Aunu Rofiq Djaelani
Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas IVET Semarang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH KINERJA GURU DAN PENGGUNAAN MEDIA SCANER BLUETOOTH TERHADAP HASIL BELAJAR TUNE UP INJEKSI Dicky Alif Fardana; Aunu Rofiq Djaelani; Yohanes Sarsetyono
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dicky Alif Fardana NPM : C3215110002 “Pengaruh Kinerja Guru & Penggunaan Media Scaner Bluetooth Pada Mata Pelajaran Otomotif Terhadap Hasil Belajar Tune Up Injeksi Siswa Kelas XI SMK Texmaco Semarang”. Semarang, PVTMO Universitas Ivet Semarang, 2020. Penelitian ini dibatasi pada dua variabel yang diduga mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap hasil belajar yaitu penggunaan media scanner bluetooth dan hasil belajar tune up injeksi. Kinerja guru dibatasi pada pengamatan siswa terhadap kegiatan guru kejuruan mata pelajaran produktif selama melaksanakan pembelajaran teori dikelas. Dalam penelitian ini masalah dibatasi pada: 1. Prestasi belajar siswa secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dan derajat perubahan perilaku yang bersangkutan. Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung.2.Ketersediaan media scanner bluetooth. Untuk ketersediaan media pembelajaran ini diharapkan siswa mampu mempelajari dan mempraktekan kegunaan dan fungsi scanner bluetooth yang digunakan untuk mengerjakan sesuatu dalam pelaksanaan kegiatan praktik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi praktik siswa dalam menggunakan media scaner bluetooth pada mata pelajaran otomotif siswa kelas XI TKR SMK Texmaco Semarang Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang bersifat ex post facto. Dalam ari luas penelitian ex post facto dapat diartikan sebagai pengamatan yang dilakukan pada sebuah peristiwa yang sudah berlalu, untuk menemukan fakta tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peristiwa tersebut. Penelitian kuantitatif merupakan sebuah penelitian yang memiliki karakteristik terencana,sistematis danterukur dengan jelas dalam penyusunan desain penelitiannya. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer didapat dari hasil angket yang disebar ke siswa sebagai responden, sedangkan data sekunder merupakan sumber data tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data,yaitu bisa lewat orang lain atau dokumen. Hasil analisis untuk kinerja guru SMK Texmaco Semarang diperoleh jumlah skor terendah 19 dan skor tertinggi 60. Siswa memberikan tanggapan bahwa kinerja guru di SMK Texmaco Semarang tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja guru di SMK Texmaco tinggi. Media scaner bluetooh kelas XI TKR SMK Texmaco Semarang diperoleh jumlah skor terendah 19 dan skor tertinggi 60, Siswa memberikan tanggapan bahwa dalam media scaner bluetooth tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI TKR SMK Texmaco dalam belajar melalui media scaner bluetooth adalah tinggi. Ada pengaruh positif knerja guru terhadap hasil belajar tune up injeksi yang mana dibuktikan dengan uji t yang menunjukan hasil signifikan t 0,004 lebih rendah dari 0,05 yang menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima. Ada pengaruh positif media scaner bluetooth terhadap hasil belajar yang dibuktikan dengan uji t yang menunjukan hasil nilai signifikansi t 0,000 lebih rendah dari 0,05 yang menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dan nilai signifikansi F sebesar 0,000 lebih rendah 0,05 yang menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci : Kinerja Guru, Media Scaner Bluetooth, Hasil Belajar Tune Up Injeksi
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERAWATAN SISTEM PENERANGAN DAN SINYAL SEPEDA MOTOR MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN HONDA SUPRA FIT PADA SISWA Yogie Firmansyah; Aunu Rofiq Djaelani; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Firmansyah, Yogie, NPM. C3217220136. Penggunaan Metode Problem Based learning dengan Alat Peraga Honda Supra Fit sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Memahami Dasar-dasar Perawatan Sistem Penerangan dan Sinyal Sepeda Motor pada Siswa Kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor 2 SMK Nusantara 1 Comal Kabupaten Pemalang. Skripsi. PVTM-O. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas IVET Semarang, 2019. Halaman 230 Tujuan penelitian adalah 1).Untuk mengkaji peningkatan hasil belajar Memahami Dasar-dasar Perawatan Sistem Penerangan dan Sinyal Sepeda Motor melalui metode Problem Based Learning dengan alat peraga Honda Supra fit pada Siswa Kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor 2 SMK Nusantara 1 Comal Kabupaten Pemalang. 2).Untuk mengkaji peningkatan keaktifan siswa dalam penerapan metode problem based learning dengan alat peraga honda supra fit pada Siswa Kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor 2 SMK Nusantara 1 Comal Kabupaten Pemalang. 3).Untuk mengkaji peningkatan kinerja guru dalam penerapan metode problem based learning dengan alat peraga honda supra fit pada Siswa Kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor 2 SMK Nusantara 1 Comal Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian tindakan kelas tentang seberapa besar peningkatan hasil belajar Dasar-dasar Perawatan Sistem Penerangan dan Sinyal Sepeda Motor pada melalui metode problem based learning dengan alat peraga honda supra fit pada Siswa Kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor 2 SMK Nusantara 1 Comal Kabupaten Pemalang. Kesimpulan: (1).Metode Pembelajaran problem based learning dengan alat peraga honda supra fit dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan memahami Dasar-dasar Perawatan Sistem Penerangan dan Sinyal Sepeda Motor, pada nilai pengetahuan siswa siklus I dengan presentase ketuntasan klasikal 58,34% dengan rata-rata 74,47 meningkat menjadi 94,44% dengan rata-rata 80,92 pada siklus II. Untuk nilai keterampilan pada siklus I nilai rata-rata sebesar 76,00 dengan ketuntasan klasikal 66,67% meningkat menjadi 97,22% dengan rata-rata 97,22 pada siklus II. (2) metode pembelajaran problem based learning dengan alat peraga honda supra fit dapat meningkatkan keaktifan siswa pada siklus I persentase keaktifan siswa sebesar 33,33% meningkat menjadi 78,13% pada siklus II. (3) Pelaksanaan proses pembelajaran dengan metode problem based learning dengan alat peraga honda supra fit dapat secara efektif meningkatkan kinerja guru, pada siklus I persentase peningkatan kinerja guru sebesar 71,67% meningkat menjadi 93,33% pada siklus II. Kata kunci : Hasil belajar siswa, Metode Problem Based Learning, alat peraga Honda Supra Fit
PENGARUH ON JOB TRAINING DAN BASIC SAFETY TRAINING TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA Ryan Aditra Gunawan; Aunu Rofiq Djaelani; Yohanes Sarsetyono
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 2 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK adalah salah satu pendidikan sistem ganda yang bertujuan menyiapkan lulusanya agar siap bekerja. Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pelaksanaan on job training di SMK Wisuda Karya Kudus, (2) untuk mengetahui pelaksanaan Basic Safety Training di SMK Wisuda Karya Kudus, (3) untuk mengetahui Kesiapan Kerja Siswa kelas XI Teknik Pelayaran SMK Wisuda Karya Kudus, (4) untuk mengetahui pengaruh on job training terhadap kesiapan kerja siswa, (5) untuk mengetahui pengaruh basic safety training terhadap kesiapan kerja siswa, (6) untuk mengetahui ada pengaruh on job training dan basic safety training terhadap kesiapan kerja siswa. Penelitian ini termasuk dalam pelenitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan expost facto. Hasil penelian ini adalah: (1) On Job Training dari total 46 responden, menunjukan 32 responden (69.4 %) mempunyai kategori baik, (2) Basic Safety Training dari total 46 responden, 37 responden (80.4 %) mempunyai kategori baik. (3) Kesiapan Kerja Siswa kelas XI Teknik Pelayaran SMK Wisudha Karya Kudus dalam kategori baik, dari hasil data tersebut diperoleh, 37 responden (80.4 %). (4) Ada pengaruh positif antara On Job Training terhadap Kesiapan kerja siswa dari hasil Uji Hipotesis (uji t) yang menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. (5) ada pengaruh positif antara Basic Safety Training terhadap Kesiapan Kerja Siswa dari hasil Uji Hipotesis (uji t) yang menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. (6) Terdapat pengaruh antara On Job Training dan Basic Safety Training terhadap Kesiapan Kerja Siswa kelas XI Teknik Pelayaran SMK Wisudha Karya Kudus sebesar 68 % adjust R Square sebesar 0.680. Kata Kunci :On Job Training; Basic Safety Training; Kesiapan Kerja Siswa
PEMELIHARAAN SISTEM BATERAI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA QUIZ I-SPRING Bagas Nurul Amin; Aunu Rofiq Djaelani; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kompetensi Sistem Baterai siswa kelas X TKR 1 SMK Negeri 2 Demak Tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media Quiz I-Spring, dilakukan dengan teman sejawat selama dua siklus penelitian yang setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) hasil observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 SMK Negeri 2 Demak sebanyak 36 siswa. Pengumpulan data menggunakan model tes, model pengamatan aktivitas siswa, dan model observasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa tes pengetahuan dan ketrampilan ,sedangkan instrumen non tes berupa observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data penelitian menunjukan tingkat ketuntasan terus meningkat pada penilaian pengetahuan dari kondisi awal (55,8%) siklus I (69,4%) dan siklus II (80,5%) dan pada penilaian keterampilan juga terus meningkat dari siklus I (72,2%) dan siklus II (77,8). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pembelajaran kompetensi Sistem Baterai dengan model Problem Based Learning menggunakan media Quiz I-Spring dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran, sebab dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kompetensi siswa. Model Problem Based Learning serta media Quiz I-Spring dapat diterapkan dan diaplikasikan pada materi yang lain dengan tujuan peningkatan kompetensi siswa. Kata Kunci : Peningkatan Kompetensi Sistem Baterai, Model Problem Based Learning, Quiz I-Spring.
PENINGKATAN KOMPETENSI KELISTRIKAN BODI MOBIL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA Eriq Supriyanto; Aunu Rofiq Djaelani; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 3 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kompetensi, mengkaji peningkatan keaktifan siswa, mengkaji keaktifan kinerja guru. Model pembelajaran yang digunakan adalah Model Problem Based Learning dengan video animasi dan Stand Kelistrikan bodi yang dilakukan 2 siklus terdiri dari tahap : perencanan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dari hasil analisis yang diperoleh : (a) Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I dari 30 siswa, siswa tuntas 16 siswa, belum tuntas 14 siswa nilai rata-rata ketuntasan klasikal 74,56. Pada siklus II siswa tuntas 28 siswa, belum tuntas 2 siswa nilai rata-rata 78,78. Siswa dinyatakan tuntas apabila nilai mencapai KKB yaitu 75. Pada siklus I ketuntasan klasikal 53,3% dan pada siklus II ketuntasan klasikal 93,3%. pada. (b) Prosentase keaktifan siswa pada siklus I dan II dari 30 siswa, siswa aktif pada siklus 1 54,17% dan siswa kurang aktif 45,83% meningkat pada siklus II, siswa aktif 74,75% dan siswa kurang aktif 25,25%. (c) Pelaksanaan proses pembelajaran melalui model problem based learning dengan video animasi dan stand kelistrikan bodi meningkatkan kinerja guru dalam menyampaikan kompetensi sitem kelistrikan bodi mobil. Skor penilaian kinerja guru pada siklus I sebanyak 30 dan memperoleh nilai rata-rata 69 predikat cukup baik kriteria skor 61-75, pada siklus II skor penilaian sebanyak 33 dan nilai rata-rata 76,5 predikat baik kriteria skor 76-90. Kata Kunci : peningkatan kompetensi, problem based learning, video animasi dan stand kelistrikan bodi
PENGARUH SARANA PEMBELAJARAN PRAKTIK DAN HASIL PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN KERJA Fahmi Rizky Ferdiansyah; Aunu Rofiq Djaelani; Nuraedhi Apriyanto
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 2 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengkaji sarana pembelajaran praktik siswa kelas XII TBSM SMK N 1 Purwojati, 2) Untuk mengkaji hasil praktik kerja industri siswa kelas XII TBSM SMK N 1 Purwojati, 3) Untuk mengkaji kesiapan kerja siswa kelas XII TBSM SMK N 1 Purwojati, 4) Untuk mengkaji pengaruh sarana pembelajaran praktik terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII TBSM SMK N 1 Purwojati, 5) Untuk mengkaji pengaruh hasil praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII TBSM SMK N 1 Purwojati, 6) Untuk mengkaji pengaruh sarana pembelajaran praktik dan hasil praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII TBSM SMK N 1 Purwojati. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan ex post facto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode angket. Populasi penelitian sebanyak 106, berdasarkan diagram rumus slovin didapat jumlah sampel 85. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan 1) nilai hasil uji hipotesis variabel sarana pembelajaran praktik terhadap kesiapan kerja dengan nilai t 3,145. lebih besar 1,663 sehingga Ha diterima, 2) variabel hasil praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja dengan nilai t sebesar 3,810 lebih besar dari 1,663 sehingga Ha diterima. 3) Ada pengaruh positif antara sarana pembelajaran praktik dan hasil praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII TBSM SMK N 1 Purwojati dengan hasil sebesar 20% ditunjukkan dari nilai uji koefisien determinasi pada ajusted R2 sebesar 0,200. Kata Kunci : Sarana Pembelajaran Praktik, Praktik Kerja Industri, Kesiapan Kerja.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DIKOMBINASIKAN MODEL TAKE AND GIVE PENINGKATAN HASIL BELAJAR Dimas Dwi Prasetyo; Aunu Rofiq Djaelani; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dikombinasikan dengan model Take and Give. Pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada materi merawat berkala sistem pendinginan. Permasalahan pada penelitian ini adalah : Apakah Pembelajaran Problem Based Learning Dikombinasikan Dengan metode Take And Give dapat meningkatkan hasil belajar materi Merawat Berkala Sistem Pendinginan pada siswa kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah Bulakamba Kabupaten Brebes?, Bagaimana guru menerapkan Pembelajaran Problem Based Learning Dikombinasikan Dengan metode Take And Give Untuk peningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Merawat Berkala Sistem Pendingin Kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah Bulakamba Kabupaten Brebes?, Apakah model Pembelajaran Problem Based Learning Dikombinasikan Dengan metode Take And Give dapat meningkatkan keaktifan siswa pada materi Merawat Berkala Sistem Pendinginan pada siswa kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah Bulakamba Kabupaten Brebes?. Model penelitian tindakan kelas pada penelitian ini adalah yang telah dirumuskan oleh Lewin yaitu meliputi Planning (Rencana), Action (Tindakan), Observation (Pengamatan), dan Reflection (Refleksi). Perangkat pembelajaran tindakan kelas adalah (1) silabus, (2) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (3) kartu siswa. (4) jobsheet dan (5) worksheet. Subyek uji coba penelitian adalah siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Bulakamba. Kelas penelitian tindakan adalah kelas XI TKR 1. Data diperoleh dari pengamatan keaktifan siswa, lembar kinerja guru, angket respon siswa dan tes hasil belajar. Diperoleh hasil penelitian : (1) Pembelajaran Problem Based Learning Dikombinasikan Dengan metode Take And Give dapat meningkatkan hasil belajar kognitif pada siklus I rata-rata 68,59 menjadi 80,29 pada siklus II, meningkat 11,7 dengan persentase peningkatan sebesar 7,86% sedangkan hasil belajar keterampilan pada siklus I rata-rata 70,50 menjadi 80,09 pada siklus II, meningkat 9,59 dengan persentase peningkatan sebesar 6,37%. (2) Pembelajaran Problem Based Learning Dikombinasikan Dengan metode Take And Give dapat meningkatkan kinerja guru dengan rata-rata yang diperoleh 80,29 pada siklus II maka respon guru dalam Kriteria baik. (3) Pembelajaran Problem Based Learning Dikombinasikan Dengan metode Take And Give dapat meningkatkan keaktifan siswa pada siklus I dengan rata-rata 57,79 menjadi 66,44 pada siklus II. Kata kunci: Problem Based Learning, Model Take And Give, hasil belajar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR CARA KERJA ENGINE 2 DAN 4 LANGKAH MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN ANIMASI PADA SISWA Fahrul Fauzi Rachman Saputra; Aunu Rofiq Djaelani; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kemampuan praktikum siswa pada pembelajaran cara kerja engine 2 dan 4 langkah. Rendahnya kemampuan disebabkan beberapa factor, diantaranya guru masih menggunakan model konvensional serta media pembelajaran yang kuran memadai sehingga pembelajaran menjadi pasif dan menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk meningkatkan hasil belajar cara kerja engine 2 dan 4 langkah melalui model belajar Problem Based Learning dengan Animasi pada siswa kelas X TKR 1 SMK N 1 Jambu. 2) Untuk mengkaji peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran cara kerja engine 2 dan 4 langkah melalui model belajar Problem Based Learning dengan Animasi pada siswa kelas X TKR 1 SMK N 1 Jambu. 3) Untuk mengkaji penerapan model belajar Problem Based Learning dengan Animasi dalam meningkatkan hasil belajar cara kerja engine 2 dan 4 langkah pada siswa kelas X TKR 1 SMK N 1 Jambu. Jenis penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian tindakan kelas tentang seberapa besar peningkatan kompetensi cara kerja engine 2 dan 4 langkah melalui model pembelajaran berbasis problem dengan menggunakan animasi. Kesimpulan: 1) Penggunaan Model Problem Based Learning dengan animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. pada nilai pengetahuan siswa siklus I sebesar 38,89% menjadi 94,44% pada siklus II. Untuk nilai praktek pada siklus I sebesar 44,44% meningkat menjadi 97,22% di siklus II. 2) Model Problem Based Learning dengan Animasi dapat meningkatkan keaktifan siswa pada siklus I sebesar 63,33% dan pada siklus II meningkat menjadi 88,33%. 3) Penggunaan Model Problem Based Learning dengan Animasi, dapat meningkatkan kinerja guru pada siklus I sebesar 38,89%, dan pada siklus II meningkat menjadi 94,44%. Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Model Problem Based Learning Dengan Animasi, Cara Kerja Engine 2 Dan 4 Langkah
PENGARUH KOMPETENSI GURU DAN SARANA PEMBELAJARAN BENGKEL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Ahmad Ashrori Nur Halim; Aunu Rofiq Djaelani; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 3 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan expost facto, dimana penelitian ini mengkaji pengaruh variabel bebas Kompetensi Guru (X1) dan Sarana Pembelajaran Bengkel (X2) terhadap variabel terikat Hasil Belajar (Y). Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI Tbsm Smk Berbasis Pesantren Darul Ulum Rejosari Grobogan sebanyak 50 responden. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan nilai rapot. Sedangkan alat uji analisis menggunakan program SPSS versi 20.0. Hasil penelitian ini yaitu 1). Kompetensi Guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar yang ditunjukan dengan nilai rhitung = 0,421 dan thitung lebih besar dari ttabel sebesar 3,211 > 2,011 dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, koefisien determinasi = 0,160 yang artinya 16,0% variabel ini mempengaruhi hasil belajar. 2). Sarana pembelajaran bengkel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja yang ditunjukan dengan nilai rhitung = 0,418 dan thitung lebih besar dari ttabel sebesar 3,188 > 2,011 dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05, koefisien determinasi = 0,158 yang artinya 15,8% variabel ini mempengaruhi hasil belajar. 3). Kompetensi guru dan sarana pembelajaran bengkel secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar yang ditunjukan dengan nilai Rhitung = 0,608 dan Fhitung lebih besar dari Ftabel sebesar 13,768 > 3,18 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, koefisien determinasi = 0,343 yang artinya 34,3% kedua variabel ini mempengaruhi hasil belajar. Kata kunci: Kompetensi guru, sarana pembelajaran bengkel dan hasil belajar.