Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Dampak Gangguan Beban Lebih Terhadap Overload Shedding Gardu Induk 150kV Sukolilo Surabaya Firhan Akbar; Tri Wrahatnolo
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.20137

Abstract

Gangguan beban lebih dapat terjadi pada jaringan distribusi yang berdampak pada pemadaman listrik konsumen. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis akibat pengaruh gangguan beban lebih terhadap overload shedding pada sebuah gardu induk. Pembebanan transformator gardu induk 150kV Sukolilo telah melebihi 50%, maka dari itu ketika  salah satu transformator terjadi gangguan maka akan membuat pembebanan transformator yang lain meningkat. Penelitian dampak gangguan beban lebih terhadap Overload Shedding pada gardu induk 150kV Sukolilo ini menggunakan metode aliran daya dan kontingensi menggunakan ETAP 19.0. Terdapat 3 kondisi  simulasi kontingensi yang dilakukan, yaitu 1 kondisi penghantar mengalami trip dan 2 kondisi transformator mengalami trip. Simulasi gangguan beban lebih yang terjadi pada kontingensi ke 1 hingga 3 mengakibatkan dampak pada sistem yang menyebabkan overload shedding harus bekerja. Pada kontingensi 1 dan 3 menyebabkan overload shedding tahap 1 bekerja sehingga memadamkan beban sebesar 18,7 MW, namun pada kontingensi ke 2 menyebakan hingga overload shedding tahap 2 memadamkan total beban sebesar 54,5 MW. Tahapan pelepasan beban pada gardu induk 150kV Sukolilo  telah sesuai standar IEEE Std C37 106-2003  yaitu maksimal pelepasan beban pada tahap pertama yakni 10% setara 38,56 MW  dan tahap kedua 15% setara 57 MW. Hasil simulasi overload shedding ini dapat mengurangi resiko pemadaman yang bekelanjutan.Overload fault can occur in the distribution network, resulting in consumer power outages. The purpose of this study is to analyse the effect of a fault on the overload of a substation circuit. Transformer loading of 150kV Sukolilo substation has exceeded 50%, thus if a fault occurs in one of the transformers it will make the loading of other transformers increase. This research on the impact of overload faults on Overload Shedding at the 150kV Sukolilo substation uses the power flow and contingency method using ETAP 19.0. There are 3 contingency simulation conditions carried out, namely 1 condition of the conductor experiencing a trip and 2 conditions of the transformer experiencing a trip. Simulation of overload faults that occur in contingencies 1 to 3 results in an impact on the system that causes overload shedding to work. In contingency 1 and 3 caused overload shedding stage 1 to work so that it extinguished a load of 18.7 MW, but in contingency 2 caused overload shedding stage 2 to extinguish a total load of 54.5 MW. The stages of load shedding at the 150kV Sukolilo substation are in accordance with IEEE Std C37 106-2003 standards, namely the maximum load shedding in the first stage is 10% equivalent to 38.56 MW and the second stage is 15% equivalent to 57 MW. The results of this overload shedding simulation can reduce the risk of continuous blackouts.
Evaluasi Ketidakseimbangan Beban pada GTT 20kV terhadap Arus Netral dan Rugi Daya Gesit Satriyo Wicaksono; Tri Wrahatnolo
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.20139

Abstract

Batas ketidakseimbangan pembebanan pada Sistem Distribusi Tenaga Listrik ditetapkan yakni antara 5 – 20 % terhadap beban per fasa. Hal ini terjadi akibat pertumbuhan beban yang tidak merata sehingga menyebabkan ketimpangan antara masing – masing fasa. Persentase ketidakseimbangan beban ini berpengaruh terhadap besarnya nilai arus yang mengalir pada penghantar netral. Sehingga netral tersebut dapat menyebabkan rugi  - rugi daya pada transformator distribusi. Penelitian ini yang dilakukan pada penyulang plumbungan diantaranya transformator distribusi RB877 memiliki persentase 64,1% dan RB876 memiliki persentase 21% terhadap ketidakseimbangan beban. Sehingga persentase tersebut diluar batas yang telah ditetapkan oleh standar. Dalam hal ini, penelitian dilakukan dalam rangka meperbaiki rugi – rugi daya yang timbul pada transformator distribusi RB877 sebesar 0,214 kW dan RB876 sebesar 0,025 kW dengan melakukan penyeimbangan beban terhadap masing – masing fasa. Simulasi Aliran Daya Tak Seimbang pada ETAP 19.0 digunakan dalam menyelesaikan masalah dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil simulasi, persentase ketidakseimbangan beban transfomator distribusi RB877 menjadi 1,16% dan RB 876 menjadi 4,2%. Penyeimbangan yang dilakukan dengan membagi ketimpangan yang terjadi pada fasa yang memiliki kapasitas lebih besar ke yang lebih kecil mengakibatkan penurunan pada arus netral yang semula pada transformator distribusi RB877 sebesar 25,05 A menjadi 1,8 A dan pada RB876 yang semula 8,77 A menjadi 0,8 A. Dengan begitu, rugi daya yang timbul pada akan menurun yaitu transformator distribusi RB877 sebesar 0,00021 kW dan RB876 sebesar 0,0011 kW.The limit of load imbalance in the Electric Power Distribution System is set between 5%-20% of the load per phase. This occurs due to uneven load growth that causes inequality between each phase. The percentage of load imbalance affects the value of the current flowing in the neutral conductor. So that the neutral  will cause power loss in the distribution transformer. This research was conducted on the plumbungan extension, including the RB877 distribution transformer which has a percentage of 64.1% and RB876 has a percentage of 21% of the load imbalance. So that the percentage is outside the limit set by the standard. In this case, research was conducted in order to improve the power losses arising in the RB877 distribution transformer of 0.214 kW and RB876 of 0.025 kW by balancing theload on each phase. Unbalanced Load Flow Simulation in ETAP 19.0 is used in solving the problems in this study. Based on the simulation results, the percentage of load imbalance of distribution transfomator RB877 becomes 1.16% and RB 876 becomes 4.2%. Balancing carried out by dividing the imbalance that occurs in the phase that has a larger capacity to the smaller one results in a decrease in the neutral current which was originally in the RB877 distribution transformer of 25.05 A to 1.8 A and in RB876 which was originally 8.77 A to 0.8 A. Thus, the power losses arising will decrease, namely the RB877 distribution transformer of 0.00021 kW and RB876 of 0.0011 kW.
Pengaruh Keterampilan Metakognitif dan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar SMK Negeri 2 Surabaya Rachma Ika Puspita; Tri Wrahatnolo
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 5 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v5n2.p178-185

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dari keterampilan metakognitif dan berpikir kritis akan hasil belajar siswa program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMK Negeri 2 Surabaya. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain one shot case study yang mengaplikasikan instrumen kuesioner, tes, dan penilaian keterampilan. Analisis data yang digunakan two way ANOVA untuk memahami pengaruh dari tiap variabel. Hasilnya yaitu ada efek dari metakognitif dengan nilai sebesar 98,889 (p<0,05), terdapat efek dari berpikir kritis terhadap hasil belajar dengan hasil perhitungan F adalah 27,139 (p<0,05). Selain itu, jika diamati secara bersamaan ada keterkaitan antara keterampilan metakognitif dan berpikir kritis pada nilai siswa dikarenakan hasil 3,480 (p<0,05). Nilai dari ketiga variabel adalah 3,14 dimana < maka dapat diputuskan bahwa metakognitif dan berpikir kritis berkaitan serta mendapatkan efek terhadap hasil belajar. Dilihat dari data, siswa yang memiliki keterampilan tinggi maka hasil yang didapat juga tinggi dan berlaku sebaliknya, siswa yang keterampilannya rendah hasil belajarnya juga rendah sehingga guru, siswa, dan orang tua perlu untuk melatih dan mengembangkan keterampilan metakognitif dan berpikir kritis dikarenakan pada masa mendatang yang akan dijalani oleh siswa bukan hanya pada bidang jurusannya saja tetapi juga berbagai permasalahan kompleks yang lain baik di sekolah ataupun industri.
PENGARUH STUDENTS COLLABORATION TERHADAP KINERJA SISWA KELAS XII TITL Mentari Nurhati; Tri Wrahatnolo
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 5 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v5n2.p186-192

Abstract

ABSTRAK Students collaboration merupakan keterampilan berkolaborasi yang dimiliki siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dapat meningkatkan kinerjanya. Dalam prosesnya, students collaboration memiliki lima aspek, yaitu efektifitas kerja, menghargai perbedaan, menerima pendapat orang lain, tanggung jawab, dan kontribusi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur signifikansi pengaruh students collaboration terhadap kinerja siswa kelas XII Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Metode penelitian yang digunakan, yaitu pre-experimental design one shot case study posttest only dimana treatment hanya diberikan pada siswa kelas eksperimen pada populasi program keahlian TITL SMK Negeri 7 Surabaya. Jumlah sampel sebanyak 60 siswa program keahlian TITL yang ditetapkan melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data, antara lain observasi, kuisioner, dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, kuisioner, dan tes kinerja. Analisis data menggunakan two way anova berbantuan software SPSS 26.0. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa students collaboration memiliki nilai F hitung > F tabel, yaitu sebesar 6,473 > 4,02 dengan p-value 0,014 < 0,05. Sehingga, disimpulkan bahwa students collaboration berpengaruh signifikan terhadap kinerja siswa. Hasil analisis menunjukkan semakin tinggi students collaboration, maka kinerja siswa juga semakin tinggi. Selanjutnya, ditemukan bahwa guru SMK Negeri 7 Surabaya telah berhasil menerapkan 21st century skills, yaitu students collaboration yang dapat meningkatkan daya saing siswa ketika memasuki dunia kerja. Kata Kunci: kinerja, kolaborasi, pengaruh ABSTRACT Student collaboration is a collaborative skill that students have to develop abilities that can improve their performance. In the process, student collaboration has five aspects, namely work effectiveness, respect for differences, accepting other people's opinions, responsibility, and contribution. This study aims to measure the significance of the effect of student collaboration on the performance of students in class XII Electrical Power Installation Engineering (TITL). The research method used, namely pre-experimental design one shot case study posttest only where treatment is only given to experimental class students in the population of the TITL expertise program at SMK Negeri 7 Surabaya. The sample size was 60 students of the TITL skill program determined through purposive sampling. Data collection techniques include observation, questionnaires, and tests. The research instruments used were observation sheets, questionnaires, and performance tests. Data analysis used two way anova assisted by SPSS 26.0 software. The results showed that student collaboration had an F value > F table, which was 6.473 > 4.02 with a p-value of 0.014 < 0.05. Thus, it is concluded that student collaboration has a significant effect on student performance. The analysis shows that the higher the student collaboration, the higher the student performance. Furthermore, it was found that teachers of SMK Negeri 7 Surabaya have successfully implemented 21st century skills, namely student collaboration which can increase students' competitiveness when entering the workforce. Keywords: students collaboration, effect, students performance
Pengaruh Self-Regulation dan Optimism Terhadap Prestasi Belajar Fitrah Zulfa Rachmatika; Tri Wrahatnolo
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 5 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v5n2.p201-209

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh self-regulation dan optimism terhadap prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitaf tipe eksplanatori. Variabel penelitian terdiri dari self-regulation, optimism, dan prestasi belajar. Penetapan sampel populasi seluruh siswa adalah program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) kelas XII di SMK Negeri 2 Surabaya dengan menggunakan Teknik simpel random sampling sebanyak 59 siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan observasi, angket, dan tes prestasi belajar. Tingkat self-regulation survei dengan kuisioner, sedangkan tingkat optimism survei dan observasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Variabel self-regulation menggunakan angket atau kuesioner sebanyak 25 soal, variabel optimism menggunakan angket sebanyak 25 soal dan observasi sebanyak 10 soal, sedangkan prestasi belajar menggunakan tes kognitif dan tes kinerja. Self-regulation dan optimism berpengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XII TITL SMK Negeri 2 Surabaya sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan kemandirian dan optimis yang mendorong siswa dalam meningkatkan keterampilan. Self-regulation akan mendorong siswa lebih mandiri dan dapat mengembangkan keterampilan dalam dirinya. Optimism dapat membantu siswa dalam mengatasi rasa putus asa dengan tetap bersemangat meskipun mengalami kesulitan, hal ini dapat memberi kekuatan siswa untuk terus berusaha dalam mengatasi hambatan selama proses pembelajaran. Oleh karena itu guru harus selalu mengembangkan keterampilan dalam inovasi pembelajaran karena akan mempermudah siswa dalam mengembangkan karir untuk pekerjaan.
PENGARUH KETERAMPILAN PRAKTIK DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK SMK NEGERI 2 SURABAYA Astridya Arini Cahya Muliasa; Tri Wrahatnolo
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 5 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v5n2.p233-240

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanatori untuk melihat seberapa besar pengaruh keterampilan praktik dan self-efficacy terhadap kesiapan kerja siswa. Keterampilan praktik dan self-efficacy adalah variabel eksogen dan kesiapan kerja adalah variabel endogen. Sampel yang digunakan adalah 52 siswa dari kelas XII TITL SMK Negeri 2 Surabaya. Tes praktik dan survei digunakan dalam metode pengumpulan data keterampilan praktik, self-efficacy dan kesiapan kerja. Analisis data menggunakan PLS-SEM dengan software SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan praktik berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kesiapan kerja sebesar 0.139 dan P-value 0.130. Self-efficacy juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja sebesar 0.940 dan P-value 0.000.. Kata Kunci: Keterampilan Praktik, Self-efficacy, Kesiapan Kerja
The Analisis Keandalan Sistem Koordinasi Overcurrent Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) di Gardu Induk 150 kV Buduran Retno Ayu Dwi Setyowati; Subuh Isnur Haryudo; Tri Wrahatnolo; Tri Rijanto
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.419

Abstract

Sistem distribusi tenaga listrik adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik kepada konsumen. Analisa keandalan sistem proteksi meliputi koordinasi antar peralatan proteksi dalam jaringan distribusi yang harus memenuhi standard yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa besaran nilai setting dan karakteristik overcurrent relay (OCR) dan ground fault relay (GFR) di Gardu Induk 150 kV Buduran menggunakan aplikasi ETAP 19.0.1. Nilai setting OCR dan GFR ditentukan berdasarkan pada standard IEC 60255, relay yang terpasang pada GI 150 kV Buduran memiliki kurva karakteristik standard invers. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa besarnya arus gangguan hubung singkat dipengaruhi oleh jarak titik gangguan, semakin jauh lokasi gangguan maka arus gangguan hubung singkat akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya. Waktu kerja relay di sisi outgoing lebih cepat dibandingkan sisi incoming dengan selisih waktu rata-rata sebesar 0,06 detik. Hal ini disebabkan lokasi gangguan mempengaruhi besar kecilnya selisih waktu. Semakin jauh jarak lokasi gangguan, maka semakin besar selisih waktu kerja relay sisi incoming.
Analisis Kinerja Lightning Arrester Akibat Sambaran Petir Sebagai Proteksi Transformator Di PT. PLN (Persero) Distribusi Lamongan Dicky Satya Prawira; Tri Wrahatnolo; Joko Joko; Tri Rijanto
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.454

Abstract

Pada jaringan distribusi tenaga listrik sering mengalami gangguan yang dapat menyebabkan kerugian , salah satu penyebab gangguan yang terjadi pada jaringan distribusi tenaga listrik adalah sambaran petir yang mengakibatkan tegangan lebih dan dapat merusak peralatan jaringan distribusi, seperti yang terjadi pada Penyulang Glagah PT. PLN (Persero) Distribusi Lamongan. Komponen yang digunakan pada saluran udara sebagai proteksi transformator dari tegangan lebih akibat sambaran petir adalah lightning arrester. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data pengukuran peralatan serta data gangguan. Software ATP Draw digunakan sebagai aplikasi simulasi sambaran petir. Kinerja lightning arrester dapat dilihat melalui simulasi sambaran petir yaitu pada section 7 dengan besar asus sambaran 10 kA dan waktu sambaran 0,5 ms yang menyebabkan tegangan lebih hingga 742,47 kV pada fasa R, 702,16 kV pada fasa S, dan 682,18 kV pada fasa T, dengan pemotongan oleh arrester pada waktu yang sama, tegangan menjadi sebesar 20,12 kV pada fasa R, 19,65 kV pada fasa S , dan 4,62 kV pada fasa T. Pada section 6 dengan besar arus sambaran 40 kA dan waktu sambaran 0,6 ms menyebabkan tegangan lebih hingga 2768,20 kV pada fasa R, 2566,60 kV pada fasa S, dan 2546,60 kV pada fasa T, dengan pemotongan oleh arrester pada waktu yang sama, tegangan menjadi sebesar 21,29 kV pada fasa R, 19,09 kV pada fasa S , dan 4,87 kV pada fasa T. Sebagai pencegahan gangguan akibat sambaran petir pada jaringan distribusi tenaga listrik, maka lightning arrester yang terpasang harus dalam kondisi baik tanpa kerusakan.
Implementasi Pembelajaran Instalasi Motor Listrik Melalui Model Problem Based Learning Menggunakan Simulasi Festo Fluidsim di SMK Afif Irfan Ahmad; Tri Wrahatnolo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): In Press
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i2.6429

Abstract

Lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia usaha untuk memenuhi permintaan mereka dan meningkatkan produksi. Di antara banyak kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemampuan untuk memasang motor listrik. Siswa mengasah kemampuan analisis dan pemecahan masalah dengan memanfaatkan paradigma Problem Based Learning (PBL). Festo Fluidsim hanyalah salah satu dari sekian banyak simulator pembelajaran yang ada di luar sana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana SMK telah menerapkan strategi Pembelajaran Berbasis Masalah untuk mengajar instalasi motor listrik menggunakan simulasi Festo Fluidsim.  Pendekatan Pre-post test-experimental design digunakan pada studi ini. Siswa kelas XI TITL 2 dari SMK Negeri 7 Surabaya berpartisipasi sebagai subjek pada studi ini. Temuan pembelajaran pelajar meningkat secara signifikan setelah menggunakan simulasi Festo Fluidsim dengan konsep belajar mengajar Problem Based Learning. Pertumbuhan ini ditemukan dari rata-rata 56,8 sebelum pretest dan 83,75 setelah posttest. Simulasi tersebut menghasilkan nilai 81% sangat tinggi, serta temuan perhitungan software SPSS 25 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Setelah menerapkan simulasi Festo Fluidsim dengan pendekatan pedagogi Problem Based Learning, hasilnya menunjukkan bahwa temuan pembelajaran siswa meningkat.
Dampak Pemanfaatan Panel Surya di Daerah 3T sebagai Solusi Keterbatasan Energi Listrik Arrori Ashar Hidayad; Tri Wrahatnolo; Ajeng Mei Dini Damayanti
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 12, No 4 (2024): Vol. 12, No 4, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v12i4.131155

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan mutlak yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Pembangunan dan kemajuan suatu kawasan dipengaruhi oleh ketersediaan energi listrik. Kenyataannya di daerah 3T yang ada di Indonesia banyak yang belum dialiri listrik PLN. Daerah Dusun Ngengo, Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo yang terdapat beberapa rumah belum dialiri energi arus listrik secara merata oleh PLN. Masyarakat menggunakan panel surya sebagai solusi keterbatasan energi di daerah 3T. Penelitian ini, dilatarbelakangi faktor keterbatasan energi PLN dan tidak meratanya distribusi listrik PLN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan panel surya di daerah 3T, dilihat dari aspek sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Panel surya memberikan dampak positif di Dusun Ngengo, Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo pada aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Penerangan jalan dengan panel surya dapat meningkatkan keamanan, kegiatan keagamaan dapat dilaksanakan pada malam hari, perubahan perilaku sosial masyarakat. Selain itu, akses internet dengan adanya Wi-Fi voucherPanel Surya juga membuka media pembelajaran baru. Roda ekonomi juga ikut berkembang pesat dengan adanya produksi olahan UMKM pada malam hari. Pengurangan emisi karbon dan ketergantungan terhadap energi fosil juga menjadi dampak positif pada pemanfaatan panel surya di daerah 3T.Kata kunci : Daerah 3T, Dampak, Panel SuryaElectrical energy is an essential need for every human being. The development and progress of an area are influenced by the availability of electricity. Many 3T (frontier, outermost, and underdeveloped) areas in Indonesia are not yet supplied with electricity from PLN (State Electricity Company). The hamlet Ngengo area, Turi Village, Tambakrejo Subdistrict, has not yet been evenly supplied with electricity by PLN. The community uses solar panels as a solution to the energy shortage in 3T areas. This study is motivated by the limited PLN energy and uneven electricity distribution. The purpose of this research is to determine the impact of using solar panels in 3T areas, viewed from social, cultural, economic, and environmental aspects. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out through interviews, observation, documentation, and triangulation. Solar panels have a positive impact on Ngengo Hamle area, Turi Village, and Tambakrejo Subdistrict on social, economic, cultural, and environmental aspects. Street lighting with solar panels increases safety, religious activities can be held at night, and there is a change in the community's social behaviour. Additionally, internet access through Wi-Fi voucher powered by solar panels has introduced new learning media. The local economy has also grown rapidly with the production of MSMEs at night. The reduction of carbon emissions and dependence on fossil fuels are also positive impacts of solar panel utilization in 3T areas..Keywords: 3T Area, Impact, Solar Panels