Boniran Boniran
STAB Maha Prajna Jakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERAN ILMU PENGETAHUAN AGAMA BUDDHA DALAM KONSTRUKSI ETIKA SOSIAL DAN SPIRTUAL MASYARAKAT Tejo Ismoyo; Lisniasari Lisniasari; Boniran Boniran
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v3i2.48

Abstract

Agama mengajarkan dan membimbing pemeluknya dalam melakukan prosesi atau upacara keagamaan, khususnya dalam menghormati jiwa dan hati manusia dalam rangka mengenal Tuhan, suatu proses yang sering dikaitkan dengan proses pembentukan spiritual. Spiritualitas, spiritualitas, dan spiritualisme sendiri mengacu pada kata Spirit atau Spirius yang berarti nafas. Nilai dari spritualitas adalah keyakinan, norma dan etika yang dihormati. Transendensi dan sebuah pengalaman, kesadaran dan kesadaran akan dimensi transenden kehidupan tentang diri sendiri.Menghubungkan berarti membangkitkan kesadaran akan hubungan antara diri kita dengan orang lain dan antara Tuhan dan jiwa manusianya. Setiap agama memberikan doktrin kebenaran yang tidak dapat diubah oleh manusia. Agama menganggap wahyu itu mutlak, tetapi bisa dimaknai. Oleh karena itu, ketika agama bersinggungan dengan etika, tidak mungkin mengubah ajaran agama secara absolut, tetapi secara absolut, etika memiliki peran melindungi pelaku, bukan untuk bias. Dengan rasionalitas etis, agama dapat dipahami dalam konteks (Teichman, 2003: 3) Etika tidak dapat menggantikan agama.Agama adalah hal yang tepat untuk memberikan bimbingan moral. Religius menemukan orientasi fundamental kehidupan dalam agamanya. Religius mengharapkan ajaran agamanya rasional. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dari sumber literatur yang mendukung data penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama Buddha menerapkan berbagai ajaran untuk membentuk konstruksi etika sosial spiritualitas bagi masyarakat.
BENCANA COVID-19 DALAM PERSEPSI BUDDHIS Boniran Boniran; Wahyu Diono; Nuriani Nuriani
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v3i2.49

Abstract

Covid-19 merupakan bencana non alam yang terjadi sekarang ini tepatnya pada awal tahun 2020, Covid-19 merupakan bencana non alam yang disebabkan oleh virus corona atau savere acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV-2) virus yang menyerang sistem pernapasan. Seiring perkembangan zaman yang modern seperti sekarang ini, karena masih banyak manusia yang berlebihan mengkonsumsi hewan liar dan kurangnya memahami hukum sebab akibat, sehingga menyebabkan munculnya virus baru, masalah yang sedang terjadi sekarang ini yaitu virus corona. Awal mula munculnya virus corona ini berasal dari kota Wuhan, Tiongkok penyebarannya virus tersebut diduga melalui mengkonsumsi daging kelelawar. Dalam buddhisme kurangnya memahami hukum sebab-akibat juga merupakan salah satu penyebab munculnya virus ini, dalam pancasila buddhis yang pertama dijelaskan “Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami” yang artinya: aku bertekad melatih diri untuk menghindari pembunuhan makhluk hidup. Jika kita melanggar sila yang pertama ini dalam kehidupan kita yang akan datang akan terlahir kembali dalam keadaan cacat, mempunyai wajah yang buruk, berbadan lemah dan berpenyakitan, dan berumur pendek. Maka dari itu membunuh bahkan memakan binatang liar merupakan tindakan yang tidak baik, karena bisa mengakibatkan dampak. Terutama pada kesehatan karena tidak tahu binatang liar yang dikonsumsi didalamnya mengandung virus atau bakteri yang berpengaruh terhadap kesehatan kita. Jadi bisa dikatakan memahami hukum sebab-akibat merupakan salah satu yang haru kita tanamkan karena kita bisa memahami mana yang benar dan salah saat kita akan melakukan sesuatu tindakan, sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan teori-teori yang ada didalam buku-buku, serta karya para praktis. Hasil pengolahan data disajikan dalam bentuk paparan didalam pembahasan. Dengan adanya penelitian ini, hendaknya seseorang harus memahami hukum sebab-akibat dalam melakukan perbuatan. Dengan menyadari hal tersebut di atas, maka disini penulis mencoba untuk mengadakan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan sumber-sumber tentang Covid-19 serta Covid-19 dalam Buddhisme dikatakan dalam bencana atau bukan. Sehingga diharapkan bisa terhindar dari virus Covid-19.