Kemampuan berbicara (speaking skill) dalam Bahasa Inggris sangat dipengaruhi oleh penguasaan kosakata (vocabulary) peserta didik, sebab keterbatasan kosakata sering menjadi penyebab utama siswa kesulitan mengungkapkan gagasan secara lisan. Persoalan yang ditemukan pada sejumlah guru Bahasa Inggris jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Riau adalah belum beragamnya teknik pengajaran kosakata yang digunakan di kelas, ditambah lemahnya kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian (asesmen) keterampilan berbicara yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Menyikapi kondisi tersebut, tim pelaksana merancang program pengabdian masyarakat berupa pendampingan dan pelatihan pengajaran kosakata bagi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris jenjang SMA, dengan harapan dapat memperkuat kualitas asesmen keterampilan berbicara siswa. Program ini diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, berlokasi di SMA Negeri 8 Pekanbaru, dan dihadiri oleh para guru Bahasa Inggris SMA dari wilayah Kota Pekanbaru. Pelaksanaannya mengikuti empat rangkaian kegiatan, yaitu penjajakan kebutuhan peserta, pemaparan konsep melalui ceramah dan tanya jawab, praktik langsung (workshop) merancang teknik pengajaran kosakata sekaligus rubrik penilaian berbicara, serta pengukuran hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Setelah kegiatan berlangsung, terlihat peningkatan capaian peserta baik dalam memahami cara mengajarkan kosakata secara kontekstual maupun dalam menyusun instrumen penilaian keterampilan berbicara, sebagaimana tergambar dari skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan skor pre-test, dan didukung pula oleh tanggapan positif para peserta. Program semacam ini diharapkan dapat dijadikan model pendampingan berkelanjutan bagi forum MGMP Bahasa Inggris guna mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan penilaian keterampilan berbicara siswa SMA di wilayah Riau.