Agus Subrata
Trisakti School Of Insurance (STMA Trisakti), Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BUILDING FOOD SECURITY AT MSMEs IN INDONESIA THROUGH NATIONAL AND REGIONAL FACILITATORS I Made Indra P; Robidi Robidi; Wahyuari Wahyuari; Agus Subrata
International Journal of Engagement and Empowerment Vol. 2 No. 1 (2022): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v2i1.47

Abstract

Food safety is an essential aspect of sanitation science. Food safety is a condition and an effort to prevent food from being contaminated by biological, chemical, and other objects that disturb, harm, and endanger human health. For the community, safe food is food that is clean, safe, and does not cause disease. Many of our environments are directly or indirectly related to the human food supply. Food preservation methods, including salting, adding sugar, smoking, and more, have been practiced since human existence. This work in the community is done by national and regional facilitators who train and assist STMA Trisakti, KOPITU, and BPOM. From the 5th of November until the 5th of December 2021, participants will receive instruction and guidance. The outcomes of the activities have a positive impact. The data before the activity evidence the significant increase in MSME knowledge about food safety. The number of knowledges in the excellent category of 5 participants increased to 17 participants after the activity, and the satisfactory category before the activity was 10 participants, and after the activity became 50 participants
PEMAHAMAN RISK CONTROL MELALUI TRANSFER DI PT SINERGI INDONESIA Ardiansyah, Tedy; Subrata, Agus
Premium Insurance Business Journal Vol. 7 No. 1 (2020): PREMIUM INSURANCE BUSINESS JOURNAL
Publisher : P3M Trisakti School of Insurance (TSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.495 KB)

Abstract

Besarnya risiko yang terjadi di dunia transportasi mempunyai hubungan dengan perusahaan logistik. Namun sayangnya hanya beberapa perusahaan logistik yang memahami perlindung risiko atau risk protection dari operasional kegiatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui antara lain: Mengetahui Model pengantisipasin risiko di perusahaan Logistik. Dimana Tools yang digunakan adalah Risk Transfer (Asuransi), Risk Management, Pemahaman Risk Control dan Risiko Terjadi. Maksud Risiko terjadi, mitigasi dilakukan post accident. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif, Teknik pengumpulan data mengunakan triangulasi data, teknik sampling berupa Purposive Sampling. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: Dari hubungan Asosiasi cluster, hubungan antara Risk Transfer (asuransi), Pemahaman Risk Control dan Risk Management menghasilkan hubungan asosiatif yang kuat dengan Risk Transfer (Asuransi). Sebaliknya untuk Risiko Terjadi tidak mempunyai hubungan asosiatif dengan ketiga bagian lainnya yaitu Risk Transfer (Asuransi), Risk Management dan Pemahaman Risk Control. Implikasi dari penelitian ini perusahaan PT Sinergi Logistik Indonesia mampun secara baik melakukan pemahaman risk control melalui risk transfer sehingga perusahaan mampu secara optimal melakukan kegiatan operasional tanpa mengkhawatirkan risiko yang terjadi.
PERLINDUNGAN KONSUMEN BROKER ASURANSI MENGHADAPI KETENTUAN MODAL MINIMUM PERUSAHAAN 2026 Robidi, Robidi; Subrata, Agus; Ihsan, Muhamad; Kiatin, Desi Roro
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, JANUARI 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i1.2095

Abstract

The minimum capital requirement for insurance companies planned to be implemented in 2026 constitutes a key element of prudential regulatory reform aimed at strengthening solvency and ensuring the stability of the insurance industry. However, this policy may generate indirect yet significant implications for consumer protection mechanisms, particularly through the role of insurance brokers as independent intermediaries. This study aims to comprehensively analyze the impact of the 2026 minimum capital requirement on consumer protection as exercised through insurance brokers, while linking regulatory developments to brokers’ empirical performance conditions during the 2023–2025 period. The research employs a qualitative approach using a juridical-empirical and policy analysis framework, drawing on regulatory documents and high-quality international academic literature. The findings indicate that stricter capital requirements tend to accelerate market consolidation and narrow brokers’ operational space in product comparison, policy negotiation, and consumer assistance. Such structural pressures may weaken brokers’ substantive independence and diminish their effectiveness as consumer protection instruments. The study concludes that consumer protection in the insurance sector cannot rely solely on insurers’ financial strength but must also be supported by a regulatory framework that preserves and strengthens the role of insurance brokers through proportional and risk-based regulatory approaches.
ANALISIS REGULASI KECUKUPAN MODAL DAN TATA KELOLA RISIKO DI PERUSAHAAN PIALANG ASURANSI Robidi Robidi; Agus Subrata; Muhamad Ihsan; Desi Roro Kiatin; Subhan Teguh Pangestu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/yn5drt47

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis regulasi kecukupan modal dan implementasi tata kelola risiko pada perusahaan pialang asuransi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi dan analisis literatur terhadap peraturan perundang-undangan, ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laporan industri, dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi kecukupan modal merupakan instrumen penting dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan dan mendukung penerapan pengawasan berbasis risiko. Implementasi tata kelola risiko mengacu pada prinsip Enterprise Risk Management (ERM) dan Good Corporate Governance (GCG), namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan permodalan, kompetensi sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan regulasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengawasan berbasis risiko, peningkatan kompetensi manajemen risiko, optimalisasi tata kelola perusahaan, serta pengembangan sistem pengendalian internal untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan industri pialang asuransi.