Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Menafsir Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Hanadi, Syawaluddin
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35673/ekspose.v16i1.92

Abstract

The Constitutional Court as a judicial institution plays an important role in the enforcement of Indonesian law. The institution authority is to interpret the constitution. In accordance with its function, the institution is able to provide an interpretation, not only the juridical interpretation but also the theological or sociological interpretation, letterlijk (original intent), and historical interpretation. These interpretations are used to assess the presence of the law which is considered contrary to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia
Tinjauan Hukum Islam terhadap Kawing Soro' Pada Masyarakat Bugis Kabupaten Bone Syawaluddin Hanafi; Anita Marwing; Arini Pratiwi
Al-Mizan (e-Journal) Vol. 15 No. 2 (2019): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/am.v15i2.1307

Abstract

This study aims to determine the behavior of the Bugis community in Bone Regency in carrying out marriage. The development of marital culture and customs in the Bugis community in bone district, especially in terms of kawing soro’ became the main focus of this research. This research is a qualitative research with Islamic law approach. The results of this study found that habits in people's lives that were considered to be full of spiritual meaning became worthless after the existence of some Bugis communities in the district of Bone who performed kawing soro'. On the other hand, kawing soro' becomes compulsory if adultery is feared, in another sense that kawing soro' can be done if there are forced or emergency conditions. The Bugis community in Bone Regency who implements kawing soro' basically wants to carry out the commands of Allah and their Rasul, but it is not understood by the community that couples who do kawing soro', the husband is obliged to pay dowry even though only giving half and the wife may refuse to give the husband's rights like hanging out and having sex before the wife receives the specified dowry introduction.
Problematika Hukum Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Masyarakat syawaluddin hanafi
Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum uin alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurisprudentie.v6i2.10461

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan Perpu No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan dalam perspektif hukum tata negara darurat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan perundang-undangan (conctitutional approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penetapan Perpu Ormas tidaklah tepat sebab regulasi serupa telah diatur, dalam artian bahwa tidak terjadi kekosongan hukum, dan tidak pula hadir untuk menjawab perkembangan masyarakat. Penetapan Perpu Oleh Presiden pada akhirnya menimbulkan ketidakjelasan hukum pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia, dan DPR sebagai pelaksana fungsi legislasi seharusnya menolak Perpu tersebut, sebab muatan materi yang tertuang pada Perpu tersebut selayaknya diatur dalam peraturan pelaksana seperti Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden.Kata Kunci: Perpu, Ormas.
The Radicalism Prevention Policy in State Islamic Religious Universities in South Sulawesi: An Overview of Maqasid Syari'ah Lukman Arake; Ismail Keri; Syawaluddin Hanafi
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v19i1.1180

Abstract

 This study aims to raise the perspective of Islamic law on the policy of preventing radicalism at PTKIN in South Sulawesi, which is by dharuriyyat al-khamsah in maqasid shari'ah. This research is qualitative research with a maqasid sharia approach with data collection methods obtained through documentation and interviews. The results of this study found that; First, The stipulation of the Chancellor's Decree regarding the ethics committee and appointing several lecturers from the leadership element, as well as the involvement of senior lecturers providing an understanding of peace and Islam as a religion of rahmatan lilalamin, then supervising academic activities, having strict, active, and consistent duties in carrying out ethics committee sessions, considered capable of preventing radically oriented behaviour. Second, build the image of the campus as a centre for Islamic studies and Bugis culture. Third, to provide room for discussion, both through seminars and face-to-face, especially with students exposed to radicalism. Fourth, make a study of Religious Deradicalization, which aims to prevent radicalism and strengthen religious moderation. When viewed from the perspective of maqaṣhid shari'ah, some of these efforts in preventing radicalism in several PTKIN in South Sulawesi are very important to determine as the main factor in efforts to deradicalize religion and also religious moderation. As relevant to the values of maqaṣhid shari'ah, which uses some of its features, namely universality, the interplay of hierarchies, and openness (freedom of the academic pulpit).
Urgensi Pemikiran Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi Tentang Al-Istihsan dalam Menjawab Problematika Hukum dalam Masyarakat Syawaluddin Hanafi
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2020): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v12i2.252

Abstract

Abstract This research try to raise the perspective of Islamic law answering the problems in society by using the Al-Istihsan method of Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi. The complexity of the existing regulations has not been able to answer the problems in society, so we need a way to find the law. This research is a qualitative research with a conceptual approach with data collection methods obtained through the work of Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi and literature that discusses about Istihsan. The results of this study found that; First, Istihsan can be used as a argument for syariah because istihsan does not stipulate law with analogy, istihsan is a method of legal istinbath that can be accounted for because it is based on a strong foundation (sanad); Second, after describing istihsan in ushul fiqih in the view of the Hanafi school, it can be said that in essence istihsan is one of the efforts of the mujtahid to find a way out of the power of general principles or qiyas to aparticular problem in order to find legal provisions that are more in accordance with The soul and spirit of the Shariah, because indeed the texts cannot be understood only in language but also understood by using the broad logic of making shari'a (Al-Mantiq Al-tasyri'i) which gives the mujtahid the opportunity to realize the will of Al Shariah. Keywords: Al-Syarakhsi, Istihsan, Law, Society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat perspektif hukum Islam dalam menjawab masalah-masalah yang muncul di tengah masyarakat dengan menggunakan pemikiran Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi tentang Al-Istihsan. Kompleksitas regulasi yang ada ternyata belum mampu menjawab problematika ditengah masyarakat sehingga dibutuhkan cara untuk menemukan hukumnya. Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan konseptual dengan metode pengumpulan data yang diperoleh melalui karya Syams Al-Aimmah Al-Syarakhsi dan literatur yang membahas tentang Istihsan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa; Pertama, Istihsan dapat di jadikan sebagai dalil syara’ karena istihsan itu bukan menetapkan hukum dengan ra’yi semata, istihsan itu merupakan suatu cara istinbath hukum yang dapat di pertanggung jawabkan karena di dasarkan kepada sandaran (sanad) yang kuat; Kedua, Setelah diuraikan istihsan dalam ushul fiqih dalam pandangan madzhab Hanafi maka dapat dikatakan bahwa pada hakikatnya istihsan itu merupakan salah satu upaya mujtahid untuk mencari jalan keluar dari kekuatan kaidah umum atau qiyas terhadap suatu masalah juz’i dalam rangka mencari ketentuan hukum yang lebih sesuai dengan jiwa dan ruh syari’at, karena memang nash tidak bisa di pahami hanya secara bahasa semata tetapi harus di pahami dengan menggunakan logika pembuatan syariat (Al-Mantiq Al-tasyri’i) yang luas yang memberikan kesempatan kepada mujtahid untuk merealisasikan kehendak Al syari’ semaksimal mungkin. Keywords: Al-Syarakhsi, Istihsan, Hukum, Masyarakat
INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA GEN-Z BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BUGIS DI KECAMATAN ULAWENG PROVINSI SULAWESI SELATAN Syamsuriadi Syamsuriadi; Muh. Fadli Mangenre; Rahmatunnair Rahmatunnair; LD. Dian Hidayat S; Sultan Hasanuddin; Syawaluddin Hanafi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.%p

Abstract

Intoleransi dan minimnya pemahaman tentang moderasi beragama bagi Gen-Z di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan merupakan masalah yang problematis dan menjadi fokus dalam pengabdian ini. Adapun tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada Gen-Z tentang toleransi dan moderasi beragama dengan pendekatan keagamaan, dan pendekatan kearifan lokal masyarakat Bugis Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge. Metode pengabdian ini menggunkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tujuan mengatasi masalah sosial keagamaan. Adapun hasil pengabdian ini adalah beberapa perubahan sosial terutama perubahan dalam berperilaku (sipakatau, sipakainge, sipakalebbi), serta generasi Z telah memiliki pemahaman sekaligus keterampilan untuk mensosialisasikan dan mempraktekkan nilai-nilai moderasi beragama dengan membumikan nilai-nilai sipakatau, sipakainge, sipakalebbi dalam berbagai karya
HATE SPEECH IN THE PERSPECTIVE OF INDONESIAN LAW AND ISLAMIC LAW Syawaluddin Hanafi
Jurnal Al-Dustur Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aldustur.v4i2.4193

Abstract

This research aims to find out the provisions of hate speech in the democratic system in Indonesia according to the provisions of the legislation in force in Indonesia and according to Islamic law. This research is a legal research that uses descriptive-qualitative method with several approaches, namely: conceptual approach, case approach, statutory approach, and comparative approach. The results of this research explain that: First, hate speech is a violation of human rights; Second, some cases of violations have damaged or killed both physically and psychologically a person; Third, sanctions in law enforcement for hate speech do not provide a deterrent effect on the perpetrators due to the lack of law enforcement, and easy problem solving because it can be done by mediation, as well as dependence on the interpretation of judges in assessing violations; Fourth, one of the principles of Islamic law (Maqasid Shari'ah) is to protect honor (hifdz nafs), it is not recommended to slander, demean others, insult, and spread false news, and Jarimah Ta'zir is a punishment for those who commit violations. 
Tantangan dalam Implementasi Kebijakan Perlindungan Hak Asasi Manusia bagi Penyandang Disabilitas di Provinsi DKI Jakarta Syawaluddin Hanafi; Yusuf Djabbar; Marjana Fahri; Surya Pebriyani Jasmin; Muhammad Zulhidayat
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 06 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i6.446

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan dalam implementasi kebijakan perlindungan hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas di Provinsi DKI Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, wawancara kualitatif dan survei kuantitatif dilakukan untuk mengumpulkan data dari para pemangku kepentingan utama dan penyandang disabilitas. Studi ini mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk hambatan hukum dan kebijakan, keterbatasan aksesibilitas dan infrastruktur, hambatan sikap dan sosial, serta masalah kelembagaan dan implementasi. Tantangan-tantangan ini menyoroti perlunya kerangka hukum yang lebih kuat, koordinasi yang lebih baik di antara para pemangku kepentingan, aksesibilitas yang lebih baik, kampanye penyadaran, pengembangan kapasitas, dan pengembangan kebijakan yang berbasis data. Temuan-temuan ini memberikan wawasan dan rekomendasi praktis bagi para pembuat kebijakan, lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan para advokat hak-hak penyandang disabilitas untuk meningkatkan implementasi kebijakan perlindungan hak asasi manusia bagi para penyandang disabilitas di Provinsi DKI Jakarta.