Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STIGMA AGAINST PLWHA IN WEST SUMATRA Aris Tristanto; Afrizal Afrizal; Sri Setiawati; Mery Ramadani
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i3.14037

Abstract

AbstrakSumatera Barat merupakan provinsi ketiga dengan kasus stigma tertinggi  terhadap ODHA pada tahun 2019. Kebaruan dalam penelitian ini adalah Stigma Terhadap ODHA Di Sumatera Barat. Menindaklanjuti data tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran stigma terhadap ODHA di Sumatera Barat pada tahun 2020 hingga 2021. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara dalam jaringan. Cara menentukan informan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik pengambilan dengan cara snowball sampling. Penelitian ini menggunakan tiga pemeriksaan keabsahan data yaitu kredibilitas, ketergantungan,, dan kepastian. Hasil penelitian diketahui bahwa tahun 2020 ada satu penyebaran informasi status HIV salah seorang ODHA dari perawat kepada salah satu teman ODHA. Meskipun hanya satu kasus secara umum menurut LSM yang mendampingi ODHA, stigma kepada ODHA di tahun 2020 berkutat pada stigma dari masyarakat bahwa Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sama dengan HIV.  Berdasarkan catatan kasus yang dimiliki oleh LSM yang mendampingi ODHA, diketahui bahwa pada tahun 2021 terdapat empat kasus yang tergolong kepada stigma terhadap ODHA di Sumatera Barat. Terkait dengan hasil temuan kasus selama tahun 2020 sampai 2021 maka kelima kasus stigma tersebut mengarah pada stigma instrumental AIDS, yaitu refleksi ketakutan dan keprihatinan atas hal-hal yang berhubungan dengan penyakit mematikan dan menular.Kata kunci: Stigma; Masyarakat; ODHA.   AbstractWest Sumatra is the third province with the highest cases of stigma against PLWHA in 2019. The novelty in this study is the Stigma Against PLHIV in West Sumatra. Following up on these data, this aims to find out how the description of research on PLWHA in West Sumatra from 2020 to 2021. Researchers used a descriptive approach. Data collection in this study was carried out through online interview techniques. The way to determine informants in this research is to use a sampling technique by means of snowball sampling. This study uses three checks of the validity of the data, namely dependability, dependence, and certainty. Based on the research, it is known that in 2020 there was a dissemination of information on the HIV status of an PLWHA from a nurse to a friend of PLWHA. Although there is only one case in general, according to the NGO that accompanies PLWHA, the stigma against PLWHA in 2020 revolves around the stigma from the community that Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is the same as HIV. Based on case records owned by NGOs that accompany PLWHA, it is known that in 2021 there will be four cases classified as stigmatized against PLWHA in West Sumatra. Related to the findings of cases during 2020 to 2021, the five stigmatized cases lead to the instrumental stigma of AIDS, which is a reflection of fear over things related to deadly and infectious diseases.Keywords: Stigma; Public; PLWHA
Stigma Masyarakat dan Stigma pada Diri Sendiri terkait HIV dan AIDS : Tinjuan Literatur: Society Stigma and Self-Stigma Regarding HIV and AIDS : Literature Review Aris Tristanto; Afrizal; Sri Setiawati; Mery Ramadani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.91 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2220

Abstract

Latar belakang: Stigma menyebabkan ODHA mengalami hambatan dalam proses pengobatan dan perawatan karena orang yang hidup dengan kondisi kesehatan yang stigmatisasi seringkali hidup dalam masyarakat yang sama, tetapi tetap terisolasi dan terkungkung dalam pengalaman stigma mereka sendiri. stigma memiliki dua pemahaman sudut pandang, yaitu stigma masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Stigma masyarakat terhadap ODHA terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan institusi (pendidikan dan kerja), serta media massa. Stigma pada diri sendiri (self stigma) adalah konsekuensi dari orang yang distigmakan menerapkan stigma untuk diri mereka sendiri. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran berbagai kasus stigma terhadap ODHA dari sudut pandang masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Metode: Analisis dalam tulisan ini dilakukan melalui kajian pustaka dengan cara menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literatur, ensiklopedia, karangan ilmiah, serta sumber-sumber lain yang terpercaya baik dalam bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan tanpa turun langsung kelapangan. Hasil: Stigma terhadap ODHA terjadi hampir dalam segala lapisan masyarakat yaitu keluarga, teman sebaya, lingkungan sekolah atau kerja dan media massa. Faktor penyebab timbulnya stigma di masyarakat terhadap ODHA adalah rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai HIV dan AIDS disamping itu kurangnya sosialisasi atau penyuluhan mengenai HIV dan AIDS terutama cara penularan dan pencegahannya sehingga masyarakat mempunyai anggapan yang keliru tentang ODHA. Kesimpulan: Stigma ini mencerminkan bias kelas sosial yang mendalam. Penyakit ini sering dikaitkan dengan perilaku dan menjadi pembenaran untuk ketidakadilan sosial.