p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Buana Farma
Iin Lidia Putama Mursal
Fakultas Farmasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POTENSI TANAMAN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA BERDASARKAN KANDUNGAN SENYAWA AKTIF : LITERATURE REVIEW ARTICLE Neni Sri Gunarti; Himyatul Hidayah; Annida Huril Adzkia; Iin Lidia Putama Mursal
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i2.129

Abstract

Hiperurisemia merupakan suatu kondisi dimana kadar asam urat didalam darah seseorang melampaui batas nilai normalnya. Hiperurisemia dapat disebabkan karena peningkatan metabolisme asam urat (overproduction), dengan penurunan ekskresi asam urat urin (underexcretion), atau kombinasi keduanya. Untuk mengobati hiperurisemia maka digunakan pengobatan secara alami salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah daun tempuyung (Sonchus arvensis L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman tempuyung sebagai antihiperurisemia berdasarkan kandungan senyawa aktifnya. Dengan mengkaji beberapa literature yang berkaitan dengan hal tersebut, didapatkan hasil 7 artikel yang digunakan. Penelitian ini menggunakan Literature Review Article (LRA) yang merupakan sebuah metode yang sitematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identikasi. Maka, pencarian literature yang akan digunakan hanya terbatas pada penggunaan daun tempuyung sebagai antihiperurisemia yang dipublikasikan pada tahun 2010-2021. Proses pencarian literatur dilakukan melalui google schoolar dengan Kata kunci : “Sonchus arvensis L. and hyperuricemia”, “senyawa aktif dan Sonchus arvensis L. Flavonoid”. Berdasarkan literature review article yang dilakukan menunjukan bahwa tanaman daun tempuyung yang memiliki aktivitas antihiperurisemia dari golongan flavonoid dengan senyawa aktif apigenin, luteolin, apigenin-7-O-Glukosida, kaemferol, dan luteolin-7-O-Glukosida.
PENGARUH WAKTU DEASETILASI TERHADAP HASIL PREPARASI DAN KARAKTERISASI KITOSAN DARI LIMBAH TULANG SOTONG (Sepiella inermis) Iin Lidia Putama Mursal; Lia Fikayuniar; Neni Sri Gunarti; Sudrajat Sugiharta; Rodiah Empon
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i3.206

Abstract

Tulang sotong (Sepiella inermis) berpotensi sebagai sumber kitosan. Kitosan merupakan polimer alami yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang salah satunya farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis kitosan dari limbah tulang sotong serta mempelajari pengaruh variasi waktu deasetilasi terhadap nilai rendemen, kadar air, kadar abu dan derajat deasetilasi. Untuk mensintesis kitosan dilakukan sintesis kitin terlebih dahulu dengan dua proses yaitu : demineralisasi dan deproteinisasi. Selanjutnya untuk sintesis kitosan ada pada proses deasetilasi menggunakan NaOH 60 % dengan perbandingan antara sampel dan pelarut yaitu 1:10 (b/v) dan variasi waktu deasetilasi yaitu 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rendemen, kadar air, kadar abu dan derajat deasetilasi telah memenuhi persyaratan standar mutu kitosan dan nilai yang diperoleh menurun dikarenakan bertambahnya waktu deasetilasi namun untuk kadar air, tidak dipengaruhi oleh waktu deasetilasi, dan juga tulang sotong ini berpotensi untuk dijadikan bahan untuk membuat kitosan, hal ini didasarkan pada hasil FTIR karena memiliki gugus -OH, gugus -NH, serta tidak munculnya gugus C=O dari gugus amida yang merupakan karakteristik dari terbentuknya kitosan.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK BUAH JAMBLANG (Syzygium cumini L.) Himyatul Hidayah; Novy Arifiantika; Iin Lidia Putama Mursal
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i4.264

Abstract

Ketombe merupakan suatu keadaan anomali pada kulit kepala, yang disebabkan oleh salah satu jamur yang bernama Candida albicans. Syzygium cumini L berfungsi sebagai antifungi terhadap Candida albicans karena memiliki zat aktif seperti tanin, flavonoid, dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak buah jamblang didalam sediaan sampo dengan berbagai konsentrasi dan mengetahui formulasi terbaik dari ketiga formulasi ekstrak buah jamblang. Metode yang digunakan adalah penelitian secara eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Uji skrining fitokimia pada ekstrak buah jamblang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin, sedangkan pada uji fisik sediaan sampo ekstrak jamblang hasilnya formula 1 sampai dengan formula 3 berwarna coklat muda, dengan bau khas aromatic dan bentuk semi liquid, pada pengujin pH hasilnya formula 1 dan 2 memiliki pH 6 dan formula 3 memiliki pH 5, uji viskositas hasilnya formula 1 memiliki nilai viskositas 1589 cps, formula 2 yaitu 1849 cps, dan 1189 cps pada formula 3. Pada uji stabilitas busa hasil formula 1 yaitu 92,85%, formula 2 yaitu 93,33% dan 93,75% pada formula 3. Ketiga formula memiliki viskositas yang baik karena berada pada kisaran 400-4000. Stabilitas busa yang diperoleh telah sesuai dengan syarat uji.
SKRINING FITOKIMIA DARI EKSTRAK DAUN BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea L.) DAN UJI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli Nurgustiyanti Nurgustiyanti; Ermi Abriyani; Iin Lidia Putama Mursal
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i4.266

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Terdapat 90.000 jenis tumbuhan yang tumbuh di Indonesia. Salah satu tumbuhan yang dapat dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat yaitu Bunga Telang (Clitoria ternatea L.). Clitoria ternatea L memiliki potensi sebagai alternatif pengganti antibiotik karena aktivitas antibakteri yang dimilikinya. Kandungan kimia yang terdapat pada daun bunga telang flavonoid, senyawa flavonoid berpotensi sebagai antibakteri. Pada uji fitokimia daun bunga telang memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, kuinon, polifenolat, triterpenoid dan steroid. Prinsip metode ini adalah membuat lubang pada agar yang telah diinokulasi dengan bakteri, kemudian larutan diteteskan pada lubang sumuran yang telah dibuat. Penghambatan pertumbuhan mikroorganisme terlihat adanya zona hambat (wilayah jernih) disekitar lubang sumuran. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 80%, 100%, 120% dan 140%. Kontrol positif yang digunakan adalah ciprofoxacin sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 5%. Hasil yang didapat pada zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia colli pada ekstrak N-heksan, metanol, dan etil asetat . Pada sampel metanol dengan konsentrasi 120% dan 140% memiliki nilai rata-rata sebesar (13,8 mm dan 14,1 mm) sedangkan pada sampel etil asetat dengan konsentrasi 120% dan 140% memiliki nilai rata-rata sebesar (11,7 mm dan 12,3 mm) dimasukkan ke dalam respon hambat sangat kuat.
GAMBARAN POLA PENGGUNAAN OBAT DALAM SWAMEDIKASI PASIEN Rheumatoid Artritis DI APOTEK WARALABA KABUPATEN KARAWANG Sudrajat Sugiharta; Annisa Nur Apriliana; Iin Lidia Putama Mursal
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i4.268

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dimana banyak pasien melakukan swamedikasi untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dideritanya. Swamedikasi jika dilakukan dengan tepat dapat bermanfaat baik bagi pasien, namun, pada pelaksanaanya sering menimbulkan terjadinya kesalahan pengobatan atau ketidakrasionalan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan obat. Penelitian ini memiliki tujan untuk menelaah pola penggunaan obat dalam swamedikasi pasien RA di apotek waralaba Kabupaten Karawang. Desain penelitian ini yaitu observasional menggunakan kuesioner pada pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi RA. Pengambilan data dilakukan secara prospektif mulai tanggal 1 Agustus 2021 hingga 31 Oktober 2021. Instrument dalam penelitian ini berupa kuesioner yang terbagi menjadi empat bagian yang meliputi sosiodemografi responden, keluhan penyakit, sumber informasi obat dan tempat memperoleh obat serta pola penggunaan obat swamedikasi. Kuesioner yang digunakan peneliti telah valid dan reliabel dengan pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan 30 responden. Dari 69 responden didapatkan data karakteristik sosiodemografi meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, tanda dan gejala RA, lama keluhan, tindakan jika merasa nyeri, efek samping setelah mengkonsumsi obat rheumatoid arthritis. Dapat disimpulkan bahwa pola responden dalam swamedikasi RA mayoritas responden yaitu beristirahat (47,8 %) jika mengalami Rheumatoid Arthritis, memilih keluarga/teman (29%) sebagai sumber informasi obat dalam melakukan swamedikasi, 62,3%, responden memperoleh obat dari toko obat/apotek. Menggunakan antibiotik (20,3%) dan obat lain (36,2%) untuk menangani gejala yang dialami, mengkonsumsi 15 menit setelah makan (62,3%), memilih obat diminum saat nyeri saja (79,7%), serta memilih pengobatan selama 3 hari (78,3%).