Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANTIOXIDANT EFFECT OF LONGAN PERICARP EXTRACT IN PARACETAMOL-INDUCED IN RATS Nabilah Saniyya Wahyudi; Lusiana Batubara; Endang Sri Sunarsih; Eva Annisaa'
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro)
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v9i6.29324

Abstract

Background: Oxidative stress is a condition which were free radicals harm biological molecules, like lipid, protein, and DNA. Consume paracetamol can increase oxidative stress, which can cause increased level of AST and ALT serum. Longan pericarp (Dimocarpus longan L.) is one of natural ingredients that contain phenolic and flavonoids as an antioxidant to prevent oxidative stress. This study aims to prove the effect of longan pericarp (Dimocarpus longan L.) on AST and ALT serum levels of Wistar rats induced paracetamol. Methods: Experimental research with post-test only control group design. Thirty males wistar aged 2-3 months weighing 140-250 grams randomly divided into 5 groups. Group K1 was normal control group. Group K2 was induced by paracetamol 2000 mg/kgBW. Group P1, P2, P3 were induced by paracetamol 2000 mg/kgBW administered by longan shell extract (Dimocarpus longan L.) in multilevel dose 5 mg/200 gBW, 10 mg/200 gBW, and 15 mg/200 gBW. Blood samples in each group were collected to measure AST and ALT serum levels of wistar rats. Results: There were signifficant differences groups of AST serum. There were signifficant difference groups of K1-K2 (p=0,000), K2-P2 (p=0,041), and K2-P3 (p=0,010). There were signifficant differences groups of ALT serum. There were signifficant differences groups of K1-K2 (p=0,001), K2-P2 (p=0,032), and K2-P3 (p=0,006).  Conclusions:  The longan pericarp extract can lower the AST and ALT serum levels of Wistar rats induced by paracetamol.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI Vivi Nurmalita; Eva Annisaa; Dodik Pramono; Endang Sri Sunarsih
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.234 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25813

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular paling lazim yang tergolong dalam penyakit degeneratif, dan disebut sebagai penyakit “Silent Killer”. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan peningkatan angka kejadian morbiditas dan mortalitas penderita hipertensi adalah ketidakpatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi. Pengobatan antihipertensi harus dilakukan secara rutin agar kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kualitas hidup pada pasien hipertensi. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non-eksperimental yang bersifat observasional dengan pendekatan penelitian dilakukan secara cross sectional. Responden penelitian adalah semua pasien hipertensi yang datang memeriksakan diri maupun berobat di Puskesmas Halmahera, Puskesmas Kedungmundu, dan Puskesmas Pandanaran Kota Semarang pada bulan Mei-Juni tahun 2018 yang memenuhi kriteria inklusi serta tidak memiliki kriteria eksklusi. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF, serta data sekunder berupa rekam medis pasien hipertensi. Uji statistik yang dilakukan adalah uji Chi-square. Hasil : Tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dalam kategori kepatuhan tinggi sebesar 64,4%, kategori kepatuhan sedang sebesar 28,9%, dan kategori kepatuhan rendah sebesar 6,7%. Tingkat kualitas hidup pasien hipertensi dalam kategori kualitas hidup baik sebesar 93,3%, dan kategori kualitas hidup kurang sebesar 6,7%. Hasil uji statistik antara kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kualitas hidup pasien hipertensi adalah p<0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kualitas hidup pasien hipertensi.Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup, Hipertensi.
PENGARUH PEMBERIAN MIYAK GORENG PENGGUNAAN BERULANG TERHADAP KADAR PARASETAMOL PADA URIN TIKUS WISTAR JANTAN Pratama Nurmalik Adhuri; Endang Sri Sunarsih; Astika Widy Utomo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.042 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18617

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan minyak goreng berulang lazim dilakukan, dengan tujuan mengurangi biaya dalam memasak. Minyak goreng yang digunakan berulang akan menyebabkan pembentukan radikal bebas yang dapat menjenuhkan antioksidan endogen, yaitu glutahtion. Parasetamol merupakan obat analgetikantipiretik yang sering dikonsumsi masyarakat. Gluthation mempunyai peran penting dalam metabolisme parasetamol.Tujuan: Mengetahui pengaruh minyak goreng penggorengan berulang terhadap kandungan parasetamol dalam urin tikus wistar.Metode:True experimental dengan post test only control group design. Pengukuran pengaruh penggunaan minyak goreng berulang dilakukan dengan membandingkan presentase kandungan parasetamol pada urin tikus. Setelah diadaptasi dengan diet standar selama 7 hari, 14 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok K sebagai kelompok kontrol dan kelompok P sebagai kelompok perlakuan. Kelompok K diberi diet standar dan kelompok P diberi diet minyak goreng penggorengan berulang ad libitum selama 56 hari. Pada hari ke-57 semua tikus diberi parasetamol oral 12,5mg/200gramBB. Sampel yang diambil adalah urin tampung 24 jam. Volume urin dicatat. Kadar parasetamol dalam urin diukur dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 242 nm. Persentase jumlah parasetamol dalam urin didapat dari mengalikan kadar parasetamol dengan volume urin.Hasil: Uji statistik dengan uji t tidak berpasangan menunjukan perbedaan bermakna (p<0,05). Persentase jumlah parasetamol kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Dengan rerata sebesar 94,6% pada kelompok perlakuan dan 97,16% pada kelompok kontrol.Simpulan: Minyak goreng penggunaan berulang mempengaruhi metabolisme parasetamol dengan menurunkan persentase parasetamol dalam urin.
Pengaruh Pemberian Vitamin C Terhadap Kadar Kolesterol Total Serum Tikus Jantan Hiperlipidemia Setelah Perlakuan Jus Lidah Buaya (Aloe vera Linn) Endang Sri Sunarsih; Slamet Pamuji
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3348.686 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin C terhadap kadar kolesterol total serum tikus hiperlipidemia yang telah di beri jus Aloe vera. Linn. Penelitian dilakukan dengan desain Pre and Post Randomized Controlled  Group Design, menggunakan tikus Wistar yang telah dibuat hiperlipidemia. Tikus diberi jus Aloe vera Linn dengan dosis 4 ml/kg BB/hari selama 15 hari. Kemudian dilanjutkan pemberian vitamin C selama 3 hari dengan dosis 3,38 mg/kg BB dan 11,25 mg/kg BB. Pemeriksaan kadar kolesterol total serum menggunakan metode  CHOD-PAP. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan anova pada derajat kemaknaan  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C secara bermakna menurunkan kadar kolesterol total serum pada tikus hiperlepidemia yang telah diberi jus  Aloe vera. Linn. Peningkatan dosis vitamin C berpengaruh secara bermakna dalam menurunkan kadar kolestrol total serum tikus.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIK PARASETAMOL PADA TIKUS WISTAR Faizurrahman Andi Kusuma; Endang Sri Sunarsih; Eva Annisaa
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.297 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14425

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan minyak goreng yang telah dipanaskan berulangkali banyak dilakukan di masyarakat untuk menekan pengeluaran biaya dalam memasak. Minyak goreng yang dipanaskan dan digunakan berulang akan membentuk suatu radikal bebas yang dapat menjenuhkan antioksidan endogen, yaitu gluthation. Parasetamol mempunyai efek analgesik dan antipiretik yang banyak digunakan masyarakat. Dalam metabolisme parasetamol, gluthation mempunyai peran yang penting.Tujuan : Mengetahui pengaruh minyak jelantah terhadap profil farmakokinetik parasetamol dalam darah tikus wistarMetode : True experimental dengan post test only control group design. Setelah diadaptasi dengan diet standar selama 7 hari, 14 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok K sebagai kelompok kontrol, dan kelompok P sebagai kelompok perlakuan. Kelompok K diberi diet standar dan kelompok P diberi diet minyak jelantah ad libitum selama 56 hari. Pada hari ke-57 semua tikus diberi parasetamol oral 12,5 mg/200gramBB. Pengambilan cuplikan darah dilakukan dari vena retroorbita pada menit ke-3, 5, 10, 20, 30, 40, 60, 90, 120, 180, 240, 300, dan 360. Kadar parasetamol dalam plasma diukur dengan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 242 nm.Hasil : Uji statistik dengan uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedaan bermakna pada parameter Cl, Kel, t1/2e, Cmaks, AUC (p<0,05) dan menunjukkan perbedaan tidak bermakna pada parameter Ka,Vd, tmaks (p>0,05).Simpulan : Minyak jelantah dapat mempengaruhi profil farmakokinetik parasetamol dengan meningkatkan parameter t1/2e, Cmaks, AUC dan menurunkan parameter Cl, dan Kel.
Pendidikan Nasionalisme bagi Generasi Muda untuk Membentuk Watak Masyarakat yang Bermartabat Suparjo; Yoga Adhi Dana; Charisha Mahda Kumala; Endang Sri Sunarsih
Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/perigel.v2i4.1104

Abstract

Tujuan Artikel ini untuk menumbuhkan sikap nasionalisme warga negara khususnya generasi muda sebagai upaya berperan serta dalam Pembangunan watak bangsa yang bermartabat. Semangat nasionalisme pada generasi muda di era modern ini tak dapat dipungkiri sedikit demi sedikit mulai terkikis.. Globalisasi yang menganut pada nilai kebebasan dan keterbukaan, membuat banyak anak muda yang suka betindak sesuka hati,dan bersifat apati., Salah satu contoh tindakan menyimpang, seperti adanya geng motor dengan tindak kekerasan yang jelas mengganggu ketentraman lingkungan masyarakat. Di sisi lain, bangsa kita membutuhkan generasi muda yang kuat,tangguh dan bermartabat sebagai generasi penerus kelangsungan negara. Persoalan ini perlu disikapi dan dicari solusi yang tepat. Salah satu solusi dan segera harus dilakukan adalah menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme dan patriotism. Hal ini dapat dimulai dengan tidak mengajarkan hal-hal yang menyimpang terhadap nilai-nilai Pancasila, menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini, menggunakan dan mencintai produk dalam negeri dan memperkenalkan berbagai keragaman budaya Indonesia.
STUDI IN VIVO EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN PENYEMBUHAN LUKA PADA HEWAN MODEL DIABETES utami, Widyaningrum; Endang sri sunarsih; Saragih, Elisa Br.; Merilla Andini
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i3.28281

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah yang tinggi menyebabkan penyembuhan luka yang lebih lama. Daun belimbing wuluh diketahui memiliki senyawa yang berperan sebagai antidiabetes dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun belimbing wuluh pada tikus wistar jantan yang diinduksi aloksan serta aktivitasnya terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci model diabetes yang diinduksi dengan aloksan. Uji aktivitas antidiabetes dilakukan dengan 6 kelompok tikus diinduksi dengan aloksan 150 mg/kgBB. Uji aktivitas luka sayat dilakukan pada ima ekor kelinci yang diinduksi dengan aloksan 175 mg/kgBB dan diberi luka sayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol  daun belimbing wuluh memiliki aktivitas hipoglikemik pada tikus wistar jantan yang diinduksi dengan aloksan dengan dosis efektif 300 mg/kgBB dibandingkan dengan kelompok kontrol positif akarbose (p=0,12). Ekstrak etanol daun belimbing wuluh memiliki aktivitas dalam menyembuhkan luka sayat pada kelinci diabetes yang diinduksi aloksan dengan konsentrasi efektif 15% dibandingkan dengan kelompok kontrol positif tetrakloro dekaoksigen (p=0,57).