Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : share journal of service learning

LAMPU RESIN “KOTAK LAMPU” UNTUK SERVICE LEARNING USAHA KECIL MENENGAH KAYU Christ Jason; Canizio Dranuciacao Fame; Lintu Tulistyantoro
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 2 (2020): AUGUST 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.765 KB) | DOI: 10.9744/share.6.2.81-86

Abstract

UKM atau biasa disebut Usaha Kecil Menengah merupakan salah satu usaha yang banyak berkontribusi terhadap perekonomian negara. UKM candra mas merupakan salah satu UKM yang bisnisnya banyak melibatkan kayu. Berangkat dari masalah banyaknya kayu bekas sisa UKM yang tidak digunakan, mahasiswa melakukan proses perkuliahan dengan metode Service-Learning dimana mahasiswa akan terlibat langsung dalam membantu menyelesaikan masalah yang ada untuk mengembangkan keterampilan akademik sekaligus rasa tanggung jawab dan komitmen mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode Service-Learning yang tahapannya dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang ada, mencari solusi, menghasilkan produk akhir hingga tahap test untuk mendapatkan feedback. Hasilnya adalah produk lampu yang dapat dilepas pasang dengan nilai estetik menggunakan resin dan kayu untuk merefleksikan cahayanya.UKM or commonly called Small and Medium Enterprises is one of the businesses that has contributed the most to the country's economy. Candra mas UKM is one of the UKMs whose businesses used a lot of wood. Departing from the problem of the amount of used wood left over from UKM that is not used, students conduct a lecture process using the Service-Learning method where students will be directly involved in helping solve existing problems to develop academic skills as well as students' sense of responsibility and commitment. The research method is using the Service-Learning method whose stages begin with identifying existing problems, finding solutions, producing the final product, to the test stage to get feedback. The result is a removable lighting product with aesthetic value with using resin and wood to reflect the light.
Pengembangan Desain Produk Fesyen dan Interior dengan Memanfaatkan Kain Tenun Pokmas Wastra Sejahtera Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang Maria Nala Damajanti; Lintu Tulistiantoro; Purnama Esa Dora Tedjokoesoemo
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 1 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.1.1-8

Abstract

Untuk dapat berkontribusi pada industri kreatif secara lebih luas dibutuhkan pengembangan produk tenun agar dapat mengikuti permintaan pasar. Mitra kerja sama pada Program Kemitran Masyarakat (PKM) ini adalah Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wastra Sejahtera di Kabupaten Jombang yang menghadapi kendala dalam pengembangan usahanya. Lewat kerja sama dengan Universitas Kristen Petra melalui hibah PKM maka mitra telah mendapatkan sumbangan alat baru untuk pembuatan produk tenun lusi sebagai sebuah sarana pendukung menghasilkan produk tenun baru dan melalui proses pengembangan desain tim PKM telah menghasilkan sejumlah desain tenun baru serta prototipe desain busana dan produk elemen interior yang sekiranya sesuai untuk pasar saat ini. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Design Thinking, yang dipilih karena fleksibilitasnya dalam mengarahkan pendalaman masalah. Lima tahapan dalam metode ini mengarahkan kerja tim lebih fokus menggali masalah mitra, menemukan kebutuhan mitra dan menemukan solusi bagi mitra kerja sama. Hasil PKM dapat diketahui dari pertama-tama respon mitra yang merasa senang sekaligus bangga bahwa produk buatannya dapat dimanfaatkan lebih jauh. Mitra juga mengharapkan dapat bekerja sama kembali di kemudian hari karena dirasa manfaatnya yang besar. Respon penting berikutnya datang dari masyarakat yang menilai tim PKM telah berhasil mengangkat tenun menjadi lebih dikenal dan bernilai ekonomi tinggi seperti produk wastra lain yang telah dikenal sebelumnya.