Maya Sari
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Behavioral Finance Terhadap Pengambilan Keputusan Hutang di Era Covid-19: Studi Kasus Pada UMKM Sektor Makanan di Kota Bandung Tuti Anggraeni; Nugraha Nugraha; Maya Sari; Dodi Sukmayana
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v5i2.16487

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bevaioral finance dengan mengunakan factor bias overconfidence terhadap pengambilan keputusan hutang pada UMKM dan pengaruh behavioural finance dengan menggunakan factor bias illusion of control terhadap pengambilan keputusan hutang pada UMKM. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis kuantitatif, dengan jenis metoda penelitian yang dipakai adalah Regresi Linier Berganda. Penelitian ini menggunakan 59 sampel pelaku usaha UMKM sector makanan yang berada di wilayah Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah dengan cara teknik sampling insidental dan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden yaitu pelaku sekaligus pemilik UMKM. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh overconfidenceyang signifikan terhadap pengambilan keputusan hutang disaat era pandemic covid-19 yang dilakukan oleh pelaku usaha UMKM sector makanan yang berada di wilayah Kota Bandung. Dan hasil penelitian pun menujukan bahwa ada pengaruh signikan dari factor bias illusion of control terhadap pengambilan keputusan hutang disaat era pandemic covid-19 yang dilakukan oleh pelaku usaha UMKM sector makanan yang berada di wilayah Kota Bandung.Keputusan Berhutang yang dilakukan pelaku UMKM sector makanan di kota Bandung ini dipengaruhi oleh karakteristik responden yang memiliki usia produktif 36 sampai dengan 40 tahun, sebagian besar perempuan dengan latar belakang Pendidikan perguruan tinggi yang sudah menggeluti usaha lebih dari 5 tahun.
The Mediating Effects of Government Innovation Capabilities and ICT Development: E-Government Implementation and Organizational Value Creation in Indonesia Lili Khamiliyah; Agus Rahayu; Maya Sari; Puspo Dewi Dirgantari
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i4.4121

Abstract

Various studies provide evidence that E-Government Implementation contributes to Organizational Value Creation, but more research is still needed to analyze the mediation effect of Government Innovation Capabilities and ICT Development in the influence of E-Government on Organizational Value Creation in Indonesia. Using primary research data sourced from primary data, questionnaires were distributed to respondents with a total sample of 268, answering the formulation of hypotheses and research models using a parallel mediation effect approach, namely using SEM-PLS and SPSS V.3.4, The results of the study indicate that there is a direct effect of E-Government on Organizational Value Creation, as well as an indirect effect of E-Government on Organizational Value Creation through Government Innovation Capabilities and ICT Development; the influence is more apparent if, through ICT Development, this is possible because of the uneven development and implementation of ICT due to the level of accessibility, use, and skills. In addition, efforts that can be made to improve organizational innovation capabilities must involve essential elements, namely, Top Management, Adequate resources and Absorptive capacity, Organizational slack, Cross-functional collaboration, and Organizational challenges. Researchers suggest that local governments in Indonesia strengthen institutions, technology-based services, and governments that could innovate in providing services to the community to increase good, reliable, effective, efficient, and adaptive organizational governance to changes and community needs.