dalang memiliki pesan-pesan ajaran Buddha sehingga menarik untuk diungkap maknanya. Penelitian ini dipaparkan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Permasalah yang telah dirumuskan dalam penelitian ini akan dijawab dengan bantuan perangkat analisis hermeneutika Paul Ricoeur. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengungkapkan sikap dan tindakan tokoh Yudhistira dalam lakon Wahyu Darma; 2) mengungkapkan makna yang terkandung dalam sikap dan tindakan Yudhistira. Dapat disimpulkan bahwa sikap dan tindakan tokoh Yudhistira dalam lakon Wahyu Darma memiliki kemiripan tema dengan dengan Vyāghrī-Jātakam yang reliefnya terpahat di Borobudur yaitu digambarkan memiliki sifat seperti bodhisattva yang karena belas kasih tak terbatasnya, mempersembahkan tubuhnya sebagai makanan bagi induk harimau betina yang sedang mempertahankan hidup dan menolong Kijang yang berjuang menghidupi anak-anaknya dari ancaman Harimau kelaparan. Sikap dan tindakan Yudhistira yang kedua adalah memaafkan Duryudana serta membebaskannya meskipun sudah berulang kali Duryudana dan para Korawa berusaha membunuh dan membuat Pandhawa menderita. Sikap seperti ini memiliki sinergitas dengan pandangan Agama Buddha seperti yang terdapat pada penggalan syair Karaniya Metta Sutta yaitu memancarkan pikiran kasih sayang tanpa batas. Kasih sayangnya terhadap segenap isi alam semesta tanpa benci dan permusuhan bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya demi kebahagiaan anaknya yang tunggal.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF QUIZIZZ TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK SISWA KELAS VI DI MASA COVID-19 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI Lisniasari Lisniasari; Winja Kumari; Tommy Tommy
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena pergeseran cepat dari pembelajaran langsung ke pembelajaran online, masalah pembelajaran menjadi lebih umum di bidang pendidikan. Orang tua dan anak-anak bukan satu-satunya yang terkena dampak; guru juga harus dapat menawarkan pengajaran online menggunakan teknologi. Salah satu komponen utama pembelajaran daring selama pandemi adalah Quizizz interaktif. Lingkungan belajar berbasis gamifikasi dapat meningkatkan pengalaman belajar di kelas. Untuk menilai pentingnya dampak quizizz terhadap perkembangan psikomotorik siswa kelas VI SD Swasta Maitreyawira ditinjau dari skor keterampilan selama pandemi, penelitian ini dilakukan. Metodologi kuantitatif untuk pekerjaan ini adalah metodologi deskriptif kuantitatif. Distribusi kuesioner adalah salah satu cara untuk mengumpulkan data tentang variabel X, dan hasil pretest dan posttest adalah salah satu cara untuk mengumpulkan data tentang variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regresi dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh media pembelajaran interaktif Quizizz terhadap perkembangan psikomotorik siswa kelas VI. F hitung sebesar 12.666 dengan tingkat signifikansi 0,001 menurut uji f. instruksi utama Menggunakan temuan analisis t-test, pentingnya variabel konstanta dan ketergantungan diselidiki (perkembangan psikomotor). Ho diabaikan karena t hitung adalah 8,529 dengan Sig. 0,000 0,05 sesuai tabel koefisien di atas. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa perkembangan psikomotor siswa kelas enam sekolah dasar secara signifikan dipengaruhi oleh materi pembelajaran interaktif yang disediakan oleh Quizizz.
SARJANA PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SEBAGAI MISIONARI BUDDHIS (STUDI KASUS PADA LULUSAN PTKB DI PROVINSI SUMATERA UTARA) Winja Kumari
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v3i1.13

Abstract

Seorang lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) bertanggung jawab untuk menjaga, memperluas dan mempertahankan ajaran Buddha pada masyarakat. Masyarakat, khususnya masyarakat Buddhis saat ini mengalami kemerosotan moral yang ditandai dengan persoalan kenakalan remaja, narkoba, prostitusi, tidak hormat pada orang tua, serta tidak takut berbuat maupun akibat dari kesalahannya lagi. Vihara, cetiya maupun arama sebagai rumah ibadah pun tidak lagi berfungsi sebagai mestinya dikarenakan kurangnya minat umat untuk membina diri dan konflik yang terus berlangsung dari generasi ke generasi. Untuk menghadapi permasalahan ini, sangat dibutuhkan kepedulian dan bantuan lulusan PTKB yang lebih sibuk mengajar di sekolah untuk membina generasi muda Buddhis menjadi insan mandiri, cekatan, cerdas, terampil, serta beretika dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan Buddhis di rumah ibadah maupun organisasi Buddhis. Dalam hal ini, lulusan PTKB pun dapat bekerja sama dengan orang tua, pengurus rumah ibadah, pandita umat Buddha dan pemerintah setempat.
IMPLEMENTASI AJARAN BUDDHA DALAM BISNIS AGAR BERTAHAN LAMA KEPADA UMAT BUDDHA VIHARA BUDHARAMSI DELITUA Winja Kumari; Lisniasari Lisniasari; Lamirin Lamirin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BODHI DHARMA (JPKMBD) Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpmb.v1i2.54

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang mengimplementasikan ajaran Buddha dalam berbisnis oleh umat Buddha perumah tangga yang masih hidup dalam keduniawian agar bisnis bertahan lama. Pengelolaan kekayaan yang baik tentu akan mendatangkan kebahagiaan, namun dapat menimbulkan persoalan baru apabila tidak dikelola dengan penuh kebijaksanaan maupun dengan cara perolehan kekayaan yang keliru. Oleh karena itu, diadakanlah penyuluhan kepada umat Buddha Vihara Budharamsi Delitua mengenai penerapan ajaran Buddha agar bisnis bertahan lama, kegiatan ini dilaksanakan secara langsung untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan kegiatan PkM. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan serta tanggapan peserta bahwa penerapan ajaran Buddha oleh umat dapat membuat bisnis bertahan lama dan dapat membawa manfaat dan pengetahuan baru.
PELATIHAN MENJADI PRIBADI BERKARAKTER BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH MINGGU BUDDHA MELALUI LOKA SHANTI CAMP Winja Kumari; Panir Selwen; Lamirin Lamirin; Salwe Rajen
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BODHI DHARMA (JPKMBD) Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpmb.v2i1.73

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah Pembentukan pribadi berkarakter bagi anak-anak. Pribadi berkarakter merupakan hasil dari pendidikan secara umum yaitu kebiasaan baik, etika dan budaya yang diterapkan dalam keluarga yang diperoleh secara non formal yang terjadi dimasyarakat maupun pendidikan secara formal yang berlangsung di sekolah-sekolah dalam bentuk pelatihan-pelatihan, kerja bakti, kursus. Salah satu bentuk pendidikan non formal yang menunjang pendidikan keagamaan di Indonesia adalah Sekolah Minggu Buddha. Sekolah minggu Buddha dapat berperan dalam pembentukan karakter peserta didiknya. Pembentukan karakter ini dapat diterapkan dengan berbagai metoda. Salah satu yang dilakukan Sekolah Minggu Buddha Loka Shanti dengan melaksanakan Program Pelatihan melalui kegiatan kemah (camp). Pelatihan yang ditujukan kepada peserta didik Sekolah Minggu Buddha Loka Shanti dilakukan oleh Tim Pengambdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Buddha Bodhi Dharma dengan didampingi oleh guru Sekolah Minggu Buddha. Pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dimaksudkan agar peserta didik Sekolah Minggu Buddha dapat memiliki kepribadian yang berkarakter sesuai indikator diatas melalui kegiatan kemah (camp) yaitu Loka Shanti Camp II. Berdasarkan hasil daripada pelaksanaan kegiatan tersebut, diketahui bahwa karakter peserta didik Sekolah Minggu Buddha Vihara Loka Shanti mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari kemandirian mereka saat di camp, disiplin dan komit dengan segala kegiatan yang dilaksanakan, menghargai hak orang lain, mematuhi aturan yang ditetapkan saat pelatihan.