Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Kebijakan Pembiayaan Program Pengendalian Penyakit Tuberkulosis di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Elisabeth Deta Lustiyati; Jati Untari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i04.860

Abstract

Masalah pembiayaan TB masih menjadi kendala besar di Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota terutama saat sumber dari pendonor semakin turun jumlahnya dan tidak menutup kemungkinan dihentikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dan strategi pembiayaan program TB. Rancangan penelitian menggunakan mixed method (kuantitatif kualitatif) dengan desain studi kasus. Subjek penelitian 11 orang dari Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Hasil analisis didapatkan bahwa sumber utama anggaran TB di Dinas Kesehatan Provinsi berasal dari pendonor lebih dari 50% global fund. Dinas Kesehatan wajib (1) menyusun standar, mengesahkan, dan mensosialiasikan standar alur rujukan TB yang wajib dilakukan oleh pelayanan kesehatan swasta dalam rangka penegakan diagnosis TB; (2) melakukan sosialisasi tentang tanggung jawab dan batasan pelayanan kesehatan yang dibiayai oleh JKN dan pemerintah ke seluruh jajaran kesehatan dengan melibatkan pihak BPJS Kesehatan. Puskesmas dapat melakukan lobbying, negosiasi, dan advokasi ke pemerintah desa untuk sharing pembiayaan program pengendalian penyakit TB. Peran lintas sektor serta pemberdayaan masyarakat dalam bentuk Gerduda TB tetap dipertahankan. Strategi pembiayaan TB dilakukan dengan menganalisis berbagai revenue collection yang melibatkan public-private mix untuk mem-backup kegiatan yang semula dibiayai oleh pendonor sehingga tujuan prioritas kesehatan nasional dapat dicapai sesuai dengan target para pengambil kebijakan.
EDUKASI DISINFEKSI DAN PRAKTIK PEMBUATAN DISINFEKTAN DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 Elisabeth Deta Lustiyati; Jati Untari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April-Juni 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i2.222

Abstract

Permukaan lingkungan di ruang publik dan rumah yang rentan transmisi virus COVID-19 antara lain meja, kursi, tombol lampu, gagang pintu, pegangan tangga, toilet, aksesoris computer, alat elekronik (layar sentuh), remote control, permukaan paket. Pada masa pandemi COVID-19, perlu dilakukan desinfeksi pada permukaan-permukaan tersebut untuk mencegah risiko penularan lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan penularan COVID-19 tentang disinfeksi lingkungan permukaan, termasuk pelatihan pembuatan dan penggunaan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan masyarakat dan lingkungan. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan edukasi dan pelatihan. Tahapan kegiatan meliputi: tahap persiapan, sosialisasi dan evaluasi. Sasaran pengabdian adalah anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Perumahan Korpri UPN Sambiroto, Kalasan, Sleman sebanyak 15 orang. Hasil pengabdian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan tentang disinfeksi dari responden dengan nilai sebelum sosialisasi yaitu 58.67±13.56 dan sesudah sosialisasi sebesar 79.33±13,87. Hasil analisis data dengan uji-t berpasangan diperoleh ada perbedaan signifikasi rerata skor pengetahuan responden sebelum dan sesudah kegiatan edukasi (p=0,001, 95%). Pada kegiatan praktik pembuatan disinfektan dan cara disinfeksi, peserta telah memahami cara pembuatan dan penggunaan desinfektan sesuai dengan panduan standar.
Determinan Pemanfaatan Kartu BPJS Kesehatan Pattinama, Venska; Untari, Jati; Pratiwi, Rini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2383

Abstract

Program jaminan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan prinsip asuransi sosial, ekuitas, dan gotong royong. Data masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1 belum banyak yang memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, dan jenis penyakit (kronis/akut) dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah responden sebanyak 100 responden yang bertempat tinggal wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1, peserta BPJS Kesehata, dan pernah menderita sakit selama 3-6 bulan terakhir. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (nilai p = 0,126) dan tingkat pendapatan (nilai p = 0,147). Sedangkan, jenis penyakit menunjukkan ada hubungan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan ( nilai p = 0,000). Penyakit kronis memerlukan waktu penanganan yang cenderung lama membuat para penderita penyakit kronis harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan lebih banyak dibandingkan dengan penyakit akut. Selain itu seseorang yang menderita penyakit kronis akan berdampak pada penurunan produktifitas dan meningkatkan biaya kesehatan oleh karena itu dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan sangat diperlukan.
Analisis dan Rencana Pengelolaan Sampah di Perguruan Tinggi Sesuai Konsep Green Campus (Studi Kasus: Universitas Respati Yogyakarta) Pascawati, Nur Alvira; Lustiyati, Elisabeth Deta; Untari, Jati; Ramadanti, Dea Putri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 9 No 2 (2023): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v9i2.35459

Abstract

The expansion and growth of Higher Education in Indonesia are very rapid with a large population, large area, and dense activity, resulting in significant waste generation. This is a very big challenge to achieve sustainable development if there is no systematic, comprehensive, and sustainable waste management. This study was to analyze and plan waste management according to the green campus concept. This research uses a descriptive-quantitative method with a case study strategy at Universitas Respati Yogyakarta. The population and sample are all waste generated in the campus area and all documents related to the waste recycling program. The research instrument uses 2 guidelines: measurement of waste generation and composition refers to the SNI and waste management analysis based on guidelines from UI GreenMetric. The results showed that the generation (0.021kg/person/day) and volume of waste (0.369/kg/person/day) were above the SNI values and most types of waste are inorganic. The waste containers provided do not meet SNI: volume, number, color, and several waste collection tools. The campus has a program to reduce the use of paper and plastic, but it has not been maximized because there is no recycling program, >75% of organic waste has not been handled, there is no handling of B3 waste and the method of disposing of liquid waste is still conventional. The conclusion is that the campus waste management system gets a poor score on the Green Campus. Handling waste on site is a step that must be carried out before being disposed of in a container.
Determinan Pemanfaatan Kartu BPJS Kesehatan Pattinama, Venska; Untari, Jati; Pratiwi, Rini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2383

Abstract

Program jaminan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan prinsip asuransi sosial, ekuitas, dan gotong royong. Data masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1 belum banyak yang memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, dan jenis penyakit (kronis/akut) dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah responden sebanyak 100 responden yang bertempat tinggal wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1, peserta BPJS Kesehata, dan pernah menderita sakit selama 3-6 bulan terakhir. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (nilai p = 0,126) dan tingkat pendapatan (nilai p = 0,147). Sedangkan, jenis penyakit menunjukkan ada hubungan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan ( nilai p = 0,000). Penyakit kronis memerlukan waktu penanganan yang cenderung lama membuat para penderita penyakit kronis harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan lebih banyak dibandingkan dengan penyakit akut. Selain itu seseorang yang menderita penyakit kronis akan berdampak pada penurunan produktifitas dan meningkatkan biaya kesehatan oleh karena itu dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan sangat diperlukan.
Perilaku Swamedikasi Pada Masyarakat Daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta Siti Reisa Maharani; Jati Untari; Markus Gelar Kumara Agni
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i4.359

Abstract

Swamedikasi adalah memperoleh obat-obatan sendiri tanpa resep, membeli dan menggunakan obat berdasarkan resep lama yang pernah diterima biasanya untuk mengatasi penyakit ringan yang dialami masyarakat. Pelaksanaannya dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena terbatasnya pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Fenomena di masyarakat yang pendapatannya pas-pasan akan lebih memilih pengobatan sendiri ataupun tradisional karena pendapatan mereka tidak cukup untuk ke pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pengetahuan dengan perilaku swamedikasi di daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta. Penelitian kuantitatif ini, sampel 73 responden pada masyarakat Kampung Jetisharjo RW 7 yang pernah menderita sakit 3-6 bulan. Teknik sampling dengan purposive sampling dengan uji statistic Chi Square dan Fisher. Hasilnya ada hubungan usia (p=0.010), pendidikan terakhir (p=0.000), dan pengetahuan (p=0.004), sedangkan untuk jenis kelamin (p=0.911), pendapatan perbulan (p=1.000) tidak ada hubungan dengan perilaku swamedikasi. Disimpulkan bahwa membutuhkan intervensi peningkatan pengetahuan tentang perilaku swamedikasi pada masyarakat daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta.
Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi melalui edukasi kesehatan pada kelompok ibu arisan di Perum Korpri UPN Purwomartani Kabupaten Sleman Nurlathifah Syifaun Qalbi; Bernadet Putri Anjali; Hidayat Hidayat; Putrianda Srimentari R. M. Meha; Alfina Himatun Ulya; Arlin Rambu Muraguna; Pratiwi Wijayanti; Dessi Natalya; Bernadina Novita Ra’o; Fitri Mulyani; Rodiyah Soekardi; Yelli Yani Rusyani; Jati Untari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39016

Abstract

AbstrakJumlah estimasi penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Sleman pada tahun 2025 terdapat di Kecamatan Kalasan sebesar 4.217 orang dan sebanyak 2.141 orang merupakan penderita perempuan. Perum Korpri UPN Kalurahan Purwomartani Kabupaten Sleman termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Kalasan yang memiliki kelompok ibu-ibu arisan yang dilakukan rutin setiap bulan. Kelompok tersebut merupakan sasaran potensial untuk kegiatan promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi pada kelompok ibu arisan.  Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang merupakan kelompok potensial yang berusia 32 hingga 65 tahun yang berjumlah 22 orang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan evaluasi yang menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah penyampaian materi. Analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil secara statistik, terjadi peningkatan pengetahuan peserta berkategori baik sebesar 22,7% dan diperoleh nilai p-value sebesar 0,009, artinya terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan. Kesimpulannya bahwa kegiatan ini secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan hipertensi. Kelompok usia yang paling banyak menderita hipertensi di Indonesia berada pada rentang usia 45-54 tahun dengan jumlah 40.202 penderita. Data kasus hipertensi Kabupaten Sleman tahun 2026 sebesar 51,822 orang menderita hipertensi. Data Puskesmas Ngemplak I dan Ngemplak II jumlah penderita hipertensi pada tahun 2024 mencapai 3.902 orang dan 3.364 orang yang menjadikan hipertensi sebagai gangguan kesehatan paling banyak di daerah tersebut. Kegiatan edukasi dilaksanakan di Perum Korpri UPN Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga berusia 32 hingga 65 tahun yang berjumlah 22 orang. Metode edukasi yang digunakan adalah metode ceramah dan instrument penelitian berupa kuesioner pre-test dan post-test. Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis kuantitatuf dan uji Wilcoxon. Hasil secara statistik, terjadi peningkatan pengetahuan peserta berkategori baik sebesar 22,7% dan diperoleh nilai p-value sebesar 0,009, artinya terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan terhadap edukasi. Kata kunci: edukasi; pencegahan hipertensi; kelompok ibu arisan. AbstractThe highest estimated number of hypertension sufferers in Sleman Regency in 2025 is in Kalasan District, with 4,217 people, of which 2,141 are women. The Korpri UPN Housing Complex in Purwomartani Village, Sleman Regency, is within the Kalasan Health Center's working area, which has a monthly women's social gathering (arisan) group. This group is a potential target for health promotion activities. This activity aims to increase knowledge about hypertension prevention among the women's social gathering group. The target group is 22 housewives, a potential group aged 32 to 65 years old. This community service uses a lecture and evaluation method using a pre-test and post-test given to participants before and after the presentation of the material. The analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test to compare participants' knowledge before and after the intervention. Statistically, there was an increase in participants' knowledge in the good category of 22.7% and a p-value of 0.009 was obtained, meaning there was a significant increase in participants' knowledge. The conclusion is that this activity can effectively increase participants' knowledge about hypertension prevention. Keywords: education; hypertension prevention; mothers' social gathering group.