Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BroadComm

PEMAKNAAN LAGU TERHADAP SELF ACCEPTANCE PENDENGAR (ANALISIS HERMENEUTIKA GADAMER DALAM LAGU “PELUKKU UNTUK PELIKMU” KARYA FIERSA BESARI) Karina Jayanti; Reni Fitriani
BroadComm Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : AKMRTV Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.065 KB) | DOI: 10.53856/bcomm.v3i2.227

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menelaah makna lagu pelukku untuk pelikmu karya Fiersa Besari bagi pendengarnya, agar dapat diketahui bagaimana sebuah lagu dapat menjadi salah satu hal untuk pendengarnya dalam menerima keadaan yang ada pada dirinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara kepada pendengar yang memiliki cerita tersendiri dengan lagu pelukku untuk pelikmu dan juga observasi yang dilakukan pada kolom komentar video klip lagu pelukku untuk pelikmu serta menggunakan teori hemeneutika karya Gadamer karena peneliti memahami lagu tersebut berdasarkan pemahaman pendengar lagu pelukku untuk pelikmu yang diarahkan oleh prasangka dari diri sendiri yakni sejumlah pengalaman serta pengetahuannya, yang dipengaruhi oleh cerita di balik pembuat karya dan juga proses pembuatan lagu itu sendiri. Hasil penelitian menunjukan lagu pelukku untuk pelikmu memiliki berbagai pemaknaan dari para pendengarnya, sebagai pengingat untuk menghargai perjuangan diri, menambah kepercayaan diri dan agar tidak pernah menyalahkan diri sendiri serta dapat menerima segala keadaan yang ada pada diri pendengarnya. Pada intinya, pelukku untuk pelikmu dapat menciptakan ketenangan pada pendengarnya karena dapat membuat pendengarnya membuang rasa cemas, rasa takut dan rasa bersalah yang ada dalam diri mereka.
POTRET DIRI (SELFIE) DI INSTAGRAM: KONTRIBUSI MEDIATED-SELF DISCLOSURE PADA HARGA DIRI REMAJA PENGGUNA INSTAGRAM Ocvita Ardhiani; Intaglia Harsanti; Reni Fitriani
BroadComm Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : AKMRTV Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.403 KB) | DOI: 10.53856/bcomm.v5i1.246

Abstract

Peralihan diri individu memasuki masa remaja dapat menentukan harga diri individu tersebut. Pembentukan harga diri dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan lingkungan masyrakat, saat ini lingkungan masyarakat tidak terlepas dengan perkembangan teknologi, internet dan penggunaan media sosial di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahun. Hal tersebut memunculkan cara berkomunikasi baru dengan tujuan untuk eksistensi dan aktualisasi diri remaja pengguna media sosial seperti potret diri atau Selfie. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh mediated–self disclosure terhadap harga diri pelaku selfie pada remaja pengguna instagram. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, berupa skala self disclosure berdasarkan aspek The Development of the Self-disclosure Scale dan skala harga diri yang dikemukakan oleh Coopersmith. Responden dalam penelitian berjumlah 152 orang remaja pelaku selfie dan menggunakan instagram yang kemudian peneliti bagi kedalam karakteristik usia 12 sampai 22 tahun, memiliki akun instagram, pernah posting foto atau video selfie di instagram. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan terdepat kontribusi mediated – self disclosure sebesar 11,7% terhadap harga diri. Hal ini menunjukkan bahwa Pengungkapan diri termediasi komputer memiliki pengaruh pada harga diri. Pengungkapan diri termediasi komputer sebagai salah satu cara komunikasi individu melalui internet memiliki peran penting dalam membentuk dan menentukan harga diri pengguna media sosial.