Nurma Handayani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of Social Reintegration Programs for Trauma Survivors in Communities Under Foreign Occupation in the Middle East M. Agung Rahmadi; Luthfiah Mawar; Ayu Anastasyah; Aisyah Umaira; Nurma Handayani; Helsa Nasution; Nurzahara Sihombing; Naila Al Madina
Jurnal Ventilator Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v3i4.2118

Abstract

This meta-review comprehensively examines the effectiveness of social reintegration programs designed for trauma survivors living in territories under foreign occupation in the Middle East, through a systematic analysis of 47 empirical studies with a total of 12,487 participants published between 2010 and 2024. The synthesis indicates that program success rates reached 73.8 percent with a 95 percent confidence interval (70.2–77.4), supported by a strong effect size in reducing PTSD symptoms with a Cohen's d value of 0.82. When effectiveness was compared across intervention approaches, community-based programs demonstrated a more substantial impact, with a correlation of r=0.67 (p<0.001), compared with individual interventions, which yielded a correlation of r=0.43 (p<0.01).
Fear of Missing Out (FOMO) sebagai Determinan Stres Psikologis di Era Digital: Analisis Kesehatan Masyarakat dalam Perspektif Fiqih Kesehatan Muhammad Zali, Lc, M.H.I; Luthfiyah Aqilah Siagian; Clarisha Alchaira Achmad; Lathifa Nurrahmah; Nurma Handayani; Isnaini Fajarwati; Rasil Hakim Hasibuan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial meningkatkan keterpaparan individu terhadap kehidupan orang lain dan memunculkan rasa takut ketinggalan atau FOMO. Peristiwa ini berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat stres dan masalah kesehatan mental, terutama di kalangan orang muda. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti FOMO dari sudut pandang kesehatan masyarakat serta fiqih kesehatan. Metode yang dipakai adalah kajian pustaka deskriptif yang bersifat kualitas terhadap jurnal ilmiah nasional yang relevan. Temuan dari kajian ini mengindikasikan bahwa FOMO berkaitan dengan stres, kecemasan, dan penurunan kesejahteraan mental, yang disebabkan oleh perbandingan sosial serta penggunaan media sosial yang berlebihan. Dalam konteks fiqih kesehatan, FOMO dianggap bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa dan akal. Dampaknya bisa diminimalkan melalui pengaturan emosi, peningkatan literasi digital, serta penerapan nilai-nilai Islam sebagai langkah pencegahan.Kata Kunci: FOMO, kesehatan mental, media sosial, fiqih kesehatan