Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Sukagumiwang (Studi Kasus pada Masyarakat Berusia 45-54 Tahun) Priyatna, Bayu Sela; Wahyudin, Wahyudin; Widiyasari, Widiyasari
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 2/ Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v9i2.262

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood sugar levels. In essence, behavior is a human activity to respond to stimuli in the environment, including responses to health knowledge and attitudes possessed. The results of Riskesdas 2018 prevalence of DM in Indonesia amounted to 2%, an increase compared to the results of Riskesdas 2013 of 1,5%. As for DM sufferers in Indramayu Regency in 2021 there were 11.341 people in 2022 it increased to 17.868 people. From this data, in 2022 the Sukagumiwang Health Center ranks first in the highest number of DM sufferers, which is 2.612 people. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with community behavior in preventing diabetes mellitus in Sukagumiwang Village Method: This research method uses quantitative analytical study methods with a cross-sectional approach. The population in this study was 1.219 people and the research sample was 301 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire. The design of univariate analysis and bivariate analysis was performed with the chi-square test. Results: The results of this study found that the variable that was statistically meaningful to DM prevention behavior was the knowledge variable (p=0,020), and the variable that was not related to DM prevention behavior was the attitude variable (p=0,384). Conclusion: This study concludes that the better the knowledge or attitude of the community, the better it is in preventing DM. The suggestion in this study is that the public is expected to increase knowledge about DM disease by seeking information from various sources, so that they can apply DM prevention behaviors.
Hubungan Beban Kerja Mental dengan Stres Kerja pada Pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu Setyo Dwi Widyastuti; Bayu Sela Priyatna; Diyana Diyana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 2 (2026): Vol 21 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.2.2026.26-31

Abstract

Latar belakang: Stres kerja masih menjadi salah satu masalah yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan penelitian Trisnasari dan Wicaksono menyatakan bahwa angka gangguan mental emosional sebesar 9,8% dan stres kerja yang berakibat fatal sebesar 35%. Berdasarkan data sekunder pada pemeriksaan dan pengujian psikologi karyawan yang dilakukan PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu pada tanggal 01 Oktober 2024 di 22 ruangan kerja/bagian diketahui sebanyak 53 responden yang mengalami stres kategori sedang dan sebanyak 25 responden mengalami stres kategori ringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu dengan sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil: Pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu memiliki beban kerja mental kategori tinggi dan mengalami stress kerja kategori sedang. Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu dengan p-value = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja di PT. PLN Nusantara Power UP Indramayu. Saran: Perusahaan harus mengimplementasikan program manajemen stres yang komprehensif dengan menyediakan pelatihan keterampilan dalam mengelola stres bagi pekerja, memberikan tuntutan kerja sesuai dengan kemampuan dan kapasitas pekerja, serta meningkatkan dukungan social dan pemberian reward untuk pekerja.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Tenaga Kerja Wahyudin Wahyudin; Bayu Sela Priyatna; Delia Amelia
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO) Vol. 18 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v18i1.1202

Abstract

Noise can affect a person's hearing quality if exposed continuously. Based on the preliminary study at PLTU X conducted in May 2025, it is known that some locations have noise intensity that exceeds the threshold value, especially in the Boiler engine section which reaches 96.6 dBA and Turbine reaches 103.9 dBA. This study aims to determine the relationship between age, working time, noise exposure and personal protective equipment with hearing loss at PT. PLTU X. This study uses the method used in this study is analytic with a Cross Sectional approach. The population in this study were all workers in the boiler and turbine area of the Indramayu PLTU which amounted to 120, the sample in this study was calculated using the slovin formula with the results of 92 respondents using accidental sampling technique. Data analysis using univariate and bivariate analysis with test chi-square statistical tests. This study shows that there is a significant relationship between tenure and hearing loss. While the variables of age, working time, noise exposure and APD have no relationship with hearing loss. Almost all boiler and turbine area workers have unrisked age, most boiler and turbine area workers have unrisked length of service, all boiler and turbine area workers have unrisked working time, all boiler and turbine area workers have unrisked noise exposure, all boiler and turbine area workers have unrisked APD use
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Indramayu Bayu Sela Priyatna; Rudianysah Rudianysah; Regina Ayu Pratiwi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i2.593

Abstract

International Labour Organization (ILO) menjelaskan pertahunnya terjadi 2,93 juta tenaga kerja kehilangan nyawa akibat faktor yang berhubungan dengan pekerjaan. Faktor yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja terbagi dua yaitu faktor dalam (internal) mencakup usia, jenis kelamin, masa kerja, psikis, kesehatan, status perkawinan, sikap kerja dan status gizi. Sedangkan faktor luar (eksternal) meliputi beban kerja, shift kerja, penerangan, kebisingan dan iklim kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Bhayangkara Indramayu tahun 2025. Rancangan penelitian yang diterapkan ialah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian merupakan perawat di ruang rawat inap RS Bhayangkara Indramayu sebanyak 64 orang dan 55 responden diambil sebagai sampel melalui simple random sampling. Instrumen pengumpulan data yang dipakai ialah instrumen tertutup. Uji analisa menggunakan Chi-square. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara usia (nilai p= 0,001), masa kerja (nilai p= 0,001) dan status gizi (nilai p= 0,004) dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Bhayangkara Indramayu Tahun 2025. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Bhayangkara Indramayu Tahun 2025 dengan nilai p= 0,767. Disimpulkan ada hubungan antara usia, masa kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Bhayangkara Indramayu Tahun 2025. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Bhayangkara Indramayu Tahun 2025. Disarankan bagi peneliti berikutnya, untuk memasukkan variabel tambahan yang berpotensi menyebabkan kelelahan kerja perawat. Seperti psikis, kesehatan, status perkawinan, sikap kerja, beban kerja, shift kerja, penerangan, kebisingan dan iklim kerja.