Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Prima

Study of Phenomenology: The Experience of Meeting Nutritional Needs of Infants With Low Birth Weight (LBW) in Positive Deviance Families Daevi Khairunisa; Yanti Yanti; Ismarwati Ismarwati
Jurnal Kesehatan Prima Vol 15, No 1 (2021): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v15i1.616

Abstract

Babies born with Low Birth Weight (LBW) are more prone to experiencing malnutrition problems. Efforts to prevent malnutrition in infants and toddlers can be done through the Positive Deviance approach. Positive Deviance is an individual or group (family) based approach by identifying positive behaviors that allow them to find better solutions to their problems. The purpose of this study was to determine the experience of fulfilling the nutritional needs of infants with a history of LBW in Positive Deviance families. The research design employed in this study was qualitative with a phenomenological approach. The main informants were Positive Deviance mothers, and the supporting informants consisted of Positive Deviance families, non-Positive Deviance mothers, and village midwives. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection was carried out through in-depth interviews and documentation studies. The results of this study reveal the experiences of families in fulfilling the nutritional needs of infants with a history of LBW including positive maternal behaviors. For example, Early Initiation of Breastfeeding (IMD), breastfeeding after childbirth, application of breastfeeding correct way to LBW babies, exclusive breastfeeding, complementary breastfeeding, and other efforts if the baby does not have an appetite. Thus, this study implies that positive habits of mothers and families can meet the nutritional needs of infants, especially in increasing the weight of LBW babies to achieve ideal body weight. Therefore, it is necessary to make efforts to make mothers and their Positive Deviance family role models in order to transmit positive habits to other families with babies in preventing malnutrition in infants with LBW history.
Faktor Penghambat Bidan Pada Pendidikan Jenjang Profesi Di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta Aris Prastyoningsih; Yanti Yanti; Retno Mawarti
Jurnal Kesehatan Prima Vol 13, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v13i2.247

Abstract

Tingginya morbiditas ibu dan anak serta berbagai permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak diperlukan peningkatan profesionalisme profesi bidan melalui jenjang pendidikan profesi. Sulitnya akses bagi bidan yang telah bekerja dalam pendidikan pendidikan berkelanjutan menurunkan motivasi dan minat bidan dalam melanjutkan pendidikan profesi. Tujuan penelitian ini untuk menggali faktor penghambat bidan pada penddikan jenjang profesi. Desain penelitian adalah grounded theory. Informan dalam penelitian yaitu 13 informan yang terdiri 9  bidan pelayanan yang melanjutkan jenjang profesi dan 4 informan pendukung dari organisasi Profesi Bidan, Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Pendidikan Profesi Kebidanan. Pengambilan data dengan Focus Group Discusion (FGD), di lanjutkan wawancara mendalam. Analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis tematik dengan cara mengidentifikasi tema-tema yang terpola. Tema-tema ini dapat diidentifikas, dikodekan secara induktif dari data kualitatif mentah. Hasil penelitian ditemukan 4 kata kunci yang menghambat bidan dalam pendidikan berkelanjutan pada jenjang profesi yaitu: jarak dan waktu, keluarga, perijinan, dan beban kerja. Pemahaman terhadap regulasi pendidikan bidan pada seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai hambatan dari berbagai faktor. Diperlukan kerjasama lintas sektoral dan lintas program agar bidan mendapat kemudahan dalam perijinan studi lanjut.