Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF CORROSION RATE OF ASTM A 387 GRADE 12 AND A 283 GRADE FOR SULFURIC ACID TANK MATERIAL Meryanalinda Meryanalinda; Dedy Rachman Ardian; Mochammad Shocib; Ahmad Yasin
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2020.v1i2.1194

Abstract

Corrosion is a process of degradation metal quality which is very detrimental in the industry. Especially in an industries related to utilization of acidic liquids such assulfuric acid, hydrochloric acid, etc. If corrosion rate of carbon steel can be estimated, the prediction of remaining life of carbon steel, and the preventive methods of corrosionwould be more appropriate. This will reduce technical, economic and aesthetic losses. The aims of this study was to determine corrosion rate of carbon steel in sulfuric acid. This study used ASTM A 387 Grade 12 and ASTM A 283 Grade A carbon steel type fortank material, where one material is represented by 5 specimen. The corrosion rate of Specimens were measured by the weight loss method for 31 days. The 5 specimens were divided into 3 regions where specimens no.1 and 2 were immersed in  sulfuric acid , specimens no.3 were in the middle area or zone level (partially immersed), and specimens no.4 and 5 were not immersed in sulfuric acid. The highst corrosion rate occured on specimen No.3 with maximum corrosion rate was 0,097 mm/y for ASTM A 387 Gr 12 and 0,096 mm/y untuk material ASTM A 283 Gr A. The results of corrosion rate on ASTM A 387 Grade 12 material are lower than corrosion rate of ASTM A 283 Grade A material. This is caused by presence of Mo and Cr alloy elements in ASTM A 387 Grade 12.
Pengaruh Panjang Jalur Perpipaan dan Jumlah Fitting terhadap Pressure Drop pada Sistem Rumah Gas Multi-Lini di Laboratorium PT. X Erixzen ShenaPutra Eswono; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman Ardian
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1648

Abstract

Sistem rumah gas (gas manifold system) merupakan infrastruktur penting dalam laboratorium industri yang berfungsi mendistribusikan gas dari tabung penyimpanan menuju berbagai titik pemakaian melalui jaringan perpipaan. Kinerja sistem dipengaruhi oleh panjang jalur perpipaan dan jumlah fitting yang menyebabkan kehilangan energi selama aliran sehingga menimbulkan pressure drop. Penurunan tekanan yang berlebihan dapat mengurangi stabilitas suplai gas, memengaruhi kinerja peralatan laboratorium, serta menurunkan efisiensi distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh panjang jalur perpipaan dan jumlah fitting terhadap pressure drop pada sistem rumah gas multi-lini di Laboratorium PT. X, baik secara parsial maupun simultan, serta mengidentifikasi variabel yang paling dominan memengaruhi pressure drop. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasional eksplanatori. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung menggunakan pressure gauge, alat ukur panjang, lembar observasi, dan dokumentasi teknis. Variabel independen meliputi panjang jalur perpipaan (X₁) dan jumlah fitting (X₂), sedangkan variabel dependen adalah pressure drop (Y). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS Statistics. Penelitian ini didasarkan pada teori mekanika fluida, meliputi persamaan kontinuitas, persamaan Bernoulli, persamaan Darcy–Weisbach, serta konsep major losses dan minor losses. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar dalam mengevaluasi konfigurasi jaringan perpipaan, mengoptimalkan sistem distribusi gas, meminimalkan kehilangan tekanan, serta meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional sistem rumah gas multi-lini.