Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran pada Kompetensi Dasar Membaca Gambar Menerapkan Sistem Koordinat Berbasis Adobe Flash Rika Dewi Indriyani; Tiwan Tiwan; Dwi Rahdiyanta
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v2i1.13500

Abstract

This research aimed to design and assess the feasibility of Adobe Flash aided learning media for CNC Turning subject, specifically for the coordinate system topic. The research was a research and development study using the Four-D models of development. Four-D model consists of 4 steps, namely define, design, develop, and disseminate. The instrument being used on this research was closed questionnaires with 4 choices Likert scale. The questionnaires were validated by expert evaluation. Data were collected from the 32 respondents. Data, which were quantitative and qualitative, were analyzed using descriptive analysis technique. The result shows that the learning media meets the teachers' and students' needs and expectation. For the feasibility level, the contents expert gave an average score of 3.37 which can be categorized as "very good". The expert in media gave an average score of 3.45 which is in the "very good" category. The Teacher of the respective subject gave an average score of 3.38 and is categorized as "very good". Students respond well with a score of 3.47 were given, which can be categorized as "very good". Tujuan penelitian ini adalah merancang media pembelajaran berbantuan adobe flash untuk mata pelajaran CNC Turning dengan sistem koordinat. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan Four-D Models yang terdiri dari 4 tahap yaitu define, design, develop, dan disseminate. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala Likert 4 pilihan jawaban. Angket divalidasi oleh ahli evaluasi. Pengambilan data dilakukan kepada 32 responden. Data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan telah disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan dari guru dan siswa. Tingkat kelayakan media pembelajaran menurut ahli materi mendapatkan rerata nilai sebesar 3,37 dengan kategori "sangat baik". Hasil validasi ahli media memperoleh rerata nilai sebesar 3,45 dengan kategori "sangat baik". Hasil validasi guru pengampu memperoleh rerata nilai sebesar 3,38 dengan kategori "sangat baik". Berdasarkan penilaian respon siswa diperoleh rerata sebesar 3,47 dengan kategori "sangat baik".
Karakterisasi Grinding Balls Produksi CV Baja Ellips Arianto Leman; Tiwan Tiwan; Nurdjito Nurdjito
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2018): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v3i1.19115

Abstract

This research is aimed to study the characteristics of cast grinding balls produced by CV Baja Ellips Ceper, Klaten. The samples were taken from three tapping. One group was quenched in water while the other was not. The studied characteristics comprised of chemical composition, microstructure, hardness and wear. The result shows that the grinding balls have the chemical composition of medium-strength cast iron. However, the microstructure shows cementite and pearlite that indicates the structure of a white cast iron. The hardness of quenched and unquenched grinding balls are 60 HRC and 57 HRC, respectively. The hardness is consistent from the edges to the middle of the grinding balls. The specific wear of quenched grinding balls and unquenched grinding balls is 3.32963 x 10-06 mm2/kg and 5.032 x 10-06 mm2/kg, respectivelyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik grinding balls produksi CV Baja Ellips Ceper Klaten yang dibuat dengan menggunakan proses pengecoran. Sampel grinding balls diambil dari tiga kali tapping yang berbeda. Satu kelompok dicelup dingin dalam air dan yang tidak dicelup dingin. Karakterisasi yang dilakukan meliputi komposisi kimia, struktur mikro, kekerasan dan keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia dari bola penggiling termasuk dalam kelas besi tuang kekuatan sedang. Struktur mikro yang tampak adalah sementit dan perlit yang menunjukkan struktur besi tuang putih. Kekerasan grinding balls yang dicelup dingin adalah 60 HRC sedangkan yang tanpa dicelup dingin sebesar 57 HRC. Kekerasan grinding balls konsisten dari bagian tepi sampai bagian tengah. Keausan spesifik grinding balls yang dicelup dingin dan tanpa dicelup dingin berturut-turut 3,32963 x 10-06 mm2/kg dan 5,032 x 10-06 mm2/kg
Tungku Krusibel dengan Economizer untuk Praktik Pengecoran di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY Arianto Leman; Tiwan Tiwan; Mujiyono Mujiyono
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v2i1.13496

Abstract

This research was aimed at developing economizer on aluminum crucible furnace to improve the furnace's performance. The research implements a Research and Development method. The economizer effects was determined from the performance test. The furnace were being tested with and without economizer at the same process condition. The developed furnace exhaust have the same diameter with the gas burner inlet. The exhaust was extended and curved to serve as an economizer. Aluminum of 11.78 kg can be melted with the economizer effects in 60 minutes, and only required 2.6 kg of LPG, whereas without economizer it required 3.1 kg LPG in 80 minutes for the same amounts of Aluminum. Penelitian ini bertujuan menambahkan economizer pada tungku pelebur aluminium untuk memperbaiki performa tungku. Metode Research and Development diterapkan untuk pengembangan tungku. Efek penggunaan economizer ditentukan dari uji kinerja. Tungku diuji coba tanpa dan dengan economizer pada kondisi proses yang sama. Saluran buang pada tungku berdiameter sama dengan saluran masuk. Saluran dibuat memanjang dan berbelok berfungsi sebagai economizer. Aluminium 11,78 kg dapat dicairkan memakai economizer dalam 60 menit dan membutuhkan 2,6 kg gas LPG, sedang tanpa economizer membutuhkan 3,1 kg gas LPG dan waktu 80 menit.
RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK ADONAN BAHAN DODOL BATANG DAN BUAH PEPAYA UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI INDUSTRI KECIL DI PEDESAAN tiwan, Tiwan
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.899 KB) | DOI: 10.21831/ino.v14i1.2280

Abstract

This  community  service  activity  of  appropriate  technology  based leading program aims to support solving the problem faced by small home industries   KUB   "DHARMA   MAKMUR"   in   the   stirring   process   of homogenizing delicacy dough substance of papaya stem and fruit. This stirring process is the beginning activity of the production process of the papaya stem and fruit delicacy. To solve the problem faced by the working partner, this appropriate technology based community service program focuses on the stirring machine construction  followed  by  the  training  activity  using  the  methods  of:  (1) designing the machine compromised to the working partner needs, (2) lecture of machine working principles, (2) demonstration of the machine operation training, (3) field practice to equip the skills for the members of the home industry of KUB "DHARMA MAKMUR". The product of this community service activity is the realization of a mixing machine unit to stir delicacy dough of papaya stem and fruit having the specifications of: (1) dimension of length x width x height=60x50x80 cm, and (2) electric motor of 0,5 HP. The machine operation technique and safety are conducted by turning the machine on until the normal speed of the stirring plate rotation and adjusting the stirring plate rotation speed considering the delicacy dough being mixed. The productivity of the machine produced by this appropriate technology based community service leading program can be eight to ten times quicker compared to working with manual equipments.
MESIN PENGANYAM KAWAT STRIMIN UNTUK INDUSTRI KECIL Tiwan, Tiwan; Hantoro, Sirad
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 1, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v1i1.5091

Abstract

Program  Vucer  ini bertujuan   untuk  mernbantu   industri  kecil  dalam  hal pengembangan    teknologi   pembuatan   anyaman sawat  strimin,  Yang menjadi   sasaran  dalam  program  ini adalah  para  pengusaha   industri  kecil  yang  bergerak  dalarn  bidang:<".'mbuatankawat  strimin. Upaya yang dapat  dilakukan  untuk menyelesaikan   permasalahan   yang dihadapi  industri  kecil yang bergerak  dalam usaha:<".'nganyamankawat  strimin  adalah  membantu   dalam  hal peningkatan   teknologinya.   Adapun  langkah-langkah    yang  dapat...  kukan  adalah:  pengkajian   mesin  penganyam   kawat,  perencanaan   mesin  penganyam   kawat  strimin,  pembuatan   gambar--: a,  penetapan   jadwal   kerja,   pelaksanaan    pembuatan    mesin.   assembling   mesin,   uji  cob a mesin,   evaluasi   hasil,  dan-    ~-empumaan. Adapun  spesifikasi   mesin  penganyam   kawat  strimin  yang  dibuat  adalah  sebagai  berikut:  panjang   J  000  mm,  lebar  400-    tinggi  J 050 mm, tinggi meja  800 mm. Penggerak  motor  listrik  1 phase.  P=]  PK, n = 1450 rpm. Transmisi:  Puley & belt,-_'::.Jcer,  roda  gigi,  kopling.  Dais  pembentuk   Pitch  60 dan Pitch  40.  Putaran  kerja  50 rpm,  panjang  Meja  anyam  2000 mm,- ~~. meja anyam 890 mm. Berdasarkan   dari hasil kegiatan  ini maka dapat disimpulkan  bahwa  kegiatan  ini sangat bermanfaat am usaha  pengembangan    industri  kecil.  Dari  hasil  uji coba  mesin  penganyam  kawat  yang  dibuat  sudah  dapat  beroperasi~   "-3..i  dengan  permintaan   industri  kecil,  danjika   dilihat  dari hasil kerjanya.  mesin ini lebih cepat  dan hasilnya  lebih baik.
Penerapan Perangkat Praktik Pengecoran Aluminium pada Mata Pelajaran Teknologi Mekanik Untuk Siswa SMK Tiyas Dwi Setiawan; Tiwan Tiwan; Arianto Leman
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v2i1.13501

Abstract

This article presents the application of aluminum casting foundry practice equipment in SMK N 1 Magelang and the evaluation of the learning achievement. The research methods being used was quasi-experiment with Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this research was all of the 126 X grade students of Machining department. The sampling using the incidental sampling methods resulting in the choice of MC and MA class, each having 31 students as samples. MC class was selected as a control group and MA was class selected as the treatment group. Data collection was carried out using observation and test and then analyzed using Sign Test. The experiment resulted in 30 students of the treatment group passed the minimum mastery criteria (score 75), while for the control group it is only 10 students. The learning achievements of the treatment group in average was 82.78 which is higher than the control group with an average of 72.43. The increase in the average learning achievements for the treatment group is 37 % while for the control group is 25 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang menggunakan perangkat praktik pengecoran aluminium pada mata pelajaran Teknologi Mekanik di SMK. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan Pretest Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Magelang yang berjumlah 126 siswa. Kelas X MC dan X MA dengan masing-masing 31 siswa dipilih menjadi sampel dengan metode sampling insidental. Kelas X MC dipilih sebagai kelompok kontrol dan kelas X MA dipilih sebagai kelompok perlakuan. Data dikumpulkan dengan observasi dan tes, kemudian dianalisis menggunakan uji tanda. Setelah diberikan tindakan diketahui bahwa siswa yang mencapai KKM (75) pada kelompok perlakuan sebanyak 30 siswa, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 10 siswa. Rata-rata prestasi belajar kelompok perlakuan adalah 82,78 sedangkan kelompok kontrol 72,43. Peningkatan rata-rata prestasi belajar kelompok perlakuan mencapai 37% sedangkan kelompok kontrol 25%.
Pengembangan Modul Pengecoran Logam Aluminium untuk Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Afiata Donny Nuryanto; Tiwan Tiwan
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 2 No. 2 (2017): (Oktober)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v2i2.15998

Abstract

The purpose of this research is to develop aluminium casting module and to know the result of its feasibility test. In the development of this module using Research and Development method and feasibility test data obtained using questionnaire and documentation. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis in the form of scores (numbers) converted into percentages and categorized according to the scoring scale used. The aluminium casting module is produced by stages: requirements analysis, product creation, validation, product revision, product test, and product trial test analysis. The results of the feasibility test of aluminium casting module according to the material expert obtained a percentage of 76% included in the category very well. According to the media expert, aluminum casting module obtained 83% percentage included in the category very well. According to the teachers, the percentage of 87% and 88% are in the very good category, and the product test result or the student's response test to the aluminium casting module ern a percentage of 78% and 75% is included in the excellent category.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul pengecoran aluminium dan mengetahui hasil uji kelayakannya. Pada Pengembangan modul ini menggunakan metode Research and Development dan data uji kelayakan yang diperoleh menggunakan angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk skor persentase dan dikategorikan sesuai dengan skala penilaian yang digunakan. Modul pengecoran logam aluminium dihasilkan dengan tahap-tahap: analisis kebutuhan, pembuatan produk, validasi, revisi produk, uji coba produk , dan analisi hasil uji coba produk. Hasil uji kelayakan modul pengecoran logam aluminium menurut ahli materi memperoleh persentase sebesar 76% termasuk dalam kategori sangat baik. Menurut ahli media modul pengecoran aluminium memperoleh persentase 83% termasuk dalam kategori sangat baik. Menurut guru pengampu memperoleh persentase sebesar 87% dan 88 % termasuk dalam kategori sangat baik, dan hasil uji coba produk atau uji respon siswa terhadap modul pengecoran aluminium memperoleh persentase sebesar 78%  dan 75 % termasuk dalam kategori sangat baik
Aluminum Casting Laboratory Implementation to Build Competence of Teacher Candidate of Vocational High School Arianto Leman Soemowidadgo; Widarto Widarto; Tiwan Tiwan; Aan Ardian; Silvia Sianipar
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.553 KB) | DOI: 10.21831/dinamika.v5i1.30984

Abstract

This study aimed at implementing Casting Laboratory model to build competence of teacher candidate of Vocational High School of Mechanical Engineering Study Program. The study is conducted by try out application approach. The procedure comprised of equipment preparation, layout arrangement, practice and evaluation. Data were collected by observation. The research subject was two classes of third semester bachelor students of MEED YSU who enrolled in Advanced Engineering Materials practical course. The two classes consist of 4 teams and within each team there were 4 groups. The practical work was carried out 2 times. The results show that the Casting Laboratory model has met all of the qualification of a learning facility to build student competence in unpressurized casting process. Among these competencies are ability in pattern making, sand preparation, sand-mold making, planning raw materials and smelting process, handling and pouring of molten metal, disassembling and cleaning, and evaluating the cast. The Casting Laboratory layout has qualified as work area for casting practice. The layout makes supervision and movement of workers and materials easy. Tools and equipment are fitting and adequate. The Laboratory model for aluminum casting is effective and efficient to develop competence in casting.Penelitian ini bertujuan menerapkan model Laboratorium Pengecoran untuk membentuk kompetensi calon guru Sekolah Menengah Kejuruan Program Studi Teknik Mesin. Penelitian dilakukan dengan pendekatan uji aplikasi. Prosedur terdiri dari persiapan peralatan, pengaturan tata letak, praktik dan evaluasi. Data dikumpulkan dengan observasi. Subjek penelitian adalah adalah 2 kelas mahasiswa semester tiga program S1 teknik mesin MEED YSU yang mengikuti praktik bahan teknik lanjut, terdiri dari 4 tim dan masing-masing tim dibagi menjadi 4 kelompok. Praktikum dilaksanakan dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Laboratorium Pengecoran telah memenuhi syarat sebagai fasilitas pembelajaran untuk membentuk kompetensi siswa dalam proses pengecoran tanpa tekanan. Kompetensi yang dibentuk adalah kemampuan dalam membuat pola, menyiapkan pasir, membuat cetakan pasir, merencanakan bahan baku dan proses melebur, menanganani dan menuangkan logam cair, membongkar dan membersihkan, serta mengevaluasi produk pengecoran. Tata letak Laboratorium Pengecoran telah memenuhi syarat sebagai area kerja untuk praktik pengecoran. Ini memberi kemudahan dalam pengawasan dan pergerakan orang dan barang. Alat dan peralatan sudah sesuai dan memadai. Model laboratorium untuk pengecoran aluminium efektif dan efisien untuk mengembangkan kompetensi pengecoran.