Purwati
Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Response Of Growth Of Aren (Arenga pinnata Merr) Growth With Growth Regulatory Substances And Planting Media In The Nursery: Respons Pertumbuhan Bibit Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr) Dengan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Dan Media Tanam Di Pembibitan Yetti Elidar; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10 No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the best concentration of ZPT and planting media on the growth of sugar palm plants in nurseries. The research was conducted at Jalan Batu Besaung, Sempaja Utara Village, Samarinda from October 2019 to April 2020. Two-factor factorial experiments were arranged in a completely randomized design with five replications. The first factor was the concentration of ZPT which consisted of four levels, namely, 0 mL L-1 , 1.5 mL L-1 , 3.0 mL L-1 , 4.5 mL L-1 . The second factor consists of four levels of planting media, namely soil (control), soil + husk (2: 1), soil + bokashi (2: 1), soil + husk + bokashi (1: 1: 1). Data were analyzed using variance and continued with the least significant difference test at 5% level. The results showed that the interaction between the concentration of ZPT and planting media (ZxM) was significantly different on the growth of sugar palm in the nursery on the observation variable of the number of leaves aged 120 and 150 DAS. Best interaction is z0m2 at the age of 150 HST. The best concentration of ZPT was at a concentration of 3.0 mL LZPT-1 which showed an increase in sugar palm growth in the observation variables of leaf length, number of leaves, and stem circumference. The best treatment of planting media, namely soil media + husk (2: 1) can increase the growth of sugar palm in the observation variables of midrib length, primary root length, and stem circumference Kata kunci: planting media, sugar palm plants, growth regulators, growt
The Effect of Aplication of Household Waste Tricochompos and Phonska NPK on The Growth of Cacao Seeds (Theobroma cacao L.): Pengaruh Pemberian Trichokompos Limbah Rumah Tangga dan NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Hamidah Hamidah; Purwati; Frengki Antonius
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 1 (2023): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i1.2257

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dosis Trichokompos Limbah Rumah Tangga dan NPK Phonska serta interaksi perlakuan Trichokompos Limbah Rumah Tangga dan NPK Phonska terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian dilaksanakan di lahan Praktek Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Penelitian dilaksanakan mulai Mei 2022 sampai dengan Agustus 2022 . Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok dengan analisis 4x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Trichokompos Limbah Rumah Tangga yang terdiri dari 4 taraf : T0 = tanpa pupuk/kontrol, T1 = 250 g/polybag, T2= 300 g/polybag, T3 = 350 g/polybag. Faktor kedua adalah NPK Phonska yang terdiri dari 4 taraf : N0 = tanpa perlakuan (kontrol), N1 = 5 g/polybag, N2 = 10 g/polybag, N3 = 15 g/polybag. Data yang diperoleh dianalisa dan diuji lanjut dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukan pemberian Trichokompos Limbah Rumah Tangga tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang 30 HST sedangkan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun 30 HST, 60 HST dan 90 HST. Perlakuan terbaik adalah T1 250 g/polybag. Pemberian NPK Phonska dengan dosis yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun 30 HST dan tinggi tanaman 60 HST, diameter batang 60 HST, tinggi tanaman 90 HST sedangkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 60 HST, 90 HST dan sangat berpengaruh nyata terhadap diameter batang 90 HST. Perlakuan terbaik adalah N2 10 g/polybag. Interaksi kedua perlakuan yaitu Trichokompos Limbah Rumah Tangga dan NPK Phonska tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Respon Pertumbuhan Vegetatif Jeruk Keprok Borneo Prima (Citrus reticulata Blanco) Terhadap Pemberian Kompos Dan Pupuk Organik Cair (POC): Response of Vegetative Growth of Borneo Prima Tangerines (Citrus reticulata Blanco) to the Application of Compost and Liquid Organic Fertilizer (POC) Ahmad Andi; Hamidah; Purwati; Syamsia Satra
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kompos batang pisang, pupuk organik cair (POC) dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jeruk keprok borneo prima (Citrus reticulata Blanco). Penelitian dilaksanakan pada awal bulan September 2020 sampai dengan Januari 2021, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Agroteknologi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam 2 faktor dengan ulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama : K0 = 0 gram kompos (kontrol), K1 = 500 gram kompos, K2 = 750 gram kompos, K3 = 1000 gram kompos. Faktor kedua : C0 = 0 ml (kontrol), C1 = 4 ml/250 ml air , C 2 = 6 ml/250ml air, C 3 = 8 ml/250 air. Menggunakan parameter pengamatan yaitu : tinggi tanaman, diameter batang dan cabang tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kompos batang pisang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap diameter dan cabang tanaman, sedangkan perlakuan POC tidak memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan. Interaksi pupuk kompos batang pisang (K) dan POC Hormon Tanaman Unggul tidak berpengaruh nyata pada pengamatan pertumbuhan tinggi, diameter, dan cabang tanaman. Perlakuan terbaik terdapat pada K2 (750 gram). Kata Kunci : Pupuk organik, Batang pisang, Hormon tanaman ungggul
Aplikasi Pupuk Organik Cair ( Poc ) Bonggol Pisang Dan Pupuk Npk Phonska Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta Klon Bp 936 (Coffea canephora): Application Of Liquid Organic Fertilizer (Poc) Banana Webs And Phonska Npk Fertilizer On The Growth Of Robusta Coffee Growth Clone Bp 936 (Coffea canephora) Edo Pratama; Purwati; Hamidah Hamidah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2698

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui konsetrasi pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta, mengetahui dosis pemberian pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta, untuk mengetahui interaksi perlakuan POC bonggol pisang dan pupuk NPK Phonksa terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Juni sampai dengan 09 September 2021 di lahan penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur Penelitian ini di susun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 4 X 4, dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu pupuk POC bonggol pisang yaitu: E0 = tanpa pupuk, E1 = 140 ml/liter air, E2 = 160 ml/liter air, E3 = 180 ml/liter air. Sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK Phonska yaitu: D0 = tanpa pupuk, D1 = 18 g/tanaman, D2 = 22 g/tanaman, D3 = 26 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian Pupuk Organik Cair POC Bonggol Pisang dengan kosentrasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian Pupuk NPK Phonska dengan dosis yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter. Interaksi antara Pupuk Organik Cair POC bonggol pisang dan Pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan tanaman. Kata Kunci : Bonggol Pisang, NPK Phonska dan Robusta
Respon Pertumbuhan Bibit Karet(Haevea Brasiliensis Muell. Arg) Terhadap Pemberian Trichokompos Dan Berbagai Media Tanam: Rubber Seed Growth Response (Haevea Brasiliensis Muell. Arg) On Giving Trichocompos And Various Planting Media Yeremias Arbel Kabellen; Iin Arsensi; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian berbagai dosis pupuk Trichokompos dan Media Tanam terhadap pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, mulai bulan Maret sampai bulan Juni 2021. Tempat penelitian Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan faktorial 4 x 4 yang teridiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah Kotoran Sapi (S) yang teridiri dari 4 taraf yaitu : T0 kontrol, T1 50 g/polybag, T2 75 g/polybag, dan T3 100 g/polybag. Faktor kedua adalah Media (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 Tanah, M1 tanah + sekam + pasir (1:1:2), M2 tanah + sekam + pasir (1:1:2), dan M3 tanah + sekam + pasir (1:1:2). Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk Trichokompos dan Media Tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Sedangkan pada interkasi kedua perlakuan berberpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun umur 90 HST dengan perlakuan terbaik yaitu T3M2 (100 g/polybag dengan kombinasi media (2:1:1). Kata Kunci : Karet Okulasi, Media Tanam, Pupuk Organik..
UJI APLIKASI PUPUK PATEN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis Muell.Arg) Iin Arsensi; Purwati; Arif Fathur Rahman
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 1 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i1.3046

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang sering muncul dalam pembibitan tanaman karet terletak pada aspek pemupukan. Pemilihan jenis pupuk yang tepat, dosis yang sesuai, dan jadwal aplikasi yang benar menjadi tantangan utama. Keberhasilan pemupukan dipengaruhi oleh beberapa factor seperti dosis pupuk, jenis pupuk, waktu dan frekuensi pemupukan, cara pemupukan dan pengendalian gulma. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis Muell.Arg) pada aplikasi berbagai dosis pupuk PATEN. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarida. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga total pengamatan adalah 20 unit tanaman. P0 (Kontrol = tanpa aplikasi PATEN); P1 (aplikasi PATEN 5 gram/tanaman); P2 (aplikasi PATEN 10 gram/tanaman); P3 (aplikasi PATEN 15 gram/tanaman). Hasil penelitian menunjukan tidak adanya pengaruh yang nyata berbagai dosis pupuk PATEN terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang serta jumlah daun tanaman karet dalam usia 30, 60, dan 90 HSP. Kata kunci : aplikasi, karet dan pupuk paten
RESPON TRICHOKOMPOS DECANTER SOLID DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Krispina Paput; Akhmad Sopian; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3190

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian Trichokompos Decanter Solid dan pupuk NPK Phonska terhadap pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun bibit kopi robusta. Penelitian ini dilaksanakan pada awal Februari sampai akhir Juni 2021 dan bertempat di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan , Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok faktorial 4 3 dengan tiga ulangan. Faktor Pertama adalah Dosis Trichokompos Decanter solid yang terdiri dari 4 taraf yaitu : D0 : Tanpa Perlakuan, D1 : Decanter Solid 200 g/polybag, D2 : Trichokompos Decanter Sollid 225 g/polybag dan D3 Trichokompos Decanter Solid 250 g/polybag. Faktor kedua adalah Dosis Pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu: K0: Tanpa Perlakuan, K1: 18 g/polybag dan K2 : 22 g/polybag. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Trichokompos Decanter Solid tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan pemberian pupuk NPK berpengaruh sangat nyata pada pertambahan tinggi tanaman umur 60 HSP dan 90 HSP dengan dosis terbaik yaitu K1 : 18 gram sedangkan pengaruh interksi antara trichokompod decanter solid dan pupuk NPK Phonska berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 90 HSP dan berpengaruh sangat nyata pada parameter luas daun umur 90 HSP.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KELAPA SAWIT(Elaeis guineensis Jacq.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUKSP 36 DAN BOKASI DAUN KETAPANG DI PRE NURSERY: GROWTH RESPONSES OF OIL PALM PLANTS (Elaeis guineensis Jacq.) ON FERTILIZER APPLICATIONSP 36 AND BOKASI LEAF KETAPANG IN PRE NURSERY Iin Arsensi; Purwati; Leonardus Avelino Dogon
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3304

Abstract

ABSTRACK penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk Bokasi daun ketapang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, mengetahui pengaruh pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan mengetahui interkasi pupuk Bokasi dan pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari awal bulan juli sampai dengan November 2022 dan bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah pupuk SP 36 (S) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: S0 = (kontrol), S1 = 2,25 g/polybag, S2 = 4,5 g/polybag, S3 = 6,25 g/polybag, faktor kedua pupuk Bokasi (B) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: B0 = (kontrol), B1 (Bokasi) = 120 g/polybag, B2 = 135g/polybag, B3 = 150g/polybag. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian jenis pupuk SP 36 berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, Panjang daun. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada S3 yaitu 6,25 g/polybag. Selanjutnya pemberian pupuk bokasi daun ketapang berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, panjang daun. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada B3 yaitu 150 g/polybag. Kemudian interaksi pupuk SP 36 dengan dosis 6,25 g/polybag dan pupuk Bokasi daun ketapang dengan dosis 150 g/polybag sudah mencukupi kebutuhan unsur hara pada bibit kelapa sawit (Elaeis guneensis Jacq.) di pre nursery. Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk menggabungkan pupuk bokasi daun Ketapang 150 g/polybag dan pemberian pupuk SP 36 dengan dosis 6, 25 g/polybag karena memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik di pre nursery. Kata kunci : Pre Nursery, Pupuk Bokasi, Pupuk Sp 36
PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Purwati; Rustam Baraq Noor; Natalis Don Alfonso Rotoson
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i2.3306

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk NPK Phonska serta interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L). Penelitian dilaksanakan di lahan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Jalan Wahid Hasyim, Gang Kampus biru. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dimulai dari bulan September sampai Desember 2020. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah Kompos TKKS (K) terdiri dari 4 taraf, yaitu :K0 : tanpa perlakuan, K1: 60 g/poliybag, K2 :120 g/polybag dan K3 : 180 g/polybag. Faktor kedua yaitu Pupuk NPK Phonska (P) yaitu : P0 : tanpa perlakuan, P1: 2 g/polybag, P2 : 4 g/polybag dan P3 : 6 g/polybag. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tandan kosong kelapa sawit dengan dosis yang berbeda umur 90 Hst. Perlakuan terbaik K3 memberikan pertumbuhan tanaman yang terbaik.Perlakuan pupuk NPK Phonska dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman umur 60 dan 90 Hst, jumlah daun umur 90 Hst dan diameter batang umur 90 Hst, P2 memberikan pertumbuhan tanaman yang terbaik. Interaksi tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK Phonska berpengaruh pada tinggi tanaman umur 90 Hst. Perlakuan K2P2 dan jumlah daun umur 90 Hst. Perlakuan K2P1 memberikan pertumbuhan tanaman yang terbaik. Kata kunci :Pupuk Organik, Pupuk Anorganik, Bibit Tanaman Kakao.
The Effect of Planting Media Composition and Trichoderma sp. Dosage on the Growth of Cocoa Seedlings (Theobroma cacao L.): Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Dosis Trichoderma Sp. Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Edrivo Pandapotan Tumanggor; Purwati; Siti Mutmainah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 14 No 1 (2025): Agrifarm Juli
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v14i1.3663

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of planting media composition and Trichoderma sp. dosage on the growth of cocoa seedlings (Theobroma cacao L.), as well as their interaction. The research was conducted from March to June 2024 at the Agricultural Research Field, Widya Gama Mahakam University, Samarinda. The design used was a factorial randomized block design (RBD) 3 × 4 with three replications. The first factor was planting media composition: P0 (control), P1 (1:1 cattle manure:topsoil), P2 (1:2 cattle manure:topsoil). The second factor was Trichoderma sp. dosage: T0 (control), T1 (20 g/polybag), T2 (30 g/polybag), T3 (40 g/polybag). Parameters observed were number of leaves, plant height, and stem diameter at 30, 60, and 90 DAP. Results showed that P2 and T2 significantly improved cocoa seedling growth. The best interaction was observed in P2T2 for plant height at 90 DAP. Keywords: Cocoa, growing media, cattle manure, Trichoderma sp.