p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Muhammad Zali, Lc, M.H.I
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Risiko Penyakit Pasca-Banjir di Sumatera: Studi Literatur Perspektif Kesehatan Masyarakat dan Fiqih Kesehatan Muhammad Zali, Lc, M.H.I; Adzra Muzhaffirah; Mutiara Rengganis Siregar; T. Magda Chaisyara; Liza Adilia Pury; Nazwa Aqela Saragih; Nanda Liana Lubis
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir adalah bencana yang langsung memengaruhi kesehatan warga di Indonesia, terutama di daerah Sumatera. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko penyakit setelah banjir dari sudut pandang kesehatan masyarakat dan prinsip fiqih kesehatan. Metode yang dipakai adalah analisis literatur terhadap artikel ilmiah, buku, dan dokumen resmi pemerintah. Pengkajian isi dilakukan untuk mengenali jenis penyakit yang paling umum, faktor-faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa diambil. Temuan kajian menunjukkan bahwa penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare menjadi isu utama setelah banjir, disebabkan oleh sanitasi yang buruk, air yang terkontaminasi, dan kurangnya akses ke layanan kesehatan. Meskipun masyarakat mempunyai pengetahuan, hal tersebut belum diimbangi dengan tindakan pencegahan yang efektif. Penggabungan pendidikan kesehatan yang berbasis komunitas dengan prinsip fiqih terkait bencana memiliki peran penting dalam mengurangi risiko penyakit dan memperkuat ketahanan masyarakat setelah kejadian bencana.Kata Kunci: banjir, penyakit pasca banjir, kesehatan masyarakat, fiqih kesehatan.
Perlindungan Konsumen terhadap Produk Skincare Berbahaya: Studi Literatur Fikih Kesehatan dan Hukum Positif di Indonesia Muhammad Zali, Lc, M.H.I; Andine Mei Hanny; Sasa Magfirah Siregar; Andieni Pratiwi; Zahra Aliyah Verisah; Dwi Keisya Kurnia; Sal Sabila
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri perawatan kulit di Indonesia menyebabkan peningkatan risiko penyebaran produk yang berbahaya bagi kesehatan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perlindungan konsumen terhadap produk perawatan kulit yang berbahaya melalui sudut pandang hukum positif dan fikih kesehatan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka terhadap delapan artikel ilmiah nasional yang memiliki DOI dan diterbitkan antara 2016 hingga 2026. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan di pasar digital, informasi yang tidak seimbang, dan tekanan dari standar kecantikan menambah kerentanan bagi konsumen. Undang-Undang Perlindungan Konsumen serta peran BPOM menjadi alat utama dalam perlindungan hukum, tetapi masih belum benar-benar efektif. Dari sudut pandang fikih kesehatan, produk yang berbahaya bertentangan dengan prinsip Maqasid Syari’ah, terutama dalam hal perlindungan terhadap jiwa. Penelitian ini menekankan pentingnya penggabungan regulasi, pengawasan, edukasi bagi konsumen, serta nilai etika dan agama dalam usaha untuk melindungi konsumen secara menyeluruh.Kata kunci: perlindungan konsumen, produk perawatan kulit berbahaya, fikih kesehatan, hukum Islam, hukum positif
Fear of Missing Out (FOMO) sebagai Determinan Stres Psikologis di Era Digital: Analisis Kesehatan Masyarakat dalam Perspektif Fiqih Kesehatan Muhammad Zali, Lc, M.H.I; Luthfiyah Aqilah Siagian; Clarisha Alchaira Achmad; Lathifa Nurrahmah; Nurma Handayani; Isnaini Fajarwati; Rasil Hakim Hasibuan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial meningkatkan keterpaparan individu terhadap kehidupan orang lain dan memunculkan rasa takut ketinggalan atau FOMO. Peristiwa ini berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat stres dan masalah kesehatan mental, terutama di kalangan orang muda. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti FOMO dari sudut pandang kesehatan masyarakat serta fiqih kesehatan. Metode yang dipakai adalah kajian pustaka deskriptif yang bersifat kualitas terhadap jurnal ilmiah nasional yang relevan. Temuan dari kajian ini mengindikasikan bahwa FOMO berkaitan dengan stres, kecemasan, dan penurunan kesejahteraan mental, yang disebabkan oleh perbandingan sosial serta penggunaan media sosial yang berlebihan. Dalam konteks fiqih kesehatan, FOMO dianggap bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa dan akal. Dampaknya bisa diminimalkan melalui pengaturan emosi, peningkatan literasi digital, serta penerapan nilai-nilai Islam sebagai langkah pencegahan.Kata Kunci: FOMO, kesehatan mental, media sosial, fiqih kesehatan