Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL OLEH TIM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KEPADA PASIEN DI RSUD RAA SOEWONDO KABUPATEN PATI Rika Rejeki; Septo Pawelas Arso; Ayun Sriatmi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 3, No 1 (2015): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.826 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v3i1.10953

Abstract

BPJS  is a law-based health insurance provider in Indonesia formed based on Constitution Number 40/2004 and Constitution Number 24/2011. The purpose of the socialization is to educate people about the JKN program. The result of the early survey is that 8 of the 10 patients are known to have not understood the JKN program. This research is intended to describe the socialization of JKN program by BPJS team to patients in RSUD RAA Soewondo Pati, while the research subjects are the main informants and triangulation informants. The methods of data collecting of the research are deep interview and documentation, while data analysis consists of data transcript, data reduction, data serving, and deduction. The result of this research indicates that : material presented on socialization is about benefits, membership requirements, and registration groove, there have not been specified human resources for socialization of JKN program, the fund and facilities needs for the socialization of JKN program have been covered by RSUD RAA Soewondo Pati that room, banners, posters, and leaflets, socialization methods consists of enlightening and face to face education, planning process, consists of human resources for conducting socialization, facilities, audience determining, strategy and methods making, and the material that will be conveyed, coordination of BPJS team in the form of meeting, while coordination between BPJS Kesehatan and BPJS team in the form of meeting and intensive communication by phone, patients knowledge’s are known to have increased after socialization of JKN program. The recommendations of this research are adding of and training for workers of JKN program, repair of room in ticket hole, redesigning of and material adding to leaflet, planning strategy and methods improvement and resources requirement, and BPJS team coordination improvement.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAAN ANAK PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK USIA (5-18 TAHUN) DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN Linda; Damanik, Rani Kawati; Rika Rejeki
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6457

Abstract

Kecemasaan merupakan masalah yang ditandai dengan menolak diberikan Tindakan keperawatan, ganguan tidur, gelisah, khawatir, takut, mudah menanggis, menurunya nafsu makan Kehadiran dukungan keluarga dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien serta memengaruhi tingkat dukungan yang mereka terima.Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan Tingkat kecemasan anak penderita gagal ginjal kronik usia 5-18 tahun di RSUP Haji Adam Malik. Jenis penelitian ini adalah analisis korelasi dengan pendekatan Croos Sectional. Populasi dalam studi ini adalah keluarga dan anak GGK , sampel dalam penelitian ini adalah 73 orang menggunakan teknik sampling total. Alat yang digunakan untuk mengukur Tingkat kecemasan anak penderita gagal ginjal kronik adalah kuesioner Zung-Self Rating Anxiety . Dari data 18 orang (24.7%) mempunyai dukungan keluarga baik dengan kecemasan pada anak kategori tidak cemas 10 orang (13.7%), kategori kecemasan ringan 6 orang (8.2%) kategori kecemasan sedang 2 orang (2.7%). Dari 37 orang (50.7%) mempunyai dukungan keluarga cukup dengan kecemasan pada anak kategori tidak cemas 5 orang (6.8%), kategori kecemasan ringan 22 orang (30.1%), kategori kecemasan sedang 10 orang (13.7%). Dari 18 orang (24.7%) mempunyai dukungan keluarga kurang dengan kecemasan pada anak kategori tidak cemas 3 orang (4.1%), kategori kecemasan ringan 5 orang Disimpulkan bahwa ada hubungan Dukungan keluarga dengan Tingkat kecemasaan anak penderita GGK usia 5-18 tahun di rsup haji adam malik (nilai p = 0,005). Saran dalam studi ini Diharapkan dapat meningkatkan dukungan keluarga dalam mengurangi kecemasaan pada anak melalui memberikan pendidikan relizi pada anak, senangtiasa mendampingi anak dalam dalam pengobatan gagal ginjal kronik.