Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH JUMLAH PENGANGGURAN DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO Alif Finno Fidzaky; Joko Priyono
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo selama periode 2015–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah laju pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel independennya adalah jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil riset ini menunjukkan bahwa secara simultan jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji F yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,225 > 0,05. Secara parsial, jumlah pengangguran juga tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,103 > 0,05, meskipun memiliki hubungan negatif dengan koefisien regresi sebesar -0,649. Demikian pula tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,536 > 0,05 dan koefisien regresi sebesar -0,798 yang menunjukkan hubungan negatif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,312 menunjukkan bahwa variabel jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan mampu menjelaskan variasi laju pertumbuhan ekonomi sebesar 31,2%, sedangkan sisanya sebesar 68,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) DI KOTA SURABAYA PERIODE 2011-2025 Feriadi; Joko Priyono
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Surabaya selama periode 2011–2025. TPT merupakan indikator penting dalam mengukur kondisi pasar tenaga kerja, sehingga pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya menjadi sangat relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series tahunan yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan dari kedua variabel independen terhadap TPT. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa IPM mengalami peningkatan yang konsisten setiap tahunnya, sedangkan pertumbuhan ekonomi cenderung fluktuatif dengan kontraksi tajam pada masa pandemi. Melalui pengujian statistik, penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi kontribusi masing-masing variabel dalam menekan TPT serta memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dalam perencanaan kebijakan ketenagakerjaan. Temuan penelitian ini juga memberikan gambaran empiris yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan kebijakan fiskal dan pembangunan manusia yang lebih efektif dan berkelanjutan.
DAMPAK BANTUAN PEMERINTAH DAN PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN IKM KONVENSIONAL TENUN DI KOTA LARANTUKA, PROVINSI NTT Melkior Keleka Hayon; Joko Priyono
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Bantuan Pemerintah dan Pajak Daerah terhadap Pendapatan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tenun Tradisional di Kota Larantuka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksploratif dengan mendistribusikan kuesioner kepada 40 pemilik UKM tenun tradisional. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bantuan Pemerintah dan Pajak Daerah secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan UKM tenun tradisional. Secara parsial, Bantuan Pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UKM, sedangkan Pajak Daerah memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,476 menunjukkan bahwa 47,6% variasi pendapatan UKM tenun tradisional dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya 52,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan pengrajin tenun melalui dukungan modal, pelatihan, pendampingan, dan bantuan pemasaran. Oleh karena itu, optimalisasi program bantuan pemerintah sangat penting untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan UMKM tenun konvensional di Kota Larantuka.
The Effects of Land Area, Number of Coffee Trees, and Maintenance Costs on Robusta Coffee Production in Duyung Village, Mojokerto Regency Yose Oentoro; Joko Priyono
Journal of Business Economics and Agribusiness Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbea.v3i2.1061

Abstract

This study aims to examine the role of land area, number of coffee trees, and maintenance costs in determining Robusta coffee production among farmers in Duyung Village, Trawas District, Mojokerto Regency. A quantitative approach was employed using primary data collected through questionnaires distributed to 55 coffee farmers, with the sample size determined using the Slovin formula. The variables analyzed include land area, number of coffee trees, maintenance costs, and Robusta coffee production measured in kilograms. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of EViews 13 software to evaluate the relationship, magnitude of influence, and statistical significance of each independent variable. The results indicate that land area, number of coffee trees, and maintenance costs simultaneously have a significant effect on Robusta coffee production. Partially, land area (X1) has a positive and significant effect on production, the number of coffee trees (X2) does not have a statistically significant effect, and maintenance costs (X3) have a significant negative effect on production. These findings suggest that land area and efficient management of maintenance costs play a more decisive role in increasing coffee yields, while the number of trees alone is not the main determinant of production. Overall, this study provides empirical evidence on key factors influencing the productivity of Robusta coffee farming and may serve as a reference for developing strategies to improve agricultural productivity in Duyung Village.
PENDAMPINGAN PERSIAPAN MANAJEMEN PENGELOLAAN KOPERASI DESA DESA SUMBER KEMBAR KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO Joko Priyono; Rudy Santoso; Christian Arga Sitohang; Sri Budi Kasiyati
ABDIMAS Vol 6 No 01 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i01.2640

Abstract

Koperasi sebagai organisasi ekonomi, khususnya di perdesaan, merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal (Hendar, 2013:25). Pemerintah telah menetapkan koperasi sebagai alat bagi perjuangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui kerja sama. Kerja sama yang dimaksudkan adalah membentuk organisasi ekonomi berupa koperasi. Pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis dalam penguatan ekonomi lokal. Dengan adanya koperasi, masyarakat dapat mengelola potensi ekonomi secara bersama, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan memberdayakan anggota masyarakat. Melalui koperasi, juga akan terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan ekonominya. Dalam upaya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan sebagai perwujudan Asta Cita kedua dan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi sebagai perwujudan Asta Cita keenam menuju Indonesia emas 2045, perlu membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui pendirian, pengembangan, dan revitalisasi koperasi desa/kelurahan Guna mewujudkan hal tersebut, perlu langkah strategis, terpadu terintegrasi, dan terkoordinasi antar kementrian/lembaga dan pemerintah daerah guna melakukan optimalisasi dan percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Inpres No 9 tahun 2025).