Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEDIA SOSIALISASI EDUKASI MAJALAH DAN FLIPBOOK PENCEGAHAN STUNTING BAGI IBU HAMIL I Gusti Agung Bagus Wimajaya; Ni Putu Paramesti Mitha Cahyani; I Nyoman Larry Julianto; I Wayan Agus Eka Cahyadi; I Nengah Wirakesuma; Gede Pasek Putra Adnyana Yasa
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.442 KB)

Abstract

Kehamilan adalah suatu hal yang penting, terdapat anjuran-anjuran yang perlu ditaati agar mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dalam hal ini yaitu stunting pada anak nantinya. Stunting merupakan kondisi yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Kondisi tersebut adalah pada saat bayi memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Stunting berdampak buruk terhadap perkembangan fisik, motorik, serta kemampuan kognitif anak. Upaya preventif perlu dilakukan untuk menekan kasus stunting, salah satunya adalah mengedukasi ibu-ibu hamil berkaitan dengan upaya pencegahan stunting melalui media majalah dan flipbook yang dikemas dengan visualisasi yang menarik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan minat baca dan edukasi diri bagi ibu hamil mengenai bahaya stunting dan cara pencegahannya. Penelitian dilakukan dengan metode survey, tepatnya dengan Kepala Desa Kukuh, serta pihak yang berkecimpung di dunia kesehatan. Hasil dari survey tersebut seperti informasi tentang kasus stunting yang pernah terjadi di Desa Kukuh, perlu diberikan perhatian khusus lebih, hal itu disolusikan berupa majalah digital dan flipbook. Hasil konsep desain majalah yang ditunjukkan sebagai prototipe pertama dan menguji keefektifan medianya kepada satu atau lebih target audiens juga didapat dari survey. Dari survey dan penyelesaian media survey, masyarakat khususnya ibu hamil menjadi lebih memahami dan sadar akan bahaya Stunting sekaligus juga meningkatkan minat baca tentang cara pencegahan stunting oleh media yang ditawarkan.
Portrait Of The Japanese Colonial Period In The Wayang Kamasan Illustration Of ‘Lintang Perau Pegat’ At The Klungkung Royal Palace I Wayan Agus Eka Cahyadi
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v4i1.1417

Abstract

The Wayang Kamasan illustrations at the Klungkung Royal Palace store traces of the history of Bali during the Japanese colonial period. This research analyzed one located in the Bale Kambang pavilion with the ‘Lintang Perau Pegat’ scene to discern representation in that era. An art historical method was used drawing from field observation and literature resources with an iconography and iconology analysis approach of Erwin Panofsky. Findings from a pre-iconography phase showed that this illustration presents a scene about the splitting of a Japan-flagged ship by a large fish. An iconographic analysis was about themes and concepts regarding belief in the strength of nature (gods), which can influence human life and undermine the glory of human beings. Given the psychological atmosphere during the Japanese colonial period, hence, this illustration is the crystallization of a symbol from an attitude of resistance amidst helplessness towards a ruler (the Japanese occupation government), and hopes for the presence of the power of the gods to help eliminate oppression and misery that occurred during that era in Bali.
Pendampingan Inovasi Keterbukaan Keuangan Pada Pembangunan Pura Prajapati Di Desa Adat Ubud, Kabupaten Gianyar Bayu Putra, Cokorda Gde; Lesmana Putra, I Made Endra; Eka Cahyadi, I Wayan Agus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5422

Abstract

Keberadaan Desa Adat menjadi wahana pemersatu umat serta rumah bagi masyarakat adat mendekatkan diri pada sesamanya. Desa adat berdasarkan Perda Provinsi Bali No.4 Tahun 2019 adalah kesatuan masyarakat hukum adat di Bali yang memiliki wilayah, kedudukan, susunan asli, hak-hak tradisional, harta kekayaan sendiri, tradisi, tata krama pergaulan hidup masyarakat secara turun temurun dalam ikatan tempat suci (kahyangan tiga atau kahyangan desa), tugas dan kewenangan serta hak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Hampir seluruh Desa Adat di Bali memiliki Pura Kahyangan Tiga yang terdiri Pura Dalem dan Pura Prajapati, Pura Desa dan Bale Agung serta Pura Puseh. Sebagai tempat ibadah Pura-Pura tersebut diwarisi oleh para leluhur sejak masa lampau, dirawat keberadaannya serta dijaga kelestariannya termasuk salah satunya yang dilakukan oleh Desa Adat Ubud. Dalam perjalannya krama di Desa Adat Ubud telah bersepakat menjalankan dharma bhakti menjaga kelestarian Pura dengan melakukan renovasi Pura Prajapati sebagai salah satu tempat persembahyangan masyarakat adatnya. Kesepakatan untuk melakukan penataan ini tertuang dalam sebuah kesepakatan musyawarah (paruman). Pemecahan masalah dilakukan dengan memberikan edukasi dan pendampingan kepada Prajuru Desa Ubud Kaja dan Panitia Pelaksana Proyek Renovasi. Tahapan edukasi dan pendampingan yang dilakukan adalah (1) Pembekalan materi dan diskusi tentang pentingnya aspek akuntabilitas dan transparasi (2) Memberikan pembekalan materi tentang penyusunan format laporan Pertanggungjawaban Keuangan Proyek yang dapat diterima umum serta dipahami oleh masyarakat luas (3) Memberikan pendampingan tentang penerapan linktree dan barcode untuk perluasan akses informasi laporan pertanggungjawaban proyek. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah menghadirkan sebuah inovasi baru ditengah perkembangan digitalisasi dan modernitas hari ini, merupakan ikhtiar untuk senantiasa mengadaptasi diri serta mendekatkan seluruh informasi keuangan kepada para pihak dan masyarakat luas tentang kerja akuntabilitas dan Transparansi sebagai bentuk ekspresi ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa beserta segenap isinya.
SACRED NARRATIVES UNVEILED: EXPLORING THE SYMBOLISM OF LINTANG GOWANG IN WAYANG KAMASAN PAINTINGS AT BALE KAMBANG TAMAN GILI KERTHA GOSA I Wayan Agus Eka Cahyadi; I Wayan Adnyana; I Wayan Mudra; I Putu Udiyana Wasista; I Wayan Swandi
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v4i1.1293

Abstract

This study addresses the need for more documentation systematically analyzing the significance of wayang kamasan illustrations in Bale Kambang Taman Gili Kertha Gosa. Despite historical actors passing away and lacking comprehensive studies on these illustrations, the article examines the iconographic meaning of lintang gowang. Researchers are intrigued by this phenomenon, especially considering the absence of empirical evidence supporting the conscious self-beheading capacity, a crucial aspect from a medical perspective. The incorporation of limb offerings and blood rituals in Hinduism strengthens the motivation to explore the illustration's meaning, particularly in evolving offering traditions in Bali. This visual narrative holds distinct significance, requiring extensive scholarly inquiry. Using an iconographic approach, qualitative research reveals narrative motifs in Tantri Kamandaka stories and tantra yana teachings involving head offerings, symbolizing a surrender act reaching the pinnacle of consciousness. The dramatized beheading and voluntary surrender underscore the doctrinal essence of self-offering, transcending dualities and the human ego, aiming for the highest consciousness levels.