Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kerusakan APU Fuel System Pada Pesawat B737-500 Dengan Metode Fault Tree Analysis Arif Pambekti; Riski Kurniawan; Agung Prakoso; Cyrilus Sukaca Budiono; Indro Lukito; Hisyam Musyaffa Arazi
SENATIK STT Adisutjipto Vol 7 (2022): Generation Z's Participation in Aerospace
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/senatik.v7i0.457

Abstract

APU Fuel System merupakan sistem bahan bakar APU yang secara otomatis memonitor laju aliran bahan bakar untuk mejaga APU pada kecepatan konstan untuk kondisi yang berbeda. Sistem APU Fuel System terpenting pada pesawat saat terbang guna mendistribusi fuel selama melakukan penerbangan. Dalam penelitian ini, metode observasi langsung dan metode fault tree analysis digunakan untuk mengamati dan menganalisis penyebab kegagalan dari APU Fuel System Boeing 737-500 Sriwijaya Air. Hasil dari penelitian tentang permasalahan APU Fuel System Boeing 737-500 Sriwijaya Air adalah terjadi permasalahan pada Fuel Control Unit dengan 14 basic event.
Perancangan dan analisis karakteristik aerodinamik pada pesawat fix wing VTOL UAV Agung Prakoso; Arif Pambekti; Cyrilus Sukaca Budiono; Indro Lukito; Riski Kurniawan; Simplicio Doutel Sarmento Vong
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 15, No 1 (2023): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v15i1.1373

Abstract

Unmanned aerial vehicle (uav) merupakan wahana udara tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh. Pemanfaatan wahana udara tanpa awak ini salah satunya sebagai media pemantauan yang memiliki keunggulan pada nilai efektifitas kerjanya. Untuk melakukan pengamatan daerah perkotaan diperlukan rancangan pesawat uav yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal (vtol) dan memiliki kecepatan tinggi dalam melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Tahap pertama dalam  perancangan pesawat vtol uav ini adalah menentukan geometri pesawat sesuai kriteria yang telah ditentukan, kemudian dilakukan pemodelan dan analisis aerodinamik dengan menggunakan software solidwork. Hasil rancangan pesawat memiliki panjang fuselage 1,1849 meter, wing span 3 meter, dan berat 5,9 kg. Hasil analisis aerodinamik diperoleh CLmax sebesar 0,363125 pada sudut serang 4o, nilai CDmax sebesar 0,199722 pada sudut serang 4o, dan nilai efisiensi max sebesar 1,81815 pada sudut serang 40.
ITDA Industrial Engineering Leverage Factors within an Aircraft Component Management Framework Based on Aviation Safety, Reliability, and Smart Maintenance Systems Eko Poerwanto; cyrilus sukoco; Benedictus Mardwianta; Indro Lukito; Agung Prakoso
Vortex Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v7i2.4105

Abstract

The modern aviation industry is undergoing a significant transformation toward digitalized aviation systems, predictive maintenance, aviation safety, and integrated logistics management. This study aims to analyze the leverage factors in aircraft component management based on the integration of aviation technology, safety systems, reliability engineering, and the digital maintenance ecosystem. The research employs a descriptive-qualitative approach through literature review, visual framework analysis, and system integration analysis. The results indicate that the primary leverage lies in the multidisciplinary integration of industrial engineering, aviation maintenance, safety management systems, reliability engineering, and digital aviation systems. This approach produces learning and research models that are more adaptive to the needs of the modern aviation industry compared to conventional industrial engineering programs. The integration of maintenance engineering, aviation logistics, predictive maintenance, component traceability systems, and smart aviation ecosystems can enhance the relevance of research to the needs of airlines, maintenance repair and overhaul (MRO) industries, aviation regulators, and the global aerospace industry.